DREAM

DREAM
Pasangan Kelas


__ADS_3

“Kamu kenapa?” tanya Sandra yang mendengar Stella mengguman tidak jelas.


“Gak kok” jawab Stella kemudian berpangku tangan.


Sandra mengerutkan kening bingung kemudian menggeleng pelan.


“Aku bakalan buat perhitungan sama Leony, dia sudah buat Wingky aku sedih” batin Stella.


Dosen Grammar sudah memasuki kelas. Semua mahasiswa fokus mendengarkan karena dosen ini lumayan killer walau dia termasuk dosen muda dan tampan. Namanya Mr. Surya, usianya baru 23 tahun dan sedang melanjutkan S2 di M University juga. 


Sesekali Wingky melihat ke arah Leony yang nampak sangat serius ketika mendengarkan dosen berbicara. Dia tersenyum karena itu dan kembali fokus mendengarkan penjelasan Surya. Ditempatnya Stella melihat dengan jelas bagaimana Wingky memperhatikan Leony dan tersenyum. Senyum yang bisa dibilang hampir tidak pernah dilihat Stella sejak mengenal Wingky.


Saat dosen mengakhiri sesi mengajarnya. Stella bergegas menghampiri Wingky.


“Ky, makan bareng yuk” ajak Stella.


“Sorry, aku udah makan tadi dirumah. Lain kali ya” tolak Wingky secara halus. Dia tahu Stella memang dari dulu menyukainya. Tapi selama dia tidak menyatakan suka secara langsung Wingky memilih pura-pura tidak mengetahuinya.


"Yah… sayang banget. Kalau gitu aku gak makan siang juga deh. Aku nemenin kamu disini boleh?" Tanya Stella pula.


"Jangan gitu dong! Makan sama temen yang lain kan bisa" mode ketus Wingky sudah keluar. Dia memang tidak suka cewek pemaksa dan lebay macam Stella.


"Pokoknya aku mau disini sama kamu" kata Stella dan menyeret kursi mendekat ke arah Wingky.

__ADS_1


"Bro, mau ikut?" Ajak Antony.


Melihat ada peluang kabur Wingky pun memilih mengikuti Antony.


Stella rasanya sudah sangat bebal. Dia juga mengikuti Wingky dan juga Antony.


Berbeda dengan Wingky yang risih, Antony malah terkekeh.


"Gak udah ketawa" kata Wingky sambil menyikut perut Antony.


"Stell, serius kamu mau ikut kita?" Tanya Antony menghentikan langkahnya. 


Stella mengangguk mantap sebagai jawaban.


"Sejak kapan Wingky bisa merokok?" Tanya Stella tidak percaya.


"Sudah lama. Kamu aja gak tau" Antony kembali menjawab.


"Gak apa. Aku ikut saja" kata Stella bebal sekali.


Lagi-lagi Antony terkekeh geli. 


"Ya sudah, ayo" kata Antony kemudian.

__ADS_1


Sejak saat itu Stella selalu menempel seperti perangko pada Wingky. Wingky sudah tidak tahan dan benar-benar merasa terganggu.


"Please aku mohon. Jangan ikutin aku terus. Aku butuh privasi, stell" kata Wingky penuh mohon.


Tapi Stella seolah tuli. Dia sama sekali tidak peduli dengan permohonan Wingky.


"Terserah kamu!" Kata Wingky kesal. 


Saat hendak memasuki kelas semakin kesal lah dia melihat Daniel menobatkan Antony dan Leony sebagai pasangan kelas.


Wingky berjalan melewati mereka bertiga tanpa menyapa dan dengan tatapan dingin. Dalam hati Antony tersenyum senang melihat expresi Wingky.


"Kamu udah deh. Aku sama Antony itu cuma temen aja" kata Leony pada Daniel yang merasa heran terus dibilang ada hubungan dengan Antony.


Stella yang baru saja masuk ke kelas mendengar perkataan Leony dengan jelas.


"Kalau kamu memang gak ada apa-apa jangan terlalu kelihatan dekat. Jaga perasan orang!" kata Stella ketus kemudian berjalan menuju tempat duduknya.


Leony membola.


"Kenapa anak itu? Memangnya aku gimana sama Antony? Perasaan sama yang lain juga gini?" batin Leony.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2