
"Pa, tadi kan mama banyak ngobrol sama kak Angel. Kak Angel ternyata banyak ikut franchise pa. Baru satu brand sih, tapi sudah tersebar di 5 titik. Pangsa pasarnya anak-anak SMA. Mama pengen juga kayak kak Angel deh pa" curhat Leony. Mereka bertiga sudah di dalam mobil menuju lokasi pembangunan cafe sederhana milik Leony.
Wingky hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan istrinya.
"Ma, bisnis itu tidak bisa gegabah. Mama baru mau terjun di dunia bisnis sudah bercabang pikirannya. Fokus dulu sama cafe mama. Kalai sudah jalan dan berkembang baru buka usaha baru. Bukannya belum apa-apa konsentrasinya sudah pecah kemana-mana. Yang ada bukannya maju malah kacau semuanya gara-gara mama gak bisa fokus" ujar Wingky yang memang benar adanya. Terkadang orang-orang tergiur dengan berbagai macam usaha dan ingin menekuno semuanya. Padahal yang terpenting walau hanya 1 jenis usaha yang penting tekun dan fokus pasti usaha itu akan berkembang.
Leony nyengir saja. Dia tau kalau sudah salah.
"Memang beruntung mama dapat suami seperti papa. Udah pinter, setia , pengertian bonus tampan lagi. Walau kadang-kadang cueknya minta ampun" kata Leony memuji dan menjelekkan disaat bersamaan".
"Bukan cuek ma. Papa gak pernah cuek. Hanya cara mengungkapkan saja tidak sesuai keinginan Mama" elak Wingky.
Leony hanya tertawa kecil menimpali.
Mereka melewati jalanan menuju M University. Jalanan yang sering mereka lewati. Banyak kenangan yang terekam di memori Leony tentang masa-masa itu.
__ADS_1
"Pa, Mama penasaran. Kenapa Papa bisa tidak jadian dengan Stella? Bukannya Stella fall in love banget sama papa" tanya Leony tiba-tiba.
Wingky mendengus sebal. Ada-ada saja pertanyaan nyeleneh dari istrinya yang tidak masuk di akal. Apalagi itu sudah beberapa tahun silam.
"Mama ini ngapain bahas yang begitu? Apa penting? Kalau ujung-ujungnya pertanyaan Mama membuat Mama jengkel sendiri mending gak usah nanyain aneh-aneh" jawab Wingky terdengar ketus.
"Kok Papa jadi marah? Papa ada perasan ya sama Stella?" tuduh Leony. Mungkin karena sebentar lagi akan datang bulan jadi dia gampang baperan.
Wingky mengelus dada. Istrinya memang sudah eror. Lebih baik dia mengalah saja dari pada berbuntut panjang dan ujung-ujungnyq jadi berantem.
Wingky yang awalnya fokus menatap jalanan melihat ke aras istrinya yang nampak cemberut.
Wingky yang melihat wajah malu-malau istrinya menjadi tersenyum. Dia kemudian kembali fokus pada jalanan.
"Jangan pernah menanyakan pertanyaan aneh. Papa itu cuma cinta sama Mama" ucap Wingky pula.
__ADS_1
Leony hanya mengangguk saja walau dalam hati dia malu sendiri. Salah dia memang yang menanyakan pertanyaan tidak masuk akal pada suaminya tadi.
Bian yang tertidur dipangkuan Leony pun terbangun.
"Mama cucu" rengeknya manja.
"Anak mama sudah bangun ya" kata Leony sambil mencium gemas pipi anaknya.
"Mimik cucu" rengek Bian lagi.
Leony terkekeh kemudian membuka bajunya. Mulai menyusui Bian secara langsung tanpa menggunakan dot.
"Bian.. Cepat gede ya. Itu susu punya papa" ujar Wingky nyeleneh yang sekita saja membuat Leony tertawa ngakak. Apalagi expresi wajah suaminya terlihat sangat menggemaskan.
Wingky pun tak di duga mengelus salah satu milik istrinya yang tidak digunakan Bian.
__ADS_1
"Aw..." pekik Leony karena ulah nakal suaminya itu. Tentu saja dia kaget dengan hal tak terduga yang dilakukan Wingky.
Bersambung..