
Masa cuti Leony telah berakhir. Leony sudah memutuskan untuk tetap bekerja di tempatnya sekarang. Alasannya karena dia masih sanggup. Mungkin nanti kalau sudah memiliki anak dia akan mempertimbangkan saran suaminya itu.
Leony adalah tipe istri mandiri. Dia tidak mau memberatkan suaminya dengan keperluannya. Apalagi biaya perawatan tubuh dan wajahnya tidak sedikit. Leony tidak bisa apa-apa minta dibeliin suami. Rasanya lebih enak kalau pakai uang sendiri. Tapi Wingky tetap memberikan nafkah untuk istrinya. Dia memberikan ATM yang berisikan pendapatan Villa. Leony akan menggunakan uang itu untuk keperluan rumah termasuk untuk gaji Bayu dan Rahma. Sedangkan gaji mengajar Wingky kelola sendiri.
Sebelum menikah mereka memang sudah membicarakan tentang itu. Dan mereka berdua sudah sepakat dengan keputusan yang diambil.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan hingga 2 tahun telah berlalu. Kini Wingky dan Leony sudah memiliki anak laki-laki berusia hampir satu setengah tahun. Selama masa kehamilan tidak ada kendala berarti, hanya di awal saja Leony sempat pendarahan tapi setelahnua semua berjalan lancar hingga proses persalinan. Bahkan Leony sama sekali tidak pernah yang namanya ngidam. Tidak menyusahkan suaminya seperti kebanyakan wanita ngidam lainnya, misalnya ingin buah mangga yang langsung metik di pohon. Leony sama sekali tidak ,bahkan nafsu makan normal dan mual hanya di beberapa minggu di awal.
Putra tampannya tumbuh dengan sehat dan menggemaskan. Balita yang sudah bisa berjalan ini diberi nama Byantara, panggilannya Bian. Tidak ada arti khusus hanya saja Wingky dan Leony berharap nama tersebut bisa membawa kebaikan dan keberuntungan.
Leony masih bekerja seperti biasa. Dia hanya mendapat cuti 3 bulan setelah melahirkan setelahnya harus kembali bekerja.
Bukan bermaksud egois tapi Leony termasuk orang yang tidak bisa berdiam diri jadi rasanya sangat sulit ketika tiba-tiba harus berdiam diri dirumah seharian.
Bian dan Wingky sedang menikmati makan malam mereka tanpa kehadiran Leony. Leony masih mengikuti rapat yang sangat penting dan tidak bisa ditinggal.
__ADS_1
"Ma ma" kata Bian terbata. Satu kata itu artinya dia menanyakan dimana Mama nya berada. Walau memiliki pengasuh tapi Bian sangat menyayangi Mamanya. Ibarat kata Leony adalah cinta pertama Bian.
Wingky mengelus rambut putranya.
"Bentar lagi Mama pulang ya nak" balas Wingky tersenyum. Bian tidak puas dengan jawaban yang diberikan papanya. Dia malah langsung menangis kejer. Mungkin saking kangennya dengan sang Mama.
Wingky mengangkat tubuh anaknya yang sedang duduk di highchair kemudian menenangkannya. Cukup lama Wingky melakukan itu karena Bian memang hanya mudah dirayu oleh Mamanya sendiri. Bahkan baby sitter yang mengajaknya seharian pun susah untuk membujuk Bian bila dia sedang kesal atau merajuk.
Sampai jam 9 malam dan Bian sudah tertidur Leony belum juga pulang. Bian memang memiliki kamar sendiri, tapi Wingky dan Leony sepakat untuk tetap sekamar dengan anaknya. Kecuali siang hari Bian akan tidur di kamarnya sendiri.
Wingky sebenarnya ingin sekali Leony berhenti bekerja, tapi ketika melihat Leony begitu bahagia ketika bekerja, Wingky jadi tidak tega. Dia tidak mau menjadi pria yang egois.
Leony sudah sampai di kamarnya. Dia langsung saja mandi dan membersihkan diri. Tidak ingin kuman dan virus diluar ruangan dia bawa kerumah.
Selesai mandi dia langsung menghampiri anaknya.
__ADS_1
Dia elus rambut lebat anaknya dengan sayang.
"Maaf ya nak. Mama terlambat pulang hari ini. Tapi besok Mama libur tanggal merah. Besok kita jalan-jalan ya" tutur Leony antusias padahal anaknya masih tertidur.
Dia cium kening anaknya kemudian beranjak dan menghampiri sang suami yang nampak serius membaca laporan di ipadnya.
Leony lingkarkan tangan di pundak Wingky.
"Maaf ya pa, Mama gak bisa pulang duluan. Meetingnya dihadiri seluruh pemegam saham soalnya" jelas Leony sambil mencium pipi Wingky.
Wingky hanya mengangguk dan tersenyum tipis kemudian kembali mengecek laporannya.
Leony paham suaminya sedang dalam mode tidak baik-baik saja.
Bersambung...
__ADS_1