
Antony berjalan gontai saat memasuki futsal center. Wingky yang melihat itu mengerutkan kening bingung.
"Kenapa?" tanya Wingky heran.
Antony duduk disebelah Wingky kemudian menghela nafas berkali-kali.
Dia meletakkan tas di atas meja kemudian menggunakan tas itu sebagai bantalan.
Antony menenggelamkan wajahnya di atas tas tersebut.
"Kenapa kamu?" ulang Wingky.
Antony menganggat wajahnya dan berpangku tangan. Pandangannya lurus ke depan. Kembali dia menghela nafas berkali-kali.
Wingky hanya mengeleng gelengkan kepala.
"Ditolak?" tebak Wingky.
Antony langsung saja memukul pundak Wingky saking kesalnya.
"Adowww ... Sakit bego!" umpat Wingky karena pukulan Antony cukup keras.
Antony mendengus sebal.
__ADS_1
"Belum juga aku nembak dia, gimana ditolak? Kamu ini malah doain yang tidak-tidak" kata Antony kesal.
Wingky mengelus elus lengannya yang masih perih akibat pukulan sarkas Antony.
"Lagian mula kusut gitu kayak patah hati".
"Maunya aku nyatain perasaan aku tapi Leony gak bisa ikut kesini karena harus bertemu guru les nya dulu, gagal deh rencana nyatain cinta" kata Antony kembali berpangku tangan.
Wingky bukan kaget mengenai Antony yang hendak menyatakan cinta. Dia tahu kalau Antony dari awal memang naksir Leony. Yang jadi perhatiannya adalah Leony akan bertemu guru les.
"Apa stave maksudnya?" batin Wingky.
"Leony ada bilang dia mau bertemu guru les nya untuk urusan apa?" Wingky bertanya karena penasaran. Wingky takut Leony termakan rayuan Stave. Stave yang memiliki wajah rupawan itu memang seorang playboy. Setelah dia puas berpacaran dengan Agnes, Stave langsung membuangnya begitu saja. Wingky tidak mau Leony bernasib sama seperti Agnes.
Wingky sangat cemas karena itu. Dia benar-benar tidak rela kalau Leony menjadi mangsa seorang Stave.
Seketika jawaban dari Antony membuat Wingky mengepalkan tangannya kuat-kuat hinga buku bukunya memutih.
Kini giliran Wingky yang terdengar menghela nafas berkali-kali. Untung saja Antony tak konsentrasi , kalau fokus sudah pasti dia akan bertanya-tanya kenapa Wingky bisa mendadak kesal.
"Kamu terlalu kecepetan kalau nyatain cinta. Belum ada sebulan kita sekelas. Sabar dulu" saran Wingky. Bukan tanpa alasan dia mengatakan itu. Selain tidak rela mereka nanti jadian, dia juga ingin Antony tidak gegabah.
Antony tampak berpikir sebentar kemudian menganguk. "Bener juga" kata Antony akhirnya.
__ADS_1
"Thanks ya, hampir aku salah langkah" imbuhnya.
Wingky pun mengangguk saja.
Pikirannya masih pada Leony, jujur dia takut terjadi sesuatu pada Leony. Wingky sudah tahu bagaimana perangai Stave dalam urusan cewek. Dia akan dengan mudah bisa menaklulan hati wanita setelah puas akan dicampakkan. Bukan hanya Agnes tapi perempuan lain sudah banyak yang jadi korban.
Wingku benar-benar cemas , ingin rasanya ia menyusul Leony tapi dia tidak ingin Antony juriga. Lama dia berpikir sampai dia mendapatkan ide.
"Bro, tadi kamu bilang dia ketemu guru les ya?" tanya Wingky.
Antony mengangguk cepat.
"Kalau yang aku pikir benar, rasanya Leony dalam bahaya" kata Wingky hati-hati.
"Maksudmu?" tanya Antony ikut merasa cemas.
"Bahaya gimana?" tanya Antony pula.
"Ingat gak dulu aku pernah punya gebetan?" jawab Wingky dengan pertanyaan dan Antony menjawab dengan anggukan.
"Dia akhirnya pacaran dengan guru les ku. Guru les ku itu terkenal dengàn sikap playboy nya. Si Agnes dulu dipacarin habis itu diputusin begitu saja. Semoga Leony bukan sasaran berikutnya" jawab Wingky berusaha menjelaskan sesingkat mungkin.
"Kira-kira kamu tau mereka janjian dimana? Gimana kalau kita susulin? Aku tahu banget gimana sikap Stave, nama guru kami dulu" usul Wingky yang menggunakan Antony sebagai jembatan untuk mengetahui keaadaan Leony.
__ADS_1
Jujur dia begitu cemas.
Bersambung...