DREAM

DREAM
Cinta raynad


__ADS_3

Raynad menemani alana beristirahat diuks, raynad juga sudah memberitahu rival jika raynad berhasil menemukan alana, dan sebentar lagi rival pasti akan datang.


"ALANA.." jerit rival yang baru saja datang.


raynad terkejut bukan main mendengar suara jeritan rival.


"Hust.. alana lagi tidur!" ucap raynad memberi tahu bahwa alana sedang tertidur.


rival mendekat dan melihat memang alana sedang tertidur dengan pulas.


raynad bangkit dari kursinya dan menarik rival keluar dari ruang uks.


"Ngapain sih lo narik gue?" tanya rival kesal, rival ingin melihat yulia dan raynad malah menariknya keluar lagi.


"Jangan berisik!" ingat raynad pada rival.


"Yaudah kasih tau kenapa lo narik gue?"


"Ini soal alana."


rival langsung terlihat serius ketika raynad menyebutkan nama alana.


"Kenapa emangnya?" tanya rival penasaran.


"Tadi saya


"Gak usah formal dong, mual gue dengernya!" kesal rival, dan raynad hanya bisa menghela nafas pasrah mendengar ucapan rival.


"Oke. tadi gue nemuin alana ditoilet yang ada bacaan rusak dilantai 2 itu!" jelas raynad.


rival mengernyit heran. "Maksud lo alana gak tau kalo toilet rusak dan dia masuk terus kejebak disana?" tebaknya.


"dengerin gue dulu!" tegas raynad.


"Oke." saut rival tak mau kalah.


"Gak mungkin alana gak tau kalo toilet itu rusak, lagipula pas gue dobrak pintu nya dan masuk disana gak ada kerusakan apapun, dan yang anehnya lagi yang dikunci cuma pintu depan dan bilik dimana ada alana aja!" lanjut raynad.


"Jadi maksudnya alana diisengin?"


"Gue mikirnya gitu. alana keliatan ketakutan banget apalagi lampu toilet dimatikan dan alana gemetaran waktu gue nyelamatin dia. dia juga pas disana langsung pingsan."


"Udah biar ini jadi urusan gue, biar gue cari siapa pelakunya!" Ucap rival. raynad bisa melihat wajah rival yang marah setelah mendengar penjelasannya.


namun tiba-tiba..


"Eh tapi tunggu!" ucap rival menggantung.


raynad langsung menatapnya dengan mengernyitkan dahinya.


"Apa?" saut raynad bertanya.


"Gimana lo bisa tau alana ada didalam toilet sana?sedangkan kita kesana kan bareng?" tanya rival menatap raynad penuh curiga.


raynad tersenyum tipis.


"Gue sekarang tau jawabannya, tadi waktu lo ajak gue pergi ada perasaan aneh tiba-tiba dihati gue, dan gue benaran gak bisa pergi ninggalin tempat itu, pas lo pergi menjauh gue denger suara nangis dan benar ternyata alana ada didalam, dan disitu pula gue langsung sadar kalo gue mencintai alana." jelasnya.

__ADS_1


rival terkejut, jadi raynad sudah mencintai alana dan alana juga mencintai raynad. jika begitu rival hanya akan menjadi penghalang cinta mereka berdua, rival menunduk dan menghembuskan nafas perlahan, mungkin memang seharusnya rival mundur aja.


"Val lo kenapa?"tanya raynad yang melihat rival tiba-tiba bertingkah aneh.


rival menggeleng lemah. "Gapapa, kalo gitu gue pergi dulu ya nanti bilangin gue kalo alana udah bangun." ucapnya.


"Loh lo gak mau nunggu alana bangun?"


"Enggak. nanti aja kalo dia udah bangun lo kabarin gue ya, gue masih ada urusan lain!"


"Yaudah kalo gitu."


rival menepuk bahu raynad. "Gue pergi dulu, jaga alana baik-baik."


"Iya."


rival melenggang pergi meninggalkan raynad yang masih bingung dengan sikap rival yang tiba-tiba berubah.


raynad pun kembali masuk kedalam uks untuk menjaga alana.


***


rival pergi menuju rooftop sekolah, padahal pihak sekolah melarang muridnya kesana, namun siapa yang bisa mencegah jika rival melakukan sesuatu?


rival duduk ditepian tanpa rasa takut, indahnya kota terpampang jelas dimatanya, namun itu tak membuat perasaannya membaik.


rival jenuh saat ini, alana mencintai raynad dan raynad juga sudah mulai mencintai alana, jadi apa gunanya rival berjuang diantara cinta raynad dan alana, itu akan percuma saja.


sepertinya memang rival harus mengikhlaskan alana, jika alana bahagia bersama dengan raynad maka seharusnya rival mendukung alana dan rival akan selalu berada dibelakang alana agar rival bisa terus menjaga alana dari orang-orang yang mau menyakitinya.


"Aku ikhlas al kalo kamu bahagia sama raynad, tapi kalo sekali aja dia nyakitin kamu gak akan ada kesempatan kedua untuk dia." gumam rival dan rival menghabiskan waktunya menikmati semilir angin siang yang menerpa dirinya.


***


raynad meninggalkan alana sebentar ketoilet dan saat ditinggalkan alana masih tertidur, tapi saat raynad kembali ia melihat alana sudah bangun dan duduk dibrankarnya sambil melamun.


alana menoleh kearah raynad yang baru saja datang.


"Raynad.." gumam alana.


"Kamu udah bangun aja?" tanya raynad yang mendekat kearah alana.


alana menganggukan kepalanya. "aku kira kamu udah pulang."


"Mana mungkin, aku cuma ketoilet aja kok!"


"Tapi ini kan udah jam pulang sekolah?"


"iya. aku nunggu kamu bangunlah nanti aku antar kamu pulang."


"Tas kita mana?"tanya alana.


"Aku udah telepon rival, nanti dia yang bawakan tas kita kesini."


alana menganggukan kepalanya, alana jadi merepotkan rival dan raynad yang masih menemaninya disekolah padahal sudah seharusnya mereka pulang.


rival datang dan menemui alana.

__ADS_1


alana tersenyum pada rival begitupun rival pada alana.


"Gimana kondisi kamu?"tanya rival menatap lembut alana.


"Udah membaik kok." jawab alana.


rival dan raynad pun masih menemani alana yang masih duduk diam karna alana bilang ia masih merasakan pusing dikepalanya.


"kamu udah baik-baik aja?"tanya rival cemas.


"Udah kok cuma masih pusing dikit efek karna kegelapan tadi aja."jawab alana.


"Kamu takut kegelapan?" tanya raynad.


"Iya, sejak kecil karna pernah mati lampu saat ayah dan bunda gak ada dirumah dan aku sendirian ketakutan,sejak itu aku jadi takut gelap apalagi kalau sendirian." jelas alana.


rival dan raynad mengangguk mengerti.


"Yaudah ayo kita pulang." ajak alana.


"Kamu udah mendingan emangnya? kalo masih pusing gapapa tetap disini nanti aku sama rival bakal jagain kamu!" ucap raynad.


"Iya al gapapa kok, jangan dipaksain kalo masih sakit!" timpal rival.


"Udah gak sakit kok, gapapa ayo kita pulang aja."ucap alana.


rival dan raynad saling berpandangan lalu mengangguk setuju saja.


rival, alana dan raynad pun berjalan menuju parkiran, rival dan raynad sama-sama saling membantu alana berjalan karna alana masih pusing.


"Biar aku anter kamu pulang?" tawar rival.


alana diam dan rival mengerti dari arti diam alana itu.


"Biar gue aja val!" ucap raynad membuat rival juga alana menoleh kearah raynad.


rival melirik kearah alana yang diam tak menolak, mungkin alana juga ingin diantar oleh raynad seharusnya rival lebih peka dengan hal itu.


"Yaudah deh kamu pulang aja sama raynad, aku lupa kalo aku juga masih ada urusan lain abis ini!" ucap rival berbohong karna sebenarnya rival hanya berusaha ikhlas untuk kebahagiaan alana.


"Aku gapapa pulang sama raynad?" tanya alana pada rival.


"Iya gapapa, aku gak bisa anter kamu jadi daripada aku khawatir lebih baik kamu diantar raynad!"jawab rival.


rival menatap raynad.


"Ingat ya! jaga alana jangan sampai kenapa-napa, kalo ada apa-apa sama alana lo yang bakal gue abisin duluan!" tegasnya pada raynad.


"Iya... bawel lo!" kesal raynad.


"Yaudah rival aku duluan ya?"pamit alana.


"Iya hati-hati." saut rival.


"Val duluan!" pamit raynad dan rival hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


alana dan raynad melenggang pergi meninggalkan rival yang masih berdiri diam menatap kepergian mereka.

__ADS_1


"Ikhlas val ikhlas... cukup cintai alana dan jaga dia, itu aja tugas lo untuk saat ini!" batin rival berusaha menguatkan dirinya sendiri.


__ADS_2