
Ayura sudah sampai di rumah angga ayura mendengus dan menarik nafas dengan kasar, dia pun berjalan dengan cepat untuk masuk dan menjemput kedua anak nya,saat sudah sampai di depan rumah.. iya merasa gemeredek badannya merasa mejadi merasa ragu, takut nya angga juga ada di rumah.
"Nona ada ingin menemui siapa..?? " tanya satpam di sana yang melihat ayura yang berdiri di depan pintu.
"Em... saya mau menjemput anak-anak.. pak... " jawab nya santai.
"Tapi maaf nona... tuan sudah mengatakan jika nona datang jangan di perbolehkan masuk nona maaf " ujar satpam itu.
"Cih.... saya cuman mau jemput anak-anak saya pak... saya tak akan mencuri apa pun..? " ucap kesal ayura.
"Tapi maaf nona kami tak bisa mengizinkan anda masuk maaf " ujar satpam itu sang masih bersikap ramah dengan ayura.
Ayura yang terus kekeh ingin masuk untuk menjemput anak-anak dan terus di halangi oleh satpam, hingga tak lama, sang empunya rumah akhirnya sampai ke rumah yang di sana juga ad dito dan juga bili tentunya,Angga merasa heran melihat ada wanita yang cukup familiar baginya yang sedang berdebat dengan penjaga ke amanan rumah nya itu, yang membuat nya iya bergegas turun dari mobil untuk menghampiri, apa kah benar seperti dugaan nya wanita itu seperti yang ada dalam pikirannya.
"Ada apa ini...?!! " tanya angga yang membuyarkan keributan ayura dan satpam itu.
"Eh... tuan.. ini tuan nona ini ingin masuk.. katanya beliau ingin menjemput anak-anak..?, " ujar satpam itu.
Sedangkan ayura hanya menatap sinis dan tak suka dengan angga, sedangkan angga menatap ayura dengan tatapan dingin, sepertinya tatapan ke dua nya saling tak bersahabat.
"Kau ada apa kemari yur...??, " tanya angga.
"Kembali kan anak-anak saya tuan.....? " ucap ayura dengan tak kalah dingin nya.
"ππHeh... anak-anak anda.. bukan nya anda telah menelantarkan nya dengan menitip kan nya pada orang lain..., di mana tanggung jawab mu ayura...??!, sebaik nya anak-anak dengan ku..! "
"Aku akan merawat nya dengan benar dan tak akan menelantarkan nya di tempat orang lain, sedangkan jika ikut dengan mu pasti lah mereka akan kau perlakukan demikian lagi.. "
"Aku sebagai ayah nya akan mengambil hak asuh anak-anak, maka kau boleh pergi... "
"Tidak dia anak-anak ku...!!!! kau tak berhak... atas nya cepat kembalikan mereka...!!! " tegas ayura yang tak mau kalah.
"Aku ini ayah nya.... ayah kandung... aku juga berhak atas anak-anak jadi kau tak bisa melarang ku, "
"Tuan Angga wiranto.... saya menutup kan anak-anak dengan keluarga QI yosi itu ada alasannya, karena aku tak mungkin menitip kan anak-anak dengan mu ayah kandung nya "
"Kenapa...??? dan selama ini juga kenapa kau melarang ku untuk bertemu dengan mereka..??! kenapa yur... aku berhak untuk bertemu dengan mereka...!! "
"Ya mereka memang berhak untuk bertemu dengan mu... tapi apa sekarang buktinya jika anak-anak dekat dengan mu, mereka hanya akan menjadi barang barter kalian bukan...!? " tegas nya.
Sedangkan yang lain hanya melihat kedua orang tersebut adu mulut, bili dan dito yang ingin melerai tapi mereka juga tak berani, untuk ikut campur karena ini masalah pribadi mereka, jadi mereka hanya bisa memastikan tak ada terjadi apa-apa di antara kedua nya saja.
Sedang kan ayura yang terus ngotot ingin membawa anak-anak pergi, karena iya juga masih mengingat ancaman seseorang jika anak-anak, atau dirinya membiarkan anak-anak atau diri nya menemui angga, maka mau tak mau mereka akan, di usir paksa dari kota tersebut untuk di buang ke kota yang jauh.
Karena ayura masih memikirkan, karier nya di negara dan di kota itu, apa lagi dia juga tak akan mungkin untuk meninggalkan kota tersebut, jadi lah iya mengikuti persyaratan yang beliau ajukan.
__ADS_1
"Itu karena... tak ada perlindungan dan pengawasan mu sendiri... tak ada hubungan nya jika mereka dekat dengan ku atau bukan nya ..??, kau tak usah mencari alasan " tekan angga lagi, yang merasa alasan ayura tak masuk akal.
"Sebaik nya kau kembalikan saja anak-anak, jika kau masih ingin melihat mereka hidup dengan damai... tuan, saya tak akan membuat anak-anak membenci mu, karena aku juga masih sadar... kau sebagai ayah biologis nya, itu nyata dan mutlak, tak akan bisa di gantikan, apa lagi untuk masa depan Galuh, tapi untuk sekarang saya harap anda dengan suka rela berikan mereka pada ku tuan "ucap ayura panjang.
" Tidak... aku tak mau anak-anak ku... hidup tak jelas di jalanan... lebih baik dia hidup dengan ku , semua yang mereka butuhkan dan amau akan terpenuhi... "bantah angga lagi.
Dari keduanya masih saja tak ada yang mau mengalah, hingga mereka tak sadar jika anak-anak susah ada di balik pintu dan mendengar pertengkaran keduanya sedangkan , bili dan dito yang tak enak dia mergi ke pos satpam.
" Ji... ayah dan bunda kenapa bertengkar...?? "tanya gadis itu pada kembarannya.
" Ya mana aku tau....! "jawab nya singkat.
"Ji... apa yang di maksud bunda kamu ngerti gak...??? kok aku gak ngerti sama sekali apa yang di maksud oleh bunda..?? " celetuk gadis kecil itu lagi.
"Ya aku juga mana ngerti kali..... ππ, udah lah awas aku mau keluar mau ketemu bunda... " ucap nya sembari mendorong tubuh Galuh yang menghalangi kenop pintu.
"Eh... eh.. eh... sabar kali gak usah gitu juga ji " celetuk nya sembari bergeser.
'Cekkleekkk..... '
Pintu terbuka dari dalam dan tampak lah kedua orang dewasa yang masih saja, berselisih di hadapan kedua bocah itu,dan tak menyadari jika mereka berdua telah di sana.
"Pokok nya sekarang juga aku akan membawa anak-anak..... titik....! " ucap ayura yang masih kukuh akan keinginan nya.
"Jika kalian terus begini... kami tak akan ikut dengan kalian.. kami akan hidup dengan jalan dan cara kami sendiri....!! " celetuk bocah dingin itu yang mengejutkan kedua orang dewasa itu, dan sontak menoleh ke asal suara.
"Sayang... ayok kita pulang ya...?? ikut sana bunda..? " pangut nya pinta ayura kepada kedua anak nya itu.
"Tidak....!!! mereka akan tetap di sini dan tak akan pergi kemana pun" cekal angga
"Aji dan galuh tak akan ada yang ikut dengan kalian ...., ayok Galuh kita pergi " ucap nya sembari menarik tangan Galuh.
Galuh hanya menatap sendu dan dalam tatapan nya menatap ayura, di sana sangat tampak ada rasa kecewa pada sang bunda, namun ayura tak mengerti, rasa kecewa macam apa yang ada pada Putri nya itu.
"Eh... ji.. kita mau kemana..?? " bisik Galuh pelan pada sangat adik.
"Gak tau... ππππ" jawab nya sambil menampakkan deretan gigi putih nya.
"Idih kok jadi horor sih ji... kita ini kan masih kecil... kita mau pergi ke mana...??, aku juga masih ingin tinggal dengan ayah dan bunda, " ucap Galuh menimbang-nimbang akan pergi kemana anak seusia mereka ini.
Kedua anak itu berjalan ke arah gerbang hendak keluar.
"Kalian mau kemana nak..?? " tanya bili yang melihat keduanya akan pergi.
"Kami akan pergi paman " jawab aji singkat.
__ADS_1
"Sayang.. sini deh paman mau bicara sama kalian berdua " ujar bili sembari berjongkok untuk menyetarakan tinggi nya dengan anak-anak.
Dito dan satpam hanya melihat kedekatan bili dan kedua anak ayura dan angga itu, mereka hanya memerhatikan nya dan tak ada niat untuk tau apa yang akan bili lakukan, karena dito juga tau dia tak sedekat bili dengan anak-anak ayura.
"Sayang... kenapa kalian mau pergi...?? bukan kah kalian dari kemaren menanyakan tentang ayah,...?? kenapa kalian tak menikmati waktu kalian dengan ayah kalian, apa lagi sekarang kan ada bunda juga di sini sayang....?? " tanya bili dengan lembut.
"Iya paman kami mau.... tapi kami tak mau melihat ayah dan bunda terus bertengkar... mungkin dengan cara kita yang mau kabur ini, mereka bisa berdamai dan kita akan bahagia bersama " tutur aji dengan pikirannya yang cukup sederhana yang ingin menyatukan ayah dan bunda nya.
Mereka tak mengerti jika kedua orang tuannya tak mungkin untuk bersama, karena sangat ayah juga sudah beristri, ya meski bisa dengan menempuh jalan poligami, tapi apa kah dari pihak istri sah mau di madu, dan apa kah dari pihak ayura juga mau jadi madu, aku rasa tak akan mau,Bili hanya membalas penuturan anak itu dengan senyuman dan mengusap lembut kepala anak itu.
"Bagus sayang... pemikiran kamu memang lebih dewasa dari pemikiran mereka, tapi kalian mau tau tidak...?? " ujar bili bertanya lagi dengan lembut nya.
"Apa paman...?? " jawab keduanya serempak dengan rasa penasaran yang cukup besar.
"Begini sayang.... kalian tau kan ayah angga itu sudah menikah... dan istri nya adalah tante yang kemaren ajak lain pergi, jadi kalian harus mengerti ya... kalian tidak mau kan kalo bunda di juluki orang ketiga atau perusak rumah tangga orang, hanya karena bunda selalu menempel dengan ayah "
"Bunda... tidak melarang kalian bertemu dengan ayah kalian.. tapi bunda.. itu ingin memberi jarak saja, kalian tak mau kan kalo bunda nanti ada yang jahatin...?? " tutur bili memberi pengertian dengan pemahaman nya pada anak-anak.
"Tidak... mau..!!! memang siapa yang mau jahat sama bunda paman...??! " tanya Galuh.
"Ada sayang... orang yang tidak suka dengan bunda itu banyak, apa lagi kan bunda itu kan cantik sayang " ungkap bili sembari mengusap puncak kepala anak itu, dengan penjelasan yang seperti nya tak ada sangkutannya dengan cantik deh.
"Oh... gitu ya paman.. ok deh aku paham sekarang paman " ujar Galuh.
Ayura menghampiri anak-anak, sembari tersenyum manis iya tak ingin menunjukan amarah nya di hadapan anak-anak.
"Sayang ayok... kita pulang nak..?? " ajak nya dengan nada lembut.
"Baik lah bunda... sebentar ya aku mau pamitan dulu dengan ayah..? " ajunya sembari menghampiri angga.
Angga yang masih diam setelah mendengar ucapan ayura yang entah apa yang dia ucapakan tadi, tapi itu mampu membuat angga terdiam, dan tak lagi kekeh dengan keinginannya untuk mengambil anak-anak dari ayura.
"Ayah... " Sapa gadis kecil itu menyadarkan angga dari diam nya.
"Iya kenapa sayang...?? " balas angga sembari berjongkok.
"Ayah... aku pamit pulang sama bunda ya..?? nanti kalo hari minggu baru Galuh datang main sama ayah lagi ya..?? " ucap gadis itu.
"Iya sayang... kapan pun kalian mau main pintu rumah ayah selalu terbuka buat kalian " angga merasa berat untuk melepaskan anak-anak karena susah sangat lama iya tak bertemu dan baru tadi malam iya bertemu lagi.
Namun kini mereka harus pergi lagi, untuk bersama sangat bunda, dan entah kapan lagi iya akan bisa bertemu, apa kah nanti ayura akan memperoleh kan nya untuk bertemu atau tidak...?, entah lah sekarang pikiran angga sedang kalut.
"Ok.. asalamualaikum " gadis itu mengucapkan salam dan mengecup pipi sang ayah lalu berjalan menuju ke arah sang bunda.
Angga hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan anak nya itu, kini mobil ayira sudah pergi menjauh dari pandangan angga.
__ADS_1