DREAM

DREAM
Siapa?


__ADS_3

Rahma mengajak tamu yang baru datang untuk menunggu di ruang tamu selama sang tuan rumah masih makan malam.


"Siapa tamunya bu?" tanya Wingky saat melihat Rahma menghampiri mereka.


"Katanya teman Pak Wingky. Kalau gak salah namanya Ibu Agnes" jelas Rahma.


Leony hampir tersedak mendengar jawaban Rahma.


"Ngapain dia kesini?" tanya Wingky heran.


"Papa ngasi tau alamat rumah kita?" tanya Leony penuh selidik.


"Ya enggak lah, Mama saja yang temui dia. Daripada Mama salah paham. Papa sama sekali gak pernah kontakan sama dia" jawab Wingky cuek. Dia juga malas berurusan dengan Agnes.


Leony mempercepat makannya. Tanpa banyak kata dia langsung menuju ruang tamu.


Sesampainya diruang tamu, Leony sampai tidak mengenali tamu yang datang. Baru seminggu lalu dia ketemu Agnes, memang saat itu Agnes terlihat berisi. Tapi sekarang lebih gendut dari waktu itu.


"Agnes?" tanya Leony karena takut salah.


Agnes langsung berdiri.


"Maaf mengganggu malam-malam. Apa aku bisa berbicara dengan Wingky sebentar. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan" jelas Agnes to the point.


"Silahkan duduk dulu Agnes. Wingky masih menyuapi anaknya" jawab Leony setenang mungkin. Walau dalam hati dia kesal. Bagaimana mungkin seorang wanita bersuami bertamu kerumah pria yang sudah beristri? Dimana letak harga dirinya?.


Tak berapa lama Rahma datang dengan secangkir teh dan camilannya.


"Silahkan bu" kata Rahma sopan.


"Terima kasih" jawab Agnes.


Leony perhatikan wajah Agnes yang tampak sembab sehabis menangis. Wajah yang dulu terawat sekarang seperti tidak terawat. Banyak bekas jerawat dan juga flek diwajahnya.

__ADS_1


"Kalau boleh tau ada apa kamu nyari suamiku?" tanya Leony kemudian.


Agnes menunduk dan *******-***** bajunya.


Tanpa menatap Leony dia mulai berkata,"Bolehkah aku berbicara sebentar saja dengan Wingky. Aku tidak ada niat buruk. Aku mohon" jelas Agnes masih menunduk.


Melihat wajah Agnes yang tampak sedih Leony pun bangkit dan memanggil suaminya.


"Baiklah. Tunggu sebentar ya" kata Leony kemudian.


Saat sampai di ruang makan. Wingky baru saja selesai merapikan alat makan Bian. Anaknya itu makan dengan lahap tak bersisa.


"Pa, Agnes mau bicara sama kamu" ujar Leony.


Wingky mengerutkan kening.


"Gak ah. Daripada papa gak dapat jatah Papa nyari aman. Nanti mama marah-marah gak jelas. Papa nyari aman aja" jawab Wingky terkekeh.


"ihh... Papa. Gimana gak marah waktu itu kan dia sampai peluk-peluk papa" ujar Leony yang mengingat pertemuannya saat awal menikah dulu.


"Temui aja sekarang pa. Penting kayaknya".


Wingky berpikir sejenak kemudian mengangguk. Wingky berjalan menuju ruang tamu disusul Leony. Tapi dia tidak ikut kesana melainkan sembunyi di belakang tembok.


"Ky..." sapa Agnes. Dia mengulurkan tangannya tapi Wingky hanya menangkupkan tangan di dada. Agnes jadi sangat malu tengan tingkahnya sendiri.


"Ada apa nes? Dari mana kamu tau rumahku?" tanya Wingky.


,


Agnes menunduk.


"Maaf ky, aku mengganggu malam-malam. Aku dapat alamat kamu dari Vano (Teman SMA mereka dulu). Aku tidak tau lagi harus minta tolong kemana. Aku sudah meminta tolong ke semua teman aku. Tapi gak ada yang bisa bantu" jawab Agnes dengan masih menunduk tapi sudah bercucuran air mata. Sepertinya dia menanggung beban yang sangat berat.

__ADS_1


"Suamiku terlilit hutang dan sekarang di tahan di kantor polisi karena dilaporkam sama yang minjamin uang. Aku yang dari menikah tidak bekerja sama sekali tidak bisa menebus hutang itu. Aku bukan mau minta kamu untuk bantu nebus ky. Aku sudah punya solusi untuk jual rumah dan mobil. Tapi aku sangat butuh pekerjaan. Aku dengar dari Vano kamu punya villa. Aku mohon ky, bisakah aku kerja disana?" mohon Agnes.


"Aku sudah nyari kerja kemana-mana tapi syaratnya kebanyakan masih single dan maximal berusia 25 tahun. Aku mohon ky, aku hanya ingin supaya bisa makan dan untuk biaya sekolah anak" Agnes berkata sudah dengan tangis yang bercucuran.


Wingky yang melihat itu langsung menyerahkan tissu yang ada di atas meja.


Leony yang mendengar cerita Agnes merasa iba. Apalagi mendengar nada bicara Agnes yang terisak dan seperti terbata-bata.


"Kalau Villa bukan aku yang ngelola managemenya. Aku punya team. Tapi kamu coba saja bawa lamaran kesana. Nanti aku bantu juga rekomendasikan ke team ku." Wingky mengambil kartu nama pengelola Villlanya dan memberikannya pada Agnes.


"Terima kasih ky, aku tidak tau harus meminta tolong pada siapa. Keluargaku tidak ada yang mau bantu karena dari awal mereka menentang hubunganku dengan suami" Agnes sangat bersyukur Wingky mau menolongnya.


Wingky hanya mengangguk tidak mau terlalu ikut campur.


"Sekali lagi terima kasih Ky, aku pamit dulu" ujar Agnes kemudian meninggalkan rumah Wingky.


Setelah kepergian Agnes Wingky hendak menuju kamar langsung di hadang istrinya.


"Pa, suami Agnes masuk penjara?" tanya Leony yang saat itu sedang menggendong Bian.


Wingky mengambil Bian dari gendongan istrinya kemudian mengangguk.


"Iya, katanya terlilit hutang" jawab Wingky.


"Kasihan ya pa. Jadi nanti papa mau tempatkan di villa mana?" tanya Leony.


"Biar manajemen aja yang urus. Yang pentingkan kita sudah ada niatan bantu" .


Wingky merangkul bahu istrinya dengan sebelah tangan kemudian berbisik.


"Ayo buat adik sebelum papa berangkat ke tempat Antony" bisiknya manja.


Leony terkekeh kemudian mencubit pinggang suaminya.

__ADS_1


"Ada-ada saja" jawabnya masih terkekeh lucu.


Bersambung...


__ADS_2