
Wingky dan Leony baru turun ke meja makan untuk makan siang jam 3 sore. Makan siang yang kesorean. Rahma asisten rumah tangga mereka tidak heran karena mereka pengantin baru pasti memang memerlukan waktu lebih lama untuk berduaan.
Saat makan Wingky bertingkah sangat manja. Beberapa kali dia minta disuapi istrinya.
Rahma yang mengintip dari dapur hanya bisa cekikikan. Dulu Wingky memang tidak pernah tidur disini, tapi beberapa kali pernah mengecek atau sekedar beristirahat. Jadi Rahma tau kalau Wingky terlihat sangat pendiam dan sedikit bicara. Tapi sekarang Rahma melihat Wingky sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya. Entah Istrinya yang berhasil mengubah majikannya itu atau memang sifat Wingky yang sebenarnya seperti itu. Rahma pun tidak mau ikut campur. Yang penting kedua majikannya bahagia.
“Yank, habis ini ke rumah Mama ya? Aku mau buat kue sama Mama. Sudah janji waktu pernikahan kita” kata Leony sambil menyuapi Wingky. Wingky pun mengangguk sebagai jawaban.
Selesai makan siang mereka pun meluncur menuju rumah orang tua angkat Wingky.
Di perjalanan Leony melihat Odong-odong. Dia jadi ingat kenangan masa lalunya. Tapi Odong-odong yang sekarang tidak sama dengan yang terakhir dalam ingatannya.
“Yank, kamu ingat kita pernah naik odong-odong?” tanya Leony tapi matanya masih terus memperhatikan odong-odong yang melintas.
“Itu adalah hal terkonyol yang aku lakukan. Hanya untuk kamu.” jawab Wingky sambil tertawa.
Leony pun ikut tertawa.
“Kalau diingat-ingat kita konyol sekali ya?” kata Leony pula.
Wingky mengacak rambut istrinya dengan satu tangan masih fokus menyetir.
“Bukan kita, tapi kamu” kata Wingky tidak mau ikut dikatakan konyol. Dia terkekeh saat mengatakannya.
“Berarti kamu lebih konyol lagi, karena mau menikah dengan orang konyol” balas Leony sambil mencebikkan bibirnya ke arah Wingky.
__ADS_1
Wingky pun hanya tertawa saja.
20 Menit kemudian mereka sudah sampai di rumah orang tua Wingky.
Mama Wingky langsung berhamburan memeluk menantu dan anaknya itu.
“Dari kemarin Mama tunggu-tunggu. Eh baru sekarang kesini” kata Mama sambil merangkul Leony. “Mama sudah beli banyak tepung. Kita buat kue yang banyak sekarang ya”.
“Iya ma” jawab Leony sambil tersenyum.
“Papa mana ma?” Wingky yang bertanya.
“Papa lagi ke Jakarta. Minggu depan juga Mama sama Papa mau ke Aussie” jawab Mama.
Leony dan Wingky pun mengangguk. Ke luar negeri sudah menjadi hal biasa bagi orang tua Wingky.
“Kamu panggil Wingky ya, kita makan kue sama-sama” kata Mama.
“Iya ma” jawab Leony patuh kemudian mencari keberadaan suaminya.
Leony yang sudah tau dimana suaminya langsung saja naik ke lantai 2 mencari kamar Wingky. Leony memang belum pernah masuk ke kamar Wingky. Biasanya dia akan menunggu di depan pintu kamar bila membangunkan Wingky saat akan kencan ketika mereka masih pacaran.
Leony membuka pintu kamar Wingky yang tidak terkunci itu. Kamar dengan nuansa kayu. Sangat berbeda dengan kamar mereka sekarang. Terlihat Wingky tertidur dengan bertelanjang dada. Leony tersenyum kecil ketika melihat itu. Karena ini pertama kali dia masuk ke kamar suaminya, dia mulai berkeliling.
Tidak ada foto kenangan mereka sama sekali. Wingky memang tidak se bucin itu. Hanya ada satu foto yang terpampang di dinding. Foto Mozaik Wingky yang berisikan foto-foto Leony dan Wingky di dalamnya. Itu pun hadiah ulang tahun dari Leony.
__ADS_1
Leony mendekatkan diri pada foto itu. Dia tertawa melihat hadiahnya sendiri. Wingky yang sudah terbangun duduk di atas ranjang sambil memperhatikan istrinya yang sedang asyik memandangi foto mereka.
“Kita bawa pulang ya fotonya sayang”.
Suara Wingky membuat Leony menoleh ke arahnya. Leony tersenyum kemudian mengangguk. Dia mendekati Wingky dan duduk disebelahnya.
“Kue nya sudah jadi, Mama minta kita makan kue bersama” kata Leony masih tersenyum.
Senyum Leony terlihat lebih manis dari kue yang akan mereka makan. Itulah yang ada dalam pikiran Wingky. Wingky langsung memeluk istrinya dan menghadiahi banyak ciuman.
“Disini kan belum coba” kata Wingky penuh maksud. Dia lupa kalau pintu kamar itu masih terbuka lebar.
Mama yang menyusul ke atas pun melihat anaknya yang tengah bertelanjang dada menciumi wajah menantunya terus menerus.
“Ya ampun anakku mirip siapa “ kata Mama dan langsung menutup pintu kamar Wingky.
Leony dan Wingky kaget mendengar pintu kamar yang ditutup. Reflek Wingky melepas pelukannya. Leony pun langsung memukul pelan lengan Wingky.
“Duh… pasti Mama. Malu kan yank” Leony menutup wajahnya saking malunya.
Wingky hanya terkekeh saja. Dia memakai bajunya kemudian merangkul istrinya menuju dapur.
Di dapur Mama sudah geleng-geleng kepala saat melihat Leony dan Wingky. Leony menunduk malu sedangkan Wingky hanya nyengir saja.
“Kalau mau nananina itu tutup dulu pintunya, Ky” kata Mama pura-pura merajuk.
__ADS_1
Bersambung...