DREAM

DREAM
Dalang


__ADS_3

"Kamu kenal dengan dia?" tanya Samuel pada Leony. Mereka sudah di kedai bakso di dekat sekolah bersama Jasmine dan Ayu juga.


"Nggak. Baru tadi pagi ketemu. Memang anaknya ngeselin" jelas Leony.


Jasmine mengangguk setuju dia menjawab dengan mulut penuh bakso.


"Ngata-ngatain lagi" jawabnya hampir tak jelas terdengar.


"Jorok ! Makan dulu yang benar" kata Samuel, "Coba ada Ricky, duh.... ayu bener kamu min" goda Samuel pula.


Jasmine mencebikkan bibir kesal.


Ternyata diam-diam Samuel sadar kalau Jasmine menaruh hati pada Ricky.


"Gimana ya kabar Ricky?" tanya Jasmine tanpa sadar.


"Yang jelas baik, baru saja dia chat aku, Nih foto yang dia kirim" Samuel menunjukkan ponsel blackberry miliknya memperlihatkan foto yang baru saja dikirim Ricky.


"Kenapa dia gak chat ke group?" tanya Jasmine sedikit sedih.


"Kenapa jadi ngomongin Ricky sih? Ini kan lagi ngomongin aku" kata Leony mencela obrolan Samuel dan Jasmine.


"Kamu sih".


"Kamu sih".


Kata Samuel dan Jasmine saling menyalahkan.


Leony dan Ayu malah terkekeh geli.


"Kalian berantem mulu, lama-lama jadian tau" goda Ayu yang seketika membuat Samuel dan Jasmine menatap malas.


"By the way, itu anak punya masalah apa ya sama aku? Kenapa dia nyebarin rumor gak jelas gitu? Pengen banget nyebarin berita bohong kalau seolah-olah aku udah ditolak dia" Leony tampak berpikir."Biar apa coba?".


"Apa mungkin kamu pernah nolak dia sebelumnya? Makanya dia murka?" tebak Samuel.


"Gak ada, aku gak pernah nolak cowok kok" elak Leony.


Ayu dan Jasmine tidak bisa menahan tawanya.


Ayu kemudian menunjuk ke arah Samuel.


"Kalau yang ini gimana?" ledek Ayu.


Samuel memutar bola matanya malas.


"Ciah... Ngambek " kata Jasmine pula.


Leony hanya terkekeh geli. Rasanya sungkan juga kalau harus membahas tentang kejadian lampai saat mereka masih di kelas 10 dulu.

__ADS_1


"Kak Ricky juga kamu tolak" imbuh Jasmine.


"Guys... Samuel dan Kak Ricky kan beda cerita. Kalau yg lain memang gak ada yang nyatain cinta kok. Kalau sekedar iseng-iseng gitu ya banyak, tapi aku tidak berkata kasar atau aneh-aneh kok".


"Terus kenapa bisa dia kayak begitu? Pasti ada sebabnya. Gak mungkinlah tiba-tiba udah ngebuat fitnah gitu" kata Samuel yang masih penasaran.


"Tapi mau dia fitnah aku kayak apa juga aku gak peduli. Mau dia bilang aku pernah jadi mantannya juga gak akan ngaruh buat aku. Emang orang-orang bakalan percaya segampang itu?" kata Leony santai.


"Yang gak suka sama kamu pasti percaya" jawab Samuel.


"Itu sudah pasti, yang penting dia tidak merugikan aku. Kalau cuma sekedar fitnah gak bermutu gitu sih gak masalah buat aku" Leony sempat-sempatnya tertawa.


"Tapi kita harus tahu motifnya apa, siapa tahu dia ada maksud tersembunyi" Ayu angkat bicara.


Leony pun manggut-manggut mengerti.


...


Keesokan harinya saat Leony sedang di toilet sekolah ada seseorang yang sengaja mengunci Leony dari luar. Orang itu menempelkan pintu wc dengan tulisan rusak dan meletakkan banyak barang di depan pintu hingga Leony sulit membukanya. Letak toilet juga jauh ke dalam jadi ketika dia berteriak akan sulit terdengar.


Leony yang hendak keluar dari toilet merasa aneh karena pintu susah dibuka.


"Kenapa tidak mau kebuka ya?" tanya Leony heran. Untung saja dia membawa ponsel di saku bajunya. Dia segera menghubungi teman-temannya via group.


"Guys.. Aku ke kunci di Toilet yang di dekat perpustakaan . Tolong ya..... " tulisnya dengan emot sedih.


"Halo.. Kenapa bisa kekunci?" tanya Samuel sambil bergegas menuju toilet.


"Gak tahu, tapi tadi aku dengar ada suara berisik kayak mindahin barang." jelas Leony.


"Tunggu, sebentar lagi aku sampai jangan tutup teleponnya!" titah Samuel.


Saat sampai didepan toilet Samuel merasa heran karena ada tulisan rusak di dalamnya.


"Bener yang didekat perpustakaan?" tanya Samuel ragu.


"Iya" jawab Leony pelan.


"Aku udah di depan tapi ada tulisan rusak. Bentar ya aku mau foto dulu jadiin barang bukti. Aku tutup teleponnya" kata Samuel kemudian mengambil foto dan video sebagai barang bukti.


Satu tangan mengambil video dan tangan satunya memindaghkan barang-barang yang menghalangi. Tak sampai 10 menit Samuel sudah bisa mengeluarkan Leony dari toilet. Tak lama setelah itu Ayu dan Jasmine pun ikut menyusul.


"Siapa sih yang tega banget ngelakuin ini? Kalau aku pasti udah nangis" kata Jasmine sambil memeluk Leony sahabatnya.


Leony malah tertawa, kalau hanya seperti itu tidak sampai membuatnya ketakutan.


"Ini sudah kriminal namanya. Ayo kita lapor ke ruang guru" usul Samuel.


"Gak usah diperpanjang. Yang perlu kita lakukan adalah tetap happy happy supaya yang ngerjain aku tambah marah" kata Leony yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Samuel.

__ADS_1


"Mana bisa gitu, harus dikasi pelajaran biar kapok" tegas Samuel.


Mau tak mau Leony pun menyetujuinya.


Mereka berempat menuju ruang BK (Bimbingan Konseling) untuk melaporkan kejadian ini.


Guru BK mereka segera menindaklanjuti. Sayangnya tidak ada CCTV maupun saksi mata sehingga semua menjadi lebih sulit. Pelakunya seperti sudah merencanakan dengan baik.


Selesai dengan semua laporannya mereka berempat kembali ke kelas masinh-masing.


"Siapa kira-kira yang dendam sama kamu Ony?" tanya Ayu penasaran.


Leony menggeleng tanda tidak tahu.


"Perasaan aku tidak pernah mencari gara-gara dengan siapapun. Apa kira-kira motifnya ya?" Leony sangat bingung kira-kira siapa yang tega berbuat hal tidak terpuji seperti ini padanya.


Untung dia bukan remaja asli, jadi kalau hanya terkunci saja dia tidak sampai menangis. Kalau anak berumur belum genap 17 tahun pasti menangis saat terkunci.


"Salah nyari musuh mereka" kata Leony dalam hati sambil tersenyum miring.


Samuel tak tinggal diam. Jiwa premannya kembali bangkit dengan mengandalkan insting dia mulai beraksi.


"Sepertinya aku tahu siapa pelakunya" gumannya pelan.


...


Sepulang sekolah terdengar keributan di gedung belakang.


Siapa lagi pelakunya kalau bukan Sam.


Dia mencekal kerah baju Marvel yang dia duga sebagai pelaku dibalik terkuncinya Leony di kamar mandi.


"Kamu kan yang ngunci Leony di kamar mandi?" tanya Samuel dengan sarkas.


Marvel yang memang tidak tahu apa-apa hanya menggeleng.


"Tidak kak. Bukan aku pelakunya" Marvel mengelak dengan tangan ditangkupkan di depan dada tanda memohon ampun.


"Alah... Gak usah bohong" Samuel semakin mengeratkan cekalannya.


"Demi Tuhan kak, bukan aku".


"Kalau bukan kamu katakan alasan kamu kenapa kemarin bisa membuat gosip tidak bermutu tentang Leony. Apa motifmu" bentak Samuel.


Marvel menelan ludahnya kasar. Kalau dia menceritakan semuanya maka bukan hanya dia yang celaka tapi dalang dari rumor kemarin juga akan terseret.


"Sebenarnya....." kata Marvel terjeda.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2