Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 65


__ADS_3

Kini di rumah tinggal lah ayura dan sang ibu tiri sedangkan yang lain sedang Jalan-jalan sore, untuk sekedar berkeliling di kota palembang, melihat pemandangan sore dari pinggiran sungai Musi.


"Ayura.... tante ingin berbicara serius dengan kamu..?! " ujar windi yang ikut duduk di sebrang syura yang sedang asik memakan jajan nya di meja makan.


Ayura tak menggubris perkataan sang ibu tiri iya hanya diam dengan menatap sekelebat saja ke arah ibu tirinya itu.


"Begini yura.... sebelum mendiang ayah mu meninggal beliau sempat berpesan dengan tante, agar segera menikah kan mu, agar si kembar tak kekurangan kasih sayang dari seorang ayah " ujar ibu tirinya itu tampak serius.


Ayura menghentikan makan nya dan iya menatap lekat ibu tiri nya itu, dengan tatapan tak bersahabat, entah siapa yang kini ada di pikiran ayura, perkataan windi tersebut menambah rasa tak senang ayura padannya.


"Tante benar tak berbohong itu perkataan mendiang ayah mu yur... tante mana ada mau mengada-ngada, cuman jika kamu tak mau tante tak maksa " windi mencoba menjelaskan lagi.


"Kau hanya seorang ibu tiri tak berhak mengikuti urusan pribadi ku, jadi tak usah memaksaku untuk menikah dengan alasan wasiat dari mendiang ayah, jika anda ingin menikah lagi itu silakan , saya tak melarang dan tak ada yang melarang " Jawab ayura dengan ketus dan seperti biasa.


"Dan untuk urusan anak-anak mereka sudah bahagia tanpa sosok ayah jadi jangan menjadikan anak-anak ku menjadi alasan, untuk anda memaksa saya menikah, seperti kehendak anda " ucap nya lagi sebelum benar-benar berlalu dari meja makan.


"Cih.... susah sekali untuk membujuk nya, dasar anak keras kepala, kalo bukan karena harta ayah mu masih banyak atas nama mu dan Adit, aku pun tak sudi untuk merendah pada mu " gerutunya bergama dengan jengkel.


Ternyata memeng selama ini windi baik itu hanya di hadapan ayah ayura dan jika ada maunya saja baru lah iya bersikap baik.


"Hei... ayura meski kau tak mau, tapi calon suami mu akan datang nanti malam ke sini untuk, melamar mu dan menentukan tanggal pernikahan kian...!! " teriak windi yang karena ayura sudah tampak jauh.


"Heh..... kau tak bisa lagi bolang tidak ayura.... apa yang aku mau harus aku dapat.. semenjak ayah mu mati.... aku sudah lama tak shoping-shoping " gumam nya dengan senyum sinis nya itu.


Ayura yang masih mendengar teriak kan dari ibu tiri nya itu menjadi semakin jengah dengan sikap nya selamat ini pada dia, ayura mengganti bajunya dan iya telah memesan taksi online, untuk pergi malam itu entah kemana, karena iya tak mau berurusan dengan ibu tirinya lebih lanjut lagi.


"Kalinya mau seperti ini lebih baik sedari tadi aku sampai ke kota ini langsung saja aku, pulang ke rumah ku saja, dari pada ke sini membuat aku emosi "gumam nya kesal sembari mengambil tas yang ada di atas nakas.


Ayura berjalan keluar dengan kesal, hari yang sudah mulai magrib, tapi karena taksi online yang iya pesan juga sudah menunggu nya di depan, ayura tak peduli mau magrib pun, iya tatap berjalan.


Kini ayu dan yang lain baru saja kembali, dari jalan-jalan mereka, semuanya kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum makan malam.


"Eh.... kemana ayura... kok tas nya juga gak ada?? dia pergi kemana magrib begini..?? " ucap nya pada diri sendiri ayu melihat ayura tak ada dikamar begitu juga dengan semua barang milik ayura.


Ayu tak ambil pusing iya pun segera mandi karena iya berniat untuk membantu windi menyiapkan makan malam, setelah selesai mandi ayu turun kebawah dan iya melihat windi yang sedang sibuk menata meja, di situ juga sudah ada Adit dan evan.


"Malam semua... emh.... sini tante biar ayu bantu " tawar nya sembari membantu windi.


"Iya sayang makasih ya...??? oh iya mana ayura apa dia gak ikut makan..?? " tanya windi yang tak tau kalo ayura pergi.


"Eh...aku kira tante tau ayura kemana, soalnya di kamar nya gak ada, terus tas dan barang nya juga gak ada tante.. " jelas ayu.


"Loh kemana bocah itu.... ais.. kabur lagi, gimana dong mana tamu bentar lagi datang lagi sial kau kunyuk... lihat saja kamu " gerutunya dalam hati mengumpat ayura, karena kesal, ternyata ayura pergi dari rumah.


"Lah bukan nya mamah dari tadi di rumah masa, kakak ayura keluar mamah gak tau..?, is... is... is... mamah mamah.... " celetuk evan sembari menggelengkan kepalanya.


"Ya mana mamah tau... orang kakak kamu pergi gak ada izin dulu sama mamah " sahut windi dengan ucapan putra nya itu.


"Pasti kak yura.... ada kesel deh sama tante windi... tuh kan kalo mereka di tinggalin berdua ya gini jadinya " Gumam Adit dalam hatinya yang menduga-duga.


Karena bagai mana pun Adit tau kalo kakak dan ibu tirinya itu sedati dulu, sedari pertama windi dekat dengan almarhum ayah nya memeng tak pernah akur meski, windi bersikap baik dan manis kepada meraka, Ayura memeng tak bisa menerima kehadiran orang baru dalam keluarga nya, tapi agak berbeda sikap nya pada evan, dia masih bersikap hangat dan peduli ya meski tak sehangat dan sepeduli ayura pada Adit, yang notabene nya adik kandung.


"Emh... tante... Adit mau pergi cari kak yura ya???, kalian lanjut aja makan nya " ujar Adit yang bangkit dari tempat duduk nya.

__ADS_1


"Eh... dit kakak ikut dong " pintar ayu yang sudah selesai membantu windi.


"Eh... kalian gak makan dulu... i i makan udah siap hanya tinggal tunggu bentar lagi tamu datang " cegah windi.


"Gak makasih tante... Adit mau cari kaka yura dulu, takut nya kenapa-kenapa " geggas Adit berjalan keluar yang di ikuti ayu dari samping.


"Adit emang janu tau ayura pergi ke mana???? " tanya ayu yang berjalan di samping.


"Emh...... dia pasti pulang ke rumah nya " jawab singkat Adit.


Ayu hanya mengangguk mengerti, kini keduanya sudah menaiki motor, dan melaju meninggalkan per karangan rumah, melejit menembus keramaian kota tersebut, saat di malam hari. Tak lama mereka pergi datang lah tamu yang di tunggu oleh windi tiba di depan hama rumah tersebut, windi yang sudah menunggu mendengar suara deru mesin mobil yang terparkir di halaman rumah nya iya pun langsung beranjak dan berjalan ke depan untuk menyambut tamunya.


Sebenar nya windi kali ini bingung akan menjelaskan apa pada tamu nya itu jika anak yang akan iya, jodoh kan tak ada di rumah, tapi ya susah lah tamu susah ada di depan rumah sebaik nya sambut dulu, masalah yang lain akan dipikir kan nanti pikir nya.


"Eh.... ayok masuk duku tuan... mari kita makan malam " ajak windi pada tamunya untuk menuju ke ruang makan.


"Iya terima kasih win... " ujar tamu nya sembari mengikuti langkah windi.


Kini windi dan tamun nya itu duduk di meja makan yang hanya ada evan di sana.


"Di mana putri mu win...??? " tanya tamu nya itu karena iya hanya melihat evan di sana.


"Nanti kita bahas lagi nya sekarang kita makan saja dulu, ini sudah mau dingin " sela windi mengalihkan pembicaraan.


Kini jadilah mereka makan bertiga saja di meja makan itu karena yang lain pergi untuk mencari ayura.



Sedangkan ayura kini sedang ada di kantor karena pas tadi iya sedang di jalan mendadak ada telpon dari bos nya untuk segera membantu di kantor, untuk masalah model dan disain baju untuk klien nya yang membutuh kan cepat karena akan di gunakan sekitar lima hari lagi dari sekarang, jadilah ayura juga harus lembur.




"Santai aja kali..... lagian gue juga gak ada kerjaan..... lagi badmood juga, ya udah apa kerjaan gue...??? " ujar nya bertanya apa pekerjaan nya.



"Ini loe...... rancang baju ini dan sekalian kamu buat sekitar 3 set, bisa kan soalnya yang lain sibuk yur... " ujar amber sembari memberikan gambaran yang harus di rancang nanti nya.



"Gila.... loe mau bunuh gue secara perlahan dengan mengurangi darah.... dan tak tidur...??!! " celetuk ayura dengan tak menyangka ternyata bukan hanya satu melainkan tiga gaun sekali gus.



"Ya.... sorry... permintaan klien soal nya yur..... tenang aja tae gue kerahin semua di bagian produksi buat bantu kamu agar dalam waktu dekat cepet selesai " amber kembali melangkah menuju ke ruangan nya karena masih ada pekerjaan dia yang masih belum selesai juga.



"Hah..... udah gak mood di tambah acur mood gue... anjir lah.... tapi masih mending ini lag dari pada di jodohin gak jelas, dan di manfaat kan sama dia " gerutu nya sembari melihat-lihat semua disain baju yang ada di kertas.


__ADS_1


Sedangkan evan dan ayu sudah sampai di halaman rumah yang lumayan luas, dan di sepanjang nya berdiri kokoh bangunan yang cukup rapi dan bersih.


"Ini rumah siapa dit...??? " tanya ayu yang tak tau menau


"Ini rumah kak yura.... tapi kok gelap ya...??? kalo kak yura gak kesini dia pergi kemana ...??? gak mungkin balik bandung kan..?? " ujar Adit menjawab pertanyaan ayu, dan iya juga heran karena rumah itu tampak gelap lampu dj dalam rumah tak ada yang menyala, yang menandakan di dalam rumah tak ada orang.


"Iya ya kok gelap.... atau ayura lagi di kamar kali.. jadi dia gak ngidupin lampu udah tidur mungkin dia " celetuk ayu.


"Bisa jadi, tapi ini kaya belum ada orang selain kita yang kesini, soal nya beneran gak ada tanda kehidupan di rumah ini " celetuk Adit lagi.


"Eh... kita coba telpon ayura ada di mana..??? " ujar ayu sembari meraih ponsel yang ada di saku nya.


"Nah iya kak coba dulu deh " pungkas Adit sembari turun dari motor untuk memeriksa sekitar rumah.


Adit yang sedang memeriksa keadaan sekitar, memang ternyata sepi tak ada orang di rumah itu saat Adit mengintip dari sela jendela kaca terlihat karena terkena sorotan lampu dari arah rumah tetangga,tampak barang di sana masih tertutup kain putih agar tak berdebu.


"Tuan... ada sedang mencari siapa...???, orang nya sudah lama tak tinggal di sini tuan " sapa tetangga yang melihat Adit sedang menengok-nengok.


"Ah... iya Pak... saya kira tadi orang nya sudah kembali, soalnya tadi saya ketemu di jalan dan katanya mau pulang " bohong nya.


"Oh... mungkin masih di luar coba di telpon aja dulu " ujar tetangga itu yang tak tampak jelas muka Adit jadilah iya tak mengenal Adit.


"Iya Pak teman saya sedang menelpon " jawab Adit ramah.




Sedangkan sekarang di bandung Bili yang di kabari oleh sang bunda jika anak-anak sudah malam belum ada kembali, dan tadi sore ada istri tuan mudanya datang mengaku ibu anak-anak dan membawanya pergi tapi sampai sekarang belum juga kembali.



"Aahhh.... gimana ini... gue... mau melawan dia nyonya muda, tapi kalo tidak aku cari dan melawan pasti aku di mutilasi oleh ayura....!!!?? " bili prustasi dengan keadaan ini.



"Bun kenapa bunda beri izin sih bun anak-anak ikut nyonya muda...??! " tanya bili dengan rasa prustasi nya itu .



"Ya bunda mana tau, bil kalo nyonya muda itu gak suka sama nak ayura, dan bunda juga gak tau kalo dia mau ada niat jahat atau apa " jawab sang bunda yang panik juga, karena iya jugabertanggung jawab untuk menjaga anak-anak.



"Udah lah bun gak papa aku pergi dulu, mau cari anak-anak, bunda di rumah aja dulu, nanti kalo ayura nelpon, nanti anak-anak ibu bolang ajak mereka udah tidur " ucap bili sebelum iya beranjak untuk mencari anak-anak.



Ibunya hanya mengangguk mengiyakan perkataan putra nya, karena iya juga tak bisa ikut mencari karena tak mungkin meninggalkan suaminya sendri di rumah.



Bili yang pusing harus bagai mana dia tetep mencari keberadaan mereka, ke apartemen gabriel dan sampai pergi menyelidiki ke rumah keluarga wilas, dan terus mengikuti semua pergerakan mereka untuk mencari info mereka menarok anak-anak di mana.

__ADS_1



Bili juga tak berani untuk memberitahu ayura akan hal ini, karena takut pekerjaan nya terganggu, bili hanya berusaha sendiri untuk mencari nya, dia juga tak ada mengatakannya pada angga, jika anak-anak di bawa pergi oleh gabriel.


__ADS_2