Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 86


__ADS_3

Hari sudah sore dan kini semua kantor sudah akan tutup karena sudah waktunya untuk para pekerja pulang kembali ke rumah masing-masing, begitu juga dengan Angga dan Bili, yang sudah bersiap untuk pulang.


"Tuan... kita akan pulang ke rumah utama atau ke rumah anda...?? " tanya Bili sembari berjalan di belakang tuan mudanya.


"Untuk apa aku ke rumah utama....?? ! " Angga yang tak tau menau hanya mengerutkan dahi dan bertanya.


"Tadi saya dapat pesan dadi tuan besar.. menyuruh anda untuk pulang ke rumah utama " Jawab Bili.


"Emh... mau apa lagi si tua bangka itu menyuruh ku pulang...?? " gerutunya kesal.


Angga masuk kedalam mobil nya, yang di ikuti oleh Bili dan setelah melihat semua nya siap Bili pun menyalakan mesin mobil, dan melaju meninggalkan pelataran kantor, milik Angga itu untuk mengantar kan tuan mudanya ke tempat tujuan.


"Bil... nanti katakan... pada gabriel... tunggu aku pulang...? " pesan nya ke Bili.


"Baik tuan... nanti akan saya sampai kan " jawab Bili tanpa menoleh.


Angga kembali fokus pada handphone di genggaman nya entah apa lah yang sedang iya kerjakan atau iya lihat di sana, karena tampak sangat serius.


Begitu juga dengan Bili iya fokus dengan jalan tanpa ada obrolan di antara keduanya, hingga tak terasa kini mobil yang di kendarai oleh Bili sudah berhenti di pelataran rumah mewah.


"Tuan kita susah sampai... " ujar Bili sembari turun untuk membukakan pintu bagian Angga.


"Em... " Turun sembari merapihkan jas nya yang agak sedikit kusut, karena iya terduduk barusan di mobil.


"Kamu langsung kembali saja ke rumah.. dan ingat apa yang aku katakan tadi...! " Angga kembali mengingat kan Bili, sebelum iya masuk kedalam rumah mewah di hadapan nya.


"Baik tuan " Balas Bili sembari mengangguk dan iya kembali masuk kedalam mobil, dan melaju meninggalkan pelataran rumah mewah tersebut.


"Asalamualaikum...! "


"Waalaikumsalam, eh den Angga baru pulang den...?! " sapa sang Art yang membuka kan pintu untuk nya.


"Iya mba... papah di mana...?? " jawab nya sembari menampakan wajah dingin nya sembari bertanya di mana sang papah.


"Tuan besar ada di ruang kerja nya den " jawab Art tersebut yang ada di belakang Angga.


"Em.. "


Angga melangkah menuju ke ruang kerja sang papah, entah lah apa yang ingin di sampaikan sang papah padannya, hingga memintanya untuk kembali ke rumah utama.


'Tok... tok.. tok... '


Tiga kali Angga mengetuk pintu dan iya pun mendapat sahutan dari arah dalam, dan memintanya untuk masuk kedalam.


"Masuk...! "


Angga membuka pintu, dan tampak lah wajah seorang pria yang sudah berusia sekitar 56 tahu yang sedang duduk di kursi sembari kedua tangan nya menopang dagu.


"Duduk lah nak... papah ingin bicara..! " ucap pria itu pada Angga.


"Apa yang ingin papah katakan...?! kalo gak penting sebaik nya tak usah memintaku ke sini aku sedang sibuk...! " ketus Angga sembari duduk di kursi bersebrangan dengan sang papah.


"Ga......! Papah hanya ingin membahas masalah kontrak yang di ajukan perusahan luar negri beberapa bulan lalu ..! " ucap nya dengan tatapan serius.


"Masalah kontrak yang mana...?! " tanya Angga yang tak kalah serius nya dengan sang papah.


"Masalah pembelian lahan dan pengembangan properti...!., tadi papah mendapat e-mail... lagi perusahaan tersebut, dia meminta untuk kita segera memberikan keputusan, kalo tidak dia akan mencari mitra baru...! "ucap sang papah.


" Hem... besok akan Angga bahas... nanti aku akan berangkat langsung untuk membahas nya "jawab nya ketus.


" Bagus.... emang sebaik nya kau pergi sendiri untuk membahas tentang semua nya "seloroh nya lagi.

__ADS_1


" Hem... itu saja bukan..?! "Angga sudah ingin beranjak namun di hentikan oleh tuan wira.


" Tunggu...! "


"Apa..?! apa lagi...?? " tanya nya dengan pandangan penuh tanya.


"Kita makan malam di sini, kita tunggu istri mu datang...! " ucap tuan wira.


"Em... "


"Tumben tuh anak tak keras... biasanya banyak sekali alasan nya apa lagi jika, sudah menyebutkan istri nya, dia kan kekeh pergi " gumam tuan wira dalam hati nya dengan jawaban putra nya.


Angga sudah pergi untuk ke kamar nya, untuk istirahat dan membersihkan badannya, karena terasa gerah.


Tuan wira juga kembali menyelesaikan pekerjaan nya yang masih tertunda, karena hanya tinggal sedikit pula.


'Tok... tok... tok... '


"Pah... ayok kita makan malam semua udah siap...?? " ujar wanita setengah baya itu.


"Em... iya mah benar ini tanggung sedikit lagi... gabriel... apa sudah sampai...? " ucap tuan wira.


"Hah... sudah ada pah udah sampai , ayok kita makan...? " ajak nya


"Em... "


"Baik mah... ok, yok kita turun? " tuan wira bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri sang istri.


Sang istri hanya tersenyum dan menyambut tangan sang suami,keduanya turun ke bawah dengan bergandengan tangan. Mereka melawati kamar sang putra dan terdengar keributan.


"Angga.... emang apa salah nya...!!! toh aku kan juga istri mu...!!!! " ujar wanita itu.


"Ya loe itu istri gue tapi kan kau itu istri hanya status doang bego....!! loe itu cuman mencari kesempatan kan....!!!! gue itu paling gak suka, dengan cara kotor loe.!!! " bentak angga dengan istri nya.


" Yang nyuruh loe..... Terima pernikahan ini... gak ada bukan.... ya loe terima , loe sendiri tau kalo gue udah punya anak... dan udah punya kekasih tapi loe maksa buat nikah..!!!!, itu salah loe sendiri jadi jangan lpar tanggung jawab ke gue bego...! "


"Gue... mau sama dia itu urusan gue.. bukan urusan loe....!!! jadi gak usah urusin gue..!! "


'Bbbbraaaakkkkkkkk...... '


'Plakkkkkkkk.... '


Suara tamparan keras yang mendarat di pipi, Angga yang membuat bekas dan membuat sudut bibir nya mengeluarkan darah segar.


"Suami macam apa kau itu angga......!!!! aku sangat malu punya anak seperti kamu....!!! yang tak bisa bersyukur....!!! " bentak sang papah saat sudah menampar putra nya itu.


"Ck... bukan kah dari awal Angga sudah tak menerima pernikahan ini, dan kalian tetap memaksa....!!! jadi kalian jangan memaksa....!!! " seloroh Angga sembari memegang sudut bibir nya.


Tuan wira sangat kesal mendengar jawaban sang putra, dia sudah mengepal kan tangan dan mengepal kan tangan nya sembari menahan emosi.


"Kalo mau tampar ya tampar... kalo mau bunuh ya bunuh...!! " celetuk angga.


Yang tak di sangka.. akhirnya perut dan pipi nya yang sebelah mendapat kan kembali bogeman mentah dari sang papah .


"Sudah cukup pah... dia juga anak mu pah....!!!?


" ucap sang mamah menghentikan aksi tuan wira yang memukuli angga.


Tuan wira menghentikan aksi nya dan melihat angga yang sudah babak belur oleh nya, dia merapihkan baju nya dan berjalan keluar dengan seperti tanpa salah.


"Puas... kau liat gue di hajar orang tua gue hah....!!! puas...!! " angga berdiri dan meracau kesal dengan gabriel yang hanya diam.

__ADS_1


"Ya..... 😏😏😏gue seneng kenapa loe gak terima.....!!! " balas nya sembari tersenyum sinis.


Angga berjalan keluar dia sudah tak ada selera, makan malam lagi dia langsung pergi keluar dan pergi, di sana juga ternyata sudah ada bili, yang tadi sudah di beri tahu Angga untuk menjemput nya.


"Apa anda baik-baik saja tuan....!?? " tanya bili yang liat muka tuan mudanya bonyok


"Emh... jalan gak usah banyak tanya...! " ketua nya.


"Baik tuan, maaf " langsung melajukan mobil meninggalkan pelataran rumah mewah tersebut.


"Kita sekarang ke mana tuan...?? " tanya bili dengan sedikit ragu.


"Ke bar...! " jawab angga dengan acuh.


Bili hanya mengangguk mengiyakan dan menjalankan mobil nya mengikuti intruksi tuan muda nya tersebut.


Tak berapa lama kimi bili sudah menepikan mobil nya di depan, sebuah bar yang sudah ramai dengan pengunjung, Angga turun dan berjalan masuk kedalam, dan dia juga tak jauh seperti melihat orang yang dia kenal di sana sedang berbicara dengan seorang bartender pria.


"Ayura.....? sedang apa dia di sini...? " gumam nya pelan sembari berjalan menghampiri orang yang iya rasa kenal itu.


"Yur....! " sapa nya sembari menepuk pundak wanita yang ada di hadapan nya.


Wanita itu menoleh dan menampakan muka tak senang pada angga.


"Ini kamu benar ayura kan...??? kamu sedang apa di sini....? " tanya angga yang merasa tak percaya kalo ada ayura di sana.


"Eh.. yur... kamu di sini...? " sapa Bili yang baru melihat ada ayura di sana.


"Apa urusan kalian gue mau ada di mana....???! " seloroh ayura dengan muka jutek nya.


Entah lah kenapa ayura tampak terlihat kesal, entah gegara masalah evan atau entah masalah apa.


"Ya gak ada sih..." jawab angga sembari duduk di sebelah nya.


"Rud... madam ada kan...?? " tanya ayura kepada bartender.


"Ada yur... mungkin ya biasa di ruangan nya... kamu tau lah... gimana madam... lagi pada nguji tamu " seloroh rudi.


"Hah.... tak pernah hilang kebiasaan lama nya " ayura beranjak dari duduk nya dan berjalan perlahan melangkah menuju ke lantai atas.


"Yur... loe mau kemana....?? " tanya bili yang melihat ayura melangkah pergi.


Namun ayura hanya diam dan tanpa menghiraukan pertanyaan bili padannya, Angga dia hanya menatap kepergian ayura, dan kembali menatap sang bartender yang tersenyum. melihat kepergian ayura.


"Kau mengenal nya..?! " Tiba-tiba surat serak terseruak di telinga rudi.


"🙂Ya tuan ayura dulu adalah partner kerja kita di sini " jawab rudi sembari tersenyum ramah.


Angga hanya memberi tatapan tak senang pada rudi, sedangkan rudi hanya bersikap biasa, dia kembali menyiapkan pesanan orang lain.


"Tuan... sudah anda akan mabuk jika terus minum...?! " Bili mencoba menghentikan tuam muda nya yang terus menenggak minuman di hadapan nya.


Angga tanpa menghiraukan perkataan Bili dia terus menenggak minuman nya, dan menepis tangan bili.Bili hanya diam memperhatikan tanpa ada niat lagi untuk menghalangi, kalo emang belum melihat tuan mudanya beneran terkapar.


"Bil.... sebenarnya apa salah ku bil... aku kan hanya ingin bersama anak-anak ku kenapa takdir selalu mempertahankan aku bil.. " Angga yang sudah mabuk kini meracau tak jelas.


Bili yang sudah sangat kasihan, melihat tuan mudanya yang sudah sangat, penampilan kacau tak karuan lagi.


"Kenapa tak kau bawak pulang...?! "terdengar suara dari arah keramaian.


Bili menoleh dan melihat siapa pemilik suara tersebut, dan tampak lah wanita cantik.

__ADS_1


" Eh kamu yur... dia tidak mau pulang yur...! "sahut bili saat sudah melihat siapa orang yang berbicara pada nya tadi.


" Em.. kalo tak mau pulang ya sudah biarkan saja tak usah di perduli kan, tinggalkan saja dia si sini "ketus nya sembari duduk dan menenggak anggur di hadapan nya.


__ADS_2