
"Apa mungkin istrimu sama seperti adikku?" tanya Stefan panik.
"Kenapa dengan adikmu?" tanya Wingky penasaran.
"Dia membaca buku rahasia yang berjudul Dream, setelah membaca buku itu dia mulai mengulang ke masa lalu yang berbeda. Dan Mimpi itu bisa merubah keadaan di dunia nyata. Seperti yang istrimu bilang temannya sudah meninggal, mungkin istrimu yang bisa merubah Samuel itu hidup lebih lama. Sebelum dia kembali ke masa itu, cari buku itu dan kembalikan ke asalnya" jelas Stefan singkat, padat dan jelas.
"Jangan sampai istrimu tidur terlalu lama, satu jam disini itu kalau tidak salah sama dengan 6 bulan atau 1 tahun disana" imbuh Stefan.
Wingky jadi ingat baru saja meminta istrinya untuk tidur. Padahal belum tentu cerita dari Stefan itu benar adanya tapi dia sudah sangat panik dan langsung menuju ke kamarnya.
Benar saja sampai di kamar istrinya sudah tertidur.
"Sayang...bangun sayang" Kata Wingky membangunkan istrinya. Leony yang belum lama tertidur pun segera membuka matanya.
"Apa kamu pernah membaca buku yang berjudul Dream ?" tanya Wingky.
Leony yang kesadarannya belum seratus persen nampak mengingat-ingat. Setelah sadar dia pun mengangguk. Leony membaca buku itu saat sedang menunggu MUA datang. Baru membaca beberapa halaman saja.
"Dimana bukunya?" tanya Wingky sudah terlihat panik.
"Di tas. Kenapa?" tanya Leony bingung.
__ADS_1
"Nanti aku jelasin. Sekarang kita balikin dulu ya bukunya. Kamu dapat bukunya di mana?" tanya Wingky pula.
"Di taman baca" jawab Leony.
Wingky mengambil tas Leony.
Benar saja disana ada buku yang berjudul Dream dengan sampul berwarna biru gelap malam.
Wingky segera menghubungi Stefan.
"Benar Stef, istriku habis membaca buku ini" kata wingky saat panggilannya sudah terhubung.
"Cepat kembalikan bukunya. Jangan lupa berdoa dulu sebelum kesana." jelas Stefan.
"Tapi aku belum selesai baca yank" mohon Leony agar diperbolehkan membaca lagi.
"Jangan yank, kata Stefan adiknya juga sama sepertimu dia membaca buku ini dan hidupnya berubah. Sebelum terlambat ayo kita kembalikan. Jangan menentang takdir" Wingky pun ikut memohon.
Leony pun pasrah walau dia belum mengerti. Leony bergegas mengganti pakaiannya dan berdandan tipis dan segera menuju taman baca.
Sebelum berangkat mereka berdoa bersama agar diberi kelancaran. Setelahnya mereka segera menuju taman baca yang jaraknya memang tidak terlalu jauh.
__ADS_1
Leony bergandengan tangan memasuki taman baca. Wingky dan Leony langsung menuju ke reseptionis untuk mengembalikan buku itu.
"Mbak sudah orang yang kesekian kembaliin buku ini padahal belum lama meminjam" kata petugas disana sambil tersenyum. Leony pun hanya bisa ikut tersenyum.
Sebelum kembali ke hotel Wingky dan Leony duduk di salah satu stand yang ada di taman baca.
"Sekarang kamu cerita, sebenarnya kenapa dengan buku itu?" tanya Leony penasaran.
Wingky pun menceritakan apa yang Stefan katakan tentang adiknya.
"Berarti aku bisa merubah Ibu untuk hidup kembali" kata Leony yang sudah berkaca-kaca.
Wingky meraih tangan istrinya kemudian digenggamnya erat.
"Sayang... Kamu tahu kan umur, takdir, jodoh itu semua di tangan Tuhan. Apa kamu mau melawan takdir?" kata Wingky yang memang benar adanya. Kalau memang sudah takdirnya Ibu Leony meninggal walau Leony kembali tetap saja Ibu akan meninggal.
"Iya, hampir saja aku menentang kuasa Tuhan" kata Leony tersenyum.
"Ayo kita pulang" ajak Wingky karena dia pun ingin beristirahat.
Leony pun mengangguk setuju. Wingky kemudian merangkul pundak istrinya dan berjalan beriringan menuju mobil mereka.
__ADS_1
Bersambung...