
Sandra dan Leony berjalan beriringan menuju perpustakaan. Mereka akan mengerjakan tugas bersama. Dosen baru akan mengajar jam 2 siang. Masih ada waktu kira-kira satu jam untuk mengerjakan tugas.
Di perpustakaan sudah ada Stella dan teman-temannya. Mereka juga sedang belajar. Leony dan Sandra menyapa mereka sebentar dan memilih tempat duduk berdekatan.
Leony mendengar percapakan Stella yang membicarakan tentang Wingky. Telihat Stella begitu mengagumi Wingky. Apalagi Leony ingat sendiri dari kelas 10 Stella sudah menyukai Wingky.
"Duh... Aku meleleh. Orangnya itu kalem dan sedikit bicara. Tipe aku banget. Dulu aku cuma bisa liatin dari jauh tapi sekarang bisa sekelas. Apalagi dari dulu Wingky aku lihat tidak pernah dekat dengan cewek manapun. Semoga aku ada kesempatan" kata Stella pelan tapi penuh pengharapan.
Teman-teman Stella tersenyum dan menggoda dengan kata "cie". Stella terus saja bercerita bagaimana dia begitu mengagumi Wingky.
Leony fokus berdiskusi dengan Sandra tapi kupingnya mencuri dengar apa yang dibicarakan oleh Stella.
"Seru banget ya yang disebelah. Ngomongin si Wingky" bisik Sandra.
Leony tersenyum kemudian mengangguk.
"Kamu sebelum disini juga udah kenal Wingky kan? Soalnya aku lihat kamu, Antony sama Wingky pernah mengobrol saat ospek" tanya Sandra.
Leony mengangguk.
"Kalau sama Antony dulu kenal saat di taman kota, kita sempat jogging bareng. Kalau sama Wingky kita sempat satu tempat kursus" jawab Leony.
Sandra pun mengangguk paham.
Mereka kembali mengerjakan tugas sampai jam mata kuliah hampir dimulai.
"Ayo ke kelas" ajak Sandra.
Leony mengangguk kemudian merapikan buku dan laptopnya. Stella dan teman-temannya sudah lebih dulu berjalan meninggalkan perpustakaan. Leony dan Sandra pun mengikuti dari belakang. Dari arah berlawanan Wingky dan Antony berjalanan beriringan.
Stella yang melihat itu tidak dapat menahan rasa bahagianya. Dia bahkan sampai melompat kecil.
Sandra sampai berusaha keras untuk menahan tawanya. Antony berhenti ketika melihat rombongan Leony, dia ingin berjalan bersama untuk masuk kelas. Wingky pun jadinya ikut menghentikan langkah.
__ADS_1
Saat sudah dekat Stella menyapa Wingky.
"Hai ky" sapanya semangat yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Wingky. Seperti itu saja Stella senangnya bukan main.
Leony tersenyum melihat itu walau dia sebenarnya sedikit risih melihat wanita yang begitu perhatian dengan suaminya. Antony mendekati Leony yang disusul Wingky.
"Kemana tadi rame-rame?" tanya Antony saat berjalan menuju kelas.
"Ngerjain tugas , nyicil sebelum dikumpul minggu depan" jawab Leony.
Antony pun mengangguk. Disebelahnya Wingky hanya mendengarkan tanpa ikut berbicara. Wajahnya pun terlihat begitu dingin dimana Leony. Wingky yang sekarang sangat berbeda dengan Wingky yang dulu.
...
"Menurutmu bagaimana Leony?" tanya Antony meminta saran. Antony dan Wingky tengah duduk di depan ruang kaprodi menuju hujan reda. Tidak banyak yang duduk disana.
"Bagaimana apanya?" tanya Wingky bingung.
Wingky takut salah menjawab, kalau dia bilang cantik nanti Antony cemburu kalau bilang tidak nanti dikira gimana. Serba salah rasanya.
"Cocok sama kamu" jawab Wingky akhirnya.
Jawaban yang mengundang senyum bagi Antony.
"Kalau kamu sendiri, Leony masuk tipe kamu apa nggak?" Antony kembali bertanya.
"Kenapa jadi tanya aku?".
"Ya pengen tahu aja, secara kan Leony cantik, jawab aja!" tuntuk Antony.
Wingky berpikir sejenak.
"Kalau Leony bukan tipe aku. Aku tidak suka tipe wanita seperti itu. Wanita yang tebar pesona" jawab Wingky.
__ADS_1
Deg.
Jantung Leony seperti tersengat aliran listrik. Dia merasa sakit hati mendengar perkataan Wingky.
"Jadi ternyata seperti itu aku bagimu?" batin Leony.
Leony yang baru saja keluar dari ruang Kaprodi mendengar dengan jelas percapakan antara Antony dengan Wingky. Tanpa terasa air matanya jatuh menetes. Dia yang hendak menghampiri mereka mengurungkan niatnya dan kembali masuk ke ruang kaprodi dan mencari pintu lain untuk keluar.
"Tebar pesona bagaimana?" tanya Antony tidak terima.
"Dia akan tersenyum dan menyapa siapa saja yang dia temui" jawab Wingky.
Antony memukul pelan kepala Wingky.
"Bedakan tebar pesona dengan ramah, bro!" kata Antony jengkel.
Wingky terkekeh.
"Maksud aku, kalau itu aku. Aku tidak bisa berhubungan dengan wanita seperti itu. Dia terlalu ramah pada semua orang. Laki-laki pasti menanggapi berbeda. Aku tipe orang yang cemburuan. Kalau dia selalu jadi pusat perhatian seperti itu aku akan terus terusan cemburu dan tidak baik untuk hubungan kami. Aku ingin punya pacar yang perhatiannya hanya untuk aku" jelas Wingky panjang lebar.
Antony malah tertawa mendengar jawaban Wingky.
"Ada-ada saja. Masak kamu cemburu hanya karena jadi pusat perhatian. Itu kan artinya cantik".
"Itulah, aku hanya ingin punya pacar yang aku sendiri menikmati kecantikannya. Aku tidak mau berbagi. Aku suka wanita kalem dan pendiam" jelas Wingky pula dan Antony mengangguk mengerti.
Di sisi kampus lain. Leony menangis.
Dia akhirnya tahu kenapa Wingky tidak seperti dulu. Ternyata Wingky beranggapan kalau Leony adalah wanita seperti itu.
Leony merasa sedih menerima kenyataan pahit ini.
Bersambung....
__ADS_1