DREAM

DREAM
Bukan kamu


__ADS_3

Wingky melirik sekilas pada bayangan Leony begitu pula sebaliknya. Leony sudah ikhlas menerima kalau Wingky dekat dengan wanita lain. Bukan salah Wingky karena mereka belum saling mengenal.


Leony berjalan menuju dimana motornya terparkir kemudian melesat menuju rumahnya.


Sedangkan Wingky dan Ages masuk ke kelas mereka masing-masing. Dia dan Agnes kursus di level yang berbeda. Wingky memang memiliki kemampuan berbahasa Inggris di atas rata-rata remaja seusianya karena dia memiliki orang tua angkat berkewarganegaraan Inggris. Dari TK hingga SMP Wingky juga bersekolah di International school yang mewajibkan berbahasa Inggris setiap waktunya.


Wingky sudah duduk ditempatnya. Satu kelas hanya terdiri dari maximal 15 orang. Tak Lama Guru mereka, Steve telah masuk ke dalam kelas. Siswanya lebih banyak diajak conversation (percakapan) dari pada Grammar.


Steve merupakan guru muda berusia kurang lebih 25 tahun dan sedang melanjutkan S2 di salah satu Universitas Negeri di Kotanya.


Pria berdarah Indonesia Kanada ini menjadi guru favorite karena memiliki wajah yang rupawan. Agnes pun diam-diam mengagumi guru itu walau dia tidak diajar langsung olehnya. Setiap menunggu Wingky keluar kelas dia akan menikmati kesempatan untuk memandangi wajah guru muda itu.


Keesokan harinya Leony sudah mengikuti tes untuk menentukan dia di level berapa. Steve yang bertugas untuk melakukan wawancara.


Mereka bercakap-capak menggunakan bahasa Inggis. Banyak yang Stave tanyakan dan semua pertanyaan bisa Leony jawab dengan mudah.


Selain tes lisan, Leony juga mengikuti tes tertulis. Setelah hasil tes keluar Leony ditempatkan sekelas dengan Wingky. Level tertinggi di kursus tersebut.


Leony tidak tahu kalau dia akan sekelas dengan Wingky. Yang dia tahu bahwa dia ditempatkan di kelas expert.


"Kelasnya 2 kali seminggu ya setiap Senin dan Kamis, jam 3 sore " kata Stave menggunakan bahasa Inggris.


"Baik Mr" jawab Leony juga menggunakan bahasa Inggris.


Mereka sudah keluar dari ruang tes. Leony hendak menuju parkiran begitu pula dengan Stave.


"Berapa umurmu?" tanya Stave.


"16 tahun Mr" jawab Leony sambil tersenyum ramah.


"Apa kamu sekolah di International School?" Tanya Stave lagi.


Leony menggeleng.


"Saya di SMA negeri ,Mr".

__ADS_1


"Saya salut dengan bahasa Inggrismu. Sangat luar biasa" katanya sungguh-sungguh.


"Terima kasih Mr, Itu terlalu berlebihan" jawab Leony sungkan. Tentu saja saat dia berusia 16 tahun. Dia belum selancar sekarang.


Stave dan Leony terus berbincang-bincang menggunakan Bahasa Inggris dengan sangat akrab. Banyak hal yang mereka bicarakan. Mulai dari hal kecil hingga tentang kehidupan politik.


"Wajahmu terlihat muda, tapi cara bicaramu sangat dewasa. Jarang ada anak muda yang pikirannya dewasa seperti mu" Stave sampai terkagum kagum dengan cara bicara Leony.


Leony hanya tersenyum saja.


"Iya lah Stave, aku 30 tahun.. Eh 31 kalau aku masih di dunia nyata" batin Leony terkekeh.


"Apa didunia satunya aku menghilang? Atau aku tertidur? Apa Wingky merindukanku disana?" Leony terus terlarut dalam pikirannya sendiri.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Stave karena pandangan Leony terlihat menerawang jauh.


Leony tersadar kemudian mengangguk sambil tersenyum.


"Sampai jumpa Senin depan" kata Stave sebelum menuju dimana mobilnya berada.


"Ya ampun...masak hari pertama sudah telat sih" kata Leony merutuki diri sendiri.


Sebelum mengetuk pintu kelas Leony menghela nafas beberapa kali. Rasanya terlambat itu tidak ada di kamusnya.


Leony mengetuk pintu dengan pelan. Terdengar sahutan untuk masuk dari dalam. Dengan tersenyum lebar Leony membuka pintu kelas tersebut. Stave sudah menyambutnya dengan senyum tidak kalah lebar.


"Class, ini teman baru kita namanya Leony" kata Stave memperkenalkan Leony pada anak didiknya.


15 Orang murid kursus yang terdiri dari berbagai usia menyambut hangat kedatangan Leony. Kecuali satu orang, siapa lagi kalau bukan Wingky.


Wingky tidak tahu entah kenapa setiap melihat Leony rasanya dia merasa kesal. Padahal mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya.


"Perkenalkan dirimu ya" kata Stave ramah.


Leony pun mulai memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Selamat sore teman-teman. Nama saya Leony , siswa kelas 11 di SMA K. Saat ini saya berusia 16 tahun. Senang bertemu dengan teman-teman semua" kata Leony menggunakan bahasa Inggris yang sangat pasif.


"Lumayan" kata Wingky dalam hati.


"Walau tetap saja aku tidak suka melihat cewek tebar pesona seperti dia" kata Wingky lagi.


"Tapi siapa yang peduli aku suka apa tidak?".


Wingky merasa aneh dengan dirinya. Tidak biasanya dia merasa kesal seperti ini dengan orang yang dia sama sekali tidak kenal.


Selesai berkenalan Leony kemudian duduk di kursi yang ditunjuk Stave. Letaknya tepat di sebelah Wingky.


Leony duduk ditempatnya dengan berdebar. Walau berusaha menutupi tetap saja dia sangat merindukan sosok suaminya itu.


"Hai, namaku Leony" kata Leony seraya mengulurkan tantannya pada Wingky.


Wingky tidak menyambut uluran tangan itu Dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.


"Ini bukan kamu, Ini bukan Wingky ku. Suamiku sangat ramah dan baik" batin Leony sendu.


"Wingky" kata Wingky memperkenalkan diri dengan wajah datar dan tidak menerima uluran tangan itu.


Leony tetap berusaha tersenyum. Walau dalam hati dia merasa sangat sedih. Belum apa-apa Wingky sudah menolaknya. Bahkan untuk berteman saja dia tidak mau.


Setelah kursus berakhir. Satu persatu teman kelasnya mengajak Leony berkenalan. Walau dia yang paling muda disana tapi dia bisa mengimbangi obrolan teman-temanya Dia dengan cepat bisa akrab dan itu malah membuat Wingky merasa bahwa Leony terlalu memaksakan diri. Terlihat seperti bukan menjadi diri sendiri. Wingky beranggapan bahwa Leony penuh dengan tipu-tipu.


"Lain kali kalau ada waktu kita keluar sama-sama ya" kata Aisya si paling senior disana. Dia berusia 23 tahun. Aisya mengajak teman-teman sekelasnya untuk menghabiskan waktu bersama sesekali dan ditanggapi antusias oleh yang lain. Saat bersama-sama hendak menuju parkir Agnes datang menghampiri Wingky dengan sikap manjanya.


"Cieee..." beberapa orang menggoda Wingky kecuali Leony tentu saja. Dia tidak bisa menutupi perasaan kesalnya melihat orang yang dia cintai terlihat bahagia dengan wanita lain.


Wingky dan Agnes bahkan bergandengan tangan menuju dimana motor Wingky terparkir.


"Kamu bilang aku adalah pacar pertamamu, apakah selama ini kamu membohongi ku? Apakah aku kembali ke masa lalu untuk mengetahui kebohonganmu?" kata Leony dalam hati sambil menahan sesak didada saat Wingky memasangkan helm di kepala Agnes dengan Agnes yang terlihat malu-malu kucing.


"Kuatkan aku Tuhan... Kuatkan aku melihat ini semua" Leony terus memohon kepada Tuhan agar dia diberikan kekuatan dan menerima kenyataan bila Wingky bukanlah jodohnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2