DREAM

DREAM
Baikan


__ADS_3

“Maafkan papa, ma” kata Wingky memohon maaf. Dia sangat menyesali perbuatannya.


Wingky memegang kedua pundak istrinya.


Dia pandangi wajah istrinya yang masih terlihat sembab itu.


"Maaf ya" ulangnya lagi. Leony masih diam ditempatnya. Dia tidak menyangka bahwa Wingky lah yang meminta maaf lebih dulu.


"Kenapa diam aja? Mama masih marah sama papa?" tanya Wingky dengan wajah sendunya.


"Maaf kalau kata-kata papa udah nyakitin perasaan mama" lanjutnya.


Leony menggeleng kemudian tersenyum.


"Mama juga minta maaf ya pa" kata Leony.


"Uang yang papa kasi memang mama tidak pakai untuk keperluan pribadi. Tapi mama simpan untuk masa depan anak kita. Mama bukan menganggap papa tidak mampu. Maaf sudah buat papa sakit hati. Mama hanya terbiasa menggunakan uang sendiri. Mama hanya tidak mau dibilang istri yang boros"jelas Leony panjang lebar.


"Ma, sudah tugas papa untuk memenuhi keperluan kamu dan anak kita. Mama tidak bekerja pun papa masih sanggup. Filler hidung yang katanya puluhan juta. Papa masih sanggup" balas Wingky.


Leony malah tertawa.


"Mama tidak sampai perawatan seperti itu pa. Mama hanya merawat diri bukan merubah bentuk wajah. Papa kenapa tau istilah kecantikan?" tanya Leony terheran.


Sebelum menjawab Wingky menuntun istrinya menuju tempat tidur.


"Pak Bagas yang bilang. Istrinya minta uang sampai sepuluh juta untuk filler hidung. Sedangkan mama minta uang untuk beli baju aja tidak pernah. Papa sedih karena merasa mama tidak perlu dengan papa sama sekali. Mama terlalu mandiri" jawab Wingky dengan tatapan sendu.


Mereka berdua sudah duduk di atas tempat tidur dengan duduk bersandar di kepala ranjang.


"Maaf pa. Maaf udah buat papa merasa seperti itu. Sekali lagi mama tegaskan. Mama tidak pernah berfikir untuk merendahkan papa karena mama yakin papa akan berjuang untuk memenuhi keperluan mama. Hanya saja sekarang karena mama masih ada uang makanya mama pakai uang sendiri. Tapi minggu depan Mama sudah jadi pengangguran jadi mama pasti pakai full uang papa. Papa jangan protes kalau mama belanja banyak nanti ya" jawab Leony dengan tersenyum.

__ADS_1


"Pengangguran?" ulang Wingky.


Leony mengangguk.


"Mama sudah mengundurkan diri hanya saja belum bisa langsung di setujui karena harus ada pengganti dulu" jawab Leony.


Deg.


Wingky tidak menyangka istrinya rela berhenti bekerja karena dirinya. Rasa bersalah Wingky semakin terpupuk.


"Maaf ma. Papa tidak bermaksud membuat mama berhenti bekerja. Papa hanya diliputi emosi sesaat" sesal Wingky.


"Bukan hanya karena papa. Tapi mama memang ingin berhenti. Mama ingin membantu papa di villa saja" jawab Leony.


"Dan Amina juga mau menikah. Dia mau mengundurkan diri pa" imbuhnya.


"Maafin papa ya ma. Mama sudah banyak berkorban untuk keluarga kita. Papa bener-bener egois" Wingky benar-benar menyesal.


"Ini sudah menjadi keputusan mama. Bukan salah papa. Maafin juga kalau selama ini mama udah ngecewain papa" mohon Leony.


"Mama nggak pernah negcewain papa. Papa hanya terbawa emosi saja. Maaf ma" Wingky pun ikut memohon maaf.


Leony elus pipi suaminya kemudian dia dekatkan wajahnya dan memberikan ciuman dalam untuk suaminya. Wingky pun yang sudah berhari-hari menahan hasrat karena diliputi egonya kemudian membalas ciuman istrinya dengan lebih menggebu.


Tangan Wingky sudah tidak dapat dikondisikan. Dia melepas jubah tidur yang menutupi tubuh istrinya dan begitu terkejutnya dia karena istrinya memakai gaun tidur yang begitu sexy.


Belahan dadanya yang padat berisi itu terlihat sempurna. Wingky mendekatkan wajahnya ke area favoritnya itu dan mulai memberikan ciuman secara bergantian. Tak lupa tangannya akan bermain sama liarnya. Seperti sedang kehausan Wingky terus menghisap dan menyesap benda favorit itu bergantian hingga menimbulkan warna merah akibat ulahnya itu. Seolah tidak pernah puas dia menghisap lagi dan lagi. Setelah puas bermain disana, Wingky memindahkan wajahnya di cerut leher istrinya. Dia bermain disana tapi tidak sampai membuat tanda merah. Wingky hanya membuat tanda cinta di tempat tertutup saja.


Hasrat keduanya sudah sama-sama membuncah. Hingga keluarlah suara-suara yang menimbulkan hasrat semakin memuncak.


Wingky sudah tidak tahan. Dibukanya pakaian dirinya dan istrinya dengan tidak sabaran. Saat sudah sama-sama polos Wingky kemudian memulai penyatuan. Dia pompa tubuh istrinya dengan menggebu hingga Leony kembali mengeluarkan suara merdunya.

__ADS_1


Wingky semakin tersulut hasrat mendengar suara manja itu. Semakin cepat dia memompanya. Belum puas dengan satu gaya, Wingky kemudian merubah posisi dengan sang istri yang berada di atas.


"Bergoyanglah sayang" mohon Wingky.


Leony yang dari tadi memang ingin menggoda suaminya pun mulai beraksi.


Dia mulai menggerakkan tubuhnya sesuai naluri yang dia miliki hingga suara erangan lolos dari mulut suaminya.


"Arrrgggggg.... Nikmat sekali" erang Wingky.


Leony semakin aktif bergerak dan memimpin percintan mereka. Suara-suara khas percintaan itu semakin memenuhi kamar mereka.


Wingky pun kembali merubah posisi dengan dia mengukung tubuh mungil istrinya. Wingky mulai memompa dengan tempo yang dipercepat hingga Leony kembali mengerang nikmat dan miliknya berkedut tanpa puncak percintaan sudah di dapat. Melihat istrinya yang sudah puas Wingky pun kembali memompa lebih cepat hingga dia pun mencapai puncaknya.


Dia kembali mengerang ketika pelepasan itu tiba.


"Terima kasih sayang" kata Wingky sambil mencium kening istrinya. Dia kemudian melepas miliknya dan berbaring disebelah istrinya dengan saling memeluk.


"Jadi kita sudah baikan?" tanya Leony.


Wingky tersenyum.


"Tentu sayang. Maafkan papa yang sangat egois" jawab Wingky.


Leony pun ikut tersenyum kemudian memeluk tubuh suaminya lebih erat dan membenamkan wajahnya di dada bidang milik sang suami. Hingga beberapa menit berpelukan, sesuatu dibawah sana kembali terbangun.


"Boleh lagi ya" bisik Wingky mesra di telinga istrinya.


Leony membelalakkan mata tidak percaya kemudian tertawa kecil.


"Memang baperan" jawab Leony sambil mengelus milik suaminya yang sudah tegak menantang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2