DREAM

DREAM
Masa lalu


__ADS_3

30 Menit kemudian mereka telah sampai di lokasi. Ruko yang bertuliskan dikontrakkan. Nampak disana Reno dan Angel sudah mengobrol dengan pemilik ruko yang sebelumnya sudah dihubungi via telepon oleh Reno.


Pemilik ruko tersebut berdiri membelakangi pintu masuk. Saat Leony masuk dan menyapa yang ada disana, si pemilik ruko seketika membeku di tempatnya. Pemilik ruko itu sangat mengenal suara Leony dengan baik.


"Ony kenalin. Ini pemilik rukonya" jelas Angel.


Wingky dan Leony mendekati pemilik ruko dan hendak berkenalan. Tapi langkahnya terhenti ketika mengetahui siapa pemilik ruko tersebut.


Orang tersebut berbalik dan melihat ke arah pasangan suami istri yang baru saja memasuki rukonya.


Deg. Dada si pemilik ruko itu seketika bergemuruh hebat. Bertahun-tahun dia ingin melupakan sosok di depannya ini tapi dia tidak bisa.


"Dion.." sapa Leony.


Wingky yang mengingat nama itu walau tidak mengingat wajahnya seketika wajahnya berubah dingin.


"Kalian saling kenal?" tanya Angel.


Reno yang melihat expresi wajah Wingky langsung bisa menebak siapa si pemilik ruko ini.


"Kami satu SMA" jawab Leony biasa saja. Berbeda dengan Wingky yang sudah mengepalkan tangannya. Sedangkan Dion dari tadi diam saja.

__ADS_1


"Bagus kalau gitu. Jadi kita lebih mudah bernegosiasi" kata Angel terlihat senang.


Dion terlihat menghela nafas berkali-kali.


"Maaf tapi ruko ini sudah ada yang mau mengontrak" jawab Dion tiba-tiba.


Angel yang paling terkejut. Reno terlihat biasa saja. Sedangkan Wingky menghela nafas lega. Leony sendiri masih bingung.


"Lho kenapa gitu pak? Tadi katanya available" protes Angel.


Reno langsung mengelus lengan istrinya.


"Sudah.. Kita cari ruko lain saja. Mungkin memang Bapaknya sudah ada calon penyewa" kata Reno yang sangat paham dengan apa yang terjadi.


Dengan perasaan kecewa Angel pun keluar dari ruko itu disusul yang lain.


....


Mereka semua sekarang tengah merada di salah satu restoran yang menyediakan arena bermain anak. Hanya perlu berjalan kaki sedikit untuk mencapai tempat itu.


"Kenapa sih sama bapak aneh sekali? Tadi katanya bisa, tiba-tiba saja bilang gak bisa" dumel Angel. Dia sangat kesal dengan perlakuan Dion tadi.

__ADS_1


"Sudah.. Sudah... Masih banyak kok lokasi yang lain" hibur Reno bijak.


"Iya kak, banyak kok lokasi lain. Mungkin tempat itu belum rejeki kita" ujar Leony. Leony tidak habis pikir kenapa Dion seperti anak kecil begitu. Seingat Leony, Dion sudah menikah dan memilili anak. Tapi kenapa dia masih saja terlihat kesal pada Leony.


"Mikirin apa?" tanya Wingky pelan.


Leony yang sedang memangku Bian menoleh pada suaminya yang wajahnya terlihat tidak bersahabat.


"Ya Tuhan, aku lupa kalau punya suami cemburuan. Dia pasti mikir yang enggak-enggak " batin Leony.


"Gak mikirin apa-apa" jawab Leony seraya tersenyum.


Wingky tidak puas dengan jawaban istrinya itu. Wingky kembali dalam mode es kutub. Dingin sedingin dinginnya.


Reno melirik Wingky dengan ekor matanya. Seketika dia menahan senyum melihat bagaimana wajah cemburu Wingky yang terlihat dalam mode senggol bacok.


"Kita buat plan baru aja ya Ony. Rasanya di kampus kita belum bisa" usul Angel yang diangguki Leony sebagai jawaban.


Angel akhirnya paham setelah menghubung-hubungkan.


"Sepertinya ada masa lalu yang belum usai" kata Angel dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2