
Seperti apapun Samuel berusaha menutupi dari Leony, akhirnya Leony tahu juga bahwa Ranty lah yang telah menguncinya di toilet. Ranty sendiri yang datang meminta maaf pada Leony sampai berderai air mata. Leony benar-benar heran kenapa hal ini bisa terjadi dan faktor utamanya adalah Iri. Leony berbesar hati menerima semuanya, penyakit hati memang tidak bisa diprediksi. Dia datang tanpa kita tahu apa sebabnya.
Beberapa bulan telah berlalu. Leony telah lulus Ujian Nasional. Dia sedang mempersiapkan untuk kuliah di M University dan memilih jurusan ekonomi seperti keinginan awalnya. Leony akan mengikuti serangkaian tes sebelum diterima di kampus tersebut.
Leony sedang menikmati libur tenangnya hingga menuju proses pengambilan ijazah selanjutnya. Dia duduk di teras rumahnya ditemani teh hangat tanpa gula dan biskuit gandum kesukaannya. Leony benar-benar menjaga bodynya agar tidak sampai melar karena Leony sadar tubuhnya gampang gemuk.
Aurel yang baru tiba menyerahkan formulir beasiswa pada adiknya. Perusahaan Aurel memberikan bantuan biaya pendidikan untuk keluarga karyawan terpilih. Jurusannya pun hanya tersedia bahasa Inggris.
“Kamu isi ya dik, siapa tahu lulus. Kamu kan juga pintar bahasa Inggris” kata Aurel saat menyerahkan form itu.
“Tapi kak, aku kan ingin jadi accounting” elak Leony.
__ADS_1
“Tapi kan kamu dari jurusan bahasa. Kamu bisa kerja di perhotelan bahkan bisa jadi guru. Lumayan bisa mengurangi beban Ayah. Kamu tahu kan biaya kuliah tidak sedikit?” kata Aurel yang seketika menyadarkan Leony bahwa biaya kuliah tidak sedikit. Ayah Leony yang mempunyai garmen sederhana tentu kesulitan untuk membiayai kuliah anaknya. Apalagi Fero akan masuk SMA. Memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk itu.
Leony menerima form itu dan mengisinya.
“Besok ikut kakak ke kantor ya. Akan ada tes dan interview kelayakan” jelas sang kakak dan Leony hanya mengangguk.
Keesokan harinya Leony diantar Aurel mengikuti serangkaian tes beasiswa pendidikan di perusahaan Aurel. Leony sudah belajar semaksimal mungkin. Semoga saja dia bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Untuk Jurusan dan kampusnya sudah ditentukan oleh perusahaan. Leony pasrah bisa dia tidak bisa berkuliah di M University, toh Leny tidak tahu apakah Wingky akan kuliah dimana. Karena Leony ingat Wingky dan Agnes pernah membicarakan tentang rencana kuliah di luar negeri beberapa tahun silam.
Kurang lebih 1 jam menunggu, sesuai harapan Leony lulus beasiswa. Untuk nama kampusnya akan diberitahukan besok melalui email. Leony pulang dengan bernapas lega. Setidaknya dia sudah sedikit meringankan beban orang tuanya terkait biaya kuliah.
…
__ADS_1
“Ibu senang nak, kamu mendapatkan beasiswa itu. Nilai bahasa Inggrismu kan bagus. Kamu pasti cocok dengan jurusan itu” kata Ibu sambil mengelus rambut anaknya. Dia dan Ibunya tengah menonton TV di ruang keluarga.
“Iya bu, tapi sebenarnya aku ingin mengambil jurusan ekonomi. Aku ingin jadi accounting bu. Aku ingin bekerja di AR Company (Nama perusahaan Leony bekerja nanti)”.
Ibu tersenyum, “Tapi Ibu yakin kalau bahasa Inggris memang jurusan yang paling pas buat kamu” hibur Ibunya.
Dulu Leony memang menyesal mengambil jurusan bahasa Inggris karena sangat melenceng jauh dengan pekerjaannya. Tapi satu hal yang dia syukuri saat itu adalah bertemu Wingky. Tapi sekarang rasanya hal itu sudah tidak bisa disyukuri lagi. Pertemuan dia dan Wingky tidak seperti dulu lagi.
Leony membuka email di ponselnya. Dia sudah mendapatkan nama kampus yang dipilih oleh perusahaan kakaknya. Jodoh memang tak lari kemana, karena sepertinya Leony berjodoh dengan M University. Dia diterima masuk di M University tanpa tes lagi. Hanya perlu mendaftar ulang 2 minggu lagi setelah Ijazahnya keluar.
Terus terang Leony deg degan akan kembali kuliah disana. Akan banyak kenangan yang mengingatkan dia dengan Wingky. Leony takut dia terlarut dalam pikiran tentang Wingky saja.
__ADS_1
Bersambung...