DREAM

DREAM
Deep talk


__ADS_3

Jam 12 malam Wingky baru kembali ke kamarnya. Banyak yang dia bicarakan dengan Reno tadi dan ternyata mereka memiliki kecocokan. Reno yang lebih berpengalaman soal pernikahan memberikan banyak wejangan dan motivasi bagaimana caranya bersikap terhadap istri.


Saat sampai di kamar ternyata istrinya sudah tertidur dengan lelapnya.


Wingky memindahkan posisi Bian sedikit ke pingggir agar dia mendapatkan tempat. Wingky juga meletakkan banyak bantal di sisi anaknya agar tidak terjatuh. Kemudian setelah di rasa aman , tidur dengan memeluk istrinya dari belakang. Leony yang sangat sensitif akan pergerakan langsung terbangun saat merasakan dipeluk seseorang.


"Jam berapa pa?" tanya nya dengan suara serak.


"Hampir setengah satu" jawab Wingky. Dia mengelus elus puncak kepala istrinya saat mengatakan itu. Leony merubah posisi hingga kini menghadap pada suaminya.


"Ayo tidur" katanya sambil memeluk tubuh Wingky erat.


Wingky mencium kening istrinya cukup lama.


"Ma, mau ngobrol sebentar?" tanya Wingky.


Leony yang sudah menutup matanya perlahan membuka mata saat mendengar permintaan Wingky. Pelan dia pun mengangguk sebagai jawaban.


Mereka berdua sudah duduk bersandar di kepala ranjang dengan tangan Leony mengelus puncak kepala Bian yang tengah tertidur lelap.


"Papa mau bicara apa?" tanya Leony. Ia torehkan kepalanya menghadap sang suami yang juga sedang menatap kearahnya.


Wingky menarik Leony ke dalam pelukannya. Diciumnya puncak kepala istrinya secara bertubi.


"Apa mama keberatan berhenti bekerja?" tanya Wingky dengan menatap dalam manik mata hitam milik istrinya.


Leony tersenyum sebelum menjawab.


"Kenapa papa bisa bertanya begitu?" Leony balik bertanya.

__ADS_1


Wingky menghela nafas berkali-kali.


"Papa gak mau egois. Kalau memang mama bahagia bekerja, papa akan menerimanya" jawab Wingky.


Leony mendekatkan wajahnya pada sang suami.


Dia tersenyum manis sekali.


"Mama kira papa takut biayain keperluan mama" kata Leony menggoda sambil menjulurkan lidahnya.


Bukannya marah Wingky malah melahap bibir istrinya dengan rakus.


Leony sampai memukul dada suaminya karena kehabisan nafas.


Wingky terkekeh.


"Papa minta maaf karena sudah egois. Maafin Papa ya ma, kalau masalah baby sitter kita bisa cari lagi yang lain".


Leony menggeleng.


"Tapi buka usaha itu harus direncanakan matang-matang. Harus tau pangsa pasarnya terutama" Wingky yanh memang lebih dulu terjun di dunia bisnis sangat tau suka duka membuka usaha. Apalagi ini cafe, harus ada ciri khas yang bisa menarik pengunjung.


"Iya papa tenang aja, kami akan bicarakan lebih lanjut. Itu pun kalau papa setuju. Kalau Pak Reno kata Kak Angel pasti setuju. Karena Pak Reno bucin" kata Leony sedikit berbisik. Padahal di kamar itu hanya ada mereka.


"Jadi maksud mama, Papa itu tidak bucin?" tanya Wingky dengan memicingkan matanya.


"Emang enggak kan?" jawab Leony terkekeh.


Wingky berdecak sebal.

__ADS_1


"Papa tidak perlu menjadi budak cinta untuk menunjukkan kalau papa cinta banget sama mama. Mau bukti?" Wingky menjawab dengan tatapan mata penuh maksud.


Leony menggeleng. Dia tau ke arah mana bukti yang suaminya maksud.


Tapi Wingky malah menyeringai. Dia dekatkan wajahnya pada wajah sang istri hingga hidung mereka saling bersentuhan. Tidak seperti tadi kali ini Wingky mencium istrinya dengan lembut.


Lama kelamaan ciuman yang lembut itu pun berubah semakin menuntut. Tidak ingin mengganggu tidur sang anak Wingky pun menggendong istrinya menuju sofa. Dia rebahkan istrinya dengan perlahan kemudian dia lucuti pakaiannya sendiri hingga dada bidangnya terlihat sangat menggoda. Tak tinggal diam Wingky pun kemudian melucuti pakaian sang istri hingga polos tanpa sehelai benangpun.


Bagian favoritnya yang bulat dan padat itu pun terlihat begitu menggoda di mata Wingky. Rasanya satu tangan tak cukup untuk menggenggam salah satunya.


Bagai bayi kehausan Wingky mulai menyedot dan meremas bagian favorit itu secara bergantian.


Suara lenguhan pun terdengar dari mulut istrinya yang terdengar begitu sexy di telinga Wingky. Semenjak Leony berhenti bekerja , Wingky sudah berani melukis tanda cinta ditempat manapun yang diinginkan. Leony pun tidak pernah protes akan hal itu.


Mendengar suara-suara khas percintaan itu membuat Wingky tidak tahan lagi, dia mulai mencicipi menu utama. Dengan sekali hentakan miliknya sudah melesat masuk ke dalam milik istrinya.


Wingky memompa dengan perlahan kemudian lama-lama menjadi menggila.


Mereka mendesyah saling sahut-sahutan hingga puncak percintaan mereka dapatkan hampir bersamaan.


Wingky mencium kening istrinya setelah penyatuan itu berakhir.


"Ini bukti kalau Papa juga bucin sama mama" kata Wingky dengan wajah serius.


Leony terkekeh sejenak.


"I Love you suamiku" kata Leony sambil menatap dalam mata coklat suaminya.


"I Love You Istriku" jawab Wingky sambil membalas tatapan istrinya.

__ADS_1


Lama mereka berpandangan hingga entah siapa yang memulai lebih dulu mereka kembali berciuman dengan mesra.


Bersambung...


__ADS_2