
Setelah perdebatan nya dengan ayura angga memutuskan untuk, menuju ke rumah orang tuannya, untuk menanyakan apa kah semua itu ada sangkutannya dengan kedua orang tua angga atau tidak, hang membuat iya tak bisa bertemu dengan anak nya sendiri, pemikiran angga yang melayang-layang entah sudah sampai ke mana, karena iya takut semua itu memeng ada sangkutannya, karena iya juga tau kalo kedua orang tuannya tak menyukai ayura sejak pertemuan pertama.
Kini angga sudah sampai di halaman rumah yang sangat luas dan iya memarkirkan mobil nya, dengan cepat iya bergegas untuk segera masuk kedalam.
"Asalamualaikum.....!! "
"Waalaikumsalam.... eh.. den angga, udah pulang ya den, kebetulan.. diruang tengah , tuan dan nyonya bersama nona sedang berkumpul den " ujar bi asih pembantu di kediaman itu.
"Iya bi... oh makasih ya bi angga ke sana dulu " jawab angga dengan ramah.
"Iya den "
Angga berjalan untuk menuju ke ruang tengah, dan benar saja di sana kedua orang tua nya sedang berkumpul untuk sekedar menonton acara televisi yang sedang di tayangkan oleh salah satu saluran televisi.
"Asalamualaikum mah.... pah.. "
"Waalaikumsalam "
"Eh kamu ang... mau jemput istri mu ya.. " ucap sang ibu.
"Tidak... akun ingin bicara dengan papah... ayok pah kita keruang kerja saja " jawab angga ketis dan mengajak sangat ayah untuk menuju ke ruang kerja.
Tuan wira hanya mengerinyit kan kening nya sembari bangkit dan mengikuti putra nya itu, berjalan ke arah ruang kerja, sedang kan gabriel melihat ada sedikit yang aneh dengan angga tapi dia tak tau apa...?.
"Sayang apa kalian lagi ada masalah ..?? " tanya mertuanya pada gabriel.
"Eh... tidak ada kok mah... ya paling mas angga lagi capek aja mah, sepertinya belakangan ini dia sering lembur " dalih gabriel menjawab pertanyaan sang mamah mertua.
"Oh... mamah kira kalian lagi berantem, tapi mamah gak yakin deh itu cuman masalah pekerjaan, kalo cuman masalah pekerjaan angga dari dulu gak seperti ini, ini mamah liat dia kayak lagi ada rasa kesal yang di pendam "
"Kalo kami sama angga lagi ada masalah bilang aja nak sama mamah, biar mamah bilang-in angga dengan baik " ucap sang mamah mertua lagi karena dia lebih mengenal putra nya itu.
"Beneran gak ada kok mah... ya meski ada masalah itu kan biasa dalam rumah tangga mah " jawab gabriel sembari tersenyum.
Sedangkan di ruang kerja, kini hawa di ruangan itu sangat dingin entah apa sebenarnya yang ingin di bicarakan oleh angga, yang membuat tuan wira memutar otak nya sedari tadi karena iya melihat raut wajah putranya itu, yang dingin hampir tak ada ekspresi sedikit pun.
"Apa yang ingin kamu katakan...??! " tanya tuan wira memulai pembicaraan.
"Pah...! apa benar papah... mengancam ayura... untuk pergi dari kota ini dan membuat aku tak bertemu dengan anak-anak ku...??! " tanya angga dengan dingin.
"He... ternyata kamu sudah tau ya...?? Ya memeng papah yang melakukan itu... dan kamu liat sendiri... " tersinggung senyum di sudut bibir tuan wira.
Tuan wira tak menutupi ke benarnya dari angga jika memeng dia lah yang telah, mengancam ayura dan menyuruh nya pergi dari kitab itu, dan tuan wira pun memberikan video yang menunjukan seorang wanita dan dengan nya yang sedang melakukan transaksi.
"Kau lihat sendiri... bukan wanita itu hanya ingin uang keluarga kita saja.... "
"Dan kemungkinan dia hanya mengaku-ngaku jika itu adalah anak keluarga wiranto hanya untuk menguras harta kita.... "
"Cukup pah.... Anak-anak adalah memeng dia anak angga, dan ini bukti nya, DNA yang sudah filed " ucap angga sembari memberikan amplop coklat yang berisi hasil DNA yang pernah iya lakukan pada kedua anak ayura.
"Cih... ini mungkin saja dia memalsukan nya, untuk menjebak kita angga... kau jangan mudah untuk tertipu... engan wanita matre seperti itu...??! " tegas tuan wira yang mulai kesal menghadapi putra nya itu .
"Tes ini aku sendiri yang melakukan nya sebelum dia melakukan nya... jika memang dia ada berniatan seperti itu... kenapa tidak sedari dulu..... bukan kah dia juga pernah tinggal dengan ku...??! "
__ADS_1
"Jadi pah... bagai mana pun itu adalah anak angga... jadi papah rak usah menghalangi ku untuk bertemu dangan anak-anak, ayah bisa tak suka dengan ayura tapi , tidak mesti menjauhkan ku dengan anak-anak bukan... "
Angga mulai menumpahkan apa yang iya pendam saat, iya tau dadi ayura.
Ruangan kerja itu kedap suara... jadi orang yang bersabar di luar tak akan tau apa yang di bicarakan oleh angga dan tuan wira, di dalam sana.
"Tak mau tau... papah tak akan mengakui kalau anak-anak itu adalah bagian dari keluarga wiranto , meski memeng dia adalah anak mu, papah tatap dengan pendirian papah... tak akan mengakui anak yang keluar dari rahim seorang.... wanita malam, ingat itu angga. " ucap tuan wira menegaskan lagi.
"Ya.... dia menjadi wanita malam juga karena mahkota nya angga lah yang merenggut pah... "
"Cih.... wanita malam mana yang tau siapa yang tidur dengan nya pertama kali, dan hasil DNA yang kamu bawa.... itu jangan coba dengan selembar kertas papah akan percaya... ingat lah angga... bisa saja rumah sakit atau dokter sudah di sabotase oleh wanita itu "
"Jadi papah tak akan mengakui... ya sampai kapan pun.. ingat... dia itu wanita malam sudah banyak pria... yang tidur dengan nya, bukan hanya diri mu, dan hanya percintaan satu malam tak akan dengan mudah dan secepat itu... untuk membuahi dan benih mu tumbuh di dalam rahim nya " cekal tuan wira lagi yang terus menegaskan pada angga.
"Itu terserah papah.... bagai mana pun aku tetep mengakui anak itu adalah anak-anak angga, meski papah tan mau mengakui nya..., dan jangan harap papah bisa menyentuh mereka... mereka dalam pengawasan ku " ujar angga lagi.
"Angga jika kau ingin anak kau bisa memilikinya dengan istri mu... bukan asal mengakui... anak seorang wanita malam....!!!!! " ucap tuan wira dengan meninggikan suara nya.
"Aku tak asala mengakui anak, tapi memeng benar mereka adalah anak-anak angga pah...!, pokok nya angga ingat kan papah jangan sedikit pun berniat untuk melakukan hal buruk peda anak dan ibu itu... kalo tidak.... aku bisa berbuat nekat... dan ingat pah... perusahaan sekarang sudah ada di tangan ku " ucap angga memperingatkan papah nya itu.
"Heh... kau kira papah sudah tak ada hak untuk perusahaan, ingat lah... perusahaan masih di dalam kendali papah...!! " jawab tuan wira.
Angga yang sudah sangat emosi karena dia juga masih berpikir, jika yang iya hadapi sekarang adalah sang ayah, jadi iya tak ingin menjadi anak durhaka, dan menambah dosa saja, jadi lebih baik iya mengalah, dan pergi keluar, iya berpikir jika itu bukan papah nya mungkin sudah menerima bogeman mentah dari nya sedari tadi.
Angga terus berjalan untuk keluar dari rumah dengan muka nyang merah padam, dan mengendari mobil nya entah melaju kemana, tak berangsur lama iya menepikan mobil di sebuah cafe.
Baru saja angga masuk iya melihat pemandangan yang membuat nya tambah jengkel dan menambah emosi saja. Di tengah cafe tersebut terlihat ada sebuah keluarga kecil yang cukup bahagia sedang menikmati hidangan makan malam nya di meja dengan tawa bahagia dari anak-anak nya.
"Aaggghh..... sial... " angga berjalan menghampiri meja itu.
"Eh... tuan angga "
"Ayah... " ujar gadis kecil itu saat melihat pria yang berdiri di belakang sang bunda.
Ya keluarga kecil yang dilihat angga adalah bili dan ayura berserta anak-anak nya, yang sedang tertawa bahagia di satu meja.
"silahkan duduk tuan kita makan bersama " ajak bili pada angga.
"Em.... kalian makan kok tak mengajak ayah sayang..? " tanya angga pada putri nya.
"Emh.... tadi nya mau ajak ayah... cuman kata bunda ayah lagi banyak kerjaan, jadi lain kali saja katanya " jawab polisi gadis itu.
Angga menatap ayura dengan mengintimidasi, dan menatap ke arah bili.
"Sayang lain susah selesai belum makan nya... bunda masih ada pekerjaan harus cepat pulang sayang, kalo tidak aunty amber nanti marah sama bunda...?? " tanya ayura pada anak-anak tanpa menghiraukan tatapan angga.
"Em... bunda pulang saja duluan... kami di sini kan masih ada paman bili sama ayah... jadi bunda kerja saja " sahut Galuh pada ayura.
"Emh... baik lab kalo gitu.... tapi nanti kalia harus pulang bersama paman bili ke rumah ya..? bunda masih ada pekerjaan " ujar ayura sembari bangkit dari duduk nya .
"Yur... kamu mau kemana... mana ada kantor yang masih buka di jam segini...??ini sudah malam yur...?? "tanya bili.
" Aku akan ke tempat Mia mengambil bahan dan rancangan.... yang harus segara selesai lusa bil... jadi aku duluan ya, aku juga titip anak-anak, mari saya duluan tua "ujar ayura sembari berlalu.
__ADS_1
" Sebentar ya sayang ayah.. kelur sebentar ada barang yang ketinggalan di mobil nih "ucap angga yang ikut bangkit dari duduk nya.
Angga mengikuti ayura keluar cafe dan saat di parkiran, angga langsung mencekal tangan ayura yang hendak membuka pintu mobil nya, Ayura langsung melihat siapa yang memegang tangan nya dan dia mengerutkan alis nya saat melihat siapa orang itu.
"Apa ada yang ingin di bicarakan tuan...?? " ucap ayura pada angga.
"Yur... aku ingin bicara dengan mu....?? " ucap angga sembari melepas tangan nya dari tangan ayura.
"Kau menerima uang dari papah bukan...???, apa tujuan ku selama ini datang di hadapan ku itu adalah kesengajaan mu,..? " tanya angga, yang mampu membuat ayura berpikir keras dengan pertanyaan nya.
"Uang.... Yang Anda maksud... uang, apa.. ?? " Jawab ayura sembari mengerutkan kembali kening nya.
"Tak usah berpura-pura bodoh yur.... aku sudah melihat semuanya, ini bukti mutlak " ujar angga sembari memberi ponsel nya, yang mana video tadi yang ada di ponsel tuan wira sudah angga salin.
Ayura hanya menampakan senyum miris nya akan video yang mana dia sedang menerima uang, yang memeng iya minta dari tuan wira.
"Hah.... ya memeng aku menerima uang itu... terus kenapa...?? " jawab ayura tanpa beralasan lain.
"Yur.... jadi bener kau mendekati ku menggunakan anak-anak adalah ingin menguasai harta ku...???! " ujar angga.
"Hahahah.... anggap saja seperti itu tuan... toh wajar juga hidup di jaman sekarang kalo tak ada uang mana bisa hidup...sudah lah jika ingin membahas itu... tak perlu lagi uang yang sudah ku terima mana bisa di minta lagi " ayura tertawa, sembari menjawab nya dengan senyuman mirin.
"Ya.. aku tau.. kita hidup di zaman sekarang memeng bergantung pada uang, jika tak memiliki uang mana ada bisa bertahan hidup... tapi kan yur kamu masih bisa bekerja tanpa harus mengambil hak milik orang lain dengan memanfaatkan anak-anak " jabar angga lagi.
"Bukan kah ini juga mengambil milik orang juga termasuk kerja...?? toh aku juga tak hanya menadahkan tangan langsung uang ada di tangan...?? " jawab ayura lagi dengan santai sembari membuka pintu mobil dan duduk di depan kemudi.
"Sudah lah.... uang.... itu tak aku makan, ini akun tak membutuhkan uang dari kalian " ayura merogok dompet nya dan mengambil selembar cek yang di sana tertera 200jt .
Setelah itu iya menutup pintu mobil dan langsung melakukan mobil nya, meninggalkan cafe tersebut, dan angga yang masih terdiam di parkiran itu menatap secarik kertas cek yang di lemparkan ayura padannya.
Angga mengambil cek itu dan melihat nya , dia juga terkejut akan nominal angka yang ada di cek itu. dia menyobek nya dan langsung kembali lagi ke dalam cafe.
"Ahh.... sudah lah... aku tak mau ambil pusing yang terpenting.. aku bisa bertemu dengan mereka " gumam angga sembari berjalan masuk.
Angga melempar senyum pada putri nya yang melambaikan tangannya terus pada dia, angga berjalan ke arah meja anak-anak setelah memesan makanannya.
"Ayah kok lama sekali...?? abis ngapain aja...??? " ujar anak kecil itu melemparkan pertanyaan pada sang ayah.
"Ayah... tadi ketemu kenalan ayah sayang jadi nya ngobrol dulu sebentar " jawab angga.
"Oh... ya sudah ayok kita makan ayah " jawabnya.
Sedangkan bili dan aji dia hanya diam asik dengan handphone mereka entah apa yang sedang di cari atau di lihat di sana, sedangkan aji dia asik bermain game , dan tak menghiraukan angga.
Tak berapa lama angga dan Galuh pun selesai makan , mereka masih asik duduk-duduk di saja, hingga salah satu pelayan menghampiri meja mereka.
"Permisi tuan... maaf menggangu.. tapi maaf kami akan segera menutup cafe , karena hari sudah sangat larut"ujar pelayan itu ya g begitu sungkan .
Angga dan bili melihat ke sekeliling cafe, ternyata memang sudah tak ada orang selain mereka berempat dan para pegawai cafe di sana.
" Eh... maaf mba... kami terlalu asik... kami akan pulang.. sekali lagi maaf " ujar bili yang tak enak.
Yang di angguki dan dibalas oleh senyuman ramah pegawai itu, kini mereka berempat keluar dari cafe untuk pulang ke rumah, karena hari juga sudah sangat malam, ke adaan di sekitar cafe juga sudah mulai terlihat sepi orang yang lewat.
__ADS_1
Anak-anak yang memeng tadi susah di titip kan pada, bili, jadilah kini bili membawa anak-anak untuk pulang sedangkan mobil angga entah melejit kemana, karena meraka berlawanan arah, saat dalam perjalanan karena anak-anak sudah leleh dan hari juga sudah sangat malam , jadi lah mereka tertidur di dalam mobil.