
Tapi berbeda dengan Ayura dia masih duduk setia di kursi nya ,memegang pena dan kertas yang masih bertumpuk di hadapan nya .
Dia terlihat sesekali memijit pelipis nya entah apa yang membuat nya ,mengerutkan dahi dan kadang tampak kesal .
'Tok....tok....tok. '
Ada suara ketukan dari daun pintu dan pintu terbuka ,menampakan ada wanita cantik timbul dari balik daun pintu .
"Bu...ini sudah waktunya makan siang ,apa anda tak akan makan siang ....?"tanya wanita itu yang baru saja masuk keruangan Ayura .
"Kamu duluan aja ,Mi aku nanti ini masih ada kerjaan yang belum selesai tanggung "jawab Ayura yang tahu kalo yang masuk itu adalah Mia .
"Oh iya ...Mi kamu nanti bawa ini dan suruh Dinda, Raisa dan Lanjar memperbaiki nya ulang kalo ,nanti sore masih belum benar jangan harap tak ada lembur "Ucap nya sembari menepuk tumpukan berkas yang ada di sebelah kiri meja Ayura .
Mia hanya mengangguk mengiyakan sembari menghampiri meja Ayura untuk mengambil ,beberapa berkas yang di minta untuk di bawa oleh nya barusan .
"Aduh kayak nya Mba Ayura lagi ada masalah deh ,dilihat dari mood nya ,kayak berantakan gitu ...?,kita harus lebih hati-hati nih ,kalo gak kena amuk masa "gumam Mia dalam hati sembari melihat raut wajah Ayura yang masam .
Setalah Mia mengambil berkas itu dia langsung pamit keluar untuk ,kembali dan dia juga ingin istirahat untuk makan siang ,karena perut nya sudah terasa perih .
"Mia ...."sapa seseorang pada Mia yang sedang berjalan sembari menunduk .
Mia langsung mengangkat kepala dan mencari siapa yang memanggil nya .
"Eh ...iya Selamat siang Direktur Wen ?"Mia sedikit terkejut saat melihat siapa yang memanggil nya
Mia langsung menyapa dan sedikit membungkuk memberi hormat .
"Iya siang ,Oh iya Mia saya mau tanya ,kamu tau Ayura di mana ...? soal nya saya menghubungi nya handphone nya tak aktif.?ujar nya membalas sapaan Mia .
"Oh Bu Ayura ada di ruangan nya Direktur Wen ,sepertinya dia lagi banyak pekerjaan karena belum keluar untuk istirahat "Jawab nya sembari menunjuk ke arah ruangan Ayura dengan ibu jari nya .
"Ok terima kasih "ucap nya sembari berjalan untuk menuju ke ruangan Ayura .
Mia mengangguk dan dia juga kembali melanjutkan langkah nya untuk pergi mencari makan .
**
Amber masuk keruangan Ayura setelah di persilahkan oleh si penghuni ruangan tersebut .
"Assalamualaikum Yur ....?"sapa nya saat masuk dan menghampiri Ayura .
"Waalaikumsalam ,Oh Direktur maaf saya tak menyambut Anda ,soal nya saya sedang banyak pekerjaan yang harus saya revisi ulang "jawab Ayura dan terkejut saat melihat siapa yang masuk ke ruangan nya ,
Yang ternyata adalah bos si pemilik perusahan ,yang sedang iya naungi sekarang .
"Iya tak apa Yur ...,dih sok formal loe yur ,gak enak tau di denger nya ...? Oh iya kenapa handphone loe gak aktif ....?"balas nya dengan pertanyaan beruntun .
"Gak enak ini di kantor Mber ...kalo di tempat nongkrong mah ya it's ok " jawab Ayura yang sungkan .
"Oh itu ... handphone gue ,gue lupa bawa ,gak tau di mana gue tarok " sambung Ayura lagi setelah melihat handphone nya tak ada di atas meja kerjanya .
__ADS_1
"Ya elah masih muda aja udah lupaan gitu gimana tar kalo dah tua ,bisa jadi lupa cara untuk bertahan hidup lagi ....?"canda nya sembari melihat pekerjaan Ayura .
"Eh ...Yur ...ini aku kurang setuju ,coba deh ubah lagi "tunjuk nya pada ayura saat melihat salah satu map .
"Yang mana ,oh em itu emang aku mau suruh bagian disein untuk ubah ulang ,cuman belum sempat aku balikin ,soal nya kan mereka lagi istirahat juga "Jawa Ayura saat melihat bagian yang di tunjuk oleh atasan nya itu .
"Oh Iyo cak Mano kabar Palembang ....?" tanya ayura .
"Yo maitu lah ,ngapo Rindue dengan Tanah wongkito ....?"balas sembari meledek Ayura .
"Dak oy ,yo kalo Ado yang ilang di sano ??"seloroh nya lagi di balas bercanda .
Kedua nya Asik berbincang ,sampai tak terasa waktu istirahat sudah berlalu ,kantor sudah terdengar ramai kembali oleh para karyawan ,yang sudah kembali untuk menyelesaikan pekerjaan nya .
'Tok ...tom ..tok ..'
"Bu ...ruang rapat sudah siap "ujar Mia yang memberitahukan Ayura .
"Em ...ok "
Ayura langsung menutup map yang dia pegang dan ,mengambil map yang lain ,dan langsung berjalan keluar untuk menuju ruang rapat ,yang sudah di siapkan oleh Mia .
"Mia .... Setelah rapat nanti kamu coba cek ini ,kalo ada yang butuh di riset ulang ,riset aja tapi untuk bagian tengah emang harus kamu Ubah "ujar nya sembari berjalan menjelaskan pekerjaan Mia .
"Ok nanti saya kerjakan Bu "jawab Mia sembari menerima map yang di berikan Ayura .
**
Ya mungkin karena luka bekas jahitan nya yang terkadang masih mengeluarkan darah ,entah karena gerakan yang di lakukan Bili atau ada pembuluh darah yang pecah .
"Nak...kamu harus berjuang lebih keras ya ...! jangan buat ibu kecewa ..!"seloroh sang ibu setelah perawat pergi meninggalkan ibu dan anak itu berdua .
"Iya Bu Bili akan usahakan agar cepat keluar dari sini ,aku juga tak mau membebani pikiran kalian hanya karena luka kecil "jawab Bili yang salah tangkap ucapan sang Ibu.
"Bukan itu maksud ibu ,kalo kamu lebih lama berbaring di sini sih ibu tak masalah ,kalo bisa lebih lama lagi "jawab sewot sang ibu saat mendengar putranya salah paham .
"Bu kalo aku di rumah sakit terus kapan bisa kerja lagi Bu ,dan kan kasian BPK di tinggal terus ,"ujar sang Bili .
"Ya biar Biar kamu dapat perhatian lebih gitu ,masalah BPK gak masalah dia mah "seloroh sang ibu lagi .
"Perhatian apa sih bu ,aku cukup kok di perhatikan ibu ,malah Bili merasa tak kekurangan perhatian."jawab Bili lagi yang masih tak paham dengan arah pembicaraan sang ibu yang emang entah kenapa ,sepertinya dia melantur .
"Kurang perhatian ,kamu itu mau sampai kapan sih bil melajang sekarang umur kamu itu sudah 32 kapan kamu mau nikah coba ,gak kasihan apa sama mamah yang. udah tua ini belum nimang cucu "ujar Bu Yosi yang geram dengan tanggapan sang putra .
"Astaghfirullah ....Bu , aku itu ingin mengumpulkan dulu uang ,jadi saat nanti aku sudah berumah tangga semua nya sudah siapa "Jawab sang putra
"Lagian kan ,belum ada perempuan yang cocok Bu "seloroh nya lagi .
"Ibu tau kamu itu lagi berusaha mendekati Ayura kan ...?"perkataan sang ibu membuat Bili terkejut .
"Ibu setuju nak jika kamu dengan nya ,walau ayah dan ibu tau masa kelam nya dulu ,Tapi itukan sudah menjadi masa lalu dan sekarang itu berbeda "sambung sang ibu .
__ADS_1
"Bu ....Apa ibu tak keberatan jika Ayura sudah memiliki dua anak ,dan terkadang dia juga masih melampiaskan penat atau emosi dengan alkohol "sambung Bili yang mau melihat apa reaksi sang ibu jika mengetahui nya .
"Ibu tak masalah jika dia memiliki anak nak ,malah itu lebih bagus bukan ,jadi ibu tak harus menunggu lama kalian memproses nya ,kalo untuk masalah dia sering melampiaskan emosi dengan alkohol "ucapan sang ibu yang sedikit terarah ke vulgar yang membuat Bili sedikit tak nyaman .
"Mungkin dia tak punya tepat mengadu ,tempat dia menumpahkan dan berbagi masalah dia hanya bisa nelan sendiri ,maka dari itu dia beralih ke minuman haram tersebut ,tapi jika kamu bersama nya kamu bisa menjadi pendengar ,dan kamu juga bisa menjadi tempat nya berbagi "ujar sang ibu yang etntah telah terkena ajian sirep apa dari Ayura .
"Bu ...aku kan tak bisa memaksakan Nya toh ,aku juga bukan siapa-siapa nya "jawab bili lagi .
"Ya maka dari itu ,ibu bilang kamu itu harus lebih berusaha ,biar dapat dengan mudah mendapat kan hati nya dong bil ,mamah kan udah tua gak tau juga ,kapan sang Halik menjemput " ucap sang ibu lesu .
"Bu jangan bicara seperti itu ,bukan nya ibu bilang jodoh kan di tangan nya kita tak bisa memaksa "Bili yang merasa tak enak dengan sang ibu mungkin ada kata-kata yang membuat nya tersinggung .
"Iya tapi kamu itu sudah dewasa Bil ....mau kapan lagi ,ibu dan ayah juga sudah tua "seloroh sang ibu sendu .
"Iya Bu .. nanti Bili usahakan untuk mendekati nya ,tapi kalo memang tak ada jodoh ibu jangan menyalahkan "Bili yang kasihan melihat sang Bu dia pun ,melunak kan hati nya .
"Oh iya ...apa kamu kuat untuk jalan bil. ?"tanya sang ibu. .
"Emang kita mau kemana Bu ...?"tanya nya bingung .
"Kita lihat Aji nak di ujung lorong masuk ke sini "ucap sang ibu .
"Aji kenapa Bu ...?"tanya Bili lagi bingung karena iya baru tau kalo Aji ada di rumah sakit juga .
"Kata Ayura pas cerita dengan mamah sih jatuh nak pas lagi main di taman bermain "jawab nya .
Bu Yosi membantu Bili turun dan duduk di kursi roda,dan membantu mengambilkan tabung infus .Setalah itu mendorong menuju keluar ruangan inap nya dan menyusuri lorong koridor rumah sakit .
Saat sampai di depan pintu ruangan inap milik Aji ,Mereka mengetuk pintu dulu ,setalah mengetuk pintu baru lah Bu Yosi membuka perlahan ,pintu itu di sana tampak lah Evan yang sedang berjaga .
"Assalamualaikum ..."
"Waalaikumsalam ...Tante bang "sapa Evan saat melihat siapa yang datang .
"Kamu gak kuliah Van ....?"tanya Bu Yosi
"Sedang tak ada kelas Tante ,eh bang Bili bagaimana keadaan nya apa sudah membaik ....?"jawab nya sembari melontarkan pertanyaan ,saat melihat Bili .
"Alhamdulillah sudah sedikit membaik ,Bagaimana keadaan Aji Van ....?"tanya Bili sembari melirik Aji yang masih terbaring .
"Masih belum sadar bang ,"jawab Evan dengan sendu sembari melirik ke arah Aji .
"Kasian sekali dia masih kecil ,begini Oh iya apa Ayura tak ada kesini ,...?"tanya Bu Yosi yang matanya menelusuri setiap sudut ruangan .
"Belum Tante dia masih ada pekerjaan sepertinya ,jadi belum ada pulang untuk lihat Aji " jawab Evan sembari membuang napas berat .
Bili mengusap lembut lengan kecil nan lemah yang terpasang banyak selang ,untuk asupan obat dan nutrisi bagi tubuh kecil yang lemah tersebut .
"Hah ...Tante bisa memahami nya ,kakak mu itu juga pasti dalam pilihan sulit ,karena cuman dia lah yang mencari ,untuk anak-anak nya tetap bisa makan ,apa lagi Aji sekarang terkena musibah "Dengan menghembuskan napas berat iya merasa kasihan ,dengan ayura yang memiliki beban yang berat .
Evan hanya mengangguk ,dan menampakan senyum tipis .
__ADS_1
Ketiganya asik berbincang seputar pelajaran dan kehidupan mereka .