
Leony dan Wingky mendengar apa yang mereka berdua katakan. Seketika wajah Wingky berubah merah padam. Leony yang melihat itu menjadi cemas. Dia takut suaminya berpikiran yang tidak-tidak.
Mereka berdua pun kemudian mendekati Randy dan Prita. Seketika Randy berdiri ketika melihat kedatangan Leony dan Wingky tetapi tidak dengan Prita. Dia masih menangis di tempatnya sambil memeluk sang anak.
“Sebenarnya ada apa ini?” tanya Wingky to the point. Dia berbicara setenang mungkin karena tidak mau anaknya menjadi takut.
“Maafkan teman saya pak. Saya atas nama Prita memohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi” mohon Randy.
“Saya tidak suka istri saya dipermalukan di depan umum seperti tadi. Bisa saja saya bawa ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik” tegas Wingky.
Mendengar tentang hukum seketika Prita menjadi ketakutan. Dia kembali menangis tersedu-sedu.
Tak berapa lama Dion datang dengan sedikit berlari. Randy sudah menceritakan yang terjadi. Dion benar-benar malu dengan apa yang sudah mantan istrinya lakukan. Apalagi di telpon tadi Randy juga mengatakan kalau Prita mendorong anak mereka.
Dion langsung mengambil anaknya dari pangkuan mantan istrinya.
“Mulai sekarang Zahra akan sama aku. Kamu gak becus jadi ibu” bentak Dion.
__ADS_1
Prita semakin menangis.
“Lebih baik anak-anak diajak ke tempat lebih jauh untuk sementara” usul Wingky. Leony pun mengajak Bian dan Zahra sedikit menjauh. Dia membiarkan suaminya yang menyelesaikan masalah yang ada. Walau dia sangat cemas suaminya salah paham.
Setelah kepergian Leony , Prita mulai mengeluarkan isi hatinya.
“Semua ini salah kamu. Kalau kamu bisa mencintai aku. Aku tidak mungkin selingkuh” bentak Prita dengan suara meninggi.
Plak.
Wingky yang tidak mau ikut campur urusan keluarga mereka mulai angkat bicara.
“Maaf saya tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga kalian. Saya tidak terima karena Anda sudah mencemarkan nama baik istri saya. Saya pastikan akan menuntut anda secepatnya” tegas Wingky.
Prita semakin ketakutan saja. Apalagi dia menelisik penampilan Wingky yang seperti berasal dari kalangan berada.
Dion tidak membela mantan istrinya begitu pula Randy. Mereka membebaskan Wingky bila ingin membawa kasus ini ke jalur hukum. Bagaimanapun tadi Prita sudah keterlaluan mempermalukan Leony di depan umum.
__ADS_1
Prita bersimpuh di kaki Wingky.
Seketika Wingky memundurkan tubuhnya. Tidak ingin disentuh oleh Prita.
“Maafkan saya pak. Saya hanya terbawa emosi karena melihat orang yang dicintai suami saya” kata Prita dengan terus menunduk. Keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan.
“Istri saya tidak salah disini. Dia tidak pernah merebut suami Anda. Selesaikan urusan rumah tangga anda jangan pernah bawa-bawa istri saya. Ini urusan kalian berdua. Saya kan tetap memproses ke jalur hukum”tegas Wingky kemudian meninggalkan pasangan itu disusul Randy.
Dion menatap mantan istrinya yang sudah berantakan itu. Prita masih menangis di tempatnya. Sedikitpun Dion tidak berniat membantu mantan istrinya itu untuk bangkit.
“Aku sedang belajar untuk mencintaimu. Tapi kamu sendiri yang merusaknya. Kamu berselingkuh dengan teman ku sendiri. Bagaimana mungkin aku bisa mencintaimu kalau kamu seperti itu? Dan jangan kamu bawa-bawa orang lain dalam masalah rumah tangga kita. Kamu hanya membuatku malu saja” bentak Dion. Hilang sudah kesabarannya menghadapi Prita.
“Jangan salahkan orang lain. Yang salah hanya dirimu sendiri. Kamu mencari alasan seolah-olah kamu yang tersakiti disini sehingga kamu bisa berselingkuh. Aku sedang belajar mencintaimu, aku masih belajar. Walau aku masih mencintai dia aku sama sekali tidak pernah menghianatimu. Aku hanya setia padamu. Tapi kamu tidak sabaran dan memilih untuk berselingkuh. Aku menyayangi mu dan anak kita. Apa pernah aku menelantarkan kalian? Apa pernah aku mengabaikan mu demi dia? Tidak pernah sekalipun. Aku memperlakukanmu dengan baik, aku menghormatimu sebagai istri dan ibu dari anakku. Semua ini hanya alasanmu saja untuk membenarkan tindakan perselingkuhanmu. Aku kecewa sama kamu” kata Dion panjang lebar dan meninggalkan Prita begitu saja.
Prita seperti tertampar. Kata-kata Dion memang benar adanya. Apapun alasannya harusnya dia tidak berselingkuh. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Dion sudah tidak mau memaafkannya lagi.
Bersambung...
__ADS_1