
pagi...
upacara dimulai dan semua murid sudah berkumpul dan berbaris dengan tertib dilapangan.
Alana.. gadis itu berusaha untuk bisa melihat kedepan karna hari ini petugas upacara dari kelasnya dan Raynad, pria itu menjadi pemimpin upacara.
Alana tersenyum senang melihat raynad yang begitu tegas saat menjadi pemimpin upacara.
upacara selesai...
dikelas..
"Alana wulandari?" panggil seseorang.
alana yang awalnya sedang melamun tersadar dan terkejut karna yang memanggilnya adalah..
"Raynad...." gumamnya
"Dengan alana betul kan ya?" tanya raynad dengan lembut.
melihat pria idamannya ada dihadapannya dan memanggil namanya alana benar-benar tidak bisa berkata-kata.
"Eh jawab dong bener gak namanya alana!" tegas gadis yang ada disamping raynad dan alana tau siapa itu.
dia adalah Rena Aryani, wakil ketua kelas yang akan selalu bersama dengan raynad karna raynad adalah ketua kelas dikelas ini..
ucapan tegas rena membuat alana terkejut dan menunduk takut.
melihat itu raynad pun merasa tak enak hati, karna raynad adalah tipe pria lembut dan tidak pernah berkata kasar terlebih pada wanita.
sedangkan alana hanyalah gadis pendiam dan tertutup, cinta sejak kecilnya pun hanya bisa ia kagumi dalam diam karna alana tidak pernah berani untuk mengatakannya pada raynad.
"Jangan terlalu kasar kita disini hanya ingin bertanya!" lerai raynad.
ucapan raynad yang begitu lembut membuat alana bernafas lega juga bahagia, seandainya alana bisa dekat dan akrab dengan raynad, alana pasti sangat senang.
"Maaf saya bertanya sekali lagi apa kamu alana wulandari?" tanya raynad dengan mada lembut.
Alana akhirnya mendongakan kepalanya menatap raynad dengan mata hazelnya lalu mengangguk.
"Baiklah. tolong isi daftar ini supaya kami bisa memberinya pada pihak sekolah untuk pembuatan rapot!" titah raynad seraya memberikan selembar kertas.
alana mengambilnya perlahan, memang ia belum mengisi apapun saat masuk sekolah ini, karna sebelum ketua dan wakil kelas dinobatkan tidak ada yang memperdulikan alana, apalagi wali kelas dikelasnya juga jarang masuk.
__ADS_1
"Setelah diisi tolong berikan pada saya lagi ya?" titah raynad dan alana hanya bisa mengangguk.
"Baiklah tolong segera isi, saya permisi!" pamit raynad.
melihat raynad yang duduk kembali dibangkunya membuat alana menatapnya sedih, apalagi rena! wanita itu duduk disamping raynad dan terlihat sangat akrab dengan rena, jujur saja alana sangat iri dengan rena.
alana pun menepis dulu fikirannya tentang raynad dan rena, ia pun fokus mengisi data dirinya.
Bel istirahat...
melihat raynad yang hendak meninggalkan kelas alana pun dengan cepat mengejarnya untuk memberikan kertas yang sudah ia isi tadi.
raynad bertemu dengan rena dikoridor dan berhenti sejenak, awalnya alana tidak mau mendekatinya karna ada rena tapi karna ia ingin memberi kertas ditangannya ia pun berani menghampiri raynad.
"Maaf!" sapa alana dengan kepala tertunduk.
raynad dan rena melihatnya dengan bingung.
"Mau apa?" tanya rena, alana sangat tau rena sangat tidak suka padanya karna alana sangat pendiam, dan rena juga pernah berkata bahwa alana hanya gadis yang akan merepotkan banyak orang.
alana menggeleng. "Sa..saya cuma mau balikin kertas ini!" ucapnya seraya memberikan kertas ditangannya pada raynad.
melihat itu raynad pun mengambilnya sambil tersenyum. "Makasih ya?" ucapnya.
melibat senyum manis yang terukir dibibir raynad membuat jantung alana berdetak sangat cepat, kemudian..
"Alana kamu mau ikut kekantin?" tanya raynad.
"Ih apaan sih ray, kenapa ngajak dia?" tanya rena kesal.
"Dia kan temen sekelas kita juga ren, jadi gapapa kalo kita ajak dia gabung."
alana yang melihat kekesalan diwajah rena merasa tidak enak hati.
"Mau gak al?" tanya raynad lagi.
alana menundukkan kepalanya. "Tidak terima kasih, saya bawa bekal dari rumah!" tolaknya.
"Oh gitu yaudah kita kekantin ya al, duluan!" pamit raynad.
rena pun langsung menarik tangan raynad tanpa mengatakan apapun lagi.
alana melihat kearah genggaman tangan alana dan raynad, dadanya terasa sesak melihat mereka berdua terlihat begitu mesra.
__ADS_1
apalagi hari itu, saat pemilihan ketua dan wakil kelas, mereka memilih raynad dipasangkan dengan rena karna mereka merasa raynad dan rena adalah pasangan yang serasi. mengingat hal itu membuat hati alana hancur, hingga tanpa sadar air mata alana kembali terjatuh.
alana pun kembali kekelas sambil berusaha menahan air matanya, alana tidak mau menangis. alana sadar tugasnya adalah hanya mencintai raynad dalam diam, jika raynad bersama orang lain dan bahagia alana juga seharusnya bahagia dengan kebahagiaan raynad, bukan menangisinya.
Pulang sekolah...
"Al.." panggil seseorang. alana yang hendak keluar dari gerbang sekolah saat mendengar namanya dipanggil pun menoleh kearah sumber suara dan itu adalah Raynad.
alana hanya bisa diam membatu saat raynad memberhentikan motornya didepan raynad.
"Baru pulang? kan bel udah dari tadi?" tanya raynad.
"Iy..iya ta..di saya selesaikan tugas dulu dikelas!" jawab alana gugup.
"Oh gitu. kamu mau pulang kan?"
alana hanya mengangguk gugup.
"Biar aku anter pulang yuk!" ajak raynad.
mendengar itu alana menatap terkejut kearah raynad, ada rasa senang saat pria yang ia sukai menawarkannya untuk pulang bersama, tapi alana sadar, alana tidak mau merepotkan raynad.
alana menggeleng pelan. "Tidak usah, saya akan dijemput." tolaknya.
"Kalo gitu biar aku tunggu sampai dijemput ya? biar aman aja soalnya disini sepi, satpam juga kayaknya lagi patroli!"
Deg...
"tidak usah! nanti ngerepotin kamu, kamu duluan saja saya akan tunggu sendiri!" tolak alana.
"Gapapa kok. aku gak sibuk jadi bisa temenin kamu sampai dijemput."
"Jangan. saya gak mau merepotkan kamu, kamu pulang duluan saja, saya tidak enak kalo berduaan saja dengan kamu!" tegas alana. ia terpaksa bicara seperti itu agar raynad bisa pergi dan tidak tau jika alana berbohong.
mendengar itu raynad sempat terdiam lalu kembali menatap alana dengan tersenyum.
"Maaf ya membuat kamu gak nyaman, kalo gitu aku pamit!" ucap raynad.
alana bisa melihat bahwa raynad kecewa padanya, tapi hanya itu yang bisa alana lakukan, alana tidak mau raynad berdekatan dengannya meskipun alana sangat mencintai raynad.
motor raynad melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan alana yang berdiri diam.
alana menitikkan lagi air matanya. "Meski aku sangat mencintai kamu, tapi aku ingin kamu bahagia.." batin alana.
__ADS_1
sedangkan raynad, saat sedang mengendarai motornya ia kembali teringat ucapan alana. entah kenapa alana mengatakan itu, apa dirinya pernah berbuat salah pada alana?
sebenarnya raynad tau alana adalah teman sekolahnya sejak sekolah dasar, namun raynad tidak selalu bertemu alana karna mereka jarang satu kelas, saat bertemu alana di SMA yang sama raynad mencoba untuk berinteraksi dengan alana karna sejak dulu raynad selalu mendengar rumor bahwa alana adalah gadis tertutup dan tidak pernah bergaul, namun prestasi nya sangat bagus disekolah, bahkan saat masuk sekolah ia selalu mendapatkan beasiswa dan peringkat raynad selalu dibawah alana.