DREAM

DREAM
Teman lama


__ADS_3

Leony sudah resmi menyandang status sebagai Ibu rumah tangga. Seminggu yang lalu sudah dipilih siapa yang akan menggantikan posisinya. Sebenarnya berat untuk seorang Leony yang merintis karir dari bawah bisa mencapai posisi ini, tapi kalau diminta memilih antara karir dan keluarga tentu Leony akan memilih keluarga.


Leony yang biasanya mendapatkan pendapatan berpuluh juta setiap bulannya sekarang harus siap kehilangan penghasilan itu. Leony menggunakan gajinya itu tidak hanya untuk kebutuhannya saja, tapi setiap bulan dia juga mengirimkan sebagian penghasilannya untuk sang Ayah. Walau suaminya itu sudah berulang kali meminta Leony untuk menggunakan penghasilan Villa yang memang jauh di atas gajinya tapi entah kenapa dia tetap saja enggan. Mungkin beberapa wanita yang terbiasa mandiri seperti Leony akan mengerti. Bukan bermaksud merendahkan suami hanya saja mandiri sudah menjadi kebiasaannya.


Sepertinya Leony harus merubah kebiasaan itu. Semoga saja nanti suaminya tidak heran melihat pengeluaran pribadi Leony yang membengkak. Dan Leony juga mengatakan pada suaminya bahwa setiap bulan dia akan menggunakan uang itu untuk keperluan Ayahnya. Dan tentu saja Wingky tidak keberatan. Mungkin dengan memberikan mertuanya Wingky tidak masalah, malah itu keharusan. Tapi bagaimana ketika dia melihat pengeluaran skincare, makeup dan pakaian istrinya? Bisa-bisa dia geleng-geleng kepala.


Hari ini, Wingky sekeluarga akan menghadiri pernikahan Amina di daerah K. Perlu waktu 5 Jam untuk menempuh perjalanan darat. Tidak ada jalur udara yang bisa ditempuh ke daerah K, kecuali mungkin orang kaya yang memiliki jet pribadi, jadi hanya ada jalur darat saja. Untung saja Wingky mempunyai villa di daerah tersebut sehingga selesai acara mereka akan menginap supaya tidak terlalu capek di perjalanan. Apalagi Bian baru berusia satu setengah tahun.


Leony sudah siap dengan penampilan memukau seperti biasanya. Rambut yang dibuat neat wavy hairstyle, white dress yang memiliki model unik yang tidak terlalu panjang tapi masih terlihat sopan, tidak lupa dia menggunakan hand bag berwarna hitam serta heels yang senada dengan dress yang dipakai. Make up yang digunakan pun sederhana tapi tetap terlihat gorgeous.  Dia juga memakai softlens berwarna soft grey dan sangat cocok dengan tampilan make-upnya. 


Saat melihat penampilan istrinya, Wingky sampai tidak bisa berkedip. Istrinya memang selalu tampil memukau. Wingky sendiri tak kalah tampan. Kali ini dia memakai jas berwarna navy, senada dengan Bian. Gaya rambut mereka pun sama. Hanya saja wajah Bian lebih condong ke Ibunya daripada ke Ayahnya. Penampilan mereka bertiga sangat serasi.


Jam 8 Pagi mereka sudah berangkat. Leony banyak membawa makanan untuk Bian, jaga-jaga kalau anaknya lapar di perjalanan. 5 jam perjalanan pasti akan membosankan untuk sang anak. Wingky bahkan sudah memikirkan di titik mana mereka akan beristirahat.


Benar saja, baru 2 jam perjalanan Bian sudah terlihat rewel. Wingky pun mencari tempat istirahat yang cukup nyaman dan tidak terlalu panas. Jadilah mereka beristirahat di tanah lapang yang ditumbuhi banyak pepohonan. Leony mengajak anaknya berjalan-jalan sejenak.


“Mau minum nak?” tanya Leony pada sang anak.


“Cucu” jawab Bian gemas sekali. Mendengar jawaban sang anak Leony pun langsung menggendong anaknya ke dalam mobil. Tanpa dia sadari ternyata dari tadi sang suami sibuk mengambil foto dirinya dan sang anak.


“Eh.. papa ngapain?” tanya Leony menghampiri.


Wingky hanya terkekeh saja. Dia kemudian menunjukkan foto-foto yang sudah berhasil dia ambil.


“Sayang, ternyata papa kamu diam-diam mempunyai bakat sebagai fotografer” kata Leony pada sayang anak. Bian tidak mengerti yang dikatakan ibunya, yang ada dikepalanya hanya susu saja saat ini.


“cu cu… cu cu mama” rengeknya.


Leony terkekeh kemudian mengambilkan anaknya asi di cooler bag kemudian dia rendam di air panas.

__ADS_1


Selama menunggu susu bisa diminum. Leony memberikan anaknya camilan khusus bayi. Sebelumnya Leony sudah membersihkan tangan Bian dengan tisu basah dan hand sanitizer.


“Enak?” tanya Leony pada Bian dan Bian mengangguk sambil menunjukkan jempolnya.


“nak” jawab Bian kemudian.


Setelah dirasa susu bisa diminum. Leony pun memberikan susu itu pada anaknya. Mereka duduk di dalam mobil sambil minum susu itu. Wingky pun sudah masuk ke dalam mobil. Selama minum susu Bian mulai mengantuk dan tertidur. Kesempatan itu digunakan Wingky untuk kembali melanjutkan perjalanan.


..


 Jam 2 Siang mereka baru sampai di lokasi. Tadi mereka harus beristirahat lagi untuk makan siang Bian. Setelah makan siang Bian kembali tertidur. Wingky pun mengambil alih menggendong putranya yang tengah tertidur lelap itu.


Saat masuk ke dalam, Amina dan keluarganya sudah menyambut Wingky dan juga Leony. Acara pernikahan sederhana yang dihadiri tidak terlalu banyak undangan. Tapi mata Leony menangkap sosok cantik yang dia kenal. Seniornya di kampus. Seniornya yang mengenakan dress berwarna peach yang membalut tubuh rampingnya. Dia menggendong Bayi tampan yang usianya mungkin seumuran dengan Bian.


“Kak Angel” sapa Leony pada wanita itu. Wanita yang bernama Angel itu bersorak saat melihat Leony.


“Ony… apa kabar?” sapa Angel sambil memeluk Leony dengan sebelah tangannya.


Angel mengangguk.


“Namanya Farel, anak kedua ku. Yang itu” Angel menunjuk pada bocah yang berusia sekitar  6 atau 7 tahun yang sedang bersama Papanya. ”Anak pertamaku namanya Darren” jawab Angel sambil tersenyum.


Leony pun mengangguk seraya tersenyum. Dia pun mengenalkan suaminya pada Angel.


“Kenalin kak, suami aku” kata Leony. Angel dan Wingky pun saling mengangguk tanpa bersalaman.


Suami Angel dan anaknya mendekat pada Mereka.


“Pak Reno?” tanya Wingky yang kaget melihat rekan bisnisnya. Reno adalah pemilik perusahaan konstruksi yang sering menangani Villa Wingky.

__ADS_1


“Pak Wingky” kata Reno mendekat dan mereka bersalaman.


“Kalian saling kenal?” tanya Leony.


“Pak Reno ini yang membantu pembangunan villa kita” jelas Wingky.


Leony pun mengangguk sopan pada Reno.


“Tidak menyangka ternyata istri kita saling mengenal pak” kata Reno sambil terkekeh.


“Dulu Mama sama Leony ikut club musik yang sama pa, saat di kampus” jelas Angel.


“Dunia sempit ya” balas Leony. Mereka pun duduk bersama di meja yang sama.


Ternyata Amina merupakan keluarga jauh dari Ibu Reno. Terkadang memang dunia terasa begitu sempit karena kita hidup dengan saling terikat satu sama lain.



Selesai acara Leony dan keluarganya berangkat menuju Villa miliknya. Dia juga mengundang Reno dan keluarganya untuk beristirahat di Villanya juga. Awalnya Reno menolak, tapi setelah dipaksa oleh Wingky akhirnya mau tidak mau Reno pun menerima tawaran itu.


Villa Wingky di Wilayah K ini memiliki 5 private Villa dan Masing-masing villa memiliki 3 kamar. Wingky sudah membooking 1 private Villa untuknya. Jadi Villa itu bisa mereka gunakan bersama. Villa mewah yang dilengkapi kolam renang, dapur, gazebo dan bar. Wajar saja biaya menginap per harinya sangat fantastis.


Sesampainya bapak-bapak dan anak-anak mereka berenang di Villa. Sedangkan para Ibu memasak di dapur. Tadi Wingky sudah meminta staf nya untuk menyiapkan semua keperluan barbeque termasuk bahan makanannya. Wingky juga meminta staf nya untuk menyediakan baju ganti untuk Reno sekeluarga. Karena dia yang berulah maka dia harus bertanggung jawab. Masak orang yang tidak membawa perlengkapan menginap di paksa menginap.


Selesai berenang dan berganti baju. Mereka pun mulai manggang manggang. Banyak yang mereka bicarakan, walau sudah lama tidak bertemu tapi mereka tidak ada canggung sedikitpun. Para pria akan membicarakan urusannya sedangkan yang wanita lebih kepada nostalgia mereka saat satu klub bareng.


“Ony, kamu ingat dengan Andra yang terus mendekatimu saat kita latihan?” tanya Angel.


Wingky yang juga mendengar kembali dengan mode cemburunya.

__ADS_1


“Andra siapa lagi?” tanya Wingky dengan tatapan tajam.


__ADS_2