
Ayura mengusap mukanya dengan kasar iya pun berjalan kembali untuk ke arah kantin rumah sakit sekedar mencari makanan.
"Mba saya pesan, cumi goreng di kasih saos Mayo " ujar ayura memesan makannya.
Orang yang berada di sampingnya terkejut akan pesanan ayura.
"Cumi saos Mayo, itu bukanya makan kesukaan almarhum ibu ya??? " tanya pemuda itu yang ada di samping ayura.
"Siapa nona ini, kok seperti kenal ya, dan pesanan cumi itu bisanya itu favorit kak yura sama almarhum ibu " gumam nya dalam hati.
"Nona ini pesanan anda " ujar pelayan kantin itu memberikan pesanan ayura.
"Eh... nona tunggu sebentar...!! " teriak nya menghentikan ayura.
Ayura yang merasa dirinya di panggil oleh seseorang dia pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke asal suara.
"Anda berbicara dengan saya ?? " tanya ayura sembari menunjuk dirinya sendiri.
Pemuda itu mengangguk kan kepalanya menandakan iya.
"Iya nona kalo boleh tau, nama nona siapa??? " ujar pemuda itu bertanya pada ayura.
"Nama...??? " Menari alisnya sebelah ke atas karena heran ada pemuda yang baru bertemu lalu bertanya nama.
"Iya nona, nama anda, oh iya perkenalkan dulu nama saya Raditya " ujar pemuda itu sembari menjulurkan tangan memperkenalkan dirinya.
Ayura dengan masih bingung dia pun menyambut ukuran tangan pemuda itu dan menyebutkan namanya.
"Ayura, maaf saya masih buru-buru jadi tak bisa berbincang terlalu lama, takutnya anak saya keburu bangun " ujar ayura setelah menyebutkan nama iya langsung melepaskan tangan pemuda itu dan segera pergi ke ruangan anak nya di rawat.
"Ah.... iya Nona silahkan maaf saya telah menggangu anda " ujarnya meras tak enak kamera telah menggangu ayura.
Ayura berjalan dengan cepat menuju ke ruangan rawat Galuh.
"Ayura...?? nama yang sama persis tapi, tak mungkin itu kak yura kan, ayang akunya kak yura belum punya anak dan dia juga kan lagi kerja di sini,kalo dia nikah pasti kasih tau kami" ujar radit bergumam meyakinkan dirinya sendiri.
Saat ayura datang ke ruangan dia melihat ada dua perempuan yang sedang berada di sana.Dengan cepat iya pun meme percepat langkahnya untuk, masuk kedalam.
"Ada apa dia datang kemari??? " tanya ayura sembari menghampiri.
"Ada apa kalian datang kemari???! " tanya ayura dengan dingin.
"Oh.... ternyata kamu di sini " ujar wanita itu.
"Saya di sini ingin memberitahu jika anda harus menjauhi putra saya kalo tidak anak ini akan mati " macam wanita paruh baya dengan menggunakan Galuh.
"Jangan macam-macam, anak saya tak ada salah apa pun pada kalian....! " bentak ayura.
"Maka kau harus menjauhi putra ku...! " ujarnya lagi
"Nyonya, jika kau ingin mengatakan kata-kata itu sebaik nya kau katakan pada putra anda sendiri, dia yang selalu menarik ku dalam masalahnya, dan untuk kamu sebaiknya jangan terlalu memaksakan kehendak, bukanya kau sudah mendapatkan pria brengsek itu " ayura berbicara dengan nada kesalnya pada nyonya wiranto dan Gabriel.
"Heh.... jangan asal bicara kamu...! " bentak gabriel yang tak terima.
"Jangan asal menuduh kamu ya, tak ada bukti " ucap gabriel lagi.
Ayura hanya menunjukan senyum sinis nya dan iya dengan cepat merebut Galuh dari tangan nyonya wiranto.
"Ingat nyonya menantu pilihan anda ini tak jauh berbeda dengan ku, kita sama-sama ******, jadi tak usah terlalu membanggakan dia karena dia berasal dari keluarga yang berada " bisik ayura di telinga nyonya wiranto, dan pergi dari ruang itu.
"Sayang maaf kan bunda ya nak, membuat kamu menjadi sakit semua " ujar ayura sembari mengusap badan anaknya yang sedang menangis itu.
__ADS_1
"Tante jangan dengarkan ucapan wanita ****** itu, aku wanita baik-baik tante, gak mungkin aku seperti dia " ujar nya dengan memelas.
"Iya sayang tante percayakan ko sama kamu " ucapnya sembari mengusap pundak gabriel.
"Heh... untunglah si nenek tua ini percaya, " ucapnya didalam hati.
Kini keduanya pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.Sedangkan ayura kini yang sudah berada di dalam taksi untuk menuju ke panti untuk mengambil aji hendak iya bawak pulang ke rumah yang baru iya belinya di pagi.
"Dih.. siapa juga yang mendekati pria bodoh itu, aku ini hanya sebatas pembantu " gerutu ayura yang membuat supir menjadi agak sedikit ilfil yang iya kira ayura itu wanita stres.
Mau iya turunkan tapi iya sepanjang hari ini belum mendapatkan penumpang, kalo tidak dia juga takut terlibat akan masalah wanita tersebut.
Tak lama kini Taksin itu telah berhenti di depan halaman panti asuhan, ayura turun dan memberikan satu lembar uang kertas seratus ribu.
"Sisanya untuk bapak saja " Ujar ayura sopan ayura membawa tasnya dan berjalan ke arah pintu panti asuhan.
"Kasus sekali anak ini, anak muda jaman sekarang mau melakukan tapi tak mau mengurus hasilnya " ujar supir taksi yang salah paham akan ayura yang membawa anak nya ke panti asuhan.
Tak si itu pun putar balik dan langsung tancap gas pergi sari sana.
'Tok.... tok... tok... '
"Asalamualaikum... "ayura mengetuk mengucapkan salam.
Tak lama ada yang membuka jalan pintu.
" Waalaikumsalam ,... eh neng ayura masuk neng dingin di luar kasihan Galuh "ibu panti membuka pintu dan melihat ayura yang mengetuk pintu.
" Iya bu terimakasih maaf ya udah ganggu malam-malam begini "ucap ayura yang merasa tak enak telah menggangu di malam hari.
" Iya gak papah kok neng, ibu juga belum tidur, oh iya bagaimana keadaan Galuh?? "tanya ibu tentang kondisi Galuh.
" Loh kok dadakan terus jika neng kerja anak-anak siapa yang jaga neng??? "ibu panti khawatir dengan si kembar, yang tak mungkin di tinggal di rumah sendiri.
" Aku udah putus buat berhenti kerja bu, Mudah-mudahan tabungan ayura selama ini bisa cukup untuk menghidupi kita bertiga hingga meraka sekolah bu "jelasnya, yang mana ayura telah menabung bertahun-tahun dan ada juga uang dari tips setiap kalian iya melayani tamu sewaktu iya masih menjadi psk.
"Oh ya sudah kalo itu keputusan kamu neng, ya ibu gak bisa melarang, tapi kalian harus hati-hati jika ada sesuatu kabarin , gak usah sungkan ya neng " wejangan ibu panti pada ayura, yang mana ibu panti sudah menganggap meraka semua adalah keluarga.
"Iya buk, ayura gak akan sungkan kok " jawab nya dengan tersenyum ramah.
Ayura meletakan Galuh ke boks bayi karena Galuh juga sedari tadi sudah tidur. Dan kini meraka pun memutuskan untuk tidur karena hari juga sudah malam.
Sedangkan di rumah angga yang mana kini iya sedang mengerjakan tugasnya.
'Tok.... tok... tok... 'terdengar tiga kali ketukan dari balik pintu yang membuat aktivitas angga terhenti sejenak.
"Masuk.... " perintahnya pada orang di balik pintu.
"Permisi tuan, saya hanya ingin mengantar surat yang ada pinta untuk di tes, beberapa hari lalu, " bili menyerahkan amplop putih yang di dalam nya berisi kertas yang menjelaskan hubungan darah ayah dan anak.
__ADS_1
"Emh..... simpan di sana nanti akan ku lihat sendiri " jawab nya dengan mata tetap tertuju ke layar komputer.
"Oh iya tuan,saya juga baru dapat informasi lagi ternyata nona ayura adalah putri dari keluarga orang biasa dan dia ke Bandung ini buat mencari pekerjaan, namun sayang dia malah dijual oleh kekasihnya yang baru dia kenal beberapa bulan itu " bili memberitahukan angga tentang kehidupan ayura.
"Terus kau tau siapa mantannya tersebut?? " tanya angga yang merasa penasaran.
"Mantannya adalah tuan yuda, dia menjual nona ayura ke tempat para psk karena iya memiliki banyak hutang di sana dengan cara menjual nona ayura, iya dapat melunasi hutang nya " jabar bili lagi apa yang iya tahu.
Angga mendengarkan sembari menyelesaikan pekerjaan nya, saat sudah selesai, iya pun langsung membuka amplop yang di beri oleh bili tadi, karena iya sangat penasaran akan hadir di dalam nya,.
Perlahan angga membaca satu persatu tulisan dia tas kertas, dan iya terkejut plus bahagia dengan hasil yang tertera, di sana yang ama , itu menjelaskan bahwa iya dan anak ayura memiliki hubungan darah yang kental sebagai ayah dan akan.
"Aku tak sabar untuk menunggu esok, aku akan menyuruh ayura membawa anak ku kemari " gumamnya.
Bili yang masih ada di sana juga ikut bahagia melihat tuan mudanya sumringah. Kini keduanya memutuskan untuk istirahat bili nginap di sana angga semakin tak sabar untuk segara pagi, karena iya berharap saat iya bangun ayura sudah ada di rumah nya.
"Ahhhh.... aku sudah tak sabar, menunggu pagi, dan akhirnya aku bisa menemukan mu wanita, " gumam nya yang mana angga memang selama ini mencari ayura, .
Yang mana ayura adalah wanita pertama yang iya tiduri di satu tahun yang lalu, karena iya pun di jebak oleh orang untuk merusak reputasi, nya namun sebelum semua orang datang ke kamar angga angga telah pergub terlebih dahulu, begitupun ayura yang sudah lari setelah iya terbangun, meski badannya sakit semua dan lemas.
Kini matahari telah menerangi bumi dan membangun kan semua mahluk hidup nya, tak terkecuali angga juga dia mengerjapkan mata nya, dengan bahagia iya pikir ayura sudah ada di sana.
"Sebaiknya aku lebih baik mandi terlebih dahulu " angga bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi.
Saat selain mandi iya terburu-buru untuk turun ke bawah, dan saat itu di ruang makan hanya terlihat bili yang sedang menyajikan sarapan pagi itu.
"Mana ayura?? " tanya angga.
"Ehhh.... belum masuk tuan , dia kan izin untuk beberapa hari, karena anak nya sakit dan untuk pindahan rumah " jawab bili yang merasa heran dengan tuan mudanya itu yang lupa.
Seketika raut wajahnya berubah menjadi dingin setelah mengetahui dan mengingat kembali perkataan bili kemaren bahwa dia izin untuk tak masuk kerja, namun tak mengurangi rasa ingin bertemunya itu , angga tak sarapan dulu langsung pergi untuk mencari ayura di tempat lama dan di panti asuhan atau di rumah sakit.
__ADS_1