DREAM

DREAM
takut


__ADS_3

yulia takut.


entah sudah berapa lama ia duduk ditempat ini, sudah berapa lama ia terkurung ditempat ini yulia sama sekali tidak tau.


sedangkan dikelas rival juga raynad mencemaskan yulia yang sudah hampir 1 jam tidak kembali dari toilet.


untung saja guru berikutnya yang masuk kelas mereka izin tidak masuk karna sakit.


"Val susul aja kali ya?" ucap raynad.


raynad sangat khawatir alana yang tak kunjung kembali dari toilet.


"Yaudah deh dari pada kita cemas gak jelas!" saut rival, mereka pun segera keluar dari kelas.


rena dan kania yang tidak mau ketahuan ulahnya pun menghalangi jalan rival dan raynad.


"Eh kalian mau kemana? kan masih jam pelajaran?" tanya rena yang ada dihadapan raynad menghadang jalan pria itu. begitu pula dengan kania yang menghalangi jalan rival.


"Iya nanti kalian dimarahin guru loh keluar-keluaran!" timpal kania.


rival menatap penuh selidik kearah kania dan rena yang bertingkah laku cukup aneh.


"Kita yang dimarahin gak ada urusannya sama lo, minggir!" kecam rival dengan sinis. rival mendorong kania hingga kania terhuyung dan menepi, raynad tak mengatakan apapun dan mengikuti langkah rival saja.


rival dan raynad sampai ditoilet siswi lantai 2 namun disana tertera tulisan 'Toilet rusak'.


"Val toilet rusak!" ucap raynad.


"Iya. yaudah kita cari yang ada dilantai 1 aja!" ajak rival.


baru hendak melangkah namun ia memiliki perasaan aneh yang mendorongnya untuk tetap disitu dan masuk.


rival menoleh kearah raynad. "Woi ngapain diam? ayo!" ajak nya.


namun raynad tetap diam dan tidak mengikuti langkah rival yang berjalan menuju toilet lantai 1.


rival dan peduli dengan raynad dan berjalan saja meninggalkan raynad yang masih terdiam didepan pintu toilet itu.


raynad juga tidak tau perasaan apa yang ia rasakan, tapi kakinya tidak bisa melangkah jauh dari sana.


"Apa alana ada didalam ya?" gumam raynad bertanya-tanya.


raynad hendak melangkah pergi, namun tiba-tiba raynad mendengar suara isakan tangis wanita dan asalnya dari dalam toilet.

__ADS_1


"suara siapa tuh?" batin raynad.


raynad pun semakin mendekat kearah pintu dan menempelkan telinganya kepintu toilet, raynad yakin suara tangisan itu datang dari dalam.


"ADA ORANG GAK DIDALAM?" teriak raynad.


alana yang menangis terisak didalam mendengar suara itu, alana kenal suara itu, itu adalah suara yang menenangkan hatinya dan itu adalah suara raynad alana langsung bangun dan..


"TOLONG... RAYNAD TOLONG AKU..." pekik alana.


dan ya raynad mendengarnya, itu suara alana.


"ALANA ITU KAMU?" jerit raynad


"IYA INI AKU ALANA, RAYNAD TOLONG AKU!"


raynad langsung dengan cepat mencari cara untuk membuka pintu karna pintu terkunci dan raynad tidak bisa membukanya.


raynad tak punya cara lain, ia pun mendobrak pintu toilet, satu kali gagal raynad tidak menyerah dan mencobanya lagi, untunglah dipercobaan kedua kalinya raynad bisa membuka pintu.


semua bilik toilet tertutup dan raynad tidak tau dimana alana.


"Al kamu dimana?" panggil raynad.


raynad yang sudah tau dimana bilik alana pun mencoba membukanya namun terkunci lagi, dan raynad harus mendobrak pintu itu lagi.


"Al aku mau dobrak pintunya, kamu tolong minggir!" titah raynad.


alana yang mendengarnya segera menepi dan akhirnya.


Brakk...


pintu terbuka, melihat raynad yang sudah ada disampingnya alana langsung memeluk pria itu, dan raynad pun membalas pelukkan alana.


tubuh alana gemetaran, raynad tau alana sangat ketakutan karna toilet yang gelap dan dia terkunci sendirian disana.


"Ray..ak..aku takut!" ucap alana dengan isakan tangis yang memilukan.


"Udah kamu tenang, ada aku disini!" ucap raynad mencoba menenangkan alana yang menangis didalam dekapannya.


"Ayo al kita keluar dulu dari sini!" ajak raynad. namun alana tak menyahutinya dan tiba-tiba saja alana jatuh pingsan dalam pelukkan raynad dan raynad panik setengah mati melihat alana pingsan.


"Al bangun al, kamu kenapa?" panggil raynad seraya menepuk pelan pipi alana namun alana masih belum bangun juga.

__ADS_1


raynad langsung menggendong tubuh alana ala bride style dan membawanya keluar dari toilet, raynad sangat khawatir dengan kondisi alana dan langsung membawanya dengan cepat menuju uks.


"Al bangun, kamu jangan kenapa-napa ya aku udah sama kamu kok!" ucap raynad menatap alana yang begitu tak berdaya digendongannya.


untung uks tak jauh dan raynad segera meletakkan tubuh alana dibrankar yang ada diuks, entah kemana para penjaga uks karna raynad bingung jadi raynad sendiri yang membantu alana.


raynad menggosokan minyak angin kekepala juga tangan dan kaki alana sambil terus memanggil nama alana namun alana masih belum bangun juga.


"Al bangun al.. aku mau kamu bangun al!" ucap raynad semakin khawatir, raynad benar-benar tidak tau akan melakukan apa untuk membangunkan alana.


"Bunda..ayah..alana mau sama kalian.." tiba-tiba alana mengigau, alana belum membuka matanya namun ia sudah mengigau dan memanggil orang tuanya.


raynad yang mendengar suara alana langsung melihat gadis itu, namun ia belum membuka matanya.


raynad mengusap lembut puncak kepala alana, jelas raynad tau alasan alana mengigau dan memanggil orang tuanya, itu pasti karna alana merindukan orang tuanya dan alana pasti sedih karna ia menganggap dirinya sendirian.


"Al kamu bangun... aku janji akan selalu sama kamu tapi kamu bangun dulu al!" ucap raynad yang jarak wajahnya sangat dekat dengan wajah alana.


mata alana berkedip meski masih tertutup, alana pun membuka matanya perlahan.


"Ayah..bunda.." ucapnya tanpa sadar, karna alana belum total sadar dan membayangkan jika ayah dan bundanya ada didekatnya.


"Al ini aku raynad.." ucap raynad dengan senyum lega setelah melihat alana sudah membuka matanya.


alana menoleh kearah raynad yang ada didekatnya, air mata alana kembali menetes dan alana menangis.


"Hiks...hiks..ayah..bunda.." isak alana.


raynad bingung karna alana menangis, kemudian alana bangun raynad juga ikut bangun dan lagi-lagi alana memeluk raynad, tentu saja raynad tidak marah justru ia senang dan membalas pelukan alana.


raynad mengusap lembut bahu alana mencoba untuk menenangkan gadis didalam dekapannya itu.


"Sudab al, kamu jangan nangis kan udah ada aku?" ucap raynad begitu lembut.


meski alana masih menangis, ini sudah kesekian kalinya alana berada dalam dekapan raynad, tentu saja alana merasa nyaman dan alana bisa melupakan sejenak bebannya setelah berada dalam dekapan pria yang ia cintai itu.


alana melepas pelukkannya dari raynad, alana masih duduk dibrankarnya dan raynaf yang berdiri dengan jarak dengan alana.


raynad dan alana saling berpandangan satu sama lain, raynad dengan senyum lembut mengembang diwajahnya mengusap bekas air mata yang ada dipipi alana.


"Cantik nya hilang kalo kamu nangis, liat nih mata yang udah kayak panda, hidung yang kayak badut dan pipi yang kayak tomat, jelek!" ucap raynad bercanda dan berhasil membuat alana tertawa pelan.


raynad yang melihatnya merasa senang, setidaknya raynad bisa membuat alana tertawa meski tidak bisa membuat gadis itu lupa dengan masalahnya selamanya.

__ADS_1


__ADS_2