Dia Alasan Aku Berubah

Dia Alasan Aku Berubah
Episode 50


__ADS_3

Kini ayura sudah masuk ke ruangan nya uang di kuti oleh bili, kini iya duduk ki sofa yang ada di ruangan itu begitu juga dengan bili yang ikut duduk.


Namun masih saja terlihat diam dan tak ada yang memulai pembicaraan di antara keduanya, yang mana ayura juga hanya terlihat acuh... dan diam saja, sedangkan bili hanya melirik sekilas ke arah ayura, cukup lama mereka diam.


"Yur.... aku hanya ingin bilang pada mu... sebaiknya apa yang kusaran kan kemaren untuk kamu pergi sementara waktu dari kota ini sebelum terjadi sesuatu pada kalian... " bili mulai angkat bicara untuk memecahkan keheningan.


"Kamu jangan keras kepala, kalo tidak hanya ada satu solusi... kamu harus menikah dengan seseorang agar membuat tuan muda menyerah akan diri mu dan tuan besar juga tak akan mempersulit kamu lagi yur hanya itu solusi kamu " gagas bili yang tahu akan pergerakan keluarga wiranto sekarang yang badan mengawasi keluarga ayura yang sewaktu-waktu bisa saja berbuat yang tidak-tidak padanya.


Di saat sedang mendengarkan bili berbicara itu tiba-tiba ponsel ayura berdering menandakan ada panggilan masuk pada ponselnya, saat ayura melihat itu panggilan dari guru sekolah si kembar.


"π™°πšœπšŠπš•πšŠπš–πšžπšŠπš•πšŠπš’πš”πšžπš–... " πšπšŽπš›πšπšŽπš—πšπšŠπš› πšœπšžπšŠπš›πšŠ πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš—.


"𝚈𝚊 πš πšŠπšŠπš•πšŠπš’πš”πšžπš–πšœπšŠπš•πšŠπš– πšœπšŠπš•πšŠπš– 𝚊𝚍𝚊 πšŠπš™πšŠ 𝚒𝚊 πšžπšœπšπšŠπšπš£πšŠπš‘....??? " πš“πšŠπš πšŠπš‹ πšŠπš’πšžπš›πšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš•πšŽπš–πš‹πšžπš.


"π™±πšŽπšπš’πš—πš’ πš‹πšžπš—πšπšŠ.... πšŠπš™πšŠ πšŠπš—πšŠπš”-πšŠπš—πšŠπš” πšœπšžπšπšŠπš‘ πšœπšŠπš–πš™πšŠπš’ πšπš’ πš›πšžπš–πšŠπš‘... πšœπš˜πšŠπš•πš—πš’πšŠ πšπšŠπšπš’ 𝚊𝚍𝚊 πšœπšŽπš˜πš›πšŠπš—πš πš™πš›πš’πšŠ πš’πšŠπš—πš πš–πšŽπš—πš“πšŽπš–πš™πšžπš πšŠπš—πšŠπš”-πšŠπš—πšŠπš”, πš’πš’πšŠ πš‹πš’πš•πšŠπš—πš πšœπš˜πš™πš’πš› πš‹πšžπš—πšπšŠ πš’πšŠπš—πš πšπš’πšœπšžπš›πšžπš‘ πšžπš—πšπšžπš” πš–πšŽπš—πš“πšŽπš–πš™πšžπš πšœπš’ πš”πšŽπš–πš‹πšŠπš› πšŠπš™πšŠ πš‹πšŽπš—πšŠπš›, 𝚜𝚊𝚒𝚊 πš‘πšŠπš—πš’πšŠ πš’πš—πšπš’πš— πš–πšŽπš–πšŠπšœπšπš’πš”πšŠπš— πšœπšŠπš“πšŠ πš‹πšžπš—πšπšŠ" πšžπš“πšŠπš› πšžπšœπšπšŠπš£πšŠπš‘ πš’πšŠπš—πš πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πš‹πšŽπš›πš”πšŠπšπšŠ πš™πšŠπšπšŠ πšŠπš’πšžπš›πšŠ.


"π™·πšŠπš‘... πšœπšŽπš˜πš›πšŠπš—πš πš™πš›πš’πšŠ πšžπšœπšπšŠπšπš£πšŠπš‘.. 𝚜𝚊𝚒𝚊 πš–πšŽπš–πšŽπš—πš πš–πšŽπš—πš’πšžπš›πšžπš‘ πšπšŽπš–πšŠπš— 𝚜𝚊𝚒𝚊 πšžπš—πšπšžπš” πš–πšŽπš—πš“πšŽπš–πš™πšžπš πšœπš’ πš”πšŽπš–πš‹πšŽπš› πšπšŠπš™πš’ πšπš’πšŠπš— πšπšŽπš–πšŠπš— πš™πšŽπš›πšŽπš–πš™πšžπšŠπš— πš”πš˜πš” πšžπšœπšπšŠπšπš£πšŠπš‘, πšπšŽπš›πšžπšœ πš‹πšŠπšπšŠπš’πš–πšŠπš—πšŠ πš™πšŽπš›πšŠπš πšŠπš”πšŠπš— πš˜πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš›πšœπšŽπš‹πšžπš...?? "πšŠπš’πšžπš›πšŠ πš–πšžπš•πšŠπš’ πš™πšŠπš—πš’πš” πš–πšŽπš—πšπšŽπš—πšπšŠπš› πš’πšπšž πš”πšŠπš›πšŽπš—πšŠ πšœπšŽπš’πš—πšπšŠπš πšπš’πšŠ , πšπš’πšŠ πš–πšŽπš—πš’πšžπš›πšžπš‘ π™Όπš’πšŠ πš’πšŠπš—πš πš–πšŽπš—πš“πšŽπš–πš™πšžπš πšŠπš—πšŠπš”-πšŠπš—πšŠπš” πšπšŠπš— πšπšŠπš” 𝚊𝚍𝚊 πš–πšŽπš—πš’πšžπš›πšžπš‘ πš˜πš›πšŠπš—πš πš•πšŠπš’πš— πš•πšŠπšπš’.


" π™³πš’πšŠ πš‹πšŽπš›πš™πšŠπš”πšŠπš’πšŠπš— πš›πšŠπš™πš’ πš—πš˜πš—πšŠ πšœπšŽπš”πš’πšπšŠπš› πš‹πšŽπš›πš’πš–πšžπš›πšŠπš— 29𝚊𝚝𝚊𝚞 30 πšπšŠπš‘πšžπš— πš•πšŠπš‘ πš‹πšžπš—πšπšŠ "πšžπš“πšŠπš› πšžπšœπšπšŠπšπš£πšŠπš‘ πš•πšŠπšπš’.


Ayura langsung mematikan sambungan telpon dan langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menuju ke meja kerja mengambil tas dan kunci mobil di raut wajahnya ayura tampak panik, dia pergi dengan buru-buru bili yang melihat itu pun dengan cepat mengejar ayura, karena iya juga takut terjadi apa-apa pada ayura dan anak-anak, dia juga harus segara mencari tahu apa yang membuat ayura terlihat panik saat setelah menerima panggilan telpon.


Semua karyawan yang berpapasan dengan kedua orang tersebut di buat terheran-heran, karena keduanya tampak terburu-buru sekali apa lagi wajah atasan mereka yang tampak khawatir sekali.


Ayuta menyetir mobil sembari terus mencoba menghubungi anak-anak namun tak ada satupun yang terhubung, ayura juga sempat bingung kenapa mereka mau ikut dengan orang asing, tak seperti biasa nya apa lagi aji yang tak akan mudah untuk di bujuk dan di ajak bicara oleh orang asing.


Bili yang mengikuti ayura dari belakang mencoba mengimbangi kecepatan mobil ayura yang melaju kencang padahal kalau itu jalanan tampak cukup ramai.


"Aaagggghhh...... siapa yang berani menyentuh anak-anak gue.... dasar... anjing....!!!!! liat aja kalian mampus semua di tangan gue.....!!!!!! " umpat ayura dengan kesalnya sembari sesekali iya memukul setir .


Bikin yang sedari tadi mengikuti ayura namun iya tiba-tiba berbelok arah, karena iya mendapat panggilan dari atasan naya untuk segera kembali ke kantor.


"Ini pasti ulah, kelakuan keluarga gila itu..... aagghh.... " rutunya lagi sambil melewati lampu merah yang harus nya iya berhenti.


Hingga iya di kejar oleh aparat kepolisian yang kala itu sedang berjaga lalulintas di sekitaran situ yang melihat ayura mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata dan melanggar rambu lalu lintas.


"Aaa.ssssiiiihhh.... kenapa harus di kejar polisi lagi ..?? " Dengan kesal mau tak mau ayura pun menepikan mobil nya di pinggir jalan.


Ayura keluar dari mobil dan di sana polisi menghampiri ayura.


"Selamat siang bu....???? " sapa polisi itu dengan ramah.


"Iya siang Pak" jawab ayura.


"Apa ibu tau apa kesalahan ibu...??? " tanya polisi itu .


"Ya saya tau pak... tapi saya melakukan itu karena saya sedang buru-buru pak.. saya mendapat kabar dari sekolah anak saya jika anak saya di bawa oleh orang yang tidak di kenal pak jadi saya harus buru-buru untuk mencari anak saya " jelas ayura dengan kesalahan nya dan alasannya iya melakukan itu.


"Iya bu mau bagai mana pun, perbuatan ibu itu membahayakan para pengendara dan keselamatan orang banyak, karena jalanan ini milik umum bu, bukan milik anda pribadi, jadi saya dengan tegas memberikan anda sansi tilang ya bu.... dan ibu dapat mengambil kendaraan ibu di Kapolres "polisi tersebut menjelaskan dan sembari menulis surat tilang untuk ayura.


" Saya tebus di sini saja pak soalnya saya sedang buru-buru saya gak bisa lama-lama, saya harus segera mencari anak saya "ucap ayura merogok dompetnya dari tas yang iya bawa.

__ADS_1


" Pak.... ambil ini dan terima kasih saya permisi "ujar ayura dengan buru-buru iya memberikan sebuah kartu nama dan KTP nya sebagai jaminan dan kini iya naik mobil nya kembali dan langsung melaju meninggalkan tempat tersebut.


Kini ayura sudah sampai di sekolah si kembar di Sana jiga ada Mia yang memeng tadi di suruh ayura untuk menunggu di sana , sampai iya tiba.


"Bagai mana.... apa ada perkembangan ??? " taya ayura pada mereka.


"Belum yur.... kamu jangan panik dulu ya tenaga duku ok... pasti kita akan menemukan mereka kok" ujar Mia mencoba menenangkan ayura.


"Iya bunda tenang ya kita cek dulu CCTV ya.. kita lihat siapa orang yang menjemput adek kembar bunda " ujar wilona yang ada di sana mencoba menenangkan ayura juga.


"Ibu bunda rekamannya coba bunda lihat apa kenal dengan orang tersebut... " ucap security sekolah tersebut memberikan rekaman CCTV.


Saat ayura melihat dengan seksama dia masih belum bisa melihat jelas muka orang tersebut cuman hanya sedang berbicara dengan, para guru dan si kembar, namun sepertinya ayura mengenali perawakan pria tersebut.


"🀨🀨🀨... Ok... ayok Mia aku tau siapa orang nya " ujar ayura mengajak mia untuk ke tempat orang yang membawa si kembar.


Setalah ayura dengan teliti melihat dan mengingat barulah iya sadar jika orang tersebut iya mengenal nya semoga saja iya tak salah tebak, pikirnya kini Mia menaiki mobil nya begitu juga dengan ayura wilona ikut mobil ayura..


"Bunda apa tak perlu melapor ke polisi... biar dibantu untuk nyari adek...??? " tanya wilona yang duduk di kursi sebelah pengemudi.


"Tidak usah sayang bunda tau kok orang nya, bunda sendiri juga insyaallah bisa menangani ini sendiri.. " jawab ayura dengan mencoba menenangkan dirinya sendiri, yang kini sudah benarnya sudah sangat jengkel dan emosi .


Wilona hanya tersenyum mendengar Jawaban dari ayura, wilona juga merasakan yakin jika ayura pasti bisa, sedangkan Mia yang merasa khawatir iya pun menelpon dito... yang Iya tau kalo dito orang yang dekat dengan ayura selama iya di bandung ini.


"π™·πšŠπš•πš˜... 𝚝𝚞𝚊 πšŠπš™πšŠ πšŠπš—πšπšŠ πš‹πš’πšœπšŠ πš–πšŽπš–πš‹πšŠπš—πšπšž 𝚜𝚊𝚒𝚊..?? " πšžπš“πšŠπš› π™Όπš’πšŠ 𝚜𝚊𝚊𝚝 πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πš—πš’πšŠ πšœπšžπšπšŠπš‘ πšπš’ πš“πšŠπš πšŠπš‹.


"π™Έπš’πšŠ 𝚊𝚍𝚊 πš™πšŠπšŠ πš—πš˜πš—πšŠ..?? " πšπšŠπš—πš’πšŠ πš˜πš›πšŠπš—πš πš’πšŠπš—πš 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš—.


"π™Ίπš’πš›πš’πš– πš”πšŠπš— πšŠπš•πšŠπš–πšŠπš πš—πš’πšŠ " πšžπš“πšŠπš› πš˜πš›πšŠπš—πš πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπš›πš•πš™πš˜πš—, πšπšŠπš— πš•πšŠπš—πšπšœπšžπš—πš πš–πšŽπš–πšŽπšπš’πš” πšœπšŠπš–πš‹πšžπš—πšπšŠπš— πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πšπšŽπš›πšœπš‹πšžπš.


Tak berapa lama terlihat ayura berhenti di halaman perusahaan yang cukup luas, iya turun dengan muka kesal, dan terlihat iya juga mengepal kan tangan nya.


Sedangkan wilona di suruh oleh nya untuk menunggu di mobil saja. Ayura masuk dan langsung ke meja resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu nona??? " tanya resepsionis itu pada ayura.


"Saya ingin bertemu dengan pemimpin kalian...?! " jawab nya dengan ketus.


"Apa anda sudah membuat janji?? " tanya resepsionis itu lagi.


"Tidak.. tapi cepat lah aku ingin bertemu dengan atasan kalian...! " ucap ayura lagi dengan tak sabar.


"Tapi maaf nona jika tak ada janji tidak bisa bertemu dengan atasan. " ujar nya sepertinya tak suka dengan ayura.


"Kata kan padanya , ada yang ingin bertemu bernama ayura kalo tak salah ingat sepertinya besok saya ada janji temu bilang saya meme percepat nya " desak ayura.


Resepsionis itu menelpon ke bagian sekertaris tang berada di dekat ruangan Presdir, perusahaan tersebut untuk mengonfirmasi, apa yang di katakan ayura padanya.


Dan sudah mendapat kan perintah dari sang atasan untuk ayura menunggu sekitar sepuluh menit untuk mempersiapkan semua yang di perlukan di pertemuan ayura yang tampak tak sabar itu dia hanya menatap geram, dan tiba Mia menghampiri ayura dengan membawa beberapa dokumen yang di minta oleh nya tadi untuk,alasan bertemu dengan pemimpin mereka, Yang mana Mia masuk tak sendiri melainkan kan dengan Dito yang tadi di beritahu oleh Mia.


"🀨🀨🀨 Kau sedang apa di sini???? " tanya ayura pada dito yang berdiri tak jauh.

__ADS_1


"Akun tadi di telpon oleh Mia untuk kesini " ujar dito.


"Untuk apa kau memanggilnya ke sini...??? " tanya ayura dengan muka kesal bertanya pada Mia .


"Aku khawatir dengan mu yur... aku takut akan ada apa-apa dengan mu jadi aku menyuruh tuan dito untuk kemari, siapa tau ada yang perlu dia bantu " Jawa Mia menjelaskan dengan maksudnya memanggil dito.


"Nona... tuan selamat siang... nona Anda sudah di tunggu oleh Ceo kami di ruangan rapat yang berada di lantai dua silahkan " ucap sekertaris yang menghampiri mereka dan menyapa dengan sopan , memberitahukan ayura juga jika rapat dadakan itu sudah bisa di mulai.


"Hem.... " Jawa ayura singkat dan berjalan mengikuti sekertaris itu.


"Lah... terus apa hubungan nya dengan aku di sini, lah terus apa hubungan nya juga Yuda... loe aneh nona..?!! " rutuk dito pada Mia.


"Tuan.... maaf tapi saya punya firasat buruk, ini bukan ingin rapat masalah pekerjaan, karena tadi ayura kemari setelah melihat video di sekolahan dia langsung bergegas ke sini, jadi saya benar-benar minta bantuan anda, tolong ikuti nona ayura, aku akan ke mobil untuk melihat lona di sana "ujar Mia menyarankan dito untuk ikut dengan ayura sedangkan dia kembali ke mobil.


Setelah Mia menjelaskan semuanya dito yang masih gak mengerti, ya mau rak mau mengikuti apa yang dikatakan Mia dia mengikuti ayura ke dalam ruang rapat, dan di sana sudah terlihat Yuda yang sudah menunggu.


Ayura masuk dengan aura kekesalan nya yang melekat, namun iya mencoba sabar dan tenang dulu.


" Siang... maaf saya meminta bertemu secara dadakan.. "ujar ayura menyapa dan meminta maaf.


" Ya tak masalah nona silahkan duduk. "ujar Yuda juga dengan lembut menyuruh ayura untuk duduk di kursi nya.


" Eh... loe dit... ada apa nih... maaf gue ada rapat dulu jadi loe tunggu di ruangan gue aja dulu kalo ada yang mau di bahas "ujar yuda yang melihat dito ikut masuk.


" Aku di sini saja lagian, pembahasan kalian juga masih ada hubungannya dengan Perusahaan gue, dan gue juga harus ikut dalam rapat ini bukan..? "jawab dito yang mana memang benar jika ingin membahas bisnis ini maka dito juga harus ada di rapat itu.


" Ok... saya akan mulai rapat nya, dengan apa yang ada di rencana perusahaan kami "ujar atur yang membuka rapat tersebut.


Di ruangan itu terlaksana rapat yang harus mereka bahas, namun dengan suasana dan keadaan di dalam ruangan itu seperti sedang ada perang Dingin, yang membuat dito sedari awal selalu bertanya dalam hati dan terus bergumam, atas apa yang sebenarnya terjadi, dan ada masalah apa di antara keduanya.


Hingga rapat itu selesai, ayura yang sudah tak bisa menahan diri lagi, iya bener diri sembari menggebrak meja.


'Braaakkkkk....... '


Membuat semua orang di ruangan itu terkejut atas apa buang dilakukan ayura.


"Apa yang anda lakukan nona...!???! " tanya mereka.


"Bajingan...... sudah tak usah sok tak tau atas tujuan utama ku datang kemari...... sebaik nya kau serah kan mereka ... kalo tida akan ku laporkan, kelakuan mu ini ke pihak berwajib...!!! " Ucap ayura dengan amarnya yang menggebu-gebu.


"Apa yang anda maksud nona saya sama sekali tidak mengerti???? " tanya Yuda yang sok tak tahu itu.


"Tak usah sok tak tau... aku tau kau yang telah membawa kedua anak ku....?!!!!, sebaik nya segar kau kembalikan mereka pada ku atau kau akan tau akibat nya.....!! " bentak ayura.


"Maaf nona anda jangan asal bicara saya tak tau anak siapa yang anda bicarakan dan anak apa dan kapan saya membawa abang anda, anda jangan asal memfitnah saya juga bisa melaporkan anda atas pencemaran nama baik.......!!! " jawab Yuda dengan suara kesal.


"Yuda Yudistira jangan kira akunya tau.... video ini bukti kuat kau yang menculik anak ku....!!!! " ayura melemparkan ponsel yang mana di sana menunjukan jika pria yang berjas sedang menghampiri anak-anak di taman kanak-kanak.


"Heh... ini kata mu bukti... jika aku menculik anak mu... wajah pun tak tampak, sudah jelas anda memfitnah saya....!!! " Yuda melempar kembali ponsel ayura itu.


Sedangkan dito yang tak mengerti dan tak tahu apa-apa hanya diam meski mencoba melerai juga tak ada gunanya, karena dito tau bagaimana jika sifat wanita yang sudah sangat emosi seperti ayura, bukanya tenang tapi akan tambah menjadi dan dia juga yang akan terkena dampak nya, jadi dia lebih baik melihat dan memahami terlebih dahulu permasalahan nya, baru setelah itu iya akan mencoba melerai kedua nya.

__ADS_1


__ADS_2