
Angga dan bili yang sudah sampai di jakarta, iya langsung menuju ke perusahaan milik keluarga malik, untuk mencari keberadaan pria yang ada di rekaman CCTV mall sewaktu di palembang.
"Ada yang bisa saya bantu tuan??? " tanya resepsionis yang sedang berjaga di sana.
"Saya ingin bertemu dengan manager pemasaran ada yang ingin saya bahas " ujar bili pada resepsionis itu .
"Apa anda telah membuat janji sebelumnya tuan?? " tanya resepsionis itu lagi.
"Belum " jawab bili.
"Baik sebentar saya, hubungi dulu ke bagian pemasaran tuan silahkan di tunggu " resepsionis itu menuntun bili dan angga untuk duduk di sofa yang tersedia di lobi itu.
Keduanya duduk di sofa yang telah di tunjuk resepsionis tadi, menunggu dengan tenang tapi beda dengan angga yang meraja tak sabar.
Tak lama resepsionis itu menghampiri keduanya.
"Maaf tuan manager pemasaran kami sedang tak ada di tempat, untuk satu minggu ke depan, lebih baik membuat janji lagi dengan beliau di lain kali tuan " ujar resepsionis itu dengan sopan memberitahukan bili.
"Emh... baik terimakasih " bili bangkit dari duduk nya.
"Ya tuan , Sama-sama saya permisi tuan " resepsionis itu kembali ke meja nya untuk melakukan tugasnya lagi.
Angga yang merasa kecewa ternyata orang yang iya cari tak ada di tempat, kini keduanya pergi dengan kesal. Namun tak lama ada pesan singkat dari panti asuhan ke ponsel angga yang berisi pesan bahwa ayura sudah ada kembali ke sana.
"Bili kita kembali sekarang juga ke Bandung " ujar angga dengan Buru-buru.
"Maaf tuan tapi untuk hari ini penerbangan sudah penuh " ujar bili yang telah mengecek penerbangan jakarta bandung.
"Jalur darat... " tegasnya meminta bili untuk mencari mobil.
"Baik tuan akan segera saya carikan " Bili berusaha menelpon semua orang yang iya kenal di jakarta untuk meminjam mobil.
"Apa tuhan tak mengizin kan kami untuk bertemu kenapa sangat sulit untuk mencari kamu nona " gumam bili yang mulai merasa putus asa.
"Bagai mana???! " Tanya angga lagi pada bili.
"Iya tuan sebentar lagi mobil akan di antar ke sini " jawab bili.
Tak lama mobil yang bili pinjam sampai di depan kantor keluarga malik tersebut, bili langsung mengambil alih kemudi dan melesat menembus keramaian kota jakarta untuk menuju bandung.
Sedangkan syura yang sedang asik dengan laptop nya mencari rumah baru untuk iya beli dan tempati bersama kedua anak nya, karena untuk rumah yang lama itu ayura merasa curiga takutnya ada orang jahat di sana.
"Bun.... bagaimana dengan keadaan rumah bunda itu?? " tanya aji yang belum tidur menghampiri bundanya.
"Rumah nya sangat berantakan dan kotor, kalo untuk renovasi pasti lama, bunda pagi cari tempat yang baru saja buat kota tinggal, gak papa kan sayang " jawab ayura sedikit berbohong masalah rumahnya itu.
"Aku sih terserah bunda saja, yang penting kita gak tinggal di bawah jembatan aja bun " ujar aji datar menyahuti ucapan sang bunda.
"Hehehe.... dari pada tinggal di bawah jembatan masih mending kita, tinggal di hotel dong nak " jawab aji di sambut kekehan ayura yang berasal lucu akan jawaban sangat putra.
"Kalo tau" sahut bocah itu lagi ketus.
"Hai... kalo bicara sama orang tua itu harus sopan, kamu kayak gitu di belajar dari mana, sifat kamu yang aneh menurun dari siapa coba " gerutu ayura pada putranya.
"Dari bunda " jawabnya singkat dan jelas.
"Hai sejak kapan bunda mengajarimu seperti itu! ! ! ? " tanya ayura.
"Bukan kah bunda, dengan nenek windi juga seperti itu,jadi jangan bertanya lagi aku belajar dari mana " jawab aji dan berjalan ke arah kasur king sizi untuk tidur.
"Hah... . ada benarnya juga apa yang di ucapkan anak itu, iya belajar darin kita orang tuanya bagai mana bersikap terhadap orang-orang" ayura menghela napas dengan apa yang aji katakan memeng benar, sebaiknya jika membenci atau marah jangan lah di hadapan Anak-anak.
Saat ayura sedang kembali fokus dengan pekerjaannya tiba-tiba telponnya berdering menandakan ada panggilan masuk, ayura tak melihat dulu nama si pemanggil iya langsung menjawab telpon tersebut .
__ADS_1
"𝙷𝚊𝚕𝚘... " 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚊𝚢𝚞𝚛𝚊 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚘𝚖𝚋𝚘𝚕 𝚑𝚒𝚓𝚊𝚞 𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚢𝚊𝚛 𝚙𝚘𝚗𝚜𝚎𝚕 𝚗𝚢𝚊.
"𝙷𝚊𝚕𝚘... 𝚊𝚢𝚞𝚛𝚊.. 𝚊𝚙𝚊 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚋𝚎𝚜𝚘𝚔 𝚔𝚊𝚞 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚔𝚎 𝚔𝚊𝚗𝚝𝚘𝚛, 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚖𝚊𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚜𝚎𝚐𝚎𝚛𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚐𝚒 𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚊?? " 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚙𝚘𝚗.
"𝙱𝚊𝚒𝚔, 𝚋𝚞 𝚋𝚎𝚜𝚘𝚔 𝚙𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎 𝚔𝚊𝚗𝚝𝚘𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚔𝚎𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 " 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚊𝚢𝚞𝚛𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚑𝚞 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚝𝚞 𝚌𝚎𝚘 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚒𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊.
"𝚈𝚊... 𝚋𝚎𝚜𝚘𝚔 𝚔𝚊𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚌𝚎𝚔 𝚒𝚖𝚎𝚕 𝚖𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚛𝚒𝚖 𝚋𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒 𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚊 " 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚊𝚝𝚊𝚜𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚝𝚞.
"𝙱𝚊𝚒𝚔 𝚋𝚞 " 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚊𝚢𝚞𝚛𝚊.
"𝚈𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚕𝚞 𝚝𝚎𝚕𝚙𝚘𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚓𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 " 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚙𝚘𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚝𝚞𝚙 𝚝𝚎𝚕𝚙𝚘𝚗.
"Huh.... semangat ayura, kamu pasti bisa...!! " ayura menyemangati dirinya sendiri dan langsung bergegas untuk tidur karena besok pagi iya harus kerja.
Kini pagi susah menjelang, iya memesan pelayanan hotel untuk sarapan pagi, iya pun meminta satu pelayan untuk menemani si kembar sampai iya pulang kerja, karena iya tak ingin meninggalkan anak nya berdua di hotel tersebut.
"Mab... saya minta tolong ya jagain anak saya nanti saya kasih tips buat jaga anak saya, karena saya masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan sekarang juga " ujar ayura apda pelayan tersebut.
Si kembar masih belum bangun, meraka masih setia dengan selimut hangat hotel tersebut.
"Baik nyonya saya akan menjaga mereka" jawab pelayan hotel tersebut .
"Baik kamu hanya perlu menemaninya bermain saja jika bosan kalian bisa keliling hotel juga tak masalah " ujar ayura sebelum pergi.
Ayura mengambil ponsel dan tas nya lalu pergi untuk menuju ke kantor nya.
Angga dan bili kini sudah sampai di bandung dan langsung menuju ke panti asuhan.
"Asalamualaikum...! " angga mengucapkan salam.
"Wa'alaikumussalam.., eh tuan angga silahkan kan masuk tuan duduk dulu " ujar orang panti yang membukakan pintu untuk angga mereka sudah mengenal angga dan bili karena seringnya mereka datang ke sana .
"Em... apa ada ibu rodiah nya??? " tanya angga tanpa basa-basi lagi.
"Sebentar ya tuan saya panggilkan dulu beliau " pengurus panti itu masuk kedalam untuk mencari ibu panti atau ibu rodiah.
"Tuan apa tak sebaiknya kita pulang dulu?? " ujar bili yang sudah merasa risih dengan badannya yang sedari kemaren belum mandi dan merasa leleh.
"Tak perlu ini sudah nanggung " ujar angga dengan dingin.
"Lah... ada tamu toh, bagai mana kabarnya nak?? " tanya ibu panti pada angga.
"Kami baik bu, saya mau menanyakan apa benar seperti yang ibu katakan di lesgan dia sudah kembali??? " tanya angga dengan tak sabar.
__ADS_1
"Iya nak sudah tapi ibu lupa menanyakan alamat dan nomor HP nya, soalnya dia terlihat buru, kami hanya sempat mengobrol sebentar itu pun membahas tentang, neng ayu " tutur ibu panti itu..
"Aaaah... tak apa bu yang penting dia sudah ada di kota ini lagi, kita akan mudah untu mencari nya nanti" jawab angga dengan perasan senang.
"Iya nak silahkan kan di minum dulu teh hangatnya " ucap Ibu panti pada tamunya itu.
"Iya terima kasih bu, oh iya sepertinya kami harus segera kembali, karena masih ada pekerjaan yang harus kami kerjakan bu " ujar bili yang melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 10:46 pagi.
"Oh... iya silakan tuan " ujar nya sembari tersenyum ramah.
Keduanya pun beranjak dari panti asuhan yang di antar oleh ibu panti sampai depan pintu, keduanya akan kembali terlebih dahulu lalu ke kantor, meraka mereka sudah merasa senang karena ayura sudah berada di kota yang sama lagi dengan meraka mereka.
Saat angga sampai di rumahnya iya melihat gadis yang tak asing di matanya, sedang duduk di ruang tamu.
"Bukan kah aku sudah katakan tak usah datang kemari lagi....!!? " ketus angga pada gadis itu.
"Sayang kok kamu gitu sih sama aku, aku ini calon istri mu loh?? " ujar gadis itu manja.
"Heh dalam mimpi mu... pergilah sebelum aku mengusir mu...! " ketua angga lagi sembari berjalan ke arah kamarnya.
"Ihhhh..... tante lihat angga tega sama aku tante masa aku di usir " rengek nya pada nyonya wiranto yang ternyata ada di sana juga.
"Angga.....!!!!! kamu kenapa bersikap begitu pada gabriel dia itu calon istri mu....!!! " teriak nyonya wiranto pada putra nya.
"Kau saja yang menikahinya, kalo tidak suruh si tua bangka itu menjadikan dia madu mu " ketua angga yang semakin hari semakin keras pada orang tuanya.
Entah apa penyebab pasti yang membuat angga seperti benci dengan kedua orang tuanya.
"Kurang ajar... kamu pasti telah di cuci otaknya oleh \*\*\*\*\*\* itu kan......!!!! " teriak sangat ibu yang tak terima perkataan putra nya.
"Berhenti.....!!!! memaki dia \*\*\*\*\*\*...!!! mulutmu itu tak pantas untuk memakinya....!!! " maki angga dengan dingin pada ajang ibu.
"Kau.... kau... dasar anak durhaka.....!!! " teriak sangat ibu sembari memegang dadanya.
"Tante.... tante tak apa?? " tanya gabriel yang ada di dekat nyonya wiranto.
"Angga ini tolong bantu tante angga, cepat bawa dia ke rumah sakit ....!!! " teriak gabriel pada angga yang sudah ada di ujung tangga.
Angga berhenti dan menoleh ke bawah yang melihat ibunya, terkapar pingsan di pangkuan gabriel dia pun turun untuk segara membawa nya ke rumah sakit, meskipun di hati angga ada kebencian, bagaimana pun wanita itu yang telah merawat dan membesarkan di selama ini.
Angga turun dan membantu ibunya untuk segara di tangani oleh dokter.Saat setelah sampai di rumah sakit angga langsung kembli ke rumah untuk segara bersih-bersih dan pergi ke kantor, angga menyerahkan ibunya pada gabriel, menurutnya iya telah membantunya untuk ke rumah sakit dan selanjutnya tak ada urusan lagi dengan nya.
"Merepotkan... " gerutunya sembari menyetir mobilnya itu.
__ADS_1
Karena harus m ngurus ibunya dan berdebat dengan dia tadi hingga angga sudah sangat kesiangan, kini hari sudah menunjukan waktu untuk makan siang.