
Wingky sampai berlari saat memasuki rumahnya. Ruang tamu dan ruang tv nampak sepi. Di dapur pun tidak ada Rahma. Bayu pun entah pergi kemana. Wingky semakin merasa khawatir saja.
Saat memasuki kamar dia lega melihat Leony sedang tertidur dengan Rahma memijat kepalanya. Mungkin Leony sedang merasa sedikit pusing.
"Eh.. Pak Wingky. Sudah pulang pak?" tanya Rahma yang melihat lehadiran Wingky.
"Saya mampir sebentar bu, telepon rumah kenapa tidak ada yang ngangkat? Dan Pak Bayu kemana?" tanya Wingky beruntun.
Melihat wajah tidak bersahabat Wingky, Rahma pun jadi gelagapan menjawabnya.
"Ma-maaf pak, tapi dari tadi teleponnya tidak berbunyi, dan suami saya sedang membelikan sop buntut pesanan Ibu Leony" jelas Rahma takut-takut.
Wingky pun mengangguk kemudian keluar dari kamarnya. Dia melihat telepon rumahnya dan ternyata posisi gagangnya tidak pas. Wingky pun membenarkan posisi teleponnya.
Dia lantas kembali ke kamar melihat istrinya yang masih tertidur dengan Rahma masih memijat kepalanya.
"Biar saya yang gantikan bu, nanti sy panggil ibu saat saya kembali ke kampus" kata Wingky dan Rahma pun mengangguk sebagai jawaban.
Dia undur diri kebelakang dan Wingky mengambil tempat Rahma tadi dan mulai memijat kepala istrinya perlahan. Mungkin karena tidak seenak pijatan Rahma, entah di menit keberapa Leony malah terbangun. Perlahan dia buka matanya dan melihat wajah suaminya tepat di atas wajahnya.
"Sayang... ini sudah malam ya?" Leony mengira ini sudah jam 8. Karena jadwal Wingky mengajar sampai jam setengah 8.
"Belum. Ini masih jam 3. Tadi aku telepon kamu tapi tidak bisa. Makanya aku cepat-cepat pulang. Tadi rapatnya diluar expektasi." jawab Wingky. Dia masih memijat kepala istrinya.
"Masih sakit kepalanya?" tanya Wingky pula.
__ADS_1
Leony pun menggeleng sebagai jawaban.
Leony menahan tangan suaminya yang masih setia memijat kepalanya.
"Sudah yank. Aku mau pipis" kata Leony. Leony mendudukkan dirinya sebentar kemudian perlahan turun dari temoat tidur.
"Mau diantar?" tanya Wingky.
Leony menggeleng.
"Aku bisa sendiri kok yank" jawab Leony sambil tersenyum. Wingky pun mengangguk tapi tetap saja mengikuti istrinya dari belakang.
Keluar dari kamar mandi, Leony kembali berbaring ditempat tidur.
"Kamu udah makan?" tanya Leony.
"Tadi pas rapat dapat nasi kotak, kami makan sekalian meeting. Benar-benar gak dapat istirahat. Ponsel aku mati dan harus di cas, tempat ngecas nya jauh dari tempat duduk aku. Jadi gak bisa hubungin kamu. Maaf ya" jelas Wingky sejujurnya.
Leony pun mengangguk.
"Aku gak apa-apa yank. Jangan khawatir." ujar Leony.
"Gimana gak khawatir. Aku telepon kamu gak bisa, telepon rumah juga gak bisa. Sampai rumah malah sepi."
"Maaf, aku matiin ponsel biar gak diganggu Pak Alan. Aku gak mau stress gara-gara digangguin dia" jelas Leony.
__ADS_1
"Dari dulu memang aku gak suka cara kerja atasan kamu itu. Dia terlalu gila kerja. Kamu mau gak bantu-bantu si villa kita aja? Kamu yang urus keuangan disana. Daripada kamu kerja disana dan tertekan. Gak baik untuk kesehatan kamu dan anak kita" mohon Wingky.
Leony tidak langsung menjawab. Dia masih memikirkan baik buruknya. Tidak mudah dia mendapatkan posisi sekarang. Awal mula dia hanya asisten accounting, di tahun kedua naik peringkat menjadi accounting, lalu manager accounting dan sekarang menjadi wakil direktur keuangan.Berat rasanta harus melepas pekerjaan itu.
"Aku gak maksa kamu. Aku tau kamu susah payah mendapat posisi kamu sekarang. Tapi aku berharap kamu mau menerima tawaran suamimu ini" kata Wingky pula.
Leony tersenyum.
"Akan aku pikirkan" jawabnya kemudian.
"Yank, coba tanya pak Bayu. Apa sop nya sudah dibelikan? Kita makan bareng ya" Leony sangat berharap Wingky bisa menemaninya lebih lama dirumah. Entah kenapa dia merasa kesepian kalau ditinggal bekerja. Padahal dirumah ada Rahma yang setia mendengar keluh kesahnya.
"Aku cek dulu ya" kata Wingky sambil membelai pipi istrinya.
Beberapa menit kemudian dia sudah kembali dengan nampan yang berisikan semangkok sop dan sepiring nasi serta segelas air putih.
Wingky dengan telaten mulai menyuapi istrinya.
"Maaf ya yank, dari awal nikah sampai sekarang aku selalu repotin kamu" air mata Leony sudah mengenang dipelupuk matanya. Hormon kehamilan benar-benar membuat Leony sangat sensitif.
Wingky meletaklan mangkok sop nya di atas nakas kemudian dia pegang kedua pundak istrinya.
"Aku gak pernah ngerasa kalau kamu ngerepotin aku. Kamu jangan pernah bilang kayak gitu lagi. Aku gak suka dengarnya. Aku cinta sama kamu dan rela ngelakuin apa aja buat kamu" ujar Wingky masih dengan memegang kedua pundak istrinya.
Dia dekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
__ADS_1
Walau mendapat kalimat penghiburan tetap saja Leony merasa sedih. Kehamilan ini membuatnya sangat sensitif.
Bersambung...