
keesokan paginya...
alana datang pagi sekali kesekolah bahkan tanpa sarapan dulu, alana duduk termenung dibangkunya dan diam melamun entah apa yang difikirkannya.
ceklek..
tiba-tiba pintu kelas terbuka dan membuat alana langsung tersadar, ia pun menoleh kearah pintu kelas yang terbuka, dan itu adalah...
"Alana.." kejut raynad.
ya. yang baru saja masuk kelas itu adalah raynad.
alana yang masih diam akhirnya sadar dan menundukkan kepalanya, jujur saja ia sama sekali tidak bisa bahkan sulit mengangkat kepalanya saat ada raynad didekatnya.
"Pagi al.." sapa raynad.
"pa..pagi!" jawab alana.
jujur saja suasana diantara mereka canggung, entah apa yang ada difikiran kedua orang itu, namun mereka hanya saling diam tanpa buka suara atau membuka obrolan.
akhirnya raynad pun mendekati alana. "Kamu sepagi ini udah disekolah, rajin banget?" ucap nya sambil duduk dibangku depan alana.
"Iya saya kepagian soalnya yang nganter juga mau pergi jadi saya sekalian berangkat." jawab alana.
raynad mengangguk mengerti, lalu ia kembali teringat satu hal yang terjadi kemarin.
"Kamu merasa gak enak gak berdua sama aku disini?" tanya raynad ragu.
alana mendongakan kepalanya, ia juga jadi teringat jika kemarin ia mengatakan hal itu untuk menghindari raynad.
"Maaf jika kata-kata saya kemarin menyinggung kamu." ucap alana penuh sesal.
melihat alana yang murung karna ucapannya raynad pun merasa tidak enak hati. "Maaf al, aku gak bermaksud nyinggung kok aku cuma bertanya, aku takut kamu gak nyaman sama aku!" ucapnya penuh sesal.
"Tidak apa-apa, itu juga salah saya, maafkan saya juga."
raynad mengangguk mengerti.
###
Raynad menikmati waktu istirahatnya dihalaman depan sekolah, disana ada bangku panjang dibawah pohon rindang dan membuat suasana disana terasa sejuk meski udara sedang panas.
awalnya saat bel istirahat tadi rena mengajaknya untuk kekantin, namun raynad menolak karna ia ingin menikmati waktunya sendirian.
tiba-tiba ia teringat ucapan wali kelas saat ia menjadi ketua kelas dihari pertama.
"Raynad.. tolong kamu bantu alana untuk.bergaul, ajak dia bergabung dengan kamu, dia gadis yang selalu menutup dirinya. kamu tau kan dia adalah siswi berprestasi dengan beasiswa, guru disekolah sebelumnya mengatakan segalanya selama alana sekolah disana ia sama sekali tidak bergaul, jadi saya minta kamu bantu alana untuk mengubah sifatnya."
kata-kata wali kelasnya masih teringat diingatan raynad dan ia pun berusaha mencoba membantu alana agar gadis itu bisa terbuka padanya, tapi melihat alana yang tidak nyaman saat berada didekatnya membuat raynad takut akan jadi masalah nantinya.
raynad bisa melihat karna setiap raynad mencoba mengajak alana berbicara alana tidak pernah menatapnya bahkan cenderung tertunduk dan menatap kebawah.
__ADS_1
"Ray.."
raynad yang merasa terpanggil pun menoleh kesumber suara.
"Rena!" gumam raynad. ia melihat rena berjalan menuju dirinya sambil tersenyum.
"Ngapain kamu kesini?" tanya raynad.
"Nih aku bawain roti sama air mineral, kamu pasti belum makan kan?" ucap rena seraya memberikan plastik berwarna hitam pada raynad.
"Makasih ya?"
"iya. lagian kamu ngapain sih ngelamun disini?"
"Gapapa, disini sejuk aja. enak buat menyendiri!"
"Hati-hati nanti kesurupan."
raynad menanggapinya hanya dengan tersenyum. raynad mengambil isi yang ada di plastik itu dan hendak memakannya namun..
"Eits... biar aku suapin!" ucap rena.
"Gak usah aku masih ada tangan kok!" tolak raynad.
"Gak boleh nolak. ini bakal aku hitung sebagai rasa terima kasih, jadi biar aku suapin kamu ya." putus rena.
raynad hanya pasrah saat rena menyuapinya, bahkan setelahnya raynad dan rena tertawa bersama, bercanda saling bersenda gurau sampai tidak sadar adanya seseorang yang melihat mereka dibalik pohon.
####
*beberapa menit sebelumnya..
alana kembali dari kantin hendak menuju kembali kekelas setelah membeli camilan juga minuman untuknya, dari koridor ia melihat raynad duduk sambil termenung dibawah pohon dengan ragu alana berjalan maju menuju tempat raynad, namun sebentar lagi sampai rena datang lalu memberi raynad makanan.
bisa dilihat raynad sangat senang saat rena menghampirinya, bahkan raynad menerima rena yang akan menyuapinya makan, melihat itu makanan dikantung plastik yang alana bawa jatuh dan alana perlahan mundur hingga akhirnya ia lari karna tak sanggup melihat pemandangan yang menyakiti hatinya*.
alana benar-benar tak sanggup menahan semua perasaan yang menyakitkan ini, alana benar-benar tidak mengerti kenapa ia tidak bisa melupakan raynad, padahal ia juga tidak pernah bisa menyatakannya tapi kenapa ia juga tidak bisa menghilangkan perasaannya pada raynad.
"Aku mohon tuhan.. aku tidak bisa terus seperti ini.." keluh alana disela isakan tangisnya.
setelah cukup tenang alana akhirnya memutuskan untuk kembali kekelas, alana berusaha mengontrol perasaannya agar ia tetap kuat melihat raynad dan juga rena.
alana datang kekelas paling akhir, alana bernafas lega karna guru belum datang.
saat berjalan menuju bangkunya alana bisa merasakan beberapa mata menatapnya dengan tatapan tidak suka, alana mencoba untuk tetap diam saja dan duduk dibangkunya dengan tenang.
tak lama guru datang dan proses belajar mengajar pun dimulai, alana berusaha untuk tetap fokus belajar dan mengesampingkan perasaannya, alana tidak mau nilainya berkurang karna dengan nilai yang alana pertahankan ia tetap bisa bersekolah.
"Alana tolong isi jawaban nomor 1!" titah guru matematika bernama 'Weni'.
alana pun mengangguk dan segera menuju kedepan untuk mengerjakan tugas yang diminta.
__ADS_1
alana menulis jawabannya dipapan tulis dengan cepat, ini adalah pengambilan nilai tertulis namun maju satu persatu dan jawab langsung didepan, alana belum sempat menghitung karna ia dipanggil lebih awal namun ia bisa mengerjakannya dengan baik.
"Sudah bu.." ucap alana seraya meletakkan kembali spidol ketempatnya.
bu weni terlihat tersenyum puas. "Bagus alana, jawaban kamu sempurna. terima kasih ya kamu boleh duduk!" ucapnya.
alana mengangguk dan kembali duduk ditempatnya, setelah alana, raynad lah selanjutnya namun karna soal nomor 2 terlalu sulit raynad terlihat kesulitan.
"Ayo raynad selesaikan!" titah bu weni.
"Maaf bu sebentar, saya hitung dulu!" jawab raynad berusaha sambil terus berfikir.
alana yang melihat raynad kesulitan pun ingin membantunya, tapi alana ragu.
"Alana tolong maju kedepan!" titah bu weni.
alana yang dipanggil merasa terkejut, namun alana tetap maju dengan langkah ragu sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu tolong bantu raynad menjawabnya, kamu mengerti kan?" tanya bu weni.
"Insya allah tau bu.."
"Tolong kerjakan dan bantu raynad!"
Alana mengangguk lalu ia mengambil spidol yang ada ditangan raynad. dengan perlahan alana menjelaskan kepada raynad bagaimana cara menjawab soal yang diberikan padanya, raynad mendengarkan penjelasan alana dengan baik hingga ia mengerti.
raynad menulis jawabannya dan ya..
"Bagus. jawaban sempurna, terima kasih raynad dan kamu juga alana." ucap bu weni.
"Sama-sama bu, boleh saya duduk?"tanya alana.
"Iya silahkan!"
alana pun jalan menuju kursinya bersama dengan raynad yang juga jalan menuju kursinya sendiri.
pulang sekolah..
"Alana.." panggil raynad.
alana yang sedang merapihkan barang-barangnya pun menoleh.
Meski sempat terkejut namun ia tetap memasang wajah biasa saja.
"Iya?" saut alana.
"Makasih tadi udah bantu aku jawab soal matematika, untung ada kamu!"
"Iya sama-sama karna bu weni yang minta saya melakukannya."
raynad diam tak merespon.
__ADS_1
"Maaf ya raynad saya duluan, saya buru-buru, permisi!" pamit alana dan langsung melenggang pergi meninggalkan raynad yang menatapnya penuh dengan tanda tanya.
"Apa salah aku sih?" batin raynad.