
Leony sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suami. Tadi sepulang kerja dia sudah mampir ke supermarket untuk membeli keperluan dapur.
Leony membuatkan steak daging, tumis brokoli dan potato wedges dengan tambahan potongan buah apel. Selesai masak Leony menuju kamar untuk mandi dan luluran. Asap masakan membuat tubuhnya lengket. Wingky seperti biasa duduk di balkon sambil memangku laptop, sepertinya pekerjaannya sedang banyak-banyaknya akibat cuti lima hari kemarin.
Leony mandi kilat, hanya 20 menit saja. Sebuah prestasi langka untuknya. Dia juga ingin mengubah kebiasaan mandi lamanya itu. Tidak ingin sang suami terlalu lama menunggu. Leony memakai dress rumahan tetapi tetap terlihat sexy. Dia menghampiri Wingky yang terlihat sibuk mengetik sesuatu.
“Sayang… makan dulu yuk” kata Leony sambil merangkul pundak suaminya itu.
“Bentar yank… lagi dikit aja” jawab Wingky tanpa menoleh ke arah istrinya. Keningnya pun nampak berkerut saat mengetik.
“Oke, aku tunggu di bawah ya” kata Leony sambil mencium pipi Wingky sebelum turun ke ruang makan.
Wingky tersenyum mendapat perlakuan manis seperti itu. Dia percepat pekerjaannya agar bisa segera menyusul istrinya.
Di dapur Leony membuat jus untuk teman makannya. Sebelum makan dia akan minum jus terlebih dulu jadi saat makan tidak terlalu kalap. Jus nya pun dia buat tanpa gula.
Saat sedang menuangkan jus ke dalam gelas, tiba-tiba saja Wingky memeluknya dari belakang dan mencuri cium pipi istrinya.
“Sayang mau jus?” tawar Leony dan Wingky menggeleng.
“Pasti gak isi gula” batin Wingky terkekeh.
“Tunggu ya, aku siapin steak nya dulu” kata Leony dan Wingky mengangguk saja. Dia pun duduk di ruang makan.
Dengan telaten Leony menyiapkan Steak yang sudah dipanaskan dengan tambahan saus diatasnya. Terlihat menggugah selera.
“Makasih ya sayang” ucap Wingky sambil mencium pipi Leony yang duduk disebelahnya.
“Semoga cocok ya sama lidah kamu” ujar Leony sambil tersenyum.
“Asal sayang yang masak pasti cocok sama lidahku” gombal Wingky. Leony pun terkekeh geli.
Seperti biasa sebelum makan mereka berdoa dulu setelahnya Leony mulai meminum jus nya. Sedangkan Wingky memotong daging steaknya dan memasukkannya ke dalam mulut.
__ADS_1
“Enak banget, pantas saja Izam suka sama masakan kamu” celetuk Wingky.
Leony menghentikan meminum jus nya.
“Jadi hal itu juga terjadi disini? bukan di dunia mimpi saja?” tanya Leony. Karena seingatnya kejadian itu terjadi di mimpi. Ternyata benar beberapa kejadian menjadi berubah.
“Iya, saat kita kencan kan dia nyamperin kamu lagi. Dia tidak lihat kalau kamu sama aku. Kamu tidak ingat?” tanya Wingky dan Leony menggeleng sebagai jawaban.
“Ya sudah jangan diingat, tidak penting juga. Dia juga sudah punya anak sekarang” jelas Wingky dan Leony mengangguk setuju.
Leony menambahkan saus sambal pada steaknya, menurutnya kurang pedas tapi menurut Wingky sudah pas. Selera orang memang berbeda-beda.
“Apa Kak Aurel menikah dengan Kak Sony?” tanya Leony. Siapa tau ada yang berubah di dunia sekarang. Itulah yang ada di benaknya.
“Iya, dan kamu sudah punya keponakan. Nanti kita mengingatnya bersama ya” kata Wingky sambil mengelus lembut rambut istri tercintanya itu.
“Thanks sayang” ujar Leony tersenyum. Senyum yang menular pada suaminya.
“Sabtu depan kita ketemu Ayah ya? Setelah menikah kita belum ketemu Ayah. Nanti aku dibilang menantu durhaka” kata Wingky sambil terkekeh.
“Kalau diingat-ingat susah sekali mendapatkan restu dari Ayah. Untung aku pantang menyerah” kata Wingky mengenang masa lalu.
Leony kembali tertawa.
“Itu karena Ayah sayang sama aku”.
Begitulah mereka. Saat makan mereka akan sambil mengobrol ringan hingga tanpa terasa makanan di piring telah habis tak bersisa.
“Masakan istriku memang yang terbaik” puji Wingky tulus.
“Aduh… aku malu yank. Padahal rasanya masih kalah sama masakan Mama”.
Wingky mengacak-acak rambut istrinya.
__ADS_1
“Nanti aku bayar makan malamnya dengan service yang memuaskan” kata Wingky penuh maksud.
Leony yang sudah tau kemana arah perkataan suaminya kemudian menghadiahi cubitan di perutnya.
Wingky hanya tertawa saja dan tidak merasa sakit sama sekali.
“Oh iya yang. Aku mau beli alat gym boleh ya? Biar olahraga di rumah aja” kata Leony sambil merapikan piring makan mereka.
“Iya boleh. Tapi kalau kamu mau gym diluar aku juga gak masalah. Aku gak mau kamu merasa terbebani saat menikah”. Dari dulu memang Wingky begitu pengertian pada Leony.
Leony meletakkan piring di wastafel kemudian mencuci tangannya. Setelah itu dia memeluk pundak Wingky yang masih duduk di kursi makan.
“Makasih sayang. Tapi aku memang pengen olahraga dirumah saja. Waktunya lebih fleksibel” jelas Leony. Dia sama sekali tidak merasa terbebani ketika berolahraga di rumah.
“Kamu boleh tetap beraktivitas seperti sebelum menikah asal minta ijin dulu sama aku” Wingky sudah berdiri dan merangkul istrinya menuju kamar.
“Iya sayang” jawab Leony terdengar manja. Wingky begitu gemas hingga dia mencubit hidung istrinya itu.
Sesampai di kamar Leony seperti biasa melakukan ritual malamnya. Mencuci wajah, menggosok gigi dan memakai skincare malamnya. Hal yang sangat wajib apalagi usianya sudah menginjak 30 tahun. Kadang sebulan bisa 3 sampai 4 kali dia treatment di klinik kecantikan. Kulit adalah investasi buatnya. Wajar saja wajahnya terlihat sehat dan berseri.
Di atas ranjang Wingky sudah tidak sabar memberikan service memuaskan untuk istrinya. Senyumnya pun mengembang memikirkan kegiatan panas yang akan mereka lakukan. Dia rentangkan tangannya saat istrinya mendekat. Dipeluknya dengan erat sambil menciumi seluruh lekuk tubuh Leony.
“Sayang… jangan” kata Leony saat Wingky hendak membuka pakaiannya.
“Kenapa? Tidak boleh menolak. Aku akan memberikan service memuaskan untukmu” kata Wingky sambil mencium rakus bibir istrinya. Leony tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan.
Leony mendorong paksa tubuh suaminya sebelum Wingky berbuat lebih.
“Kenapa?” tanya Wingky heran.
“Aku datang bulan” jawab Leony sambil nyengir.
Wajah Wingky langsung berubah muram.
__ADS_1
“Yah…. gagal deh” ucapnya sendu.
Bersambung...