
Ayura susah sampai di rumah dia mencoba berjalan dengan berpegangan dengan barang dan tembok , karena iya juga ingin melatih kakinya agar bisa berjalan normal kembali , hingga tak perlu merepotkan orang di sekitar nya.
"Eh... yur kamu udah pulang ya...? gak jadi ke pertemuan... ?? " tanya ayu yang baru masuk dan melihat ayura sedang berjalan menuju kamar nya.
"Emh.. " jawab nya dengan singkat.
"Bunda... udah pulang ya... ?? berati kita nanti makan bersama dong...? " seru gadis kecil itu menghampiri ayura.
"Iya saya... ya sudah sana kalian bersih-bersih bunda juga akan bersih-bersih, nanti baru kita makan " balas nya sembari tersenyum dan mengusap lembut putri kecilnya itu.
Gadis kecil itu hanya mengangguk dan pergi sedikit berlari untuk menuju ke kamarnya.
"Sini aku bantu yur...? " saran ayu.
"Gak usah yu... nanti kalo aku di bantu terus kapan bisa jalan normal nya " tolak nya sembari terus berjalan perlahan.
"Oh.. ya udah hati-hati ya yur...aku ke dapur dulu buat masak untuk makan malam " ayu tak memaksa dan dia pun pergi ke dapur.
"emh."
'Ting.... tong.... ting.... tong... '
Terdengar beberapa kali bunyi bel pintu berbunyi menandakan ada tamu yang di minta untuk di bukakan pintu, Ayu berbalik kembali dan berjalan untuk membuka pintu melihat siapa tamu nya tersebut.
"Asalamualaikum"salam pria yang di depan pintu.
" Eh... waalaikumsalam.. kamu Bil... masuk dulu "ucap ayu sambil menyuruh nya masuk.
"Iya makasih yu, ayura nya ada..? " tanya bili sambil berjalan masuk.
"Ada duduk aja dulu..nanti aku panggil dia " perintah nya sembari berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.
"Iya makasih yu " Bili duduk dan melihat tak jauh dari nya kursi roda milik ayura.
"Apa ayura udah bisa jalan ya... ? gak harus bantuan kursi roda lagi. " ucap bili saat melihat kursi tersebut ada di ruang tengah.
Bili hanya menerka-nerka sendiri, tak lama ayu pun datang dengan membawa nampan berisikan minum dan ada cemilan juga.
"Nih minum dulu bentar ya aku panggil ayura nya dulu " ayu menarok nampan tersebut di atas meja dan iya berjalan menuju kamara ayura.
Bili hanya membalas dengan tersenyum, sembari melihat ayu berjalan menuju ke kamar ayura.
Ayu masuk ke kamar dan melihat ayura yang sedang ter duduk di tepi ranjang.
"Siapa... yu.. yang bertamu...??! " tanya ayura saat melihat ayu masuk.
"Ah... itu Bili yang datang, oh iya yur.. bili nyari kamu dia nunggu di depan " ucap ayu
"Mau apa dia cari gue...??! " tanya ayura.
"Ya mana aku tau, udah yok aku bantu kamu untuk ke depan kamu tanya aja langsung mau apa dia nyari loe " pungkas nya untuk membantu ayura.
"Bilang aja aku tidur... " jawab nya malas.
"Tapi yur.. "baru saja ayu ingin menjawab ucapan ayu, udah di potong ayura.
__ADS_1
"Udah ... pergilah aku ingin istirahat, kalo mau ada yang dia sampai kan, bilang aja sama kamu, nanti loe bilang ama gue " seloroh nya dan langsung membaringkan badannya.
"Emh... iya lah yur.. terserah kamu aja lah... " Pergi meninggalkan ayura yang sudah berbaring membelakangi ayu.
Ayu berjalan dan melihat bili yang masih terduduk, di sofa ruang tengah.
"Hah..... bil kalo kamu mau bicara dengan ayura kamu masuk saja... dia lelah katanya, jadi malas ke sini " ucap ayu.
"Emh.. iya yu.. makasih ya " jawab bili, dan melihat ayu yang pergi kembali ke arah belakang.
Bili berduri dari duduk nya dan berjalan menuju ke kamar syura, yang mana emang pintu kamar nya tak tertutup.
'Tok... tok... tok.. '
Bili mengetuk pintu dulu sebelum masuk, karena iya tau kalo itu kamar orang bukan lah kamar nya yang bisa iya masuk sesuka hati.
Ayura yang tadi nya berbaring, mendengar pintu kamar nya di ketuk seseorang dia pun langsung, bangkit dan terduduk,sembari membalikan badan melihat siapa si pelaku.
"Ck..... mau apa orang ini, ayu juga kenapa tak menyuruh nya pulang " gumam nya saat melihat orang yang mengetuk pintu nya.
"Asalamualaikum.. yur maaf ya aku ganggu "salam nya dan berjalan menghampiri ayura.
" Waalaikumsalam "
"Mau... bicara apa... cepat lah aku lelah aku ingin istirahat " ucap nya ketus dengan menatap dingin ke arah bili.
"Emh. iya gini yur.. kamu bisa gak tolong datang ke rumah tuan muda angga? " ucap bili perlahan karena iya melihat raut wajah ayura yang sepertinya, sedang emosi itu.
"Tidak... bukan nya dia punya istri untuk apa aku ke sana , untuk menjadi pelakor... no " ketus ayura dengan menahan emosi.
"Tidak ada urusan nya dengan ku... kau urus saja sendiri tuan muda mu itu.... " pinta nya sembari menunjukkan pintu.
"Hah... baik lah aku juga gak bisa memaksa kamu yur ya udah maaf , aku udah ganggu kamu " Bili pergi dengan tangan kosong dan tersenyum sebelum keluar kamar ayura.
Bili juga gak bisa maksa kehendak nya karena, itu hak ayura juga buat nolak, toh memang tak ada hubungan nya ayura dengan, tuan mudanya, apa lagi sekarang kan tuan muda nya sudah berkeluarga. Pasti lah ayura tak mau jadi perusak rumah tangga orang.
"ck... mereporkan saja " gerutu nya kesal.
Sedangkan kini di kantor polisi, evan yang mau tak mau harus mendekam di penjara sampai ada yang mau menjamin dia, baru lah iya akan bisa di bebaskan, iya juga tak mau berharap pada kakak nya lagi yang sudah tak mungkin mau menolong nya itu.
"Nak... apa kamu tak punya keluarga lain untuk, membantu menjamin mu keluar...? " tanya salah satu aparat kepolisian yang kala itu sedang berjaga, yang kasihan melihat evan yang badan banyak luka harus merasakan dingin nya dinding penjara malam itu.
"Saya tidak mau merepotkan mereka pak.. udah gak apa.. aku juga yang salah kok " ucap mya pasrah, evan hanya bisa menahan air matanya.
"Nak...kamu jangan putus asa begitu, coba kamu hubungi yang lain untuk membantu... pasti ada kok ayang mau membantu ku " ucap polisi itu.
__ADS_1
"Tak usah pak.. " jawab evan lagi sembari memaksakan tersenyum.
"Hah... sudah lah nak... kalo begitu bapak ke depan lagi.... ya " ucap nya sembari hendak melangkah.
"Iya Pak " jawab evan sembari mengangguk dan tersenyum tipis.
Sedangkan kini di rumah Angga yang aman angga masih tertidur, karena iya masih mabuk dan masih belum sadarkan diri, sedangkan Gabriel yang baru saja pulang dan masuk ke dalam kamar dia langsung mencium bau alkohol yang cukup menyengat di indra penciuman nya.
"Ck... ck.. minum lagi.. hah... kapan sih loe bisa nerima gue... loe selalu menyia-nyiakan yang di depan mata dan mengejar yang di sebrang lautan " gerutunya kesal.
"Ini pasti karena perempuan J@l@ng itu lagi... " umpat nya kesal dan iya membanting tas nya sembarangan, dan iya pergi ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum iya tertidur.
Angga mulai tersadar dan dia mencoba bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi, sedangkan saat itu gabriel mandi pintu kamar mandi, yang tak iya kunci, angga masuk dengan masih mabuk nya, dia melihat pemandangan yang indah di depan matanya, yang membuat Angga tanpa ancang-ancang langsung menarik tubuh istri nya tersebut.
"Eh.... kamu mau apa...???! " ujar nya terkejut saat tiba-tiba badan nya di tarik dari arah belakang.
"Yur.... biar aku mencicipi tubuh mu... meski akuntansi bisa memiliki mu " ucap Angga dengan sura berat, yang bercampur nafsu.
"Lepes... gue bukan ayura.... Angga lepas.....!!! " Gabriela terus saja memberontak.
"Diam....!! " Angga membentak nya dan kini angga mengunci pergerakan Gabriel, agar tak memberontak lagi.
Hinga terjadilah malam itu, pelampiasan nafsu angga yang masih dalam keadaan mabuk, ya meski Gabriel ingin melakukan kewajiban nya itu dengan sang suami, tapi bukan dengan paksaan seperti sekarang, Apa lagi di setiap erangan Angga nama yang iya sebut bukan lah nama nya melainkan nama wanita lain yang membuat serasa hancur dunia nya, yang padahal dia juga sudah sering berhubungan badan dengan pria yang buka muhrim nya.
Malam itu Angga menggempur Gabriel hingga subuh hari, iya tumbang karena telah letih, entah lah kenapa jika cuman pengaruh alkohol mungkin gak bakal seperti itu, entah mungkin ada orang yang iseng sewaktu di bar memasukan obat kedalam gelas atau botol minuman milik angga.
Entah lah kita gak ada yang tau siapa yang berbuat seperti itu.
"Aggghhh... sial... dia menikmati tapi apa dia memanggil wanita J@l@ng itu di setiap permaian nya membuat aku tak menikmatinya. " Gerutu Gabriel sembari berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kini Gabriel mengunci pintu, karena malas jika nanti angga masuk tiba-tiba seperti semalam.
Sedangkan angga kini sia bangun dari tidur nya dan melihat badannya yang telanjang bulat tanpa mengenal sehelai benang hanya ada selimut tipis yang menghalangi itu dari pandangan luar.
"Ugggg... kenapa kepala ku sakit sekali...?? kenapa badan ku juga sakit semua " gerutu nya sembari memegangi kepalanya , yang terasa sakit akibat sisa mabuk semalam.
Angga mulai bergerak turun dari tempat tidur nya untuk membersihkan kan diri nya karena lengket sisa peluh semalam, apa lagi sekarang juga Angga bagun sudah cukup siang, dia teringat jika dia akan ada rapat di jam 11:00 siang ini.
"Uh... ini pasti perempuan siak itu mengambil keuntungan, awas saja, jika nanti dia berani pulang..!! " gumam nya sembari di guyur air sawer.
Angga menyudahi acara mandi nya, dan langsung mengenakan pakaian kerja nya, saat terlihat sudah rapih baru lah iya bergegas menuju kantor nya.
Sesampai nya angga di kantor... saat itu memang tak banyak karyawan yang berlalu lalang, karena itu masih jam kerja, saat Angga melewati koridor menuju ruangan nya iya berpapasan dengan Bili.
"Selamat pagi menjelang siang tuan... " sapa bili saat melihat pemimpin nya.
"Emh... oh iya bil... kemaren kamu kan yang membawa gue pulang....?? " tanya angga memastikan.
"Iya tuan karena pelayan.. bar itu menelpon saya, untuk menjemput anda "seloroh bili sembari mengikuti Angga ke ruang nya karena iya juga membawa berkas yang butuh tandatangan Angga.
__ADS_1
" Emh... untuk rapat nanti apa sudah siapa semua....!? "Angga mengangguk dan mengganti topik pembicaraan.