Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 31


__ADS_3

Ayura yang kini sudah berpakaian rapi, hari juga sudah menunjukan pukul 07:56 iya akan segara pergi.


"Emh... jika bunda leleh beritahu kami, aku tak mau bunda leleh dan punya masalah kau lampiaskan dengan minuman bunda, apa bunda tidak sayang pada kami...?? " ujar aji yang mencoba berbicara agar bunda nya mau berbagi beben nya dengan dia.


"Iya sayang ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š" jawab ayura dengan tersenyum lembut sembari mengusap lembut kepala putranya dan mendekap hangat.


"Maaf sayang bunda bukan ingin merahasiakan , ayah kalian dari kalian tapi bunda takut kehilangan kalian dan di bawa pergi olehnya " gumam ayura dalam hatinya hingga tak sadar air matanya lolos dari pelupuk matanya.


"Bunda.... bunda nangis...??? " ujar aji sembari mendongak ke arah wajah ayura.


Ayura langsung menyeka air matanya dengan tangan dan melihat pada putranya itu.


"Tidak sayang bunda hanya terharu, anak bunda yang masih kecil ini memiliki pemikiran yang sudah dewasa, sebentar lagi kamu tumbuh dewasa dan akan menikah lalu meninggalkan bunda sendiri " ujar ayura sembari tersenyum pada anaknya itu.


"Tenang saja bunda, aku tak akan meninggalkan bunda sendiri, meski nanti aku sudah menikah aku akan membawa bunda dengan ku " ujar aji sembari memeluk kembali ayura.


"Hei... masih sepagi ini kalian sedang melakukan adegan drama apa...???? " tanya si anak gadis nya yang baru saja terbangun itu.


Ayura menoleh ke asal suara, yang mana putri nya sudah terduduk menghadap ke arah keduanya.


"Hai..... putriku yang pemalas akhirnya sudah bangun sayang " sapa ayura dengan senyumnya.


"Ih.... bunda tau tidak aku itu ngantuk sekali, tadi malam aku begadang nungguin bunda pulang sampai larut malam tau.... ! " ujar Putri nya itu sembari melipat tangan di dadanya dan mengerucutkan bibirnya.


"Utututu..... maaf kan bunda ya, karena bunda sibuk sekali, " Ayura merentangkan tangannya.


Dan di sambut oleh putri kecilnya itu yang bangkit dari duduk nya dan menghampiri sang bunda.


"Bunda... bunda akan pergi kemana lagi kenapa sepagi ini sudah rapi, apa tak sarapan dengan kami...???! " tanya putrinya itu yang melihat ayura sudah terlihat rapi.


"Bunda masih harus kerja sayang, ada kerjaan dadakan yang harus bunda kerjakan, jadi kamu cepat lah mandi nanti sebentar lagi tante Mia kesini, untuk mengajak kalian sarapan di restoran bawah " ujar ayura dengan melepas pelukannya.


"Hem... bunda sibuk terus padahal kan ini hari libur " Galuh merajuk karena bundanya terlalu sibuk akan pekerjaannya.


Ayura hanya bisa tersenyum saat melihat putrinya menggerutu sembari berlalu tanpa menoleh lagi padanya. Tak lama Mia pun datang ke kamar ayura sembari membawa beberapa permen di tangannya.


"Hai... Galuh... aji.... " teriak nya sembari membuka pintu.


"Wa'alaikumussalam.... " Ujar ayura.


"๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Asalamualaikum..., kamu dah balik yur,??, eh... udah mau pergi aja lagi gak sapan dulu bareng kita??? "Mia cengegesan saat melihat ayura.


" Kamu kebiasaan kalo masuk teriak-teriak bukannya ucap salam "ucap ayura.


" Heheh... maaf, gue nanya yur bukan minta di ceramahin..? "ujar Mia pada ayura.


" Emh... gak aku buru-buru ,kamu kan udah di sini juga ya udah aku pergi dulu, aji bunda pergi dulu ya baik-baik nanti ya sama tante Mia, dan bilangin pada kakak kamu bunda pergi dulu "ujar ayura sembari berdiri dan mengambil tasnya dan mencium k ning putranya.


" Asalamualaikum "ujar ayura mengucap salam saat hendak keluar pintu.


" Waalaikumsalam "jawab serentak oleh mereka.


" Hei... boy bunda mu pulang jam berapa tadi?? "tanya Mia yang penasaran.

__ADS_1


" Pulang subuh " jawab nya singkat.


"Ya elah senyum dikit kali boy, harusnya kan anak seumur kamu itu gemesin bukan malah dingin gitu?!! " ujar Mia sembari menggoda aji yang sibuk memainkan gadget nya.


"Eh.... bunda mana ji??? " tanya Galuh yang baru keluar kamar mandi mencari sangat bunda.


"Bunda sudah berangkat, cepat lah aku sudah lapar " gerutu aji pada Galuh.


"Iya sebentar....!!! " ketus Galuh yang kesal bunda nya pergi tak menunggu dia selesai mandi dulu.


"Huh.... bunda emang gak sayang sama Galuh, pergi aja gak pamit dulu " oceh nya sembari menyisir rambutnya yang panjang dan hitam itu.


"Sudah sayang jangan marah, bunda cepat pergi nanti cepat kembali, oh iya nanti habis makan mau ikut tante gak jalan-jalan biar gak bosen gitu di hotel mulu " ajak Mia untuk menghibur Galuh yang sedang merajuk itu.


Kini Galuh sudah selesai merapikan rambutnya dan kini ketiganya, keluar kamar menuju lift untuk turun menuju restoran yang berada di lantai dasar hotel tersebut.


Sedangkan bili yang baru terbangun juga melihat ke sekeliling iya tak melihat ayura di sana, iya pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum Chek-aout dari hotel tersebut.


"Kemana nona perginya, kenapa pagi-pagi begini sudah tak ada saja " gumam bili bertanya pada dirinya sendiri.


Saat bili keluar dari kamar hotel tersebut bili berpapasan dengan Mia dan anak-anak yang ingin turun juga.


"Selamat pagi pak bili??? " sapa Mia dengan senyum ramah saat melihat bili.


"Ya pagi juga " balas bili datar.


"Tuan ingin turun untuk sarapan juga?? " tanya Mia basa-basi .


"Emh.. " jawab nya singkat.


"Oh... kebetulan kami juga sama ingin sarapan bagai mana kalo kita pergi sama-sama " ujar Mia memberi saran.


Bili tak menjawab dia tetep saja lurus melihat ke arah pintu lift yang tertutup, tak lama pintu lift itu terbuka yang menandakan merea sudah samai di tempat tujuan.


"Tante... tante kenal sama paman yang itu " tanya Galuh.


"Emh... iya paman itu rekan bisnis tante dan bunda kalian " ujar mia yang membuat bili melirik ke arah bawah dan melihat kedua anak kembar yang di gandeng oleh Mia.


"Oh... ganteng ya tante tapi sayang, dia sama kaya aji seperti balok es " ujar Galuh dengan pantang.


"Huuust... jangan bilang gitu, tar kedengeran pamannya marah loh " Mia menarok jarinya di atas bibirnya mengisyaratkan Galuh untuk tak usah banyak berkomentar.


"Siapa bunda dari kedua anak ini??? " Tiba-tiba bili berbalik ke arah belakang dan bertanya pada Mia.


"Eeehhh.... mereka anak direktur yura tuan " jawab Mia dengan sedikit terkejut.


Bili melihat dengan seksama ke kedua anak itu dan tersenyum.


"Hai... anak manis kenalin paman, teman bunda kalian ๐Ÿ˜Š"bili berjongkok dan menyapa keduanya sembari tersenyum ramah.


" Hai juga paman, paman kenal sama bunda kami??? "tanya Galuh.


" Iya paman kenal, bunda kalian itu teman paman selama bunda di bandung "jawab bili.

__ADS_1


Mereka yang tergenti di tengah jalan dan berbincang sembari berkenalan, aji yang mulai kesal dan cacing di dalam perutnya yang sudah pada berdemo dia pun pergi terlebih dahulu ke arah restoran.


" Ehhh.... aji tunggu dong "ujar Mia yang berusaha mengejar langkah aji.


"Ayok kita juga, harus sarapan " Ajak bili sembari menggandeng tangan Galuh.


"Baru pertama kalinya Galuh di gandeng tangan yang oleh pria dewasa selain aditia, iya merasa hangat dan merasa kasih sayang seorang ayah.


" Begini kah jika aku punya seorang ayah, ya Allah "Gumam Galuh dalam hatinya.


" Andai saja benar seperti ini, bisakah waktu terhenti di sini saja , Aku sangat merindukan dan ingin merasakan kasih sayang seorang ayah "Gumam Galuh yang membuat air matanya secara tak sadar menetes,.


Meski si kembar memang masih berusia 5 tahun tapi pemikiran keduanya sudah dewasa sebelum waktunya.


"Kalian hanya bertiga?? bunda kalian kemana??? tanya bili yang penasaran karena sedari tadi tak melihat ayura karena iya pikir atas kejadian semalam yang membuat ayura menghindar darinya.


" Entah.... bunda pergi kemana, soalnya Galuh tadi selesai mandi bunda sudah pergi, sepertinya aji taun paman, soalnya tadi pas Galuh bangun mereka sedang drama " ujar Galuh dengan muka kesalnya teringat bundanya yang pergi begitu saja.


"Kalian sudah pesan??? " Tanya bili pada aji dan Mia.


"Sudah... kalo mau nunggu kalian aku bisa mati kelaparan " ketus aji dengan dinginnya.


"Emhh... maaf, ya sudah Galuh mau pesan apa?? " tanya bili pada Galuh.


"Aku ingin sarapan pakai bubur ayam saja paman terus minumnya susu " ujar Galuh.


"Ok... paman pesan kan dulu ya " bili pergi untuk memesan makan .


"Lulu... kamu deket banget kayaknya sama paman itu??? " ucap Mia yang mana memang terlihat akrap seperti sang ayah dan putrinya.


Berbeda dengan keadaan di mana ayura kini bertemu dengan ayu di tempat rehabilitasi untuk pemilihan dirinya dari obat-obatan.


"Ayura....!!! " ayu terkaget saat melihat ayura yang susah lama tak bertemu.


"Hiks... hiks... yur loe kemana aja sih kok ngilang tanpa kabar gitu aja sih yur bikin aku khawatir tau hiks... hiks " ayura memeluk erat tubuh ayura sembari menangis melepas rindu.


"Iya maaf yu, waktu itu aku gak sempet ngabarin kalian, aku di telpon dari kampung halaman untuk pulang katanya ayah sakit parah, jadi aku mutusin untuk ke sana dan merawat ayah, namun 5bulan aku merawat ayah diapun meninggal yu, setelah itu aku juga mutusin untuk menetapkan di sana " ayura menjelaskan pada ayu penyebab iya menghilang tanpa kabar.


"Maaf.. aku gak ngasih kabar selama ini, karena saat itu saat aku sudah sampai ke kampung halaman ku aku baru sadar kalo ponsel ku hilang yu, maaf ya " ayura juga menjelaskan kenapa iya selama ini tak ada mengabari nya.


"Iya yur gak papa yang penting kamu sekarang baik-baik aja, oh iya bagaimana si kembar?? " tanya ayu yang teringat akan si kembar.


"Mereka juga sehat yu " jawab ayura.


"Yu... kok kami bisa tertangkap gini sih gimana ceritanya?? " tanya ayura yang penasaran juga dengan cerita ayuna meski iya sudah mendengar dari ibu panti.


"Panjang yur, malam itu aku seperti biasa ngelayanin tamu tapi ya biasa lah ada yang gak seneng, soalnya itu tamu pertamanya oleh madam di kasih ke si tina, tapi gak tau kenapa madam tiba-tiba nyuruh aku yang layanin, mungkin dia sakit hati lapor lah ke polisi dan malam itu juga lah hotel tempat kami di gerebek " jelas ayu dengan kejadian nya.


"Sial tuh orang ya emang dari dulu suka cari masalah ", Ayura kesal saat mendengar ternyata temanya bisa di tempat seperti ini adalah ulah rekannya dalam dunia malam itu juga.


" Sudah lah yur... mau gimana lagi toh... emang nasib aku yang harus gini, oh iya yur gue cuman mau nitip sama kamu tolong jagain wilona ya, aku tau aku juga sering denger dari ibu panti kalo berkunjung, wilona sering di bully temanya dan dia juga marah sama aku dia juga tak mau melihat aku di sini, jadi aku mohon tolong jaga dia ya " ujar ayu menitip kan putrinya pada ayura.


"Iya yu pasti aku akan jaga lona, oh iya ya sudah aku pulang ya waktunya sudah habis besok aku datang lagi kesini buat jenguk kamu" ayura pamitan untuk segera kembali karena hari juga sudah mulai siang iya harus melihat rumah yang iya beli terlebih dahulu karena tak mungkin iya harus tinggal di hotel terus.

__ADS_1


"Iya hati-hati ya, " keduanya berpelukan kembali sebelum ayura pergi.


Kini ayura pergi keluar dan menyetop taksi untuk menuju ke tempat pemilihan rumah yang iya beli lewat online.


__ADS_2