Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 63


__ADS_3

Angga yang masih saja duduk termenung, sedang mencari cara bagai mana agar gabriel mau mengatakannya tanpa iya harus mengorbankan samah yang iya punya itu, dan sedari tadi bili yang sudah masuk dan memanggil angga namum angga sedang asik dengan dunia nya itu tak tau jika ada bili.


"Tuan.... tuan angga.... tuan... TUAN.....!!! " bili yang terus memanggil angga namun tak ada respon dia pun langsung berteriak.


"Astagfirullah..... ada apa sih bil... bikin orang mendadak punya penyakit jantung aja...!!! " angga terkejut sembari menggerutu.


"Lah anda sedari tadi saya panggil tak merespon.. ya saya teriak lah " jawab bili sembari menyodorkan lagi setumpuk berkas.


"Ada apa kau memanggil ku... dan apa lagi yang kau bawa itu....??? kenapa kau taruh di meja ku,...??? " tanya angga sembari melirik berkas yang bili simpan di meja.


"Ini pekerjaan anda tuan yang perlu anda periksa dan tanda tangan " jawab bili.


"Hah... sudah lah tarok situ saja, oh iya bili kamu tolong cari lagi keberadaan anak-anak ku, karena aku tak mau sampai mereka jatuh ke tangan gabriel, dan kau juga pantau setiap per gerakan nya " ujar nya memberi perintah.


Bili terkejut dengan perkataan angga yang memberi perintah untuk mencari anak-anak yang mana sebenarnya sekarang anak-anak itu berada di rumah orang tua nya sendiri.


"Hei... bil... kau dengar tidak apa yanga ku katakan...??? jangan malah bengong saja... apa yang ada di otak mu itu...?? " angga mengejutkan bili yang sedari tadi diam dan bengong saja.


"Ehhh.... bagai mana tuan... saya tak mendengar nya maaf.. " ujar bili yang terkejut.


"Kau pantau semua pergerakan gabriel, karena iya tadi datang ke mari dan bicara jika aiya tau di mana keberadaan anak-anak ayura.. coba kau selidiki akhir-akhir ini iya pergi kemana saja " ujar angga lagi menjelaskan perintah nya.


"Baik tuan, kalo begitu saya permisi " bili pun susah mengiyakan tugas yang di berikan atasannya itu pun langsung berlalu keluar.


"Maaf tuan... saya bukan bermaksud untuk menyembunyikan mereka atau tak memberitahukan anda, tapi ini yang lebih baik untuk kalian " Gumam bili dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.


Namun bili tetep saja melakukan apa yang di perintahkan oleh angga padanya untuk mencari tau apa saja yang dilakukan okeh istri angga, sekalian iya juga ingin mencari tau dari mana ida tau kalo anak-anak ayura di mana.


~~


Sedang kan kini ayura yang sudah sampai di kota kelahiran nya dia, menatap sendu kota tersebut sembari berjalan keluar, ayu yang ada di sebelah nya dia merasa senang karena baru kali ini iya menginjakkan kaki di kota kelahiran, ayura setelah sekian lama iya berteman.


"Ahhh.... akhirnya aku sampai juga, huh... lelah juga ternyata . . padahal tak seberapa...? " keluh evan sembari meregangkan tubuhnya karena terasa keram.


"Cih.... cuman duduk saja pun kau, dasar cemen...??! " ejek Adit pada evan.


"Lah... terserah saya..... kenapa anda yang repot...??? " celetuk evan.


"Kalian kalo masih ribut .... sekalian kau tinggal di sini tak usah ikut pulang. " ketus ayura yang kesel melihat evan dan Adit sedari tadi ribut terus.


"Gak aku gak akan ribut lagi kak... abang tuh yang sering ngajak ribut duluan bukan aku " jawab evan.

__ADS_1


"Yeh.... melempar tanggung jawab kau bocil.... gue sate juga loe....!! " ujar Adit nyolot.


"Udah... udah... kalian ini nanti ayura marah kalian bener an di tinggal mau " lerai ayu yang melihat Adit dan evan yang mulai adu mulut lagi itu .


Keduanya seketika menjadi diam dan mengikuti ayu dan ayura dari arah belakang untuk menuju ke luar untuk menunggu taksi online yang iya pesan, ayura dia hanya diam tak banyak bicara, dan sesekali terlihat iya memain kan ponselnya entah apa yang iya kerjakan di ponsel tersebut, yang membuat raut wajahnya terlibat sedikit panik dan ada rasa cemas.


"Yura kamu kenapa... ?? apa ada masalah cerita ama aku...?? " tegur ayu pada ayura .


"Eh... gak ada kok yu... aku hanya khawatir aja, kalo ninggalin anak-anak terlalu lama, aku sepertinya besok harus bisa segera balik bandung " ujar ayura yang telah mendapat pesan dari bili jika gabriela tau kalo anak-anak ada bersama bili.


"Oh... ya sudah ayok kita naik mobil biar cepat kita sampai rumah dan kamu juga cepat menyelesaikan pekerjaan mu di sini, agar bisa kembali dengan cepat " ajak nya sembari menarik pelan jangan ayura menuju ke mobil.


"Emh..... " Ayura membuka mobil dan masuk di bagian sebelah pengemudi.


Kini taksi online yang mereka berempat naki pun sudah meluncur ke arah tujuan, dengan sedikit hambatan di jalan seperti kemacetan seperti biasanya di kota tersebut, yang sudah tak aneh bagi mereka, dan orang-orang yang berkunjung ke kota tersebut.


Kini mobil pun sudah menepi di depan rumah yang di bilang cukup besar dan mewah, yang tak lain adalah rumah orang tua ayura.


"Huh..... rasanya sudah lama sekali aku tak kembali....! " ucap Adit sembari merentangkan tangan nya.


"Idih lebai bukanya belum lama kau baru saja dari sini bang...?? " celetuk evan yang baru turun dari mobil.


"Kan aku bilang tadi rasa nya ya bukan sudah lama , heh.... bikin badmood saja kalo kau buka mulut...!! " gerutu Adit yang nyolot.


"Kalian susah datang mari masuk nak...?? " sambut wanita yang setengah baya di depan pintu saat ayura hendak membuka pintu.


"Asalamualaikum.. " ucap ayu yang memberi salam pada sang tuan rumah.


"Waalaikumsalam.... ayok masuk " jawab ibu tersebut dan mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Ayura hanya acuh dan masuk begitu saja melewati wanita setengah baya itu, dan langsung duduk di sofa yang tak jauh dari pintu. Sedangkan ayu dia tersenyum ramah dan ikut masuk kedalam mengikuti ayura.


"Evan... Adit... kalian sedang apa di sana apa kalian tak akan masuk....!!!!? " teriak wanita itu pada evan dan Adit yang masih saja berdebat di depan pagar.


Kedua Pria tampan itu mendengar teriakan dari arah pintu rumah, yang tak lain adalah ibu mereka, evan yang melihat ibunya yang memanggil dia pun langsung berlari sembari merentangkan tangan.


"Asalammualaikum... bu. " sapa evan sembari memeluk ibunya itu.


"Waalaikumsalam... nak, gimana sekolah nya lancar...?? " jawab nya sembari bertanya kembali.


"Alhamdulillah.. lancar bu, yang gak lancar mah tuh jodoh nya abang yang macet tengah jalan " ledek evan lagi.

__ADS_1


"Bocil.... loe masih belum capek apa hah... ngakak ribut terus sama gue... " Adit nyolot saat mendengar perkataan evan.


"Sudah ..... sudah... ayok masuk dulu kalian pasti capek kan " lerai sang ibu sembari mendorong kedua putranya masuk kedalam.


"Ya. . ya... serah abang aja lah, emang bener kok, jodoh abang gak lancar buktinya udah setua ini belum punya pacar... bener gak bu ?? " celetuk evan lagi.


"Heh..... gue ini bukan gak laku tapi memang abang mu ini tak mau cepat-cepat menikah, dan kalo memiliki pacar itu ribet jadi lebih baik fokus dengan pekerjaan dulu " jawab adut yang tak mau kalah dengan evan.


"Kalian bisa diam tidak....?!!! coba kalian sehari saja tak meributkan hal yang gak penting...!!! " ayura yang kesal menegur keduanya dengan kesal.


Orang yang tadinya sedang adu mulut dan yang lainya menjadi terdiam saat mendengar ayura berbicara dengan ketus, dan nada kesalnya tersebut.Ayura yang sudah malas dia pun pergi beranjak ke arah luar dan ada motor di sana ayura pun menaiki motor itu lalu pergi meninggalkan, rumah tersebut untuk menuju ke kantor... karena ada pekerjaan yang harus iya selesai , karena baru saja iya mendapat pesan singkat dari sang ceo nya, untuk menuju kantor segara.


"Eh.... kak yura mau kemana...??? " tanya evan yang bingung melihat ayura pergi.


"Nah malah tanya ama gue, mana gue tau lah dia mau pergi kemana..? " sambar Adit.


"Kalian sih makannya jangan ribut jadi ayura marah kan " ucap ayu.


"Eh... nak kamu tau ayura mau kemana...? " tanya perempuan yang ada di belakang evan adan Adit.


"Tidak tau tante... ayura gak ada bilang apa-apa, tapi mungkin iya ada urusan pekerjaan, di kantornya tante " jelas ayu sembari menduga-duga, karena iya juga tak di beritahu ayura akan pergi ke mana.


"Oh ya sudah kalian istirahat gih pasti capek kan, nanti waktu makan siang mamah bangunin , kamu juga nak, oh iya nama kamu siapa..? " ujar nya sembari bertanya nama ayu.


"Oh iya kita belum kenalan tante, nama ku ayuna, sering di panggil ayu tan " jawab ayu sopan.


"Wah... nama yang cantik... kalo orang yang tak tau pasti kalian di kira kembar ya dengan yura.. soalnya nama kalian hanya beda satu huruf saja 😊, oh iya perkenalkan nama tante windi " ujar nya kagum akan nama ayu dan iya juga memperkenal kan diri.


"Iya salah kenal tante... kalo begitu saya istirahat dulu ya tan sambil ini saya bereskan barang ayura " ayu berpamitan untuk istirahat.


"Oh iya nak kamu antar ayu ke kamar kakak mu ya, mamah masih ada pekerjaan di belakang " ujar windi sembari berjalan ke arah halaman belakang setelah menyuruh evan mengantar ayu ke kamar ayura.


Ayu berjalan mengikuti evan yang mana iya juga tak tau di mana letak kamar ayura di rumah tersebut, karena iya tak di beri tahu di mana letaknya, karena selama ini evan tak pernah ikut ke rumah tersebut , selama mamah nya menikah dengan papah nya ayura, meski ada ke rumah tersebut , palingan hanya berkunjung dan tak sampai menginap, jadi iya tak tau di mana letak kamar ayura.


"Van... capek nih yang mana dong kamar ayura...??? " ayu mengeluh karena iya leleh sedari tadi iya berdiri melihat evan yang bingung.


"Aku juga gak tau kak yang mana kamar kak yura... mamah gak ada bilang kamarnya yang mana..?, oh iya kita tanya abang aja pasti dia tau " ucap evan sembari mengacungkan jarinya ke atas.


"Ya elah dari tadi kek... orang udah pegel baru kepikiran " gerutu ayu yang sudah kesal.


"😁😁😁😁😁😁Ya maaf kak... ya sudah kakak tunggu sebentar, aku panggil abang dulu " evan beranjak ke arah bawah untuk mencari Adit.

__ADS_1


Ayu hanya memutar bola matanya malas, melihat evan yang terkadang memeng jadi bego seperti itu.


__ADS_2