
Bian masih asyik menyusu belum ada tanda akan tertidur. Kurang lebih 30 menit menyusui baru sang anak beranjak ke peraduan. Leony letakkan anaknya tanpa membenarkan pakaiannya terlebih dahulu hingga bagian favorit Wingky terpampang nyata dan begitu menggairahkan.
"Sial" batin Wingky yang hasratnya sudah naik ke ubun-ubun. Dia sangat ingin tapi gengsi meminta maaf lebih dahulu karena merasa tidak bersalah.
Tanpa kata Wingky beranjak dari tempat tidur dan menuju balkon. Dia lebih memilih membaca laporan villa dari pada melihat pemandangan menggiurkan dari tubh sexy istrinya yang terekspos nyata di depan matanya.
Susah payah Wingky meredam gelora api hasratnya yang menggebu itu. Semua itu kalah dengan rasa gengsinya yang entah karena apa.
Leony memilih ikut tidur dengan putranya daripada capek meminta maaf pada suaminya karena dia sendiri tidak tau salahnya apa.
Tepat jam 11 malam Wingky kembali masuk ke kamar. Sebelumnya dia mencuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu.
Saat hendak berbaring di tempat tidur dia kembali harus menahan hasratnya yang semakin menggebu. Pakaian istrinya tersingkap keatas hingga terlihat dengan jelas paha putih dan mulus milik istrinya. Belum lagi bagian favorit Wingky yang menyembul sempurna karena potongan baju yang dipakai Leony berdada rendah. Leony tidak pernah memakai bra saat tidur sehingga tau seperti apa kan lekuk tubuhnya terpatri dengan indah.
"Sabar... Sabar" Wingky terus berucap dalam hatinya.
Wingky terus bergerak gelisah. Dia benar-benar sudah tidak tahan tapi untuk meminta hak nya pun tidak bisa karena istrinya sudah tertidur lelap.
Pelan-pelan Wingky mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri walau ada Bian diantara mereka. Dalam hati Leony tersenyum. Awalnya dia benar-benar tidur, tapi ketika melihat sang suami yang bergerak gelisah membuatnya terbangun tapi tetap menutup matanya.
Saat hampir mencium kening istrinya Wingky langsung tersadar kalau dia masih mode ngambek. Dia kemudian menjauhkan wajahnya dari wajah sang istri.
__ADS_1
Dia usap-usap wajahnya saking frustasi.
"Gak bisa kayak gini" ujar Wingky pelan. Dia pun bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
"Ma, apa mama masih ada rasa dengan laki-laki itu? " tanya Wingky pelan.
Dia mengira kalau istrinya benar-benar sudah tertidur. Jadi dia akan mengungkapkan isi hatinya.
"Mama melamun memikirkan pertemuan tidak sengaja tadi. Apa mama kecewa tidak bisa berhubungan dengan dia?" wingky kembali bertanya.
Leony sengaja masih pura-pura tidur, supaya dia tau apa isi hati suaminya. Kalau menunggu Wingky cerita sendiri rasanya akan sangat lama. Gengsinya itu gede-gedean.
"Kenapa sih banyak sekali pria disekitar kamu? Kenapa aku harus selalu cemburu?" imbuhnya.
"Sudah?" tanya Leony yang kini sudah membuka matanya.
Wingky terkejut ternyata istrinya tidak tertidur.
Leony bangun dari duduknya dan turun dari ranjang. Langsung saja dia mendekat ke arah suaminya.
"Papa ini ngomong apa sih? Ngelantur kemana-mana. Mana mungkin mama masih ada rasa sama dia. Mama itu cuma cinta sama Papa". Dia memegang pundak suaminya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Mama itu cuma cinta monyet sama dia. Cinta pertama dan terakhir mama itu cuma Papa. Mau bukti?" tantang Leony.
Wingky masih diam saja. Entah kenapa dia belum bisa terima penjelasan istrinya.
Melihat tidak ada penolakan dari sang suami, Leony kemudian mengikis jarak dan ******* bibir tebal suaminya. Dia sedikit menggigit dan bermain-main menggunakan lidahnya. Dengan perlahan dia naik ke pangkuan Wingky dan mulai melapas kaos yang dikenakan suaminya itu. Tidak sampai disana. Dengan merani Leony meremas kepunyaan suaminya yang sudah tegak manantang hingga suara lenguhan terdengar dari mulut sang suami.
"hemnnnn..." desah Wingky tanpa sadar. Melihat sang suami yang sudah mulai tergoda, Leony melepaskan dress yang hingga bagian favorit Wingky yang bulat dan besar itu terlihat jelas san menggoda. Leony dekatkan bagian favorit suaminya itu ke mulut Wingky dan dengan rakus dia melahap salah satunya dan satunya lagi dia remas-remas.
Saat kedunya sudah sama-sama panas. Wingky mengangkat tubuh istrinya ke sofa agar tidak mengganggu sang anak yang sedang tertidur.
Di atas sofa mereka saling bertukar peluh dan saling memompa hingga percintaan itu mencapai puncaknya.
"Mama cintanya cuma sama papa. Jangan cemburu berlebihan lagi" kata Leony yang sudah dalam pelukan suaminya.
"Maaf" ujar Wingky sambil mencium kening istrinya.
"Jangan di ulangi" kata Leony sambil mengulurkan kelingkingnya
Wingky mengaitkan kelingking mereka. Setelahnya mereka tertawa mengingat kekonyolan mereka hari ini.
Bersambung...
__ADS_1