
Leony memasuki ruangannya. Leony merupakan Accounting sekaligus dipercaya sebagai wakil direktur keuangan membantu direktur keuangan yakni Alan Wijaya. Duda muda yang ditinggal istrinya untuk selama-lamanya setelah melahirkan putra mereka. Sudah hampir 5 tahun dia menduda, dia lebih memilih menjadi single parent daripada menikah lagi. Alasannya karena dia masih sangat mencintai istrinya.
Itu salah satu hal yang membuat Wingky selalu cemburu bila berurusan dengan Alan. Alan menurutnya saingan terbesar dalam hidupnya melebihi cinta pertama istrinya sendiri.
Leony memiliki ruangan tersendiri. Ruangan yanh tidak terlalu besar, berukuran 4x3 meter persegi itu di design dengan modern dan minimalis dengan warna crem lembut sehingga orang yang didalamnya walau dalam keadaan krodit tetap merasa nyaman.
Telepon diruangan Leony berdering. Dengan cepat dia segera mengangkatnya. Ternyata itu telepon dari Alan yang meminta Leony keruangannya.
...
Wingky sudah sampai di kantor Leony jam dua belas kurang 15 menit. Berarti masih harus menunggu 15 agar bertemu istrinya. Wingky duduk di ruang tunggu sambil membaca majalah yang tersedia disana. Dia sudah mengirimkan pesan untuk istrinya kalau dia sudah sampai tapi sampai sekarang Leony bahkan belum membuka pesan darinya.
Hingga jam 12 lewat 10 menit Leony juga belum membalas pesannya. Wingky pun meminta bantuan reseptionis untuk menghubungi istrinya itu. Kurang lebih 15 menit kemudian Leony baru keluar beriringan dengan Alan dan Imel rekan kerjanya sesama divisi keuangan.
Wingky yang melihat itu selain jengkel menunggu semakin jengkel melihat istrinya bersama musuh bebuyutannya juga.
Leony yang sudah melihat keberadaan Wingky langsung menghampirinya. Alan dan Imel pun ikut menghampiri.
"Sayang..." panggil Leony sambil mencium punggung tangan suaminya. Wingky pun sengaja mencium kening istrinya didepan rekan kerjanya.
Alan sampai berdehem melihat adegan romantis itu.
__ADS_1
"Apa kabar Pak Alan, Bu Imel?" sapa Wingky sambil menyalami keduanya bergantian.
"Kabar baik Pak Wingky" jawab Imel dengan riangnya. Berbeda dengan Alan yang hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
Entah sejak kapan antara Wingky dan Alan memang sudah begitu.
"Sayang, Pak Alan katanya mau mentraktir kita makan siang. Sebagai permintaan maaf saat kita menikah beliau berhalangan hadir" kata Leony yang seketika membuat Wingky harus menahan sabarnya. Baru dia membayangkan makan siang romantis malah harus makan siang bersama atasan istrinya yang seperti es kutub.
Gila kerja, gila hormat dan tidak peduli bawahan libur atau tidak. Pokoknya asal dia perlu harus bisa. Itu awal mula Wingky tidak menyukai Alan. Sering kali kencan nya dengan Leony harus gagal karena tugas dadakan yang diberikan Alan. Padahal itu sudah diluar jam kerja. Kadang bahkan di hari libur sekalipun.
Wingky pun dengan terpaksa menerima tawaran dari Alan tersebut. Mereka berempat kemudian makan siang tidak jauh dari kantor Leony. Hanya perlu menyebrang jalan saja. Restoran khas sunda yang menyajikan berbagai sajian menggugah selera.
Leony mulai memesan Sop buntut serta Es goyobod sedangkan Wingky memesan udang bakar madu, gurame bakar, tumis toge , cumi goreng tepung tidak lupa sambal terasi. Dia sengaja memesan banyak makanan.
Leony pun geleng-geleng kepala melihat pesanan suaminya.
"Habis emang?" tanya Leony pula.
Wingky pun hanya tertawa saja.
"Pak Alan mau pesan apa?" Imel yang bertanya.
__ADS_1
"Samakan saja kayak kamu" jawab Alan datar.
Imel pun memesankan soto bandung dan es jeruk untuk Alan dan dirinya.
Sambil menunggu makanan datang mereka banyak mengobrol. Alan ternyata tertarik juga untuk membuka bisnis villa seperti Wingky. Alan mengaku sudah jenuh bekerja dengan orang. Dia ingin membuka usaha sendiri dan waktunya lebih fleksibel.
"Kalau bapak mau nanti saya kenalkan dengan kontraktor langganan saya. Namanya Pak Reno. Beliau mempunyai team yang kopeten dalam mendesain dan membangun villa" kata Wingky menawarkan salah satu perusahaan kontruksi langganannya.
"Boleh pak kalau tidak merepotkan" jawab Alan.
Tak berapa lama pesanan pun tiba. Pesanan Wingky yang berbagai jenis itu sudah tertata di atas meja.
Leony sampai tertawa melihat pesanan suaminya.
"Harus habis ya" goda Leony pada sumianya.
"Maaf lapar mata" jawab Wingky terkekeh.
Sesekali Wingky menyuapkan cumi ke mulut istrinya tanpa malu sedikitpun. Alan yang melihatnya biasa saja tapi Imel malah menjadi baper.
"Kapan ya aku nyusul Kak Leony?" batinnya ngenes.
__ADS_1
Bersambung..