
Anak-anak sudah menemukan tempat yang nyaman dan yang mereka suka untuk makan malam mereka.
"Bunda ....!! tante....!!!! di sini.... di sini.... " teriak Galuh sembari melambaikan tangannya.
Ayura dan Mia menghampiri si kembar, dengan menggelengkan kepala karena tingkah Galuh.
"Nak lain kali t usah teriak begitu kan malu di lihat orang" ujar ayura menasehati putrinya itu.
"Ya gak apa-apa bunda kan orang juga gak ada yang peduli " jawab Galuh.
"Ya meski mereka tak peduli juga kamu itu kan seorang gadis, harus lembut lah, jangan seperti itu nanti kamu mau kalo sudah besar gak ada yang mau sama kamu " ujar Mia yang ikut menimpali.
"Hm... aku kan cantik pasti mereka mau lah sama aku " ujar Galuh dengan pd nya.
"Uluh... uluh... iya... iya emang keponakan tante ini yang paling cantik " Mia dengan gemas mencubit pipi Galuh yang gembul itu.
"Sudah-sudah ayok makan dulu, keburu malem tar gak jadi belanja nya " ayura melerai mereka dan menyuruhnya untuk segera makan .
"Gak bisa hari ini besok juga gak masalah kok yur kan besok juga wekend " sahut mia.
"Aku gak bisa mia, besok masih ada kerjaan jadi aku juga mau sekalian nitip anak-anak sama kamu sempai aku selesai " ayura memang seperti biasa tapi mia yang sudah lumayan lama mengenal ayura dia sedikit tahu sifatnya itu.
Mia sudah menebak pasti lah ada masalah yang sedang di emban oleh ayura, sekarang ini karena dia memang selalu memendam nya sendiri tak mau bercerita, jika memang bukan kita yang memaksa.
"Oh... ok tak masalah " jawab Mia.
"Bunda... akan pergi kemana??! " tanya aji yang sedari tadi diam ikut angkat suara.
"Bunda masih ada kerjaan sayang di kantor jadi maaf ya bunda gak bisa, temenin wekend kian " sahut ayura lembut.
"Oh... " jawab nya singkat dengan melanjutkan makannya.
Setelah mereka selesai makan mereka melanjutkan untuk berbelanja kebutuhan mereka, hari pun sudah mulai malam, ayura menyuruh anak-anak dan Mia pulang ke hotel terlebih dahulu setelah iya mendapat telpon, entah dari siapa.
"Mia kamu dan anak-anak pulang lah terlebih dulu, aku masih ada urusan " ujarnya.
"Ehhh.... tapi ini udah malam yur kamu mau kemana??? " Tanya Mia yang penasaran karena hari sudah malam.
"Aku masih ada pekerjaan, Mia jadi tolong ya " ayura berjalan ke pinggir jalan dan menyetop taksi.
"Ya sudah... kau hati-hati jangan pulang terlalu larut... " teriak Mia karena ayura sudah berlalu jauh darinya.
"Tante... bunda ingin pergi kemana???? " tanya Galuh pada Mia.
"Emh... bunda bilang tadi masih ada kerjaan, jadi menyuruh kita pulang terlebih dulu ke hotel " ujar Mia menjelaskan pada mereka.
"Selalu saja begitu mengabaikan anak-anak nya " gerutu aji namun masih terdengar jelas oleh Mia yang sedang menyetir mobil.
"Bukan begitu sayang, bunda kalian itu karena peduli sama kalian jadi dia harus bekerja keras untuk menghidupi kalian dan buat kalian bahagia, bunda juga mencoba mencukupi semua kebutuhan dan apa yang kalian minta " jelas Mia pada anak-anak dengan lembut.
"Bukannya ayah kami juga bekerja kenapa bunda juga harus ikut bekerja, kenapa tak meminta uang dari ayah saja " ketus aji lagi.
Mia bingung harus menjawab apa atas perkataan aji itu, untuk sejenak Mia terdiam.
"Huuhhh... bunda kalian tak mau menyusahkan ayah kalian, jadi bunda lebih baik berusaha sendiri " jawab Mia dengan seadanya.
"Heh... bukanya itu memeng tugas seorang ayah yang harus menafkahi anak dan istri nya " Tutur aji yang begitu pintar terus saja menjawab perkataan Mia.
__ADS_1
"Ya tante juga mana tau sayang itu mungkin hanya ayah dan bunda kalian saja yang tau, tante gak tau apa-apa" jawab Mia yang sudah tak tau harus menjelaskan apa lagi pada anak itu.
Akhirnya selama perjalanan itu hanya menjadi sunyi tak ada lagi yang membuka suara di antara ketiganya, Mia juga fokus dengan jalanan malam itu.
Sedangkan ayura yang kini sudah sampai di club, dia datang dengan mimik muka yang sedikit agak kesal.
"Selamat malam nona ada yang bisa saya bantu??? " ujar bartender saat ayura duduk di sana.
"Satu gelas wen... " pinta ayura pada bartender itu.
Dengan cekatan bartender itu menyiapkan apa yang di pesan oleh ayura.
"Seperti nya nona sedang banyak masalah??,wanita secantik nona kenapa harus melampiaskan semuanya pada minuman " ujar bartender itu sembari memberikan satu gelas wen pada ayura.
"Tak usah crewet.. kerjakan saja pekerjaan mu !! " ketus ayura sembari meneguk gelas wen nya.
"Saya hanya menyayangkan saja nona, jika ada masalah sebaiknya di selesaikan dengan hati yang tenang , bukan di lampiaskan dengan minuman, tapi sih itu terserah nona " ujar bartender itu lagi.
"Jika orang-orang seperti kami yang, meluapkan amarah atau kekesalan bisa dengan menenangkan hati, maka kamu akan menganggur dan tak punya pekerjaan tuan...!! " ketus ayura sembari meneguk habis wen di gelas nya.
"Bukan kah masih banyak pekerjaan lain, saya juga jika tak sedang membutuhkan uang yang banyak saya juga tak mau bekerja di tempat seperti ini nona, jika masalah saya selesai saya juga akan mengundurkan diri " ujar bartender itu.
"Tuangkan lagi satu gelas..! " ayura tak menanggapi perkataan nya dan meminta satu gelas lagi wen.
Dari kejauhan ada yang memandang ke arah ayura dengan teliti sedari ayura memasuki pintu club tersebut.
Dia pun dengan penasaran menghampiri ayura yang masih meneguk wen nya dengan kekacauan di hatinya dan pemikiran iya.
"Selamat malam nona..? " sapa pria itu yang suaranya tak asing di telinga ayura.
Ayura menoleh dan tersenyum kecut pada pria itu yang sudah duduk di sampingnya.
"Heheh... kau itu bodoh atau bagaimana tuan bili, jika sudah duduk ya duduk saja tak usah basa-basi " ujarnya dengan senyum kecut dan meneguk wen nya lagi.
"Hehehe..... nona sedang apa di sini sendiri...?? " tanya bili
"Apa kau buta... tidak kah kau lihat aku sedang apa di tempat seperti ini, apa kau ingin menemani ku malam ini " umpat ayura dan dia mulai menggoda bili dengan mengangkat daging bili dengan telunjuk nya.
"Heh... ternyata lama tak berjumpa nona masih saja sama " ujar bili dengan senyum nya .
Kini ayura sudah terlalu banyak meminum wen meski sudah di hentikan oleh bili dan bartender itu namun tetap saja ayura meminta dengan paksa, akhirnya iya kini mabuk.
Ayura tertunduk di meja karena kepalanya terasa sangat berat.
"Kau memang pria aneh tuan angga.... sampai kapan pun aku tak akan menyerahkan anak-anak pada mu meski kau ayah kandungnya " gumam ayura dalam mabuknya yang masih terdengar jelas di telinga bili meski dengan keramaian dan kebisingan di club tersebut.
"Apa kah ini yang membuat tuan, menekuk wajahnya tagihan sore " gumam bili dalam hatinya.
"Nona ku tinggal dimana, akan ku antar kau pulang kau sudah mabuk?? " tanya bili.
"Hotel Wt. "ucap ayura.
Bili pun memapah ayura untuk menuju ke tempat yang sudah di sebutkan ayura tadi, bili mendudukkan ayura di kursi samping pengemudi, iya pun langsung masuk untuk segera mengantar ayura pulang.
Ayura yang mabuk itu melepas, sabuk pengaman dari badannya dan iya mulai berbalik ke arah bili yang sedang mengendari mobil.
"Hai tuan... temani aku malam ini... " sembari tangannya meraba ke sembarang arah.
__ADS_1
Bili yang badannya di raba dengan refleks iya menginjak rem, untung lah malam itu jalanan tak begitu ramai kendaraan.
"Nona... hentikan jangan begini saya sedang menyetir jika kau seperti ini bisa-bisa kita kecelakaan nanti " ujar bili sembari melepaskan tangan ayura dari badannya.
Namun bukanya ayura duduk dengan baik iya malah menarik bili ke arahnya, bili yang tertarik dan kini muka mereka saling menempel satu sama lain, yang membuat bili terdiam.
Bili yang seorang pria normal itu pun mulai terbawa arus oleh ayura, dan akhirnya bili tak bisa menahan nya lagi iya pun memundurkan kursi tempat duduk ayura.
"Nona jangan salahkan saya anda yang memulai semua ini " ujar bili dengan sura beratnya itu.
"Em... " Ayura mulai menggeliat dan terdengar ******* dari bibir ayura.
Karena perbuatan bili yang mengecup leher ayura dengan permainan yang mulai panas saat itu juga.
Karena ayura memang tadinya seorang wanita malam, apa lagi badannya sudah 5tahun tak pernah di jamah oleh pria dia pun menikmati permainan bili , Permainan bili yang mulai liar hingga ciuman nya sudah turun ke bagian dada, dengan tangan kanan meraba paha mulus ayura dan tangan kiri yang terus berusaha melepas.
"Kita mulai " ujar bili.
Ayura, mengangguk dan kini bili sudah mengarahkan miliknya ke arah milik ayura dengan sekali hentakan, yang langsung membuat ayura menggeliat kenikmatan di bawah bili., kini keduanya dalam permainan panas nya hingga beberapa kali kelimaks, yang membuat ayura dan bili merasa lelah hingga lupa waktu sekarang jam sudah menunjukkan pukul 02:26 dini hari , mereka pun menyudahi permainan panas mereka.
Sebelum bili mengantarkan ayura ke hotel iya mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu.
"Nona aku pasti akan bertanggung jawab atas malam ini, aku juga akan menerima mereka seperti anak ku sendiri " ujar bili yang sudah tersadar dan duduk di kursi kemudi sembari memandang ayura yang sedang tertidur karena lelah akibat permainan bili yang cukup ganas.
"Maaf... tuan tapi ini memang keinginan hati kecil saya yang menyukai nona ayura, saya akan menerima mereka meski mereka buah hati dari hasil malam panas kalian berdua " gumam bili sembari menatap keluar kaca mobil.
Bili sudah memakaikan lagi pakaian ayura dan kini mulai melajukan kembali mobilnya ke arah hotel wt untuk mengantar ayura, karena hari juga sudah sangat larut .
Bili menggendong ayura masuk ke hotel dan memesan kamar hotel untuk mereka istirahat malam itu. Bili memesan kamar hotel lagi karena iya juga tak tahu di mana kamar ayura. saat hendak pergi namun badan bili di tahan oleh ayura .
"Sudah lah aku juga lelah sebaik nya aku tidur juga " ucap bili dan kini iya tertidur lelap di samping, ayura.
Hari sudah subuh ayura yang sudah terbangun lebih dulu langsung merapihkan badannya meski kepalanya terasa berat, dia tetap berjalan keluar untuk kembali ke kamarnya, iya melihat bili yang masih tertidur pulas.
Saat ayura membuka kamar hotel tempat iya menginap dengan kedua anaknya terlihat aji yang sudah terbangun terlebih dahulu.
"Kau baru pulang?? " ketus anak itu pada sangat bunda.
"Emh.... " jawab ayura malas iya langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Bau alkohol " gumam aji saat ayura melewati dirinya.
"Sebenarnya bunda punya masalah apa hingga melampiaskan pada alkohol?? " tanya aji pada diri sendiri, karena aji sudah sangat paham atas tindakan sang bunda jika iya sudah berbau alkohol pastilah ada beban atau masalah yang sangat berat iya rasakan kali ini.
"Heh... kebiasaan punya masalah... di selesaikan oleh mabuk, mana ada akan menemukan titik terang, dan siapa lagi kali ini yang di buat repot oleh bunda.??? " ujar aji memeng meski usianya yang masih kecil namun aji punya pemikiran yang lebih dewasa dari anak seusianya.
"Aji... nanti bunda mau ada urusan sampai malam mungkin baru pulang kau jaga kakak mu dan dengarkan perkataan tante Mia ok " ujar ayura pada sang putra saat sudah keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.
"Palingan ingin minum-minum lagi kan...? bun bisa tidak jika ada masalah itu tak usah seperti itu seperti wanita nakal...?? " ketus sang putra pada ayura.
Ayura yang mendengar ucapan sang putra terkejut pasalnya selama ini , meski bagai mana aji mengetahui bunda nya itu mabuk, dia tak pernah berbicara separah kata pun.
"Ya bunda tau, " Jawab singkat ayura .
"Bunda kali ini benar ada urusan, bunda ada urusan dengan teman bunda mamah nya kak wilona " jelas ayura pada sang putra atas niatnya pergi kali ini.
"Bun aku tau bunda leleh... kenapa bunda tak mecari ayah dan membiarkan dia mengurusi kita..?? " tanya aji pada ayura.
__ADS_1
Lagi ucapan yang keluar dari mulut aji membuat ayura terdiam, pasalnya kali ini dia tahu siapa ayah kandung mereka, dan dia juga berniat untuk mengambil mereka dari tangannya.
"Bunda tidak leleh... apa lagi ini bkan buat kebahagian kalian juga, bunda juga tak mau merepotkan ayah kalian, dia bekerja untuk kalian nanti saat beranjak dewasa untuk menempuh ke jenjang perkuliahan, itu semua pasti harus butuh biaya yang besar bukan, biarlah uang yang ayah kalian hasilkan, untuk nanti saja, kalo untuk sekarang biar bunda yang tanggung "jawab ayura menjelaskan panjang lebar pada sang putra.