
Wingky dan Leony berjalan memasuki bioskop dengan saling merangkul. Wingky merangkul pundak istrinya sedang Leony memeluk pinggang Wingky dari belakang.
“Kamu ingat kencan pertama kita disini?" Tanya Leony sambil mendongakkan wajahnya pada sang suami.
"Ingatlah, gak akan pernah aku lupakan" jawab Wingky sambil mencuri cium pipi istrinya.
"Ingat tempat pak" tegur Leony pada suaminya itu.
Wingky hanya tertawa saja.
Setelah memesan tiket dan membeli cemilan serta minuman, Leony dan Wingky menunggu di tempat duduk yang tersedia. Kali ini mereka menonton film horor. Lagi-lagi alasannya Wingky tidak suka menonton film tentang percintaan, terlalu menye menye menurutnya. Sedangkan Leony sejujurnya tidak terlalu suka menonton di bioskop, dia lebih suka menonton di rumah karena bisa di skip kalau malas. Jadinya dia membebaskan mau menonton apa, toh nanti dia hanya akan memandangi wajah suami seperti biasa.
Leony meminum cola nya sambil menunggu teater dibuka. Mereka hanya membeli 1 minuman berukuran besar serta popcorn manis yang berukuran sedang. Baik Wingky maupun Leony tidak terlalu suka ngemil.
Leony menyodorkan minumannya pada Wingky dan dengan senang hati Wingky menerimanya. Wingky meminum cola dari tangan istrinya.
"Ony..."panggil seseorang.
Mereka berdua menoleh pada sumber suara.
"Kak Ricky?" tanya Leony tidak percaya. Dia bahkan langsunh berdiri. Untung dia masih ingat kalau sudah memiliki suami, kalau tidak mungkin dia sudah memeluk sahabat lamanya itu.
__ADS_1
"Kakak apa kabar? Kapan pulang ke Indonesia?" tanya Leony beruntun.
Ricky hanya terkekeh. Leony masih sama seperti ingatannya dulu. Tidak ada yang berubah darinya menurut Ricky. Wingky yang melihat itu hanya bisa memasang wajah masam.
"Siapa dia?" batin Wingky. Dia pun ikut berdiri dan merangkul pundak istrinya.
"Aku dengar kamu sudah menikah dari Jasmine. Kenapa tidak ngundang-ngundang sih?" tanya Ricky.
"Maaf kak, aku tidak bermaksud begitu. Kakak sendiri sudah menikah?" tanya Leony.
Ricky menggeleng.
"Belum. Aku menunggu kamu. Eh ternyata ditinggal nikah duluan" jawab Ricky bercanda tapi dia lupa kalau ada suaminya disana.
Deheman Wingky langsung menyadarkan Ricky kalau ada suami Leony disana.
"Hehehe, halo salam kenal. Nama saya Ricky" kata Ricky langsung menjabat tangan Wingky dengan kedua tangannya. Tatapan mata Wingky seperti menghunus tajam. Leony yang melihat itu hanya terkekeh geli.
"Kalau begitu selamat bersenang-senang ya kalian. Nanti kita kumpul-kumpul lagi ya Ony" kata Ricky yang diangguki Leony sebagai jawaban. Wingky masih menunjukkan expresi marahnya walau Ricky sudah cukup lama menghilang. Tanpa berpikir lama Leony langsung menghadiahi ciuman di pipi suaminya.
"Jangan cemburu sayang. Dia hanya bercanda saja" kata Leony sambil memeluk lengan suaminya. Wingky tidak merespon tapi wajahnya sudah tidak semenyeramkan tadi.
__ADS_1
"Bercandanya kelewatan" akhirnya Wingky mengeluarkan uneg unegnya.
"Gak Samuel, gak Ricky semuanya kayak begitu. Temen kamu gak ada yang bener. Modus semua" kesal Wingky.
Leony pun hanya terkekeh. Tidak menyangka Wingky bisa cemburu juga.
"Eh tapi yank. Kok bisa aku kenal Ricky ya? Seingatku aku cuma kenal dia di mimpi" kata Leony dengan kebingungannya.
Wingky tatapi wajah Leony yang terlihat kebingungan.
"Kata Stefan akan banyak hal yang berubah akibat buku itu tanpa kamu sadari" jawab Wingky masih menatap dalam mata istrinya. Entah kenapa dia masih cemburu.
Leony mengeratkan pelukannya.
"Kenapa?" tanya Leony tersenyum karena Wingky terus menatapnya tanpa jeda.
"Andai saja ini dirumah, sudah aku cium kamu" jawab Wingky dan seketika membuat tawa Leony pecah.
"I Love You , Suamiku" kata Leony dengan senyum termanisnya.
"I Love You, Istriku" balas Wingky kemudian mencium kening istrinya.
__ADS_1
Bersambung...