DREAM

DREAM
Terpesona


__ADS_3

Leony keluar dari kedai es krim disusul oleh Wingky. Ini pertama kalinya dia makan es krim. Dia mempunyai masalah ngilu di gigi sehingga hampir tidak pernah memakan es krim.


"Nanti gigi kamu ngilu baru tau rasa" kata Leony yang lagi-lagi keceplosan.


Deg.


Tubuh Wingky seperti tersengat listrik. Tidak mungkin Stella bisa tau sampai sedetail itu tentangnya. Dia tidak pernah bercerita pada siapapun kalau dia mempunyai masalah ngilu di gigi.


Tidak ingin mendapat jawaban bahwa Stella yang memberi tahu kali ini Wingky diam saja. Tapi dia senang ternyata Leony bisa juga perhatian padanya. Beberapa hari ini dicuekin membuatnya merasa sedih dan kepikiran.


Leony duduk sebentar di kursi besi untuk menikmati es krimnya. Wingky pun kembali mengikuti Leony.


Leony pandangi Wingky yang dari tadi mengikutinya.


"Perasaan dari tadi kamu ngikutin aku deh" kata Leony sambil terus memelototkan matanya pada Wingky. Wingky malah tertawa keras mendengar kata-kata Leony. Leony seketika terpesona melihat Wingky yang tertawa lepas seperti sekarang. Ini kali pertama Wingky tertawa saat bersama nya. Kalau dulu Leony sudah sering melihat Wingky tertawa, tapi di kehidupan yang baru ini, ini kali pertama Leony melihat Wingky tertawa. Dia berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya.


"Tidak usah terpesona begitu. Aku memang ganteng" kata-kata menyebalkan yang keluar dari mulut Wingky seketika membuat Leony mencebikkan bibir kesal.

__ADS_1


Wingky malah kembali tertawa, wajah Leony yang seperti itu begitu lucu dimata Wingky.


"Tidak usah tertawa. Wajahmu jelek kalau tertawa" kata Leony lalu bangkit dan meninggalkan Wingky.


Wingky masih duduk di tempatnya. masih terdengar tawa kecil dari mulutnya.


Saat hendak menuju parkir Leony melihat anak kecil yang berdiri sendirian sambil menangis.


Leony langsung menghampiri anak tersebut. Kira-kira usianya 4 atau 5 tahun.


Leony berjongkok untuk mensejajarkan tingginya.


"Mama hilang" kata anak itu masih menangis. Leony pun menggendong anak itu dan menenangkannya.


"Kita cari Mama ya dik" kata Leony sambil menepuk-nepuk punggung anak itu pelan untuk menenangkannya.


Dari tempatnya , Wingky memperhatikan Leony yang sedang menenangkan anak kecil itu. Wajah panik tapi damai milik Leony membuat Wingky begitu terpesona.

__ADS_1


"Cantik" kata Wingky tanpa sadar.


Terus dia pandangi wajah Leony yang kerap mengajak anak itu mengobrol. Tak sedetikpun Wingky bisa berpaling. Leony begitu sempurna di matanya. 


Leony kemudian mengajak anak tersebut ke penjual tiket masuk. Siapa tau dia bisa bertanya dimana letak pusat informasi. Leony sedikit kesusahan karena tubuhnya yang kecil sedangkan anak itu sangat gembul. Wingky membamtu Leony menggendong anak itu. Dia kasihan melihat Leony yanh begitu kesusahan. Tubuh besar dan tinggi Wingky tidak kesulitan untuk menggendong bocah itu.


Satpam di taman baca kemudian mengantar mereka menuju pusat informasi. Untung saja anak itu tau nama orang tua dan asalnya dari mana sehingga memudahkan petugas untuk menemukan kedua orang tuanya. Kurang dari 10 menit ada seorang Ibu hamil dengan tergopoh gopoh dan menangis mendatangi pusat informasi. Rupaya si Ibu sedang mengantri makaman di salah sati stand dan anaknya melepas tangan si Ibu dan pergi jalan-jalan sendiri.


Balita itu dan Ibunya saling memeluk dan sama-sama menangis. Leony tidak membayangkan kalau dia di posisi si Ibu, pasti dia paniknya luar biasa.


Si Ibu berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Leony dan Wingky.


"Udah gak usah terlalu dipikirkan. Yang penting kan sekarang dia sudah bertemu mamanya" kata Wingky seraya menepuk pelan kepala Leony, dia sangat paham apa yang ada dalam pikiran Leony.


Leony mendongak menatap wajah Wingky karena tubuhnya memang menjulang tinggi.


Leony tidak tersenyum tapi mencebikkan bibirnya pada Wingky yang dibalas tawa ngakak oleh Wingky. Lagi-lagi dia begitu gemas melihat wajah cemberut Leony. Apapun yang ada dalam diri Leony begitu mempesona bagi Wingky walau dia berusaha menampiknya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2