
“Makanya pegangan” titah Wingky. Wingky tersenyum ketika mengatakan itu tapi sayang Leony tidak bisa melihat senyum manis dari seorang Wingky.
Leony tetap tidak mau berpegangan. Rasanya tidak pantas dia melakukan itu.
"Coba disini kamu suami aku, udah aku peluk tanpa diminta" batin Leony.
Wingky mengendarai motor dengan pelan sekali. Leony bahkan sampai gemaa sendiri. Dia pun mengambil jalan yang salah sengaja dilama-lamain.
"Lho.. Kok kesini? Rumah kamu kan gak lewat sini?" kata Leony lagi-lagi tanpa sadar.
"Jangan bilang kalau kamu tau rumah ku dari Stella?" tuntut Wingky.
Leony yang sadar keceplosan akhirnya dengan cepat memutar otak pintarnya.
"Nggak kok, kan dulu waktu pulang kursus aku liat kamu habis nganterin pacar kamu" jawab Leony.
"Aku gak pernah punya pacar" jawab Wingky ketus.
"Segitu marahnya ya sama Agnes sampai sampai gak diakui pacar?" tanya Leony mendekatkan wajahnya. Dia ingin melihat bagaimana reaksi Wingky ketika ditanya perihal Agnes yang sampai membuat Wingky pindah keluar negeri.
"Nggak kok, emang aku gak pernah pacaran" jawab Wingky cuek.
"Terus kenapa sampai kabur keluar negeri segala?" tanya Leony pula.
__ADS_1
Wingky malah tertawa ngakak.
"Siapa bilang aku keluar negeri gara-gara itu? Sok tau kamu" jawab Wingky disertai tawa yang tak berkesudahan.
"Jujur aja gak apa-apa kok. Patah hati itu wajar".
Wingky kembali tertawa.
"Dibilangin bukan karena itu juga" elak Wingky.
Wingky terpaksa harus menghentikan laju motornya karena lampu rambu lalu lintas berubah merah. Wingky dan Leony masih saja berdebat perihal Agnes.
Leony yang terus menuduh Wingky kabur demi menghindari Agnes sedangkan Wingky yang terus mengelak tapi tanpa memberikan alasan.
Orang tersebut yang tak lain adalah Stella mengepalkan tangannya.
"Masak aku patah hati sebelum berperang?" guman Stella sendu.
"Bisa-bisanya mereka ciuman di jalan? Arrhhhhhggg...." Stella berteriak dalam hati.
Tak lama lampu telah berubah hijau. Wingky pun memutar arah menuju jalan rumahnya yang benar.
"Kamu kok kalau sama aku ngeselin? Kalau sama yang lain apalagi Antony baik banget?" tanya Wingky yang tidak terima karena dari tadi dirinya dan Leony terus berdebat saja.
__ADS_1
"Karena kamu juga ngeselin. Aku kan bunglon, bisa berubah sesuai kondisi" jelas Leony.
"Bilang saja kamu suka sama Antony" kata Wingky pula.
"Kalau iya juga bukan urusanmu!" jawab Leony.
Wingky tidak bisa berkata lagi, kenyataanya memang itu bulqn urusannya.
Selama sisa perjalanan baik Wingky maupin Leony sudah sibuk dengan pikiran masing-masing. Yang ada hanya keheningan di antara mereka.
10 menit kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Wingky bertepatan dengan Mama Wingky yang hendak membuang sampah.
Dia terkejut melihat anaknya membonceng seorang cewek.
"Siapa ky?" tanya Mama Wingky.
Wingky turun dari motor begitu juga Leony. Saat turun Leony langsung menyalami Mama Wingky.
"Saya teman sekampus Wingky, bu. Tadi motor Wingky mati jadinya saya yang antar mumpung satu jalur" jawab Leony menjelaskan. Seketika Wingky terpesona dengan Leony. Dia sangat sopan dengan mau menyalami dan berkenalan dengan Mama Wingky. Dulu Agnes pernah ingin dia ajak untuk bertemu Mamanya, tapi Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.
Mama Wingky nampak mengingat-ingat wajah Leony.
"Kamu yang waktu itu di supermarket kan?" tanya Mama Wingky dengan senyum secerah mentari. Dia senang bertemu dengan Leony kembali.
__ADS_1
Bersambung...