
Pagi-pagi sekali Leony sudah bangun tidur. Disebelahnya Wingky masih terlelap tidur. Leony tersenyum memandangi wajah suaminya yang begitu tampan di matanya.
Dia regangkan otot-ototnya sebentar kemudian menuju kamar mandi untuk membasuh wajah dan melakukan rutinitas paginya. Setelah itu dia turun untuk membuat sarapan. Leony yang dari dulu sudah menjaga kesehatan sekarang ingin Wingky juga sama sepertinya. Sarapan sehat dengan buah atau sayur.
Di Dapur sudah ada Rahma yang hendak membuat sarapan.
“Pagi bu “ sapa Leony saat memasuki dapur.
“Pagi juga bu, sudah sehat bu?” tanya Rahma.
“Sudah bu. Ibu kalau mau buat sarapan untuk Ibu saja ya. Untuk saya dan suami biar saya yang buat” kata Leony sambil tersenyum.
“Iya bu” jawab Rahma patuh, “Kalau begitu saya ijin bersih-bersih dulu ya bu” pamit Rahma dan Leony pun mengangguk.
Leony membuka kulkas. Hanya ada alpukat dan apel saja untuk buahnya. Leony lupa berbelanja kemarin.
“Nanti pulang kerja saja mampir” batin Leony. Untung saja ada roti gandum jadi Leony masih bisa makan sehat pagi ini.
Leony mulai membuat sandwich dengan isian telur rebus dan alpukat. Serta tambahan buah apel potong. Dia tidak membuatkan bekal karena jam istirahat mereka akan makan siang bersama di kantor Leony. Wingky hanya mengajar sampai jam 11 dan kembali mengajar jam 3 sore.
Selesai membuat sarapan Leony naik ke kamarnya dan ternyata Wingky masih tertidur.
“Sayang, bangun yuk. Sarapan dulu” kata Leony sambil mencium pipi suaminya itu.
Wingky mengerang.
“Jam berapa?” tanya Wingky masih dengan mata ngantuknya.
“Sudah jam enam. Kamu ngajar pagi kan?”.
Wingky mengangguk sebagai jawaban. Melihat suaminya yang sudah bangun Leony mulai melakukan rutinitas paginya sebelum bekerja. Apalagi kalau bukan zumba. Dia nyalakan TV dan mulai memutar video zumbanya.
Wingky mendudukkan tubuhnya. Dan mulai merenggangkan otot-ototnya. Setelah kesadarannya mulai terkumpul dia pun menyapa istrinya yang sedang zumba itu.
__ADS_1
“Pagi sayang” sapa Wingky.
Leony menoleh ke arah suaminya.
“Pagi sayang, aku olahraga dulu ya” kata Leony sambil tersenyum.
Wingky pun mengangguk.
Memang sudah rutinitas pagi Leony begitu sebelum bekerja. Dia harus dapat menggerakkan tubuhnya. Entah itu zumba , yoga atau fitnes. Rencananya dia juga akan membeli beberapa alat fitnes agar tidak perlu pergi ke gym.
Wingky mencium istrinya sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Leony tersenyum kemudian kembali melanjutkan Zumbanya. Selesai Wingky mandi , Leony pun menghentikan zumbanya dan bergegas mandi. Mereka akan berangkat kerja bersama.
Leony yang memang bekerja sebagai accounting selain bisa memanage keuangan juga memanage waktu dengan baik. Dia sudah menghitung jam berapa harus bangun , masak dan menyempatkan berolahraga walau cuma 15 menit saja.
Wingky sudah siap dengan pakaian ala dosennya. Kemeja berwarna navy celana bahan dan sepatu pantofel. Leony bersiul melihat suaminya yang sudah tampan. Sedangkan dia baru saja selesai mandi. Dia mencium pipi suaminya.
“Aku siap-siap bentar ya yank” kata Leony.
“Jangan lama-lama” bisiknya mesra.
Leony hanya terkekeh kemudian mulai bersiap.
30 menit waktu yang diperlukan untuk Leony bersiap, itu sudah prestasi bagi Wingky karena biasanya istrinya itu memerlukan waktu berjam-jam untuk berdandan.
Leony memang tidak memakai dandanan tebal. Kulitnya yang memang bagus itu hanya dipakaikan skincare, sunscreen dan makeup tipis tanpa foundation. Tapi seperti itu saja aura kecantikan Leony sudah terpancar. Wingky juga tidak terlalu suka dengan wanita yang berdandanan tebal.
Mereka berdua turun ke meja makan dengan saling merangkul.
“Tanpa nasi?” tanya Wingky saat melihat menu sarapannya.
“Pagi-pagi No Nasi dulu ya sayang” jawab Leony terkekeh.
Dia menyerahkan segelas susu low fat dan sandwich pada suaminya. Wingky menerimanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Walau orang tua angkatnya bule tapi Wingky tetap makan nasi sebagai sarapan. Kali ini istrinya benar-benar merubah kebiasaannya.
__ADS_1
Untung saja masih bisa masuk di lidah Wingky.
“Boleh request gak sarapannya yang?” tanya Wingky dengan wajah memelas.
Leony tertawa melihat expresi suaminya itu.
“Iya boleh kok. Tapi pelan-pelan kita belajar hidup sehat ya” jawab Leony.
Wingky pun mengangguk sambil tersenyum.
Selesai makan, mereka berdua pun bergegas pergi bekerja. Mereka tidak ingin terlambat di hari pertama bekerja setelah 5 hari cuti mereka.
…
Leony mencium punggung tangan suaminya sebelum turun dari mobil dan Wingky mencium kening istrinya. Mereka melempar senyum beberapa saat kemudian baru berpisah.
Wingky bersiul saat meninggalkan kantor istrinya. Aura pengantin baru memang terlihat jelas pada keduanya.
35 Menit perjalanan akhirnya Wingky sampai di kampus. Dia memasuki ruang dosen dan disambut hangat oleh dosen-dosen yang sudah ada di ruangan itu.
“Pengantin baru kita datang” celetuk pak Bagas dosen yang mengajar Bahasa Inggris juga biasanya beliau lebih fokus mengajar sosiolinguistik sedangkan Wingky Vocabulary atau Grammar.
Wingky hanya terkekeh saja.
“Bagaimana rasanya menjadi pengantin baru Mister Wingky?” tanya Yuni dosen bahasa Inggris yang mengajar Grammar juga.
“Miss Yuni tau lebih dulu rasanya bagaimana” jawab Wingky masih terkekeh. Cukup lama mereka berbincang-bincang hingga jam mengajar pun dimulai.
Wingky memasuki kelasnya. Beberapa mahasiswa ada yang tau kalau dosen tampan mereka baru saja menikah. Apalagi melihat cincin yang tersemat di jarinya. Ada beberapa mahasiswa yang patah hati karena salah satu idolanya telah menikah.
“Mr. Wingky ku sudah nikah” ucap salah satu mahasiswi.
Bersambung…
__ADS_1