
Izam berdiri di depan gerbang rumah Aurel. Dia pandangi rumah sederhana itu lama sebelum dia naik ke atas motornya dan meninggalkan kenangannya bersama Aurel yang hampir dua tahun bersama. Sungguh Izam merasa begitu bodoh. Dia merutuki kelemahannya pada makanan. Dengan gampangnya dia jatuh cinta pada adik pacarnya sendiri karena mencintai masakan yang dibuat Leony.
“Maaf” guman Izam pelan. Air mata Izam akhirnya jatuh juga. Tak pernah dia secengeng ini sebelumnya. Dia merasa marah dan sedih disaat bersamaan. Maaf pada diri sendiri dan sedih karena kehilangan seseorang yang dia cintai.
Di dalam kamarnya Aurel menangis. Mendengar langsung dari Izam menambah sakit dihatinya. Kepalanya sampai terasa sangat berat karena menangis. Aurel baringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di kamarnya. Dia sangat menyesal karena tidak mempercayai adiknya.
“Maafin kakak dik” gumannya masih diiringi isak tangisan. Dia letakkan lengannya di atas matanya. Dia kembali menangis. Sakit hatinya mengetahui fakta bahwa orang yang dia cintai menghianatinya hanya karena dirinya tidak bisa memasak. Hal yang sangat simple padahal masakan enak masih bisa di beli yang penting ada uang.
Tidak ingin berlarut-larut Aurel pun berencana untuk mengubur semua kenangannya bersama Izam. Aurel bangkit dari tidurnya kemudian mengumpulkan semua barang pemberian Izam. Tidak banyak memang tapi cukup untuk membuatnya ingat bila melihat barang-barang itu.
…
“Gimana keadaan Ibu?” tanya Jasmine yang sudah mendengar kabar bahwa Ibu Leony sakit.
“Ibu udah sehat cuma tidak boleh stress” jawab Leony. Mereka sedang berada di kelas menunggu guru tiba.
“Syukurlah” kata Jasmine lega. “Memang Ibu punya riwayat tensi tinggi?” tanya Jasmine pula.
Leony menggeleng sebagai jawaban.
“Ibu stress karena melihat aku dan Kak Aurel bertengkar. Kak Aurel mau pergi dari rumah, mungkin Ibu stress karena itu” jelas Leony.
Jasmine menutup mulut tidak percaya.
“Terus gimana sekarang?” tanya Jasmine lagi.
“Semua sudah baik-baik saja. Kak Izam juga sudah minta maaf”jawab Leony.
Jasmine menepuk pundak sahabatnya itu.
“Semoga kedepannya semakin baik ya” kata Jasmine menguatkan.
“Makasih ya” kata Leony. Obrolan mereka harus terhenti karena guru sudah memasuki kelas. Leony fokus belajar karena beberapa bulan lagi ujian semester ganjil akan dimulai. Leony ingin membanggakan kedua orang tuanya dan bisa bekerja di perusahaan bonafit seperti Aurel.
…
Jam pulang sekolah berbunyi. Pagi tadi Leony diantar Aurel menggunakan mobil karena hujan turun begitu derasnya. Leony berdiri di depan gerbang untuk menunggu jemputan. Aurel mengabarkan kalau dijalan masih ada kemacetan. Saat menunggu ada seseorang menepuk pundaknya.
“Eh Micky, ngagetin aja” kata Leony seraya tersenyum.
__ADS_1
“Kamu nunggu jemputan?” tanya Micky.
Leony pun mengangguk.
“Sama aku aja. Kita searahkan?” tawar Micky pula.
“Kakak aku udah deket kok, bentar lagi sampai” jawab Leony menolak secara halus.
Saat itu juga Aurel menelepon.
“Halo kak”.
“Longsor? dimana kak?”.
Terdengar sambungan telepon antara Leony dengan Aurel yang mengabarkan kalau jalanan ada yang longsor sehingga Aurel harus memutar balik. Sementara Jalanan masih padat sehingga belum bisa putar balik.
Micky yang masih setia disana tersenyum senang. Akhirnya tidak ada alasan lagi Leony menolak nya mengantar pulang. Apalagi Samuel, Ayu dan Jasmine sudah pulang lebih dulu.
“Ayo aku antar. Udah mau sore juga. Aku bawa mobil kok” ajak Micky. Leony pun terpaksa menyetujui tawaran Micky. Mengingat ojek online belum marak saat itu.
Leony dan Micky berjalan beriringan menuju dimana mobil Micky terparkir. Mobil keluaran terbaru di tahun itu. Micky memang berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya seorang Dokter penyakit dalam dan Ibunya seorang dokter spesialis kandungan yang sangat terkenal dikotanya. Tak heran Micky juga nantinya akan menjadi seorang dokter. Tapi entah kenapa Leony tidak jatuh cinta kepada seorang Micky. Leony ingat bagaimana dulu Micky berjuang untuk mendapatkan cintanya. Bila mengingat itu Leony merasa heran kenapa bisa dia menolak pesona Micky padahal saat itu dia belum mengenal Wingky. Mungkin itu yang dinamakan bukan jodoh.
Leony mengerutkan kening bingung. Seingatnya kejadian dia terkunci di kamar mandi tidak banyak yang tahu. Kenapa Micky bisa tahu? Itu lah yang ada dibenak Leony. Tidak ingin memperpanjang sesuatu yang sudah lewat Leony pun mengangguk membenarkan.
“Kenapa bisa? siapa yang tega melakukan itu padamu?” tanya Micky.
“Aku juga tidak tahu” jawab Leony.
“Kalau aku tahu orangnya akan aku buat pelajaran sama dia” kata Micky yang entah membuat Leony malah curiga.
...
Saat sudah sampai di rumah Leony menanyakan pada teman-temannya siapa saja yang tahu tentang masalah Leony di kunci di toilet. Samuel pun berkata hanya betanya pada Devi dan Marvel. Mereka juga sudah diminta Samuel untuk tidak menyebarkan lagi berita itu.
"Tapi kenapa Micky bisa tahu?" tanya Leony di pesan group itu.
"Micky?" tanya balik Samuel.
"Iya dia tahu dan bertanya siapa pelakunya pada ku" jawab Leony.
__ADS_1
Samuel membaca berulang-ulang pesan Leony. Dia kemudian mengambil kunci mobilnya dan segera menuju ke kediaman Micky. Dia akan menanyakan langsung hal ini pada Micky.
...
Dikediaman Micky, Samuel disambut dengan tatapan bingung oleh Micky. Mengingat mereka tidak seakrab itu hingga Samuel sampai bertamh ke rumahnya.
Mereka berdua duduk di ruang tamu dan wajah Samuel terlihat serius. Tanpa basa-basi Samuel langsung bertanya dimana Micky bisa tahu kalau Leony terkurung di toilet.
Micky dengan cepat menjawab kalau di tahu dari Ranty temannya.
"Ranty siapa?" tanya Samuel.
"Teman sekelas ku" jawab Micky.
"Dari mana dia tahu?" tanya balik Samuel.
Micky pun mengangkat bahu tanda tidak tahu.
"Kenapa bisa dia menceritakan itu padamu?" tanya Samuel yang masih terus mencari informasi.
"Karena dia tahu aku suka sama Leony" jawab Micky.
"Tidak ada yang tahu kalau Leony di kunci di toilet, lalu dari mana Ranty bisa tahu? Apa jangan-jangan dia yang mengunci Leony? Atau kamu yang mengunci?" tanya Samuel beruntun.
Micky membola, tidak pernah terpikirkan dalam benaknya kenapa Ranty bisa tahu Leony terkunci di toilet.
"Apa mungkin dia yang melakukan itu pada Leony?" Micky bertanya pada dirinya sendiri.
"Bisa jadi. Apa Ranty menyukaimu?" tanya Samuel.
Micky diam sesaat. Dia ingat Ranty pernah menyatakan perasaannya dan dengan tegas Micky berkata kalau dia sudah menyukai orang lain yaitu Leony.
Diamnya Micky membuat Samuel membenarkan asumsinya.
"Rumit sekali kisah cinta anak SMA" batin Samuel.
...
Malam harinya Micky menghubungi Samuel. Dia sudah menanyakan pada Ranty tentang insiden itu dan Ranty mengakuinya. Ranty bilang dia terlalu cemburu pada Leony. Samuel pun meminta Micky untuk merahasiakan itu dari Leony, Samuel takut Leony semakin kepikiran dengan banyaknya orang yang tidak menyukainya.
__ADS_1
Bersambung...