DREAM

DREAM
Bertemu


__ADS_3

Wingky, Leony dan Bian sedang berjalan menuju mobil.


Wingky dari tadi hanya diam saja tanpa banyak bicara. Leony pun berinisiatif menggandeng tangan suaminya yang salah satu tangannya sedang menggendong Bian. Leony mendongak memandang wajah suaminya yang terlihat dingin itu.


Leony seketika tersenyum.


“Kenapa senyam-senyum begitu?” tanya Wingky ketus.


Leony pun hanya terkekeh saja.


“Papa ganteng” jawab Leony.


Wingky memicingkan matanya tapi dia tidak menjawab apapun.


“Pa, mampir ke supermarket ya. Mama mau beli keperluan dapur” pinta Leony masih bergelayut manja di lengan suaminya.


Wingky pun mengangguk tanda setuju.


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di supermarket terdekat. Rencananya Leony akan membeli ayam , udang dan bahan makanan lain karena kebetulan persediaan di dapur sudah menipis.


“Papa mau dimasakin apa?” tanya Leony saat memilih sayur. Wingky masih menggendong Bian sedangkan Leony mendorong troli.


“Apa aja boleh” jawab Wingky asal-asalan.


“Masih marah ternyata” batin Leony.


“Kalau gitu aku masak tumis pare ya. Kan gak pernah” kata Leony sengaja karena Wingky sama sekali tidak suka pare.


“Ya” jawab Wingky cuek.


Leony membelalakkan matanya. Tidak percaya dengan jawaban sang suami.

__ADS_1


Tapi sifat jahilnya kembali muncul. Dia sengaja membuat sang suami kapok. Dia pun membeli 2 buah pare.


“Biar tahu rasa” bati Leony terkekeh.


Bian yang sudah tidak betah selalu minta diturunkan. Dengan terpaksa Wingky pun menurunkan putranya tanpa melepaskan tautan tangannya.


Papa muda itu terlihat begitu tampan walau sedang merajuk. Entah apa yang membuatnya begitu. Leony pun bingung.


Wingky berjalan mengikuti kemanapun anaknya berjalan. Hingga dia harus menghentikan langkahnya ketika melihat perempuan yang terlihat sedikit berisi itu. Terakhir bertemu di tukang bubur dia tidak segendut itu.


“Wingky… apa kabar?” tanya perempuan itu ramah.


“Baik” jawab Wingky singkat sambil mengangguk. Bian yang kembali berjalan membuat Wingky kembali mengikuti anaknya.


“Duluan” kata Wingky karena tidak ingin sedikit sopan.


Dari jauh Leony melihat semuanya. Walau tidak mendengar apa yang terjadi.



“Pa, tadi siapa?” tanya Leony saat sudah dalam perjalanan pulang.


“Yang mana?” tanya Wingky masih malas-malasan menjawab. Susah sekali membuat sang suami berhenti merajuk.


Leony mengelus lembut lengan suaminya yang tengah fokus menyetir.


“Yang tadi di supermarket” jelas Leony.


“Oh… itu Agnes” jawab Wingky begitu saja. Dia tidak berniat menjelaskan karena memang tadi hanya berbicara seadanya.


“ohhh…” jawab Leony hanya ber oh ria.

__ADS_1


“Dia sudah menikah kan pa?” Leony bermaksud kepo. Sejauh mana kira-kira suaminya itu mengetahui tentang kehidupan Agnes.


“Jangan mulai lagi. Papa sama dia itu tidak pernah berhubungan selain teman” jawab Wingky masih fokus mengemudi.


“Iss.. papa ini kenapa? dari tadi mama dijutekin terus” kesal Leony.


Dari sudah merayu-rayu tapi suaminya masih saja seperti es di kutub utara.


Wingky tidak menjawab tetapi kembali melanjutkan mengemudi. Di dalam mobil hanya terdengar suara Bian yang berceloteh. Sedangkan Leony dan Wingky sama-sama terdiam. Mereka akan berinteraksi saat Bian mulai berceloteh ini dan itu.


Sesampainya di rumah, Wingky mengajak anaknya ke kamar. Sedangkan Leony membantu Rahma dan Bayu membawa barang-barang ke dapur. 


“Nanti minta tolong dirapikan ya bu” kata Leony meminta tolong.


“Baik bu” jawab Rahma patuh.


Leony pun menyusul suami dan anaknya ke kamar.


Terlihat Wingky dan Bian sudah selesai mandi. Tadi mereka sudah makan sore jadi tidak makan lagi. Leony pun langsung menghampiri anaknya.


“Udah harum” kata Leony sambil mencium gemas pipi anaknya.


“Mama mandi dulu ya sayang” kata Leony kemudian melesat menuju kamar mandi.


30 Menit kemudian Leony sudah selesai mandi dan memakai dress tidur yang terlihat begitu sexy. Tanpa berkata Leony langsung mengambil Bian dan menyusuinya di depan Wingky.


Glek.


Wingky tidak bisa berkata-kata melihat pemandangan indah di depan matanya.


“Bian… itu punya papa” batin Wingky. Walau ingin tapi dia masih gengsi untuk berbicara dengan sang istri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2