
Ayura yang kini sedang berada di kantor tak bisa fokus dengan pekerjaan nya karena hati dan pikiran nya tak tenang karena teringat akan anak-anak dan ucapan tuan wiranti pada nya kemaren, yang membuat nya bersikap dingin dan lebih banyak diam juga yang membuat semua karyawan di kantor merasa ada yang aneh dengan pemimpinnya tersebut.
"Yur..... loe ke napa kok jadi gak fokus gini sih hari ini...??? " tanya Mia yang ikut bingung dengan sikap ayura.
"Kalo loe capek mending istirahat aja di rumah dari pada semua pekerjaan jadi kacau gini... malah kamu juga tar yang rugi yur...., loe itu kalo ada masalah pribadi jangan di gabungin sama pekerjaan dong... ini kan jadi gak profesional dalam kerjaan yur.... " tegur Mia yang merasa tak biasa sikap ayura seperti ini.
Iya juga sudah yakin ayura seperti ini pasti ada sangkut pautnya dengan kejadian kemaren di acara pernikahan keluarga wiranto.
"Gak papa Mia... kamu lanjut aja tak usah hiraukan kan aku... aku juga masih banyak pekerjaan sana kamu kembali ke ruangan mu, dan untuk hari ini jaga ada yang ganggu... oh iya nanti juga tolong jemput kan anak-anak untuk aku... " jawab ayura dengan datar menyuruh Mia untuk kembali, sebelum Mia benar-benar keluar ayura kembali memberikan perintah pada Mia untuk menjemput anak-anak.
"Emh.... jika lelah jangan di paksain, ya sudah aku keluar dulu " Mia pun melangkah pergi setelah menjawab perkataan ayura.
Mia keluar dan tak lupa menutup kembali pintu ruangan ayura dengan rapat, Baru saja Mia kembali ke ruangan nya dan iya sudah mendapatkan panggilan dari telpon paralel nya yang dari resepsionis di bawah.
"π·πππ... πππ πππ..??? " πππππ πΌππ ππππ πππππ πππππππππ ππππππ.
"πππππππ ππππ ππ... πππ ππ πππ ππ πππ ππππππππ ππππ ππππππππππ πππππ πππππ πππππππ ππππππ πππ ππππππππ... πππ ππππππ πππ ππ πππππππ " ππππ πππππππππππ πππ.
"πΎπ... πππ πππππ πππ ππππ ππππππ ππππππππ πππππππ ππ’π??? " ππππ’π πΌππ ππππ ππππππππππ πππππππ πππππ πππ ππππ πππ πππ πππ ππππ ππ ππππ ππππππ πππππππππ πππππ.
"πππππ πππ ππ... ππππ ππππππ πππππ ππππππππππππππ ππππππππ... " ππππ πππππππππππ πππ ππππ ππππππ π’ππππ.
"π΄ππ... πππππππ ππππππ’π ππππ πππ πππ πππππ ππππππ ππππππ ππππ πππππ ππππ... ππππππ ππππππππ πππ πππππ ππππππππ πππ πππ ππ ππππππ ππππ πππ " ππππ πΌππ ππππππ πππππ πππ ππππππππ πππππππ πππππππππ.
Resepsionis itu pun melirik kembali ke arah tamu nya dengan tersenyum ramah.
"Tuan maaf... sekertaris Mia bilang anda harus punya janji dulu dengan direktur jika ingin bertemu... jika tak ada segera buat janji jika tak ada janji direktur tak mau di ganggu tuan" ucap orang tersebut dengan hati-hati dan ramah.
Dito yang merasa bersalah akan kejadian karena, yang tadinya dayang ingi meminta maaf pada ayura tapi apalah iya malah tak bisa bertemu.
"Oh... ok lain kali saya akan kembali lagi kesini , dan saya tolong titip ini untuk direktur kalian, kalo begitu saya pamit permisi... " dito pun memilih untuk kembali ke perusahaan nya karena iya tak mau membaut ayura tambah pusing iya lebih memilih untuk ayura menenangkan diri dulu.
Sebelum iya pergi iya menitipkan Buket bungan dan satu kotak coklat untuk ayura.
"Aku iri dengan ibu ayura.... dia punya kekasih seromantis tuan muda malik...??!! " ucap resepsionis itu yang melihat barang yang di titip kan dito padanya.
"Hah.... apa lah daya orang seperti kita mah.... sudah lah sana anterin ke atas... "sahut rekan nya.
" Iya... ok aku anter dulu ya... kamu baik-baik di sini.. " ujar nya pada rekannya.
"Ya elah emang gue mau bawa kabur nih meja... atau gue mau tempur gitu melawan tentara Israil.... ada-ada aja " gerutu nya dengan ucapan rekan nya tadi.
Belum lama rekannya beranjak dari meja resepsionis untuk menuju ke ruangan atas... untuk mengantarkan buket dan coklat ke ruangan direktur nya. Ada tamu lagi yang datang ke sana.
"Ada yang bisa saya bantu nona??? " ucap resepsionis itu bertanya.
"Saya ingin bertemu dengan atasan anda...?? " ucap nya dengan ketus.
"Apa anda sudah membuat janji??? " tanya resepsionis lagi dengan ramah.
"Tidak... cepat katakan padanya aku gabriel nyonya muda wiranto ingin bertemu dengan nya...!! " ucap gadis itu yang tak lain adalah gabriel.
Gabriel bisa tau jika ayura bekerja di Aw. kolegs. karena beberapa hari sebelum iya menikah kan ayura pernah memberi tahunya, dan dia juga di yakin kan lagi oleh kekasihnya yang tak lain adalah Yuda jika memang kalo ayura menjadi pemimpin di Aw. Kolegs.
__ADS_1
"Tapi maaf nona jika tak ada janji tak bisa menemui nya... jika tetap ingin bertemu anda bisa segera membuat janji atau langsung menghubungi beliau... " ucap resepsionis itu masih dengan ramah...
"Aku tak perlu ada janji dengan dia cepat suruh dia kesini temui aku... kalo tidak akan aku kacau kan kantor ini....!!! " Gabriel ingin membuat kekacauan.
Resepsionis itu pun merasa bingung apa yang harus iya lakukan, dia pun tak ambil pusing kembali menghubungi Mia jika ada uang ingin bertemu dengan ayura.
"ππ... ππππ πππ πππ...??? " ππππ πΌππ
"πΈππ ππ πππ ππππ π’πππ πππππππ ππππ πΆππππππ πππππ πππππππ ππππππ πππ ππ’πππ " ππππ πππππ ππ πππππππ ππππππ.
"π°ππ πππππ πππ πππππ...? " ππππ’π πΌππ
"π±ππππ ππππ πππ πππππππ ππ... ππππ πππππ πππ ππππππ πππ ππππ ππππππππ... πππππ ππππ πππ ππ..??? " ππππ πππππ ππππππππ ππππ πππππππ πππππ.
"πΎπ... ππ.. πππππ ππππππππ πππ ππππ ππππππ ππππππ ππππππ πππ ππ’πππ ππππ " ππππ πΌππ ππππππππ πππππππ ππππππ ππ’π.
'Tok... tok... tok.. '
"Pagi bu...?? " sapa karyawan itu pada Mia yang kini sudah ada di depan pintu.
"Hem.. ada apa?? " tanya Mia sembari melirik dengan yang di bawa karyawan tersebut.
"Ini bu saya mau menitip kan ini untuk ibu ayura dari Tuan Muda malik yang tadi iya titip kan pada saya saat iya hendak kembali " ungkap nya sembari menyerahkan buket dan kotak coklat nya pada Mia.
"Kalo begitu terima kasih, saya akan segera kembali ke meja saya bu permisi " ujar karyawan itu berpamitan dan kemabli masuk ke dalam lift.
Mia hanya menatapi barang yang tadi di titip kan oleh karyawan nya padanya untuk iya berikan pada ayura, Mia pun berjalan untuk menuju ke ruangan ayura.
"Masuk....!!! " terdengar jawaban dari dalam Mia pun dengan perlahan membuka pintu dan nasik.
"Yur.... ini ada titipan dari tuan muda malik untuk mu... aku tarok sini ya " ujar Mia sembari meletakan buket dan coklat di atas meja dekat sofa.
"Oh... iya yur aku datang kesini mau menyampaikan kalo di bawah ada nyonya muda wiranto ingin bertemu dengan anda... kalo anda tidak menemui dia dia bilang dia akan mengacau "ucap Mia yang mengadu dengan situasi di bawah.
Ayura mendongak kan wajahnya dengan raut bertanya, karena iya merasa iya tak pernah ada janji temu dengan nyonya muda tersebut, dan ayura juga berpikir nyonya muda... apa dia pernah menyinggung atau kenal dengan nya, hingga iya ingin bertemu langsung dengan ayura.
"Bilang saja sama dia aku sedang tak bisa di ganggu.. jika dia memaksa , seret saja langsung... " ujar ayura dengan ketus nya.
"Eh... tapi dia akan membuat kerusuhan yur... sebaiknya kamu samperin saja dulu dari pada nanti membuat keributan di dini kan " saran Mia lagi.
"Aiss..... merepotkan....!! " ketusnya dengan nada kesal... ayura pun langsung hengkang dari tempat duduk nyaman nya untuk keluar dan meninggalkan mia yang masih terduduk.
"Itu bunga dan coklat kau bawak saja aku tak butuh... " ujar ayura dengan sedikit berteriak karena iya sudah ada di luar ruangan.
"Haeh... kebiasaan.... semua harus aku yang menampung barang mu... tapi gak papa lah... aku akan bisa lebih menghemat pengeluaran untuk membeli barang karena.. sudah banyak barang yang di beri oleh ayura " gumam Mia sembari mengambil kembali buket dan coklat yang iya letakan di meja tadi.
Ayura kini berjalan ke arah lobi... yang mana di sana terlihat ada gadis yang sedang memarahi karyawan nya, ayura semakin mempercepat langkah nya menghampiri mereka.
"Cepat......?!!!!!!! panggil suruh ayura turun....!!!!! apa dia takut untuk menghadapi saya hah......!!!!! dasar ****** pengecut......!!!!!!! " teriak nya pada karyawan ayura.
"Asal kalian tau pemimpin kalian itu adalah wanita malam yang sika.....!!!!! memuaskan suami orang yang merasa kekurangan.....!!dan harusnya kalian itu tak terima perusahaan ini memiliki pimpinan seperti dia....!!!!! " Gabriel terus saja meracau seperti orang tak waras sedangkan para karyawan hanya bisa tertunduk diam karena ayura tak kunjung datang.
"Memang nya apa yang membuat mu rugi...??? toh pemilik perusahaan ini saja tak peduli dengan semua itu..... " ucap seseorang yang langsung membuat mereka menoleh ke asal suara.
__ADS_1
"Ternyata kau berani juga untuk keluarga aku kira kau akan tetap bersembunyi " ledek Gabriel.
Ayura hanya menatap nya datar tanpa ada ekspresi sedikit pun.
" Jika ingin bicara ikut dengan ku... untuk kalian kembali ke tempat kerja "Ayura terlebih dahulu berjalan ke ruang pertemuan yang ada di lantai dasar tersebut dan menyuruh para karyawan untuk kembali bekerja.
Gabriel mengikuti ayura di belakang, dengan sombongnya, namun iya juga merasa kagum dengan pencapaian ayura sekarang yang bisa menempati posisi direktur utama di bagian perusahaan yang cukup ternama.
"Duduk lah dan katakan apa yang ingin kau bicarakan hinga nyonya muda wiranto repot-repot datang sendiri kemari...??? " ujar ayura dengan ramah.
"Saya ingin... kau meninggal kan kota ini beserta anak-anak mu.. aku tak ingin melihat mu... apa lagi selama kau masih ada di sini angga tak akan pernah memperdulikan aku sebagai istri nya... jika kamu masih tak mau pergi jangan harap hidup mu akan tenang " tegas Gabriel pada ayura dengan tatapan tak sukanya tersebut.
"Cih..... apa hak kalian mengusir ku dari kota ini.... dan untuk suami anda seharusnya anda yang memperhatikan dia.... jangan sampai iya berkelayappan di malam pengantin nya sendiri di club malam " celetuk ayura yang mampu membuat Gabriel berpikir keras.
Kini keduanya diam, ayura hanya menyelidiki Gabriel yang seperti nya tidak tau kalau suaminya tadi malam pergi ke club malam hingga mabuk berat, untuk berjalan juga harus di bantu.
"Itu pasti ulah mu yang memanggil nya ke sana kan....!!!! " bentak Gabriel lagi.
"Cih.... untuk apa aku mencari suami orang.. yang ada suami orang yang mencari ku untuk melepaskan rasa hasrat yang belum terpuaskan... jadi jangan salah tanggap " celetuk ayura lagi dengan membuang muka malas.
"Pokok nya akun tak mau tau kau harus menghilang dari kota ini sesegera mungkin.... kalo tidak pegang lah kata-kata ku... selama kau masih ada di sini hidup mu taka kan bahagia ingat itu ayura....!!! " ucap Gabriel sembari berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan kesal.
"Heh... memeng cocok mertua menantu dan bawahan.... semua satu pemikiran.... " ayura hanya tersenyum miring dengan ucapan Gabriel.
Ayura pun ikut bangkit dari duduk nya dan berjalan untuk kembali ke ruangan nya saat iya melewati meja resepsionis iya, tak sengaja berpapasan dengan bili yang ada di sana juga, entah apa yang ingin iya lakukan di sini.
"Nah... itu ibu ayura nya tuan..? " ucap resepsionis itu sembari menunjuk ke raha ayura.
"Ok terimakasih " balas bili sembari berbalik dan berjalan menuju ke raha ayura.
Ayura hanya berjalan lurus Pura-pura tak melihat bili yang ada di sana.
"Ibu ayura apa kita bisa berbicara sebentar....??? " ucap bili yang menghadang ayura di hadapan nya .
"π€¨π€¨Maaf saya sedang sibuk tak ada waktu untuk melayani anda " ucap nya dengan kembali meneruskan jalan nya ke arah lift.
"Yur..... aku mau bicara sebentar dengan kamu ada sangkutan dengan anak-anak...?? " ucap bikin dengan agak sedikit meninggikan nada suaranya.
Ayura yang mendengar itu pun berhenti untuk melangkah masuk kedalam dan menoleh sebentar ke arah bili .
"Bicara di atas...!!! " jawab ayura dengan datar.
Bili pun mengikuti ayura untuk menuju keruangan nya, di dalam lift itu hanya terjadi keheningan, karena di sana juga ada beberapa karyawan yang akan menuju keruangan mereka juga, aura dingin sangat terasa di dalam lift itu yang membuat karyawan merasa tak nyaman berada satu lift dengan atasan nya tersebut, rasanya ingin segera terbuka lebar itu pintu lift.
Tak berapa lama akhirnya pintu lift terbuka dan karyawan yang satu lift pun segera berhamburan keluar karena tak mau terlalu lama berada di dalam, karena jika terlalu lama mungkin bisa saja mereka menjadi beku.
Kini di dalam lift tinggal tersisa bili dan ayura saja saat pintu lift itu tertutup kembali hanya terjadi keheningan tanpa ujung, dan kini pintu lift terbuka dengan sempurna di lantai yang mana di situ ruangan ayura berada.
"Siang bu...?? , tuan??? " sapa Mia yang berpapasan dengan keduanya saat iya hendak ke bawah.
"Em... " Jawab bili singkat.
"Eiss.... kenapa tuh muka ibu bos... kok kaya balik es tumben.... kayak nya gara-gara tamu yang tadi iya Terima kali, nambah mood nya jadi kacau " gumam mia sembari memasuki lift.
__ADS_1