DREAM

DREAM
kencan pertama


__ADS_3

"Al kamu kenapa?" tanya raynad yang terkejut melihat alana menangis sendirian.


raynad menghampiri alana yang mencoba menyembunyikan air matanya.


raynad berlulut dihadapan alana dan menatap wajah alana yang hanya menunduk saja.


"Kamu kenapa al?" tanya raynad.


alana mencoba menghentikan tangisnya dan berusaha untuk tersenyum pada raynad namun entah kenapa rasanya sangat sulit.


"raynad.. alana kenapa?" tanya sarah yang baru saja keluar dari dapur bersama ryan.


raynad menoleh kearah sarah sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak tau mi, raynad keluar dari dapur liat alana udah nangis aja!" jawabnya.


sarah pun menghampiri alana lalu mengusap puncak kepala gadis itu.


"Alana kamu kenapa nak?" tanya sarah pada alana.


alana diam saja dan kembali menangis.


alana sangat ingin menjawab sarah dan mengatakan kalau dirinya tidak apa-apa, tapi entah kenapa lidahnya terasa keluh dan berat hingga alana tidak bisa mengatakan apapun dan tak mengeluarkan suara dari mulutnya.


ryan menghampiri mereka dan memegang tangan sarah.


"Mungkin alana merasa tertekan, biarkan saja raynad yang menenangkan dia, kita tinggalkan dulu mereka berdua!" ucap ryan berbisik. dan sarah menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan suaminya.


sarah pun memegang bahu anaknya yang berjongkok dihadapan alana.


"Coba tenangkan alana, mami sama papi pergi sebentar!" pamit sarah dan raynad hanya mengangguk saja.


saran dan ryan akhirnya pergi meninggalkan. alana dan raynad berdua saja diruang makan.


raynad memegang tangan alana dan tanpa sadar alana menggenggam tangan raynad begitu kuat, namun raynad diam saja dan tidak mengatakan apapun karna kini raynad tau alana butuh sesuatu untuk menguatkan perasaannya.


"Al aku gak maksa, katakan kapanpun kamu mau kenapa kamu menangis?" ucap raynad.


alana tak menjawab dan langsung memeluk raynad yang ada didepannya, entah reflek atau bukan tapi alana sangat membutuhkan pelukan seseorang karna sejak kecil alana terbiasa memeluk ayah dan bundanya ketika ia sedang menangis, tapi sejak bunda dan ayahnya tiada alana sering memeluk dirinya sendiri karna dia tidak punya siapapun.


"A..ayaa..h..bu..nda!" ucap alana disela isakan tangisnya.


meski suara alana terbata-bata tapi raynad mengerti dengan apa yang diucapkan alana.


raynad mengusap kepala alana penuh kasih sayang, sekarang raynad mengerti kenapa alana menangis.


tentu saja karna alana merindukan kedua orang tuanya, mungkin alana sedang teringat dengan mereka dan itu yang membuat alana menangis.


alana menangis didalam dekapan raynad, mereka duduk dilantai tanpa peduli juga raynad yang merasa kemeja yang ia pakai basah karna air mata alana yang tak kunjung henti berjatuhan, tapi raynad sama sekali tidak marah dan membiarkan alana terus menangis dalam dekapannya.


lama kelamaan suara tangisan alana sudah tak terdengar hanya ada isakan kecil saja, alana pun melepaskan pelukannya dari raynad.


"Maaf ray karna aku kemeja kamu basah kena air mata, mungkin ingus aku juga!" ucap alana lirih tanpa mau menatap raynad.


raynad tersenyum pada alana.


"sudahlah hanya kemeja, asal kamu merasa lebih baik aku gak masalah kok!" sahut raynad.


"Maaf juga buat kamu dan kedua orang tua kamu khawatir."


"Gapapa. nanti aku yang akan jelaskan sama mereka, sekarang kamu mau makan dulu atau mau pulang? atau mau langsung kencan aja?"


mendengar itu alana jadi salah tingkah. apa maksud raynad dengan kencan? apa iya mereka yang hanya mau ke festival disebut kencan?


"Kalo kamu mau kita kencan aja! ini kan kencan pertama kita, tapi aku gak maksa sih!" lanjut raynad.

__ADS_1


alana tersenyum meski jantungnya kini berdetak sangat cepat, raynad selalu bisa membuat alana salah tingkah.


"Baiklah ayo kita pergi!" jawab alana.


Raynad mengernyitkan dahinya dengan wajah polosnya.


"kemana?" tanyanya berusaha memancing alana.


"Festival!"


raynad sedikit kecewa dengan jawaban alana, padahal ia menganggap mereka berkencan tapi alana sepertinya tidak menganggap hari ini adalah hari kencan pertama mereka.


"Yaudah sana kamu cuci muka dulu, ada kamar mandi disamping dapur kok!" ucap raynad.


alana mengangguk dan pergi untuk mencuci wajahnya.


sedangkan raynad menghampiri orang tuanya seraya melepas kemejanya dan menyisahkan kaus putih polos ditubuhnya.


"Bi.." panggil raynad.


dan ya, seorang wanita setengah baya dengan memakai baju pelayan datang.


"Iya tuan muda?" ucapnya dengan hormat.


"Bi nanti ini tolong dicuci ya kotor soalnya dan tolong ambil kemeja baru buat ray!" titah raynad dengan sopan pada pelayan itu.


pelayan mengangguk hormat pada anak majikannya dan segera melaksanakan tugasnya, raynad mengganti kemejanya bukan karna jijik tapi karna mereka akan pergi tentunya raynad harus rapih.


"Mi..pi maaf ya kalian makan berdua aja, raynad sama alana mau langsung jalan!" ucap raynad menghampiri mami dan papinya yang sedang duduk disofa ruang keluarga.


"Loh gak makan malam dirumah aja? kan mami udah masakin?" tanya sarah dengan nada sedikit kecewa.


"Nggak dulu deh mi, nanti kita kemaleman perginya kasihan juga alana!"sahut raynad.


"Nanti raynad kasih tau mi..pi, udah ada orangnya nanti dia nangis lagi!" sahut raynad.


alana menghampiri raynad dan orang tua raynad.


"udah?" tanya raynad.


dan alana hanya menganggukan kepala sebahai jawaban.


dan tak lama pelayan rumah raynad juga datang.


"Tuan muda ini kemejanya!" ucap pelayan itu seraya memberikan kemeja pada raynad.


raynad menerimanya lalu tersenyum pada pelayan itu.


"makasih ya bi, bibi boleh balik kerja lagi!" ucap raynad dan pelayan itu mengangguk lalu pergi.


raynad pun memakai kemejanya didepan alana.


"Yaudah yuk al jalan!" ajak raynad setelah selesai mengancing kemejanya dan merapihkan dandanannya.


alana mengangguk saja.


"Mi..pi kita pergi dulu ya?" pamit raynad.


"Iya kalian hati-hati ya?" jawab sarah.


alana menghampiri ryan dan sarah untuk mengecup punggung tangan mereka.


"papi..mami alana pamit ya?" ucap alana yang sudah tidak gugup lagi.


sarah pun mencium pipi alana dengan gemas.

__ADS_1


"Iya sayang. nanti jangan lupa mampir lagi ya?" ucap sarah dengan lembut.


alana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


raynad dan alana melenggang pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan motor raynad dan menuju tempat yang ingin mereka kunjungi.


tak lama sampai lah mereka ketempat tujuan mereka.


alana dengan antusias turun dari motor yang baru saja diparkirkan.


"Cepat ray!" titah alana.


raynad yang baru saja selesai mengkunci ganda motornya tersenyum pada alana.


"Sabar al!"


alana dan raynad pun pergi keloket untuk membeli tiket masuk, raynad mengantri untuk alana dan dirinya sedangkan alana sudah menunggu didepan pintu utama untuk masuk. salah satu alasan kenapa alana sangat antusias karna disana sangat ramai dan banyak anak kecil, alana sudah lama tidak ketempat seperti ini.


"Yuk al masuk!" ajak raynad yang sudah selesai membeli tiket dan alana mengangguk senang dan langsung lari masuk meninggalkan raynad yang berusaha menyusul langkah alana.


raynad dan alana banyak menaiki wahana dan makan berbagai macam jenis semua yang ada disana.


baru kali ini lagi alana merasa sangat senang hingga alana merasa hidupnya sudah kembali seperti semua meski alana tau ini hanya untuk sementara.


pukul 21:45 malam..


"Al ini udah hampir jam 10? kamu belum cape?" tanya raynad.


"Emangnya kamu udah cape?" tanya balik alana.


raynad yang banyak memegang hadiah dari setiap permainan yang mereka maini itu tersenyum.


"Kalo kamu masih mau aku akan selalu temenin kamu kok!" sahutnya.


"Kalo gitu satu wahana lagi ya?" titah alana.


"wahana apa?" tanya raynad.


alana menunjukkan kearah atas dan ya raynad langsung memutar pandangannya mengikuti arah tangan alana menunjuk. dan ya alana menunjuk kewahana bianglala yang lumayan besar dan tinggi.


raynad menatap alana sambil memicingkan matanya.


"Kamu yakin?" tanya raynad.


alana mengangguk dengan yakin.


"Kamu berani?" tanya raynad lagi.


dan lagi-lagi alana menganggukkan kepalanya.


"Oke. tapi abis itu kita pulang ya? aku gak mau kamu pulang kemalaman!" tegas raynad.


"Iya." jawab alana.


dan sekarang disini lah alana, didalam bianglala yang ia naiki bersama raynad, padahal sebelum naik alana yakin ia berani namun saat bianglala berputar tiba-tiba alana merasa takut, namun ia berusaha menyembunyikan rasa takutnya agar raynad tidak tau.


raynad yang duduk dihadapan alana berpindah kesamping alana dan meletakkan semua hadiah dibangkunya. dan tiba-tiba saja raynad memeluk alana dari belakang yang membuat alana terkejut dan bingung.


"Kalo takut kenapa kamu mengangguk dengan yakin mau naiki kesini!" ucap raynad tanpa melihat kearah alana dan terus memeluk gadis itu.


alana yang masih gugup dan berusaha menetralisir jantungnya itu tak habis fikir.


jadi sedari tadi raynad menyadari bahwa alana ketakutan, alana sangat malu dan memilih berbalik menghadap raynad dan memeluk pria itu.


alana menyembunyikan wajahnya didada bidang raynad, melihat itu raynad tersenyum senang dan terus memeluk erat alana seperti enggan melepasnya.

__ADS_1


__ADS_2