DREAM

DREAM
Es Kelapa Muda


__ADS_3

Sejak saat itu Leony sudah bertekad untuk melupakan semua kenangannya dengan Wingky. Dia akan memulai lembaran baru. Entah itu akan bersama atau tidak nantinya. Sekarang Leony hanya akan fokus pada hidupnya sendiri, keluarga dan mengejar mimpi mimpi yang belum bisa tercapai dikehidupan dahulu.


Sudah 4 kali pertemuan di kursus, dan selama itu juga dia selalu melihat Wingky dan Agnes datang dan pulang bersama saat kursus.


Leony masih sangat cemburu. Tetapi mungkin dia sudah mulai bisa menerima keadaan. Dia sedang belajar melupakan cintanya untuk Wingky. Dia lebih fokua untuk memantaskan diri. Siapa tahu kalau dia semakin pintar dalam segala hal maka Wingky akan jatuh cinta padanya.


Di depan kelas Wingky sedang berdialog dengan salah satu teman kelas sebagai tugas kelompok. Dari dulu kemampuan berbahasa Wingky memang luar biasa. Dia juga berhasil meraih gelar S2 melalui beasiswa, karena melanjutkan pendidikan itulah mereka terpaksa menunda pernikahan. Awalnya mereka ingin menikah muda, tapi karena ada tawaran kuliah S2 dan tempatnya di luar kota. Leony dan Wingky sepakat menunda pernikahan mereka. Dan setelah lulus ternyata pekerjaan datang silih berganti sehingga mereka tidak bisa membagi waktu. Apalagi Leony yang diangkat menjadi wakil direktur keuangan. Sesuatu yang membuatnya harus fokus bekerja. Setelah semua stabil di usia yang sama-sama matang mereka kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Walau akhirnya belum genap sehari Leony merasakan menjadi istri dari seorang Wingky.


Tepuk tangan menghiasi kelas saat Wingky menyelesaikan dialognya. Tiba giliran Leony dan partnernya. Terlihat bagaimana pasif nya Leony berbicara. Pengucapannya terdengar seperti orang yang memang menggunakan bahasa itu untuk berkomunikasi setiap hari.


Dalam hati Wingky kagum dengan sosok Leony.


"Ternyata ada juga plus nya. Diluar sifatnya yang mempunyai kepribadian ganda" batin Wingky.


Telah berlalu satu bulan.


Leony sudah semakin ikhlas menjalani harinya. Dia dan Wingky sudah tidak seperti sebelumnya. Wingky sudah sedikit melunak dengan mau mengobrol dengannya. Tidak ketus seperti di awal-awal pertemuan.


"Tak apa walau kita belum bisa seperti dulu. Dengan kamu mau menerima ku sebagai teman saja aku sudah bersyukur" batin Leony senang.


Seperti saat ini mereka sekelas sedang berkumpul disalah satu taman baca. Taman baca yang dilengkapi fasilitas cafe. Banyak ada anak muda yang hank out disana. Hari ini malam minggu dan mereka ber 16 kompak berkumpul bersama sambil membuat tugas. Untung saja Agnes tidak ikut hingga Leony tidak perlu sedih melihat kemesraan Wingky dengan kekasihnya itu.


Leony dan teman-temannya duduk lesehan di lazy bag warna warni sambil mengobrol santai. Sesekali mereka akan tertawa ngakak apabila ada yang terdengar lucu.


Leony benar-benar tanpa beban. Tawanya dan senyumnya telihat sangat tulus dan begitu manis.


Wingky tersenyum melihat Leony yang tersenyum seperti itu. Dia terlihat seperti diri sendiri tanpa menutupi rasa sedihnya seperti sebelum-sebelumnya.


Aga salah satu temen sekelas yang sekarang duduk di kelas 12 penasaran dengan status Leony.


"Ony kamu beneran gak punya pacar?" tanya Aga. Dia bahkan duduk mendekat di sebelah Leony.


Leony tersenyum kemudian mengangguk.


"Kenapa?" tanya Aga merasa heran.


"Kenapa apanya? Kenapa belum pacaran?" tanya Leony pula.

__ADS_1


Aga mengangguk.


"Iya lah, SMA kan masa masa indah cinta monyet" jawab Aga dengan tawa kecilnya.


"Nggak ah kak.. Aku mau belajar aja. Malas pacaran" jawab Leony.


Aga mengerutkan kening, "Serius?" tanya nya lagi. Dia masih belum puas dengan jawaban Leony.


"Dua rius malah. Aku mau langsung nikah aja kak" jawab Leony. Jawaban yang menurut anak seusianya masih belum lazim memikirkan tentang pernikahan.


Aga malah tertawa ngakak.


"Kok ada orang kayak kamu?" tanyanya masih tidak habis pikir.


"Emang aku kenapa kak?" tanya Leony.


Aisya yang duduk di sisi kiri Leony bangkit dari duduknya dan mengusir Aga dengan tangannya.


"Jangan ngerusak otak adik aku ya, biarkan dia kejar mimpinya gak ngurusin pacaran kayak kamu" kata Aisya galak.


Aga menjulurkan lidahnya.


Leony tidak bisa menahan tawanya. Aga dan Aisya terlihat begitu lucu dimatanya.


Aga mendengus sebal ketika dia sudah duduk disebelah Wingky.


"Kak Aisya itu galak bener" katanya sebal.


Wingky hanya geleng-geleng kepala.


"Lagian kamu ngapain ngajuin pertanyaan gak jelas gitu" kata Wingky yang tidak bisa menahan tawanya juga.


"Ya penasaran saja. Diantara kita disini kan dia saja yang tidak punya pacar. Apa dia tidak kepingin juga pacaran?" kata Aga membela diri.


"Aku juga tidak punya pacar kak" kata Wingky.


"Terus Agnes itu apa namanya?" tanya Aga dengan senyum mengejek.

__ADS_1


Belum sempat Wingky menjawab pertanyaan Aga, dia dengan mata kepalanya sendiri melihat Agnes berjalan dengan seorang pria dewasa sambil bergandengan tangan. Aga melihat ke arah pandang Wingky. Langsung saja mata Aga membola apalagi saat itu Agnes tengah di kecup pipinya oleh seseorang yang mereka kenali. Stave guru private mereka.


Reflek Aga menepuk pundak Wingky hendak menguatkan. Wingky sudah mengepalkan tangannya.


Pantas saja selama ini Agnes tidak mau mereka berpacaran. Ternyata karena dia menyukai orang lain.


"Sabar bro..." kata Aga yang sangat paham bagaimana perasaan Wingky.


"Teman-teman, kita udahan dulu yuk. Lain kali sambung lagi" Aga mencari jalan tengah agar Wingky tidak sampai mendekati Stave dan Agnes dan berakhir ricuh.


"Kenapa?" tanya yang lain karena merasa belum puas berbincang.


"Gak apa, makin malam makin rame" jawab Aga dengan tampang memelas.


Melihat wajah memelas Aga yang lainnya pun akhirnya setuju.


Leony melihat wajah Wingky yang memerah. Dia tidak melihat Agnes dan Stave tadi. Hanya Aga dan Wingky yang melihatnya.


"Kenapa dia? Biasanya kalau wajahnya sampai seperti itu dia pasti sedang sangat kecewa" batin Leony.


Leony ingat hanya es kelapa muda yang bisa menenangkan Wingky ketika marah. Mereka sudah keluar dari Taman baca kecuali Leony. Dia membeli 2 cup besar es kelapa muda untuk Wingky.


Saat di parkir dia menghampiri Wingky.


"Ky... Are you okay?" tanya Leony.


Wingky hanya mengangguk saja. Dia bukan tipe orang meluapkan kekesalan pada orang lain. Dia lebih banyak memendam masalahnya. Dan Leony sangat sudah paham dengan sifat jelek Wingky itu.


Hanya mereka berdua yang tertinggal di parkir. Saat Leony membeli minum, Wingky masih menenangkan dirinya supaya tidak terjadi apa-apa diperjalanan.


"Mau es kelapa?" tanya Leony. "Ada promo beli 1 gratis 1" katanya sambil menyerahkan 1 cup pada Wingky. Tentu saja dia berbohong.


Dia tidak ingin Wingky memiliki pikiran negatif kalau Leony sengaja membelikannya es kelapa.


Wingky menerima es kelapa itu dan langsung meminumnya.


"Thanks" kata Wingky tersenyum yang dibalas senyuman sangat manis oleh Leony.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2