
Dua hari sudah berlalu ayura bermain dan menghabiskan waktu dengan anak-anak, kini waktu nya untuk iya, ayu dan evan untuk berangkat ke kampung halaman ayura, entah ada urusan apa ayura di minta kembali oleh ibu tirinya itu, yang tak lain adalah ibu kandung evan.
"Tante... maaf ya saya repotin tante untuk nitipin anak-anak di sini, sekali lagi maaf ya tante udah ngerepotin.. " ujar ayura yang sebenarnya sungkan untuk meminta bantuan, dan menitip ka anak-anak ke keluarga Qi yosi tersebut.
"Tidak apa-apa kok nak... kamintak merasa di repot kan , malah kami merasa senang jika anak-anak ada di sini, jadi tante gak kesepian karena, bili juga suka sibuk dengan tuan mudanya, jadi tak ada waktu untuk kami " ujar nyonya Qi yosi.
"Iya tante nanti saya usahakan besok bisa pulang kesini, kalo begitu saya pamit ya tante " ujar ayura berpamitan.
"Sayang bunda berangkat dulu ya...?, kalian si sini baik-baik jangan nakal nurut sama nenek ya, jangan buat repot nenek loh " pesan ayura pada anak-anak sembari berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan anak-anak
"Iya bun... kami gak nakal kok... bunda jangan lama-lama ya perginya " ujar anak gadisnya.
"Iya sayang bunda gak lama kok... kalo ada apa-apa telpon bunda ya " ayura sebenarnya tak tega untuk meninggalkan anak-anak, tapi mau bagaimana lagi doa juga malas membawa anak-anak.
Apa lagi dia pasti lah akan tak akur dengan Ibu tirinya, dia tak ingin keributan nya dengan sang ibu tiri di lihat anak-anak.
"Sudah sana... bun nanti kau telat... " celetuk anak bujang nya.
"Emh.... ya sudah bunda pamit, tante saya pamit asalamualaikum " ucapnya sembari berlalu.
"Ya waalaikumsalam.. " jawab serentak mereka.
Kini ayura sudah menaiki mobil nya untuk kembali ke rumah dan menjemput barang , serta evan dan ayu ayang masih ada di rumah .
"Ayok anak-anak kita masuk... nenek tadi ada masak loh... kalian mau makan gak...?? " ujar nyonya Qi.
"Wah. boleh nek.... aku mau...! " ujar Galuh dengan pancar mata yang berbinar.
"Cih bikin malu saja kau itu dasar tukang makan... ??! " ejek aji jengah dengan tingkah kakak nya itu karena setiap mendengar makanan pasti tak bisa menolak.
"Heh... rezeki itu tak boleh di tolak kalo ada harus di terima mau bagaimana pun , gak usah banyak ngeluh... ..?? " balas Galuh sembari menggandeng tangan nyonya qi masuk kedalam.
"Terserah.... " ketus aji.
Nyonya Qi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya yang jarang akur satu sama lain, tapi itu lah yeng membuat bahagia nyonya qi karena mendengar keributan keributan anak-anak itu merasa gembira, rumah yang tadinya sepi menjadi hangat kembali oleh ada nya kedua bocah tersebut.
Bili sudah pergi sedari pagi-pagi sekali untuk menuju ke rumah angga, sebelum iya berangkat ke kantor.
Ayura juga kini sudah berjalan menuju ke bandara, dan di bandara Adit sudah menunggunya di sana untuk pulang bersama.
"Yur... terus apa sih alasannya buat aku ikut kamu pulang kampung...??? kan ini urusan keluarga kok aku di bawa-bawa sih...??? " ayu yang masih bingung karena iya sedari kemrin bertanya pada ayura apa alasan iya yang harus ikut ayura pulang namun ayura tak menjawab nya.
"Kau ikut saja... biar tak bosan di rumah " jawab ayura
"Sudah tak apa kak ayu... ikut aja.. biar tau kampung halaman kita, tar pasti kakak suka deh " celetuk evan yang menimpali.
__ADS_1
"Ya kan aku bingung tiba-tiba ikut aja gitu padahal gak ada kerjaan aku di sana juga "balas ayu lagi.
Kini tak terasa 54 menit sudah berlalu dan ayura sudah ada di bandara, saat iya turun langsung melihat adit yang sudah menunggunya di pintu masuk, untuk masuk bersama ke dalam.
" Asalamualaikum... "salam Adit pada ayura yang sedang mengambil barang di bagasi.
" Wa'alaikumussalam... apa... mau bantu ya bantu aja gak usah banyak basa-basi "celetuk ayura.
" Yeh..... siapa yang mau bantu orang mau nyapa aja, kan kemaren sebulan gak ketemu...??? oh iya anak-anak kok gak ikut kak...??? "ujar Adit sembari melihat ke sekeliling mencari si kembar.
" Gak usah lagian cuman bentar aja kasian tar mereka capek di jalan aja... lagian jika anti ada masalah kan mereka gak perlu tau juga "jawab ayura dengan datarnya.
" Ya susah sini ku bantu... hei.. cunguk.... bantu dong barang loe juga banyak nih.. jangan main enak aja.. !! "ucap Adit pada evan.
Ayura dan ayu berjalan lebih dulu masuk kedalam, sedangkan kedua pria itu terus saja berselisih mulut, ayu yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya karena melihat keduanya bersifat seperti anak-anak yang tak pernah akur.
"Damai ya yur... loe punya adek akur kayak gitu...??? emh... gak kayak adek gue meski ketemu gue kalo bukan gue yang negur mana ada dia mau negur gue, mukanya kayak tembok mulutnya irit bicara " celetuk ayu yang merasa iri pada ayura kedua adik nya saling dekat.
"Apa yang akur yu...??? bukan nya kamu liat keduanya lagi adu congor... kalo akur mah saling gandengan tangan bukan adu congor... "celetuk ayura yang pusing dengan sikap ke dua adiknya itu.
" Hahahahaha.... malah ini lah yur yang aku iri mereka bisa sedekat ini jadi apa pun dan bagai mana pun kedan nya mereka berdua tak merasa canggung satu sama lain "jelas ayu lagi.
" Heh.... kalian berdua masih mau beradu mulut atau sekarang kita mau naik pesawat nih. .. bentar lagi mau berangkat....!!! "sedikit teriak ayu yang sudah agak jauh dari dua pria itu.
Keduanya berlari untuk mengejar ayu dan ayura yang sudah mau naik ke pesawat , dengan cepat iya pun membawa barang itu untuk menuju ke bagasi pesawat dan langsung menyusul kedua perempuan cantik tersebut.
__ADS_1
Sedangkan di kantor angga kini sedang sibuk dengan semua berkas yang bertumpuk karena ulahnya yang meninggalkan pekerjaan cukup lama, dia sesekali memijit pelipis nya karena mungkin pusing melihat semua tulisan di berkas itu.
"Sayang...... kamu sedang apa..?? " Tiba-tiba ada wanita seksi masuk ke dalam ruangan angga.
Angga yang mendengar itu langsung mendongak ke raha suara, dia heran kenapa istri nya bisa masuk ke kantor nya, bukanya dia sudah melarang untuk Gabriel datang ke kantor nya.
"Mau apa kau... dan masuk seenak mu tanpa mengetuk pintu terdahulu....???! " ketus angga dengan tatapan dingin.
"Hai... sayang aku ini istri mu... kenapa aku tak boleh datang kemari......?????! " ujar nya dengan menampilkan raut wajah sendu.
"Tak usah berlagak sedih di hadapan ku.....!!! katakan kau mau apa datang ke mari...!!!? " ketusnya masih dengan tatapan sinis pada sangat istri.
"Emh..... uh... ternyata suami ku ini tau apa yang ingin aku bicarakan dengan nya, tapi santai saja dulu kita nikmati waktu kita toh, semenjak menikah dan sah menjadi pasangan.. kamu belum pernah menyentuh ku..?, jagi kita gunakan waktu ini jangan di sia-sia kan..?? " ujar gabriel sembari menggoda angga dengan menyentuh dada bidang suaminya.
Angga hanya diam seakan menikmati sentuhan tersebut , dengan muka datar nya angga acuh tak acuh, sedangkan gabriel tangan nya yang sudah menjalar di tubuh angga, dan badan yang tak mau diam badan dan dada yang sudah menempel di badan angga, meski angga terlihat acuh dan dingin dengan gabriel, tapi saat iya mendapat sentuhan seperti itu tentu lah hasrat nya pun mulai bangkit, tak bisa di bohongi angga juga seorang pria normal, yang mudah tergoda dengan sentuhan wanita.
Tapi semua itu coba iya tahan dan sembunyikan dengan wajah datar nya .
"Sayang.... tak perlu di tahan... toh jika kita melakukan nya..?? kita juga tak akan melanggar hukum bukan..?? " ujar gabriel yang berbicara di telinga angga sembari meniup telinganya.
"Emmhhh... uh... punya mu sudah bereaksi sayang... tak usah munafik... aku sebagai istri yang penurut aku akan melakukan tugas ku dengan baik " bisik nya dengan suara seksi.
Yang membuat angga tak bisa lagi menahan gairah di dirinya, tak dapat di bohongi memang sekarang tubuh nya talah tegang akan nafsu.
"Diam lah..... tak usah memancing masalah gabriel...!!? katakan apa mau mu...!!!! " bentak angga sembari menepis tangan nya kasar.
"Aakkhh..... hais... kau kasar sekali.. sudah lah angga.. kau itu tak usah membohongi diri sendiri...?, sudah lah aku pun sudah tak ada niat lagi " jerit nya karena tangannya di tepis cukup keras oleh angga .
"Aku ingin memberitahukan kamu... kamu bukannya selama ini mencari anak mu dengan wanita itu...??? aku tau sekarang merak di mana..?? " ujar gabriel.
"Di mana mereka cepat katakan....!!! " tegas angga yang langsung bangkit dari duduk nya.
"Huuuusssttt..... tak usah buru-buru....?? jika aku memberi tahu mereka di mana aku akan mendapat apa dari mu....?? " ucap gabriel lagi.
"Apa yang kau ingin kan...!!? " angga mulai tak tenang dan ingin segera tau keadaan anak-anak di mana.
"Hah...... baik lah aku tak minta banyak tak susah yang aku ingin kan hanya 20%saham yang kamu miliki di WT corporation mudah kan...?? " ujar gabriel enteng.
"Gila kau....!!!! " bentak angga.
"Bukan nya itu sepadan... aku susah baik loh sayang.... akan memberitahukan kamu, di mana anak mu itu, dan nanti aku juga bisa membantu mu menjaganya " ucap gabriel lagi dengan enteng nya sembari memainkan kuku jarinya.
Angga tampak berpikir... tapi iya berpikir itu tak sepadan, karena tak mungkin iya memberikan 20%saham yang iya miliki pada gabriel, meski kini iya memegang 35%saham di Wt corporation tersebut, kalo iya memberikan saham sebesar itu maka gabriel akan menjadi salah satu pemegang saham terbesar juga.
"Kau ingin memberitahukan ku dengan sukarela atau ingin memberi tahu ku dengannya cara ku...???! " ujar angga dengan tatapan tajam .
"Hah.... sudah lah.. kalo kau tak mau.. terserah aku pergi saja, sebaik nya pikirkan dulu tawaran ku tadi " ujar gabriel yang berjalan ke layar pintu, sebenernya iya takut dengan tatapan angga padanya.
'Bbbbraakkkkkkk....... '
"Sial.... dia memeng wanita yang sungguh gila, mana mungkin aku akan memberikan saham milik ku padanya, aku mendapatkan nya dengan susah paya, sangat muda iya meminta nya. " umpat nya dengan kesal.
Angga duduk di kursinya kembali sembari berpikir bagai mana caranya agar ita tau di mana si kembar sekarang, yang masih di sembunyikan ayura dari nya.
__ADS_1