
raynad kembali kerumahnya dan masuk menemui mami juga papinya yang menunggu dirinya dirumah.
"Mami..papi.." panggil raynad yang baru sampai dan langsung duduk disofa dekat dengan orang tuanya.
"Gimana udah selesai?" tanya ryan papi raynad yang sedang berkutat dengan laptopnya itu.
melihat anaknya datang Sarah juga langsung menaruh bukunya dan mendekati anaknya lalu mencium pipi anak nya itu.
"Iya mami juga penasaran, udah selesai belum tuh tugas nya?" tanya sarah.
"Udah dong mi..pi tinggal tunggu hasilnya aja!" jawab raynad.
"Bagus. ilmu papi gak sia-sia papi wariskan kekamu!" ucap ryan menatap anaknya.
raynad hanya bisa terkekeh. "ilmu apa pi?"
"Ilmu memperjuangkan cinta.." saut ryan.
"Lah emang raynad udah bilang memperjuangkan cinta?" tanya raynad yang tak mengerti bagaimana bisa orang tuanya tau jika raynad memperjuangkan cintanya, padahal saat meminta bantuan orang tuanya raynad bilang hanya ingin membantu teman.
"Kamu kan anak kesayangan mami jadi mami tau lah apa yang anak mami lakukan!" jawab sarah.
"Ya. dan papi juga mami akan dukung kamu selama kamu bahagia!" timpal ryan.
"Ah mami sama papi apa-apaan sih!" ucap raynad malu dan raynad pun langsung lari menuju kamarnya.
ini lah raynad, kepribadian raynad memang baik dan selalu memberi rasa hormat pada siapapun, sifatnya yang pengertian juga baik pada siapa saja adalah sifatnya sejak kecil, namun ryan papi juga sarah mami raynad mengatakan tidak apa untuk menjadi baik, asal raynad bisa tegas dan tau mana yang benar-benar baik dan mana yang hanya bohong belaka saja, karna tidak semua manusia didunia ini memiliki sifat yang sama, manusia banyak yang licik dan munafik.
raynad memang sangat pengertian itulah sifatnya dikehidupan normal, namun jika menyangkut rumah, perusahaan juga orang yang ia sayangi maka raynad akan tegas dan berwibawa selalu menghadapinya.
disekolah tidak ada yang tau jika raynad adalah anak pengusaha terkenal dan berpengaruh didunia bisnis karna raynad tidak pernah menunjukkannya, disekolah mereka hanya tau bahwa raynad anak orang berada namun tidak tau tingkah levelnya.
***
rumah alana..
alana masih tak habis fikir, apa yang terjadi pada mayang dan kania? kenapa mereka tidak menegur alana atau memarahi alana, mereka hanya diam dan menatap alana sinis. apa itu terjadi karna obrolan raynad dan mayang tadi, tapi apa yang dikatakan raynad hingga membuat mayang dan kania tak lagi menyiksanya?
Pagi..
alana hari ini datang terlambat karna alana lupa untuk memasang alarm dan alana semalam tidur dengan tidak nyenyak.
kelas sudah semua masuk namun untung guru belum masuk, alana pun mengatur nafasnya sambil berjalan pelan menuju bangkunya.
"Al tumben telat?" tanya rival.
"Iya aku bangunnya agak telat!" jawab alana.
alana tidak melihat raynad dibangkunya, bahkan rena duduk sendiri dengan meja dan bangku tunggal.
__ADS_1
"Nyari siapa?" tanya raynad.
alana terkejug bukan main melihat raynad dibelakangnya.
"Raynad, kamu kenapa disini?" tanya alana bingung.
"Aku gak mau duduk disana!"jawab raynad.
"Kenapa?"
*flashback beberapa menit sebelum alana datang..
"pagi ray.." sapa rena yang baru datang, sedangkan kania hanya diam ditempatnya karna sudah tau apa yang akan terjadi padanya hari ini.
sedangkan raynad hanya menatap rena datar, rena yang tidak biasa dengan tatapan datar raynad pun bertanya.
"Kenapa ray?ada yang salah?" tanya rena bingung.
tanpa bicara raynad menggeser bangkunya kebelakang, tempat dibelakang alana masih ada ruang untuk satu tempat duduk lagi jadi raynad memindahkan meja dan bangkunya kesana, rival yang ada disana juga bingung dengan apa yang terjadi.
rena bingung dengan apa yang dilakukan oleh raynad dan mengikutinya, semua warga kelas melihat mereka.
"Ray kenapa kamu pindah?" tanya rena bingung.
"saya gak mau duduk dengan orang jahat!" jawab raynad menatap tajam kearah rena.
"Siapa yang jahat?" tanya rena lagi.
"Kamu.. saya bisa memaklumi kejadian saat olahraga waktu itu, tapi tidak dengan mengunci dan mengurung alana dikamar mandi yang gelap sendirian, itu tidak termaafkan!" tegas raynad.
semua warga kelas terkejut dengan apa yang dikatakan raynad begitu juga dengan rival yang awalnya tidak perduli dan memilih untuk tidur kembali terbangun.
"Jadi elo yang ngunciin dan ngurung alana ditoilet iya?"bentak rival.
rena diam, dia sudah terpojokan dan susah untuk mengelak.
"Enggak.. aku gak ngelakuin itu.." elak rena.
"Mau saya tunjukin buktinya?" kecam raynad.
diam.. rena hanya diam namun ia tak hilang akal.
"Tapi aku ngelakuin itu atas suruhan kania, aku cuma ikut-ikutan aja!" ucap rena mencoba menyulutkan kania.
semua terkejut dan menatap kania yang diam saja.
"Apa-apaan lo nyalahin gue doang hah? gak usah picik dan nyalahin orang kalo lo juga bagian dari otaknya!" kesal kania, menutupi kesalahannya juga tidak bisa.
"Jadi lo ikutan juga?" tanya rival dengan sinis.
__ADS_1
kania yang ditanya oleh rival hanya mengangguk lemah saja.
"Lo kan adiknya alana, kenapa lo jahat sama kakak lo sendiri?" ucap rival tak habis fikir.
"Cuma adik tiri val!" saut raynad.
rival langsung menoleh kearah raynad yang mengatakan hal itu.
"Maksudnya?" tanya rival tak mengerti.
"Kania adik tiri alana, alana lahir hanya beberapa bulan sebelum dia!"
rival hanya tersenyum sinis. "Pantes aja setega itu sama kakak sendiri ternyata cuma adik tiri." kecam nya.
rena dan kania kembali duduk ditempat duduk mereka, kini mereka sudah habis karna kelakuan mereka ketahuan oleh warga kelas yang pasti sebentar lagi akan menyebar.
*flashback off**..
tak lama wali kelas mereka memasuki kelas dan memanggil rena juga kania.
"Kania..rena.. ikut saya keruang kepala sekolah!" ajak wali kelas mereka dengan tegas.
rena dan kania hanya bisa mengikuti.
"*Huhh.. sukur lagian siapa suruh jahat.."
"Rasain sok banget sih jadi orang.."
"Hukum berat bu*.."
itulah beberapa teriakan warga kelas yang menyuraki rena juga kania, alana yang masih tidak mengerti mencoba mencari tau apa yang akan terjadi pada kania juga rena.
"Kalian diam dan jangan berisik, saya harus urus masalah rena dan kania!" tegas wali kelas mereka.
alana tiba-tiba berdiri. "Bu ada apa? kenapa kania dan rena dibawa keruang kepala sekolah bu?" tanyanya.
"Alana kamu diam saja dan tetap istirahat jangan sampai terjadi hal buruk lagi sama kamu, raynad kamu juga ikut ibu sebagai saksi!"
raynad mengangguk saja dan alana semakin penasaran dengan apa yang terjadi.
wali kelas membawa rena, kania juga raynad menuju kepala sekolah, sebenarnya apa yang terjadi.
"Rival ini ada apa?" tanya alana pada rival.
rival mengedikkan bahunya acuh.
"Jangan difikirin al, mereka pantes kok dapetin hukumannya!" ucap rival tanpa menatap alana dan rival kembali memejamkan matanya untuk tidur.
alana cemas, ia masih tidak tau apa yang terjadi dan alana ingin tau apa yang terjadi terlebih ini menyangkut kania adik tirinya, meski alana awalnya tidak menerima kania namun kini alana menganggap kania memang adiknya meski perlakuan kania pada alana sangat buruk.
__ADS_1