
Leony membuka matanya perlahan. Dia mengira pasti sedang berada di rumah sakit. Dia ingat tadi mendorong Wingky karena ada mobil yang mendekat padanya dan dia yang tertabrak. Dia pun masih mengingat rasa sakitnya.
Saat kesadaran Leony mulai penuh malah dia melihat Wingky yang melingkarkan tangannya di pinggang Leony. Wingky tersenyum ke arah Leony.
"Akhirnya istriku bangun juga" kata Wingky sambil memberikan ciuman bertubi pada wajah Leony.
"Istri?" tanya Leony.
"Apa kamu lupa kemarin kita sudah menikah?" tanya Wingky dengan terkekeh.
Dia melihat ke arah Wingky yang hanya mengenakan boxer saja. Dia juga melihat dirinya yang tidak memakai sehelai benang pun.
"Aaaaaaaa......" Leony reflek berteriak. Dia melepas pelukan Wingky dan mendorong tubuh besar itu. Wingky hampir terjatuh dari ranjang andai dia tidak berpegangan.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Wingky bingung.
Leony tidak menjawab tapi malah menepuk-tepuk pipinya.
Wingky mendekat dan menghentikan tangan Leony yang hendak menyakiti dirinya sendiri.
Leony mendudukkan dirinya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Wingky yang mulai khawatir.
Bukan menjawab Leony malah menangis.
__ADS_1
Dia masih merasa sakit hati mengingat kata-kata Wingky yang tidak menyukainya.
"Kenapa menangis?" tanya Wingky lalu membawa Leony ke dalam pelukannya.
Leony tidak membalas pelukan Wingky. Kepala Leony terasa berat, dia sangat bingung dan benar-benar bingung dengan apa yang terjadi padanya.
"Ini tahun berapa?" tanya Leony saat tangisnya mereda.
"Tahun 20XX" jawab Wingky.
"Kita makan dulu yuk, ini sudah siang. Kamu masih mau disini atau pulang?" tanya Wingky.
Leony melihat sekeliling. Ternyata dia di kamar hotel dan Dia kembali ke masa depan.
Melihat Leony yang bergeming ditempatnya, Wingky kemudian memilih mengangkat tubuh ramping istrinya ke kamar mandi.
Wingky tidak peduli, walau sedikit kesusahan dia tetap membawa istrinya ke kamar mandi. Wingky meletakkan tubuh Leony di atas wastafel besar berwarna hitam kemudian mengisi bathtub dengan air hangat.
Saat air sudah penuh dia letakkan tubuh istrinya yang memang sudah polos ke dalam bathtub.
Wingky pun ikut masuk ke dalam bath tube dan memeluk istrinya dari belakang.
"Kamu kenapa?" tanya Wingky yang meletakkan dagunya di pundak Leony.
Leony memejamkan matanya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi selama ini hanya mimpi? Tapi kenapa terasa sangat nyata?" batin Leony.
"Sayang..." kata Wingky lagi karena Leony hanya diam.
"Aku sakit kepala" jawab Leony kemudian.
"Kita menginap ya lagi sekali, istirahat baru pulang" kata Wingky sambil mengeratkan pelukannya.
Leony pun mengangguk pasrah.
Pagi menjelang siang itu mereka hanya berendam dan mandi, walau Wingky sebenarnya ingin lebih. Tapi dia tidak tega karena istrinya mengatakan kalau sedang sakit kepala. Dia tidak mau egois.
Selesai mandi, Wingky membantu mengeringkan rambut panjang Leony yang berwarna pirang itu.
"Sayang mau makan apa?" tanya Wingky sambil mengeringkan rambut Leony.
"Apa aja ky, aku gak pengen makan" jawab Leony.
"Ky?" tanya Wingky tidak percaya.
"Sejak kapan kamu memanggil suamimu dengan sebutan "Ky" ? Protes Wingky.
"Sayang..." Ralat Leony. Dia malas berdebat dan kepalanya memang mendadak sakit karena bingung.
"Sayang kenapa sih? Dari baru bangun sudah aneh" kata Wingky pula.
__ADS_1
Leony menggeleng pelan sebagai jawaban. Wingky yang masih merasa ada yang aneh dengan istrinya pun hanya bisa menghela nafas berulang kali.
Bersambung...