
Kini waktu pun sudah berlalu selama 1minggu ayura berada di Kalimantan, begitu juga dengan anak-anak yang di tinggal oleh ayura di bandung, kini anak-anak dan evan sedang berada di bandara karena dijadwalkan 10 menit lagi pesawat yang di tumpangi oleh adit akan mendarat.
"Paman.... aku pergi ke toilet sebentar " anak laki-laki itu langsung beranjak berlalu sebelum mendapat jawaban dari sang paman.
"Eh... aji.. tunggu paman biar paman anatar kamu, nanti kamu hilang lagi...!! " sang paman ikut bangkit dan menarik gadis kecil yang berada di sampingnya untuk ikut serta.
"Aku bisa sendiri....!!! " jawab anak laki-laki itu sedikit teriak.
"Ehhhh..... paman tak usah tarik aku juga kalo mau pergi, biarkan saja dia sendiri dia gak bakal tersesat kok " ujar gadis kecil itu sembari menarik tangan nya.
"Tidak... ayok cepat nanti kenapa-kenapa sama aji paman yang akan di hajar bunda kalian cepat " evan mengendong gadis kecil itu dan langsung melanjutkan jalan nya untuk menyusul aji yang sudah hilang dalam keramaian.
"Nah kan mana tuh bocah.... udah hilang aja..?? " evan celingak celinguk mencari keberadaan aji yang sudah hilang dari penglihatannya.
"Ya tinggal cari ke toilet sih apa susah nya " gumam gadis kecil yang ada di pangkuannya.
"Nah iya ya... kok aku tiba-tiba jadi goblok..?? kayaknya ketularan kamu deh " ejek nya sembari berjalan menuju ke toilet.
Gadis itu cemberut karena perkataan sang paman, mereka yang sedang berada di toilet tak menyadari kalo pesawat sudah mendarat, dan para penumpang pun sudah pada turun, dan mencari jemputan mereka begitu juga dengan Adit, dia menyisiri tempat tunggu dan sekeliling bandara untuk mencari adik dan keponakannya, yang katanya menjemput dia kali ini, namun iya mencari masih saja tak tampak.
"Lah di mana mereka.... jadi tidak dih menjemput ku...??? " gumam nya sembari terus mencari dan mencoba menghubungi nomor telpon adik nya itu.
"Loh... kok gak di jawab....???? " gerutu nya karena panggilan yang tak kunjung di jawab oleh sang adik.
Sedangkan di toilet evan dan Galuh sedang panik mencari aji, yang tak tau pergi kemana sudah di cari di seluruh toilet tapi tak ada di sana,dan kini keduanya juga masih tetap mencari di sekitaran toilet siapa tau masih ada di dekat sana, dan saat baju keluar tak berpapasan dengan keduanya.
"Aduh.... paman kemana sih tuh bocah kok main ilang aja...??? " keluh galuh
"Mana paman tau....??? coba tadi kamu gak bandel gak kayak gini nih kejadian nya, ah... Bila-bila aku kena maki kak Adit nih " evan malah menyalahkan Galuh.
"Nah... kok nyalahin Galuh......??? " Galuh tak Terima akan ucapan evan barusan.
"Lah emang kan kalo Galuh tadi dak banyak rasan aji dak bakal ilang camko... " keduanya jadilah adu mulut.
"Yo.. yo... aku yang salah " Galuh merajuk dan memanyunkan bibirnya kesal.
Keduanya terus mencari aji sedangkan aji, kimi sudah berada di ruang tunggu, sedang menunggu keduanya, dengan santai dan asik dengan ponselnya,
"Kemana lagi kedua orang itu bukannya nungguin ini malah main ilang aja...!!! " gerutu nya kesal karena iya merasa di tinggalkan di sana sendiri.
Aji yang merasa di tinggalkan iya pun berjalan ke arah satpam, yang berjaga di pintu bandara, dan pas sekali di sana juga ada polisi yang sedang berjaga.
"Paman.... apa bisa tolong bantu saya....??? " ujar aji dengan dingin berbicara dengan satpam.
"Eh... iya ada apa dek... kamu di sini dengan siapa...?? " tanya satpam itu sembari mencari-cari orang tua bocah tersebut.
"Paman saya tadi kesini dengan paman saya dan kakak saya, tapi kayak nya mereka gak sadar ninggalin saya di sini, saya bisa minta tolong gak...?? " ujar aji lagi sembari menjelaskan.
"Emh.... mau tolong apa nak...??? " ujar satpam itu
"Tolong anatar kan saya ke alamat ini, saya mau pulang saja ".aji menyodorkan ponselnya pada satpam itu dan melihatnya.
" Bagai mana kalo kita telpon saja dulu ya keluarganya biar nanti di jemput di sini..? "ujar satpam itu.
" Aku mau pulang aja paman "jawab aji dingin.
" Baik lah paman akan antar kan kamu pulang ok... "ujar polisi yang berjongkok untuk menyetarakan tinggi badan nya dengan aji.
Aji hanya mengangguk dan memasukan lagi ponselnya kedalam tas kecil yang iya bawa, dan beranjak mengikuti polisi itu yang menuju ke motornya untuk mengantarkan aji pulang.Sedang kan evan dan Galuh terus mencari aji dan kini mereka sudah bertemu dengan Adit, dan Adit juga ikut mencari aji.
"Permisi pak..." Adit memutuskan untuk bertanya pada penjaga keamanan bandara.
"Iya ada yang bisa saya bantu tuan " ujar orang tersebut.
"Tuan apa anda melihat anak lelaki yang berusia 5 tahun dan tampak mukanya dingin dan datar...???? " ujar Adit bertanya dan mendeskripsikan anak yang di cari.
"Emh.... sebaik nya kita cek dulu di kamera pengawas sekitar bandara tuan mari " ajak penjaga keamanan itu.
Adit mengangguk dan mengikuti nya keruang pengawasan, saat sedang sibuk melihat semua video tiba-tiba ponsel Adit berdering menandakan ada panggilan masuk, dan saat di lihat di sana ternyata tertera nama ayura yang memanggil, Adit merasa gugup harus mengatakan apa jika aji hilang di bandara, dia mencoba tenang dan menjawab telpon nya terlebih dahulu.
"π·πππ... ππππ ππππππππππππππ..." ππππ π°πππ ππππ πππππ π’πππ πππ ππ πππππππ ππππππ.
"π·πππ..... πππ.... ππππππ ππππππ ππ ππππ ππππππ πππ ππππππ ππππππ πππ πππ ππ πππππ πππ ππππππππππππ πππ ππ πππππππ πππππππππ....???! " ππππ’π ππ’πππ π’πππ πππππ πππππ.
"π΄π.... πππ ππππππππ πππ ππ ππππ πππππ...????? " π°πππ πππππ ππ’π ππππππ ππ ππ’π πππππ πππππππ’π πππππ.
"πΎππππ ππππ’π πππ πππππ ππππ’π πππππ πππ ππ ππππ πππππ ππππ’π ππππππ ππ ππππ...!!! " πππππ ππ’πππ π’πππ πππππ πππππ ππππππ πππ ππππ π°πππ.
"πΊ..... ππππ ππ πππππππ ππ... πππ.. ππ.... ππππ.. ππ.. πππ... ππ... ππ.. ππππππππππ πππ πππππ"πππ ππ π°πππ ππππππ πππππππππ.
__ADS_1
" π°πππππππππππππ...... π°πππ... πππππ ππππππ....!!!! πππ πππππ πππ ππ ππππππ.... ππππππ πππ πππππππππ πππ.... ππππ ππππ ππππ πππ ππππ πππππ ππππππ......!!!!! "ππππππ ππ’πππ ππ πππππππ ππππππ π’πππ πππππππ π°πππ ππππππππππ ππππππππ’π ππππ πππππππ.
" πΈ... ππ’π.. ππππ ππππ ππππππ "π°πππ πππ ππππππππ πππππππππ ππππππ πππ πππππππ ππππ πππ πππππππππ ππ’π πππππ ππππππ ππππππ πππ π’πππ ππ’π ππππ ππππππππ πππππ πππ ππ πππππ.
Adit berpamitan pada petugas keamanan dan sembari meminta maaf karena sudah merepotkan mereka ternyata orang yang iya cari udah pulang terlebih dahulu ke rumah.
Sedangkan angga kini dia semakin hari semakin tak karuan sering kali menyibukkan diri nya di kantor dan kadang tak pulang ke rumah, karena iya masih saja tak bisa menemukan keberadaan anak-anak nya, yang padahal masih ada di kota itu dan masih ada di tempat, tapi saat angga sering datang ke rumah itu memang anak-anak tak ada di rumah iya menyuruh bili berjaga di sana juga tapi katanya iya tak ada melihat anak-anak kembali ke sana.
Yang mana padahal bili tau kalo anak-anak ayura ada di sana tapi ayura memberi pesan pada bili agar merahasiakan keberadaan anak-anak, agar angga tak tau, karena ayura tak mau kejadian lalu terjadi lagi.
Dan bili pun setuju tapi iya juga terkadang kasian melihat tuan mudanya yang sekarang terlihat depresi dan badan pun terlihat kurus, jika pulang ke rumah pun iya selalu bertengkar dengan istri nya.
"Ayura.... sebenarnya kamu itu kemana sih....??dan anak-anak di mana...??? kenapa kau menyembunyikan nya dari ku...??? yur.... aku hanya ingin melihat anak-anak yur.... " ucap nya lirih sembari kepalanya bersandar di meja.
"Aku tak menyangka aku tak bisa bisa menemukan mu di mana pun aku juga sudah pergi mencari ke kota asal mu tapi akun tak menemukan mu dan aku juga mencari ke kantor mu tapi semua orang seakan memeng menyembunyikan mu dari ku...!!! kenapa " racau nya dengan lirih.
Bili yang ada di ruang itu juga merasa tak tega melihat tuan mudanya itu seperti itu setiap harinya meracau tak jelas makan kadang tak mau jika bukan iya yang meminta.
"Tuan..... anda jangan seperti ini.... anda harus tetap kuat untuk mencari mereka" bili mencoba menguatkan angga.
"Bil.... apa aku salah... ingin bertemu dengan anak ku sendiri......???? ini juga gara-gara orang tua sialan itu... membuat ayura pergi dari sini...? " makinya masih dengan tertunduk.
"Tuan... tenanglah sepertinya anak-anak baik-baik saja saya mendapat kiriman foto dari tuan Adit barusan ini " bili memberikan ponselnya angga yang mendengar itu langsung mengangkat kepalanya dengan antusias.
Angga langsung merampas ponsel bili dan melihat di sana ada potret anak-anak nya dan angga terlihat tersenyum , namun senyuman nya itu bukan senyum bahagia, meski iya ada merasa bahagia dapat melihat foto anak nya tapi iya juga masih merasa sedih karena tak bisa mendekap nya dalam pelukan dia.

"Apa Adit ada memberi tahu sekarang mereka ada di mana..??? " tanya angga pada bili tanpa memalingkan pandangannya pada layar ponsel.
"Tidak ada tuan, dia seakan bungkam tentang dimana iya sekarang berada tapi ada kabar baik nya saya telah menemukan nona ayura sekarang berada " ujar bili yang tak tega itu iya pun memberi tahu kan tempat ayura sekarang.
"Dimana...??? " lugas angga.
"Nona ayura sedang berada di kalimantan tuan " jawab bili.
Angga tak menunggu lama lagi iya membawa ponsel bili di sakunya dan langsung pergi menarik jas nya yang iya simpan di bandara kursi dan bergegas pergi untuk segara menemui ayura, dan menanyakan semua pertanyaan yang berputar di kepalanya pada ayura.
"Eh... ponsel ku... " gumam bili sembari berjalan mengikuti tuan mudanya.
__ADS_1
"Bili segera atur penerbangan ku sekarang juga " perintahnya dengan ter buru-buru.
"Maaf tuan tapi ponsel saya ada anda " ujar nya dengan sungkan.
"Angga yang tersadar langsung merogoh kanton celana nya dan mengambil ponsel yang ada di dalam sana saat sudah di ambil iya meneliti sesaat dan, mengembalikan kembali ponsel milik bili.
Bili menerima ponsel tersebut dan langsung memesan tiket penerbangan siang itu juga lewat online agar cepat.
"Sudah tuan kita hanya tinggal pergi ke bandara, tapi maaf tuan saya mendapatkan kelas ekonomi karena bagian kelas bisnis sudah penuh " lapor nya saat susah mendapat kan tiket tersebut.
"Emh.... tak masalah asal aku bisa berangkat siang ini juga " Angga langsung memasuki mobilnya dan mengemudikan sendiri mobil nya dan bili ikut di samping.
"Tuan ada tak melihat berita atau acara fashion show, nona ayura satu minggu lalu??? " tanya bili polos.
"Memang dia mengadakan acara fashion show??? kenapa kau tak memberi tahu ku?? " angga yang tak tahu apa agak sedikit terkejut saat mendengar perkataan bili.
"Saya kira anda tau.... dan saya pikir juga akhir-akhir ini sudah tak peduli tentang nona ayura, jadi saya hanya diam saja karena saya juga melihat anda yang begitu sibuk tak bisa di ganggu saat bekerja " alasan bili untuk mengelak.
"Ck.... tak berguna " decaknya kesal.
Kini di dalam mobil itu hanya ada keheningan dan hanya terdengar deru suara mesin mobil dan kendaraan lainya. Bili dia berkutat dengan pikirannya membayangkan respon ayura saat nanti mereka di sana, bagai mana apa dia akan marah atau akan bersikap biasa saja atau bahkan akan bersikap acuh... entahlah... itu semua terlintas di kepala bili.
Dia juga ada rasa tak tega dan ada rasa bersalah juga , tapi ya sudah lah mau bagai mana lagi kini angga juga sudah tau ayura di mana, dan sekarang dalam perjalanan.
Begitu juga dengan angga yang terus berkutat dengan pikiran nya dan tetap fokus dan perjalan yang cukup padat kala itu.
"Apa respon ayura ya...??? saat iya tau aku ada di sana...??? " tanya angga dalam hatinya.
Tampak terlihat senyum tipis di wajah tampan angga yang telah hilang semenjak iya di paksa menikah dengan gadis yang sama sekali tak iya suka, apa lagi iya juga tau jika gadis tersebut juga memiliki seorang kekasih.
Bili yang melirik sekilas ke arah tuan mudanya iya merasa bahagia karena tuan mudanya bisa tersenyum kembali walau di raut wajahnya nyaris tanpa ekspresi sama sekali, bili memang bisa di bilang pria dingin dan sangat arit kata-kata.
"Mungkin.... pilihanku tepat kali ini, maaf tuan besar aku merasa tak tega dengan tuan muda angga yang setiap harinya hidup yang iya abdikan pada tumpukan kertas hingga lupa akan diri nya sendiri, maaf aku harus memberi tahun keberadaan ayura padanya, ayura aku juga minta maaf padamu tak bisa mengikuti amanah mu untuk tatap bungkam tentang keberadaan mu pada tuan muda, jika kau ingin marah maka aku ikhlas akan Terima makian mu " ucap bili dalam harinya yang sudah bergumam jauh.
Tak terasa kini mereka berdua sudah berada di bandara dan berjalan ke tempat tunggu untuk menunggu jadwal pemberangkatan pesawat yang menuju kalimantan.
"Bil..... kau tau tepatnya ayura dimana di kalimantan itu??? " tanya angga yang memecahkan keheningan di antara keduanya.
"Maaf tuan saya tidak tau pasti... yang saya tau dia ada di kalimantan dan belum sempat mencari tau dia di daerah mana?? " jawab nya dengan lugas.
__ADS_1
Karena memang ayura selama berkomunikasi dengan bili tak pernah memberi tahu kan tepatnya iya tinggal di mana, dia hanya tau kalo ayura berada di kalimantan, dan tujuan ayura ke sana juga bili tak tahu pasti ada yang mengatakan karena urusan pekerjaan dan, ada juga yang bilang untuk menenangkan pikiran, dan ada juga yang bilang lagi memeng utuk tinggal di sana "