
Sudah satu minggu berlalu dari hari di mana ayura kecelakaan, namun masih saja belum ada tanda-tanda dia akan sadar dari koma nya.
Ibu tiri nya juga datang ke sana untuk menjenguk, sudah ada sekitar dua hari ibu tiri nya juga menemani di sana.
Dan terkadang gabriel juga ke sana.. di saat semua orang tak ada berjaga, entah lah.. meski dia berhati jahat dan punya seribu niat jahat, tapi dia juga masih memiliki sedikit hati yang baik.
"Kak... kakak kapan akan sadar...?. apa kaka sudah sangat lelah dengan kehidupan ini hingga kakak tak mau bangun..? "ucap Adit sembari memegang tangan sang kakak sembari menundukkan kepala nya.
"Kak... ini sudah seminggu... kakak tertidur nyenyak seperti ini.... apa kakak tak rindu dengan anak-anak..?? bangun lah kak.. jangan tinggal adit sendiri.... jika kakak pergi aku dengan siapa... aku sudah tak punya siapa-siapa lagi selain kakak " adu nya dengan tak terasa air mata nya meluncur terjun bebas.
Di saat adit merasa putus asa mata ayura mengerjap dan jari tangan nya bergerak... karena adit sedang memegang tangan nya, iya menyadari pergerakan itu, dan langsung bangkit dari duduk nya, dan memencet tombol di dekat atas tempat tidur dengan buru-buru.
Tak berapa lama ada dua orang tim medis masuk keruangan tersebut.
"Ada apa tuan...?? " tanya salah satu nya.
"Ini dok... kakak saya dia tadi mengerahkan tangan nya dok. " ucap nya dengan rasa haru.
"Baik lah permisi.. akan saya periksa terlebih dahulu tuan " ujar dokter itu sembari menghampiri tepian tempat tidur pasien.
Dokter itu dengan teliti memeriksa keadaan ayura, dan di saat itu juga terbitlah senyuman di wajah sang dokter saat sedang memeriksa keadaan ayura.
"Bagai mana dok...!?? " tanya adit yang tak sabar ingin tahu.
"Alhamdulillah.... beliau sudah sadar dari koma nya tuan hanya tinggal menunggu dia bangun saja..." seloroh dokter itu sembari mengucap syukur.
"Alhamdulillah.. "
yang di ikuti adit dan suster yang ada di sana juga.
"Ya sudah kalo begitu saya permisi tuan " dokter itu melenggang pergi keluar ruangan, yang di angguk-ki oleh adit.
Suster masih ada di sana untuk meraih kan badan dan sekitar tempat pasien berbaring, karena agak sedikit berantakan, setalah itu suster itu pun pergi keluar untuk melanjutkan kerjanya. Adit merasa bersyukur akan kesadaran kakak nya, dan dia tak sabar untuk segera melihat kakak nya bangun.
"Alhamdulillah... sekarang kakak sudah bangun.... terimakasih ya Allah... kau tak mengambil nya dari hamba.. karena hamba masih sangat membutuhkan sosok nya " ucap syukur nya.
Karena sekarang malam hari jadi lah hanya adit sendiri yang berjaga, tapi nanti akan ada evan yang menyusul itu pun kalo iya tak lupa.
"A.. air... air... " terdengar sayup-sayup.. suara yang meminta air.
Adit melihat ke sekitar dan melihat ayura... suad menggerakkan kepalanya untuk mencari air, Adit dengan sigap langsung mengambilkan air yang ada di meja nakas, dan menuntun ayura untuk minum.
"Dit... ini kenapa..?? kenapa badan ku susah di gerakan..?? " tanya ayura yang tak merasakan kaki nya.
"Eh... itu keram kali kak soal nya kan kaka, usah seminggu tidur terus " jawab Adit
"Oh... " Ayura mencoba mengingat kenapa iya bisa di rumah sakit dan semua bayangan sebelum iya kecelakaan dan sebelum iya tak sadarkan diri.
"Dit... apa.... ada korban lain di kecelakaan itu...?? " tanya nya dengan suara pelan dan lemah.
"Kakak... istirahat aja dulu tak usah banyak dulu bicara.. dan gerak, gak ada kak... cuman supir dan kernet truk yang kakak tabrak sedikit terkejut saja... dan hanya ada luka ringan member di tubuh nya " ucap nya .
"Syukur lah... kalo seperti itu " jawab ayura dengan suara lemah nya.
Ayura setalah mengetahui nya dia pun kembali beristirahat dan Adit juga beristirahat di sofa, dan kini kedua nya terlelap.
Tak terasa kini hari sudah berganti menjadi pagi kembali, adit yang masih tertidur di sofa, ayura menahan ingin pipis, karena sedari tadi dia berusaha menggerakkan kakinya, namun itu tak bergerak dan seakan kaki nya mati rasa.
"Dit... Adit...! Adit..! " panggil nya pelan untuk meminta bantuan pada sang adik yang masih terlelap.
Adit yang mendengar sayup-sayup ada yang memangil nama nya pun dia langsung terbangun dan melihat ke arah sangat kaka, dan bener ternyata sang kaka sudah terbangun.
"Hooooamm.... iya kak ada apa...? " tanya nya sembari menguap.
"Dit tolong panggil kan suster untuk membantu ku.. aku ingin ke kamar mandi " ucap ayura meminta pada sang adik.
"Ok... sebentar kak " Adit langsung gegas keluar untuk mencari suster.
Berbeda dengan di keadaan di rumah... yanga mana kini ayu entah kenapa dia sedari tadi mengomel saja terutama pada evan. Ya mungkin evan lupa untuk pergi ke rumah sakit untuk menemani Adit di sana, jadi lah ayu menggerutu tak jelas.
"Mah... hari ini kita ke rumah sakit gak..?? " tanya Galuh..
"Kalian gak usah.. di rumah aja! " ucap nya agak sedikit meninggikan suaranya.
__ADS_1
"Ji... kamu tau mamah kenapa..? " tanya nya bisik-bisik pada sang adik.
"Mana ku tau makannya kamu itu kalo masih pagi gak usah banyak ngomong... bikin gedek aja " celetuk nya.
"Cih... bikin badmood kau ji" decih nya sembari menyantap sarapannya.
"Nak... tante seperti nya nanti tidak ke rumah sakit ya, tante mau pergi ke kampus evan katanya ada pertemuan wali " ujar tante windi pada ayu.
"Iya gak papa" jawab nya singkat.
'Ting.... tong.... ting... tong... '
"Biar aku saja yang buka pintu kalian lanjut makan saja " ucap ayu sembari bangkit dari duduk nya.
Evan yang tadi ingin berdiri pun tak jadi dia kembali duduk dan makan sarapannya.
Ayu berjalan dan membuka pintu utama, ternyata tamu pagi itu adalah angga yang bertamu sembari membawa kantongan keresak.
"Asalamualaikum.. "
"Saya ingin mengantarkan sarapan untuk anak-anak ayu... " jawab angga sembari mengangkat kantongan di tangan nya.
"Oh silahkan masuk mereka lagi di meja makan " ayu menyuruh angga untuk masuk tapi dengan tatapan datar tak seperti biasanya.
Angga merasa aneh namun iya tak banyak berpikir, ayu menutup kembali pintu dan ikut masuk untuk melanjutkan sarapan nya yang sempat tertunda karena membuka kan pintu.
"Asalamualaikum... selamat pagi semua..? " sapa nya pada orang yang ada di meja makan .
"Waalaikumsalam... " jawab semua nya serentak.
"Tuan angga silahkan duduk , dan mari ikut sarapan bersama " ujar windi mempersilahkan angga.
"Ayah... bawa apa itu...?? " tanya sang putri yang melihat angga membawa kantongan di tangan nya.
"Oh... ini sarapan untuk kalian sayang " angga menyodorkan di atas meja apa yang iya bawa.
Ayu membuka dan menyimpan nya di ats piring lalu, di hidangkan di atas meja, untuk di makan oleh mereka. Dan kini semuanya maka dengan tenang dan diam tanpa mengeluarkan seoetah kata pun.
__ADS_1
Berbeda dengan wanita cantik yang pagi ini uring-uringan entah kenapa... dia sudah sangat kesal... dari iya bangun tidur.
"Non... ini sarapan nya " ucap pelayan itu menyajikan.
"Em.... "
Iya mulai menyuap kan nya dan, sedetik kemudian iya langsung memuntahkan sembari membanting sendok di tangan nya.
"Makanan apa ini.....!!!! apa kalian ingin membuat ku keracunan...??! masih pagi... memberi ku makanan tak layak makan seperti ini...!!!!, jika kalian tak bisa masak tak usah masak.. ndan tak yah bekerja....!!!! " bentak nya sembari mengacung kan jarinya pada para pelayan itu.
Yang membuat para pelayan menjadi merasa takut, Yang biasanya nona muda nya itu tak pernah semarah itu, meski mereka membuat kesalahan paling hanya sedikit mengomel dan mengomentari, tak pernah sampai membanting barang.
"Buang semua... ini ganti yang baru....!! " bentak nya lagi sembari mendorong piring nya menjauh dari hadapan nya.
"Maaf nona kami akan membuat kan nya kembali " ucap payan itu sembari membereskan piring yang ada di atas meja.
Para pelayan pergi dari ruang makan, dan tinggal lah nona mudanya sendiri di sana.
"Aaahhhhggg.. . angga kau itu... kenapa sih tak bisa menghargai aku sebagai istri mu..selalu saja... mementingkan wanita itu.. apa aku harus benar-benar melenyapkan nya... agar kau tak lagi... mencari nya...??? ! " teriak nya sembari bergumam sembari terbesit kembali niat jahat di kepala nya.
"Tidak.... tidak.. tidak... kalo aku melakukan itu... maka aku akan di penjara... sampai mati nanti nya... aku tak mau " gumam nya kembali menepis niat jahat nya dari pikiran.
"Aahhh... tapi... kalo tidak seperti itu... aku sama sekali tak akan di lirik oleh nya, aku ini istri nya bukan pajangan.. manekin " umpat nya lagi.
Tak berselang lama para pelayan sudah menghidangkan lagi menu makan di meja, untuk nona muda nya itu, tapi kini mereka jadi sedikit agak ragu takut, nona nya tak suka lagi dan akan marah-marah kembali.
"Nona... ini silahkan kan... "
"Emh... "
Gabriel kembali mengambil sendok dan menyendok kan makan ke mulut nya, dan baru saja masuk, gabriel kembali memuntahkan nya.
"Gila.....!!!!! kalian memeng berminat ingin membunuh ku.... jika tak ingin lagi nyawa kalian... jangan berniat membunuh majikan mu ...!!! dasar tak becus...!!! " Lagi-lagi gabriel mengumpat dan memaki.
'Praakkkkkk....!!!!!! "
"Dasar... tidak tak becus...!!! keluar kalian semua...!!! " gabriel melempar piring itu ke lantai sembari mengumpat dan mengusir mereka.
Gabriel beranjak dari meja makan menuju ke kamar nya, sedangkan pelayan itu, dengan rasa takut nya membersihkan makanan yang berserak beserta pecahan piring yang berada di lantai.
Tak lama gabriel kembali turun dari kamar nya sembari membawa tasnya dan bergegas pergi, entah akan kemana.
Dia dengan perasaan kesal iya rasa hari ini semua salah di matanya, entah lah.... di usia pernikahannya yang udah menginjak 6 bulan namun, gabriel sama sekali mendapatkan perhatian dari sang suami meski itu hanya pura-pura, saja atau sedikit saja, tak pernah, meski meraka tinggal satu atap tidur satu ruangan dan satu kasur..., namun ya tetap iya iya serasa... menjadi bantal guling yang ama sekaki tak di sentuh oleh angga.
Sudah terasa sangat jauh gabriel membawa mobil nya kini iya menepikan mobil nya di alah satu pelataran cafetaria.
"Hai. . udah lama ya nunggu ... ...? " tanya gabriel pada seseorang.
"Belum kok sayang... aku juga baru saja sampek.. " ujar seseorang sembari cipika-cipiki.
"Hei... kenapa muka mu di tekuk seperti itu... apa tak senang bertemu dengan ku..?? " ujar orang itu.
"Tidak sayang.. aku cuman kurang mood saja biasa dia semakin kesini semakin tak menganggap ku ada... apa lagi.. semua pelayan di rumah membuat ku jengkel setengah mati... " ucap nya mengeluarkan kekesalan nya.
"Sudah lah sayang... sekarang kan kamu sama aku... jadi mukanya jangan di tekuk lagi ya... jelek loh..?? " hibur nya.
"Idih... jadi kamu gak mau lagi gitu... " ucap nya sembari cemberut.
"Bukan gitu sayang... tapi jangan cemberut dong... kasihan muka cantik mu ini " ucap nya sembari mencubit gemas pipi gabriel.
"Ishhhh.... udah ah... Yuda... nanti pipi ku melar.. " rengek nya sembari mengusap pipinya.
Ya orang yang di temui gabriel adalah Yuda, kekasih nya selama ini, meski iya sudah menikah dengan angga tapi dia tak pernah, berpisah dengan Yuda.
Yuda pun tak masalah dengan status gabriel yang kini adalah istri orang, mungkin pikiran nya istri orang itu lebih menantang dan menarik di banding gadis di luaran sana, begitulah kiranya.
"Nah.. gitu dong kan tambah cantik dan manis... aku jadi pengen menerkam mu sayang... " bisik nya menggoda yang membuat pipi gabriel merona.
"Is.... ini masih di tempat umum sayang... nanti ok setelah aku makan baru kita cari tempat yang nyaman " usul gabriel sembari malu-malu.
"Ok... sayang... kita isi stamina dulu sebelum tempur... ππ" ucap nya lagi.
Kini keduanya memesan makan, dan menyantap makannya, setelah itu baru lah mereka pergi menggunakan mobil masing-masing... entah lah mau kemana, mungkin ingin mencari hotel, atau kembali ke apartemen untuk melakukan pertempuran yang mereka bicarakan tadi.
Ya cocok lah... cewek kesepian dengan pria kurang blayan bersatu .. ya inti nya memang keduanya sama-sama gila. Yang satu wanita bersuami yang satu... memang pria yang tak mengerti, milik orang ingin di garap juga. Hah... sudah lah... dosa memang hanya mereka berdua yang menanggung, dan malaikat dan Tuhan lah yang tahu sebesar dan sebanyak apa dosa mereka, untuk di perhitungan kan di hari akhir nanti.
βοΈβοΈβοΈHay... hay... makasih banyak loh yah buat kalian semua yang udah mau mampir di cerita author... maaf deh... kalo cerita nya masih banyak kurang masuk ke arah cerita romantis modern, πππsoal nya.. author ini orang nya gak romantis ππ tolong di bantu dukungan nya dari kalian walau hanya sekedar likes atau beri saran nya melalui kolom komentar ,, semua yang kalian berikan akan author usahakan mengikuti saran kalian.
Makasih.... jangan lupa ya like and komen nya di tunggu loh....
__ADS_1